
......................
*Flashback
10 tahun yang lalu..
Kenny, Gama, dan Lion pernah dititipkan pada kakek Heri, karena kedua orang tuanya harus pergi ke luar negeri dan tinggal di sana selama setahun untuk mengurus pendidikan ayah mereka yang sedang berkuliah S3 kedokteran di Jerman.
Pada saat itu mereka adalah anak-anak yang polos yang masih pada usia-usia nakal. Saat itu Kenny berusia 9 tahun, Gama berusia 7 tahun dan Lion berusia 5 tahun.Kakek Heri pada waktu itu juga belum pensiun dari angkatan laut dan masih aktif bekerja.
Karena kakek Heri adalah sosok yang selalu di kelilingi oleh hal yang berbau kedisiplinan dan kepatuhan. Sehingga hal ini pun dia turunkan kepada ketiga cucu-cucu nya yang manis.
Pada usia itu Kenny, Gama , dan Lion sangat nakal bahkan sulit sekali untuk di atur. Karena lingkungan rumah kakek yang dekat dengan hutan membuat ketiga nya setiap pulang dari sekolah selalu bermain-main di sana.
Mereka selalu membuat keributan dengan menjahili anak-anak tetangga maupun teman sekolah mereka.
"Oii Lion,, makan nya cepet kita mau ke hutan nih" teriak Kenny dari luar rumah.
"Ia abang dikit lagi" jawab Lion dari dalam rumah.
Gama yang selalu bertugas mengambil tongkat besi dari atas loteng. Mereka menyembunyikannya di sana karena di sana merupakan markas tersembunyi mereka juga.
Kakek Heri yang selalu pulang sore jadi tidak bisa mengontrol cucu-cucunya dengan leluasa. Hal ini juga yang membuat mereka semakin leluasa untuk bermain sepuasnya.
Mereka bertiga bermain di hutan dengan gembira, memetik buah, mencari ikan di sungai, dan membuat sebuah rumah pohon sebagai markas mereka.
Kenakalan mereka terus terjadi, sampai setiap pulang dari kerja kakek Heri selalu menerima omelan dari para tetangga soal kelakuan Kenny, Gama, dan Lion.
Setelah mendapat aduan dari para tetangga,kakek Heri biasanya selalu menghukum ketiga cucu nya dengan melatih fisik mereka seperti layaknya seorang prajurit muda angkatan laut.
Menyuruh mereka membersihkan rumah, menanam bunga, mengambil air di sungai, dan mengajar mereka untuk mampu bertahan di hidup yang keras ini.
Ribuan kali Kenny, Gama, dan Lion terkena hantaman dari kakek mereka. Itu semua di lakukan agar mereka tumbuh menjadi anak yang dapat mengambil tindakan dengan lebih memikirkan konsekuensi.
......................
Pada suatu ketika sepulang sekolah Kenny, Gama, dan Lion berkelahi dengan anak kelas 5 yang suka memalak uang. Semua berawal ketika Lion di pukuli oleh anak-anak tersebut akibat Lion tidak mau menyerahkan uang nya.
Mengetahui hal tersebut Kenny dan Gama tidak terima jika adik nya di perlakukan seperti itu, bahkan Lion sampai mengigau ketakutan tengah malam.
"Hey, kalian anak kelas 5." ucap Kenny dengan wajah marah.
Mereka sedang berada di sebuah gang kecil yang cukup jarang di lewati oleh warga.
"Ada apa?" balas salah satu di antara mereka.
Gerombolan anak-anak tersebut ada 5 orang. Mereka sedang menunggu mangsa lemah untuk di palak.
"Kalian kan yang kemarin mukul adek aku!" Kenny dan Gama memeluk adiknya Lion.
Lion sudah sedikit berani menghadapi anak-anak nakal tersebut. Dia sudah merasa aman karena ada Kenny dan Gama yang bersama nya.
"Oh jadi ini adek kamu? kenapa emangnya? kamu gak terima?" kini anak yang terlihat paling mendominasi berdiri dan berjalan ke arah mereka bertiga dengan angkuh.
Meskipun Kenny baru kelas 3 SD namun dia memiliki tubuh yang tinggi dan berisi sehingga ukuran tubuhnya tidak terlalu jauh dari anak-anak kelas 5 tersebut.
"Aku peringatin yah, kalian jangan ganggu lagi adek-adek ku." ucap Kenny lagi.
"Dih, sok jago banget kamu. Anak kelas berapa sih?" balas anak yang ternyata bernama Denis itu.
"Udah hajar aja boss, palakin duit mereka." kompor salah satu dari anak kelas 5.
Karena suasana semakin memanas akibat pihak dari kelas 5 yang semakin kompor alias memanas-manaskan. Dan terjadilah perkelahian di antara mereka.
Seperti perkelahian anak-anak SD pada umumnya mereka saling menjambak, menendang, memukul, dan berujung dengan tangisan.
Ujung dari perkelahian mereka saat salah seorang warga melihat aksi anak-anak tersebut dan memisahkannya.
"Aduh, kalian ini kenapa berantem?" tanya bapak-bapak yang memisahkan perkelahian tersebut.
"Mereka pak, suka malak-malakin anak sekolahan. Termasuk adek saya korbannya." seru Kenny.
"Wah, yasudah kalian semua bubar. Dan kalian anak-anak nakal mari bapak antar ke rumah masing-masing sekalian saya laporin kelakuan kalian sama orang tua kalian." ucap bapak-bapak tersebut sambil memarahi anak-anak kelas 5 tukang palak itu.
Kondisi mereka sudah berantakan, seragam mereka sudah tidak berbentuk dan kotor.
Setelah di bubarkan, Kenny, Gama, dan Lion akhirnya pulang ke rumah. Kenny dan Gama menenangkan Lion yang masih menangis karena pukulan dari anak kelas 5 tadi.
"Sini abang gendong, jangan nangis. Mereka gak bakal ganggu kita lagi" Gama menawarkan punggungnya untuk Lion.
Kenny pun menuntun Lion untuk naik di punggungnya Gama agar di gendong. Lion pun kini sudah di gendong oleh Gama, Kenny membantu menahan belakang Lion agar tidak terjatuh.
Selama perjalanan pulang, tangis Lion sudah mereda, dan akhirnya mereka sudah sampai di rumah.
"Kalian berkelahi lagi?." Wajah kakek Heri sudah benar-benar di selimuti oleh kemarahan.
Nyali Gama dan Lion pun menciut dan bersembunyi di belakang kakak mereka. Sedangkan Kenny menatap kakek nya dengan sedikit kesal. Dia merasa bahwa tindakannya kali ini benar untuk melindungi adik-adiknya.
Plak..
plak..
plak..
Mereka bertiga langsung di hajar dengan sebuah kayu yang ada di dekat jangkauan kakek Heri.
"Huaaaaa...." Lion menangis karena pukulan dari kakek.Sedangkan Kenny dan Gama menahan air mata mereka.
Saat kakek ingin melayangkan pukulan lagi, Kenny membuka suara.
"Jangan pukul adek kek. Kenny bisa jelasin." cegah Kenny.
Melihat tingkah kakak mereka Gama dan Lion semakin merapat dan mencari perlindungan pada kakak mereka. Kini kakek menatap Kenny dengan tajam isyarat untuk memberikan penjelasan.
"Ia kek, tadi sepulang sekolah kita berkelahi.Tapi kita gak salah kek, kita berkelahi karena anak-anak itu sudah memukul Lion dan memalaki uang nya." seru Kenny menjelaskan alasan perkelahian mereka kepada kakek.
Sorot wajah kakek mulai melunak, sepertinya kakek merasa sedikit bersalah sudah memukul mereka tanpa mencari tahu alasan nya terlebih dahulu.
"Kalian masuk dan bersihkan diri kalian." perintah kakek kepada mereka bertiga.
Akhirnya mereka pun melangkah menuju kamar untuk membenah diri.
......................
Suasana sore hari di lingkungan rumah kakek Heri sangat menenangkan. Karena rumah ini cukup jauh dari jalanan umum dan dekat dengan perbukitan yang masih asri, membuat udara dan suasana di sekitar sini sangat terjaga.
"Kenny, Gama, Lion. Ayo bantu kakek di taman belakang."
Kini Kakek Heri sedang memindahkan beberapa kayu kering yang dia cari dari hutan. Kayu-kayu ini biasa di gunakan untuk memasak.
Meskipun tinggal di kota tetapi kakek tetap suka memasak menggunakan bahan-bahan dari alam
Kenny, Gama, dan Lion pun akhirnya keluar dari dalam rumah untuk membantu kakek. Mereka sebenarnya sedang asik bermain di kamar mereka, mereka sedang menggambar menggunakan alat gambar yang di belikan kakek.
"Kalian adalah calon prajurit masa depan, kalian harus terbiasa dengan pekerjaan seperti ini. Meskipun tubuh kalian kecil tapi semangat kalian harus besar."
Kata-kata yang hanya masuk dari telinga kiri dan keluar di telinga kanan. Mereka bertiga dengan malas mengangkat kayu-kayu itu untuk di masukan kedalam dapur kecil di belakang rumah.
Tok..
Tok..
Tok..
Kakek Heri yang kesal melihat cucu nya bekerja seperi orang yang tidak di beri makan pun menjitak kepala mereka.
Mereka bertiga pun mengaduh kesakitan, mereka sangat kesal kepada kakek karena sikap kakek yang kasar.
Namun mereka bertahan karena mengingat perkataan ibu mereka, bahwa kakek sebenarnya sangat penyayang. Hanya saja karena dia adalah seorang angkatan laut yang memiliki watak keras sehingga cara dia menyampaikan rasa sayang nya melalui didikan yang keras juga.
Setiap hari mereka selalu membantu kakek meskipun kadang dengan setengah hati. Meskipun juga kakek suka memukul mereka namun jika di pahami dengan baik kakek memang sosok yang kadang lucu juga.
Setiap tindakan yang kakek lakukan entah sedang bercanda atau sedang memukuli mereka pasti kakek melakukan nya sambil tertawa terbahak-bahak. Huh, benar-benar menyebalkan di mata mereka bertiga :).
Matahari hampir terbenam, kakek pun memanggil ketiga cucu nya dan menyuruh mereka duduk di sebuah bangku kayu. Lalu kakek masuk ke dalam dapur, beberapa saat kakek keluar sambil membawa buah semangka yang sudah di potong-potong.
"Sebagai hadiah untuk cucu-cucu kakek yang sudah sangat rajin hari ini."
Wajah girang menghiasi mereka bertiga, Kenny, Gama , dan Lion mengambil potongan-potongan semangka itu.
Kakek Heri pun duduk di antara mereka dan ikut melahap semangka bersama-sama.
Sore itu matahari terbenam dengan di temani oleh tawa bahagia dari cucu-cucu manis kakek Heri.
Bersambung..
......................
Halo minaaa ๐ค
Ternyata kakek Heri punya sisi manis juga yah ๐
jangan lupa tinggalkan like ๐ dan komentar kalian yah ๐งก
Sampai jumpa di chapter selanjutnyaaa ...