
......................
"Awas saja anak-anak nakal itu !"
Hari ini kakek Heri pulang lebih awal, namun saat sampai di rumah dia tidak mendapati cucu-cucunya di rumah. Pasti dugaan kakek benar jika mereka ke hutan lagi untuk bermain.
Kakek bersiap-siap untuk menjemput anak-anak nakal itu pulang. Dengan wajah kesal kakek berjalan ke arah hutan.
Kakek marah karena cucu-cucu nya ternyata melewatkan makan siang dan tidak tidur siang juga.
"Kakek, mau ke mana?." tanya ayu anak tetangganya.
"Kamu liat Kenny, Gama, sam Lion, yu?" kakek malah balik bertanya.
"Oh, mereka tadi ke arah hutan belakang bukit, baru aja beberapa menit yang lalu lewat ke sana." Ayu memberikan info yang sangat berguna.
"Wah, anak-anak ituu.."
"Ya sudah terimakasih yah yu." Kakek berpamitan dan melanjutkan langkah nya.
Meskipun sudah berada di tengah kota, namun hutan ini masih memiliki beberapa hewan buas seperti ular, buaya di rawa-rawa, dan beberapa babi hutan yang masih sering terlihat.
Kakek sudah memasuki hutan dan menajamkan indra nya untuk menemukan anak-anak itu.
......................
Kenny, Gama, dan Lion sedang asik bermain di markas kayu yang mereka bangun seadanya di atas pohon.
"Lion ikat baik-baik bendera nya." perintah Kenny yang sedang mengawasi bendera ala bajak laut buatan mereka.
"Heung,,, apakah sudah rapih bang?" Lion meminta sebuah kepastian kepada kedua kakaknya.
"Udah dek, turun nya pelan-pelan." seru Gama.
Lion pun turun perlahan dari tiang bendera itu. Gama berjaga di bawah jika mungkin saja Lion terjatuh.
Sedangkan Kenny sedang menggunakan teropong milik kakek untuk melihat keadaan sekitar.
"Oke, kalian anak buah ku. Situasi aman dan kita akan melaksanakan pemburuan harta karun. Apakah kalian siap?." Kenny tiba-tiba terbawa suasana dan berperan sebagai seorang kapten.
"Ahhh,,, aku yang harus jadi kaptennya kak!" Lion tidak terima jika Kenny menjadi kapten.
"Kalian berdua itu payah, biar aku saja yang jadi kapten. Aku lebih cocok." Gama yang merasa lebih unggul pun mencalonkan diri untuk menjadi kapten.
"Aku lah yang paling tertua di sini, jadi aku lang kapten nya." tolak Kenny.
"Tidak bisa aku saja yang kapten titik." Gama tidak mau kalah.
"Kalian berdua harus mengalah pada ku. Aku paling muda di sini, jadi biarkan Lion yang jadi kapten"
Ketiga nya terlibat dalam perseteruan yang sengit, tidan ada yang mau mengalah satu sama lain.
"Hari ini aku yang jadi kapten, besok baru kalian berdua kita ganti-gantian gitu." Kenny memberikan sebuah saran.
"Gak mau Lion yang harus jadi kapten seterusnya." keukeuh Lion.
"Oke, kalo gitu besok aku yah, udah Lion biar hari ini abang Kenny yang kaptenya. Besok aku, besoknya lagi kamu." Gama ternyata juga menyetujui saran dari kakaknya.
Namun Lion terus bersih keras untuk menjadi kapten, begitu pula dengan Kenny yang sama-sama tidak mau mengalah.
"Udah kita tanding aja, main balap lari yang menang dia yang kapten." Gama memberi sebuah jalan tengah.
"Oke beranii" Kenny langsung menerima tantangan itu.
Sedangkan Lion terlihat masih menimbang-nimbang.
"Oke deal" akhirnya Lion pun juga setuju.
Ketiga nya turun dari pohon untuk melakukan kompetisi balap lari tersebut. Mereka sedikit berunding untuk menentukan garis finish.
"Kalian ikutin aba-aba aku yah, pas hitungan ke tiga lari. oke" ucap Gama.
Kedua nya hanya mengangguk saja tanda setuju dan paham. Tanpa berlama-lama mereka mengambil posisi beresedia.
"1.. 2.. 3.." Gama memberi aba-aba berhitung.
Setelah hitungan ketiga, mereka bertiga pun berlari sekuat tenaga. pada awal mereka terlihat seimbang, namun karena Lion fisiknya masih belum kuat seperti kedua kakaknya, tubuhnya mulai merasa lelah dan lari nya tidak cepat.
Kenny dan Gama sudah jauh di depan dan meninggalkan Lion yang masih berusaha menyamakan jarak mereka.
Saat di sebuah belokan Lion di kejutkan oleh sosok yang muncul di sana.
"Aaaaaaaa,,,,," Lion berteriak saking kagetnya.
Dia benar-benar kaget karena dia berpikir jika itu adalah hantu. Namun saat kesadarannya terkumpul dia mengalami kaget 2x lipat saat mengetahui bahwa itu kakek.
"Akhirnya ketemu juga kalian anak nakal." Kakek Heri lansgung memberikan sebuah tinju cinta nya kepada Lion.
Lion hanya mengaduh kesakitan dan memegang kepalanya.
"Kedua kakak mu di mana?" tanya kakek
"Mereka lari ke sana kek." ucap Lion sambil meringis.
Sedangkan Kenny dan Gama kebingungan karena saat sampai di garis finish ternyata Lion tidak berada di belakang mereka.
"Aduhh, jangan-jangan adek tersesat." Cemas Gama.
Gama pun berlari kembali ke arah tempat mereka lomba tadi dan di ikuti oleh Kenny. Keduanya panik takut terjadi apa-ala terhadap adik mereka.
"Lionnnn.." Kenny dan Gama berteriak ke sana kemari.
Namun tidak ada jawaban sama sekali. Mereka tidak menyerah dan terus mencari.
"Oe, kalian berduaaa.."
Kenny dan Gama bertatapan karena mendengar suara yang familiar itu.
"Cepat kemari kalian berduaa"
Kenny dan Gama yang melihat ternyata Lion sedang bersama kakek sedikit merasa lega. Setidaknya Lion tidak benar-benar hilang.
pletakk
pletakk
Kedua nya mendapatkan sentilan dan juga jeweran dari kakek.
"Pulang sekolah bukannya makan dulu istirahat. Kalian malah langsung keluar main. Jadi gini yah kebiasaan kalian kalo kakek pulang sore?"
Ketiga nya tidak menjawab sepatah kata pun, mereka sudah tidak bisa membela diri lagi.
"Selama tiga hari kakek di berikan libur oleh pihak angkatan laut. Jadi kita akan punya banyak waktu bersama Ha Ha Ha Ha.." ucapan kakek itu sontak membuat ketiganya semakin tertekan.
"Sehabis ini kalian langsung bersih-bersih dan kita akan belajar lebih awal." ucap kakek dengan santai.
Ketiganya langsung berusaha berontak karena tidak ingin belajar.
"Aku tidak mau belajar kek." ucap Kenny berusaha melawan.
Melihat Kenny mulai memberontak di situlah Lion juga ikut memberontak dan diikuti oleh Gama.
Karena kalah dalam hal tenaga ketiga nya pasrah.
......................
Sampai di rumah pun penderitaan mereka bertiga belum berakhir.
"Kalian mandi sana." ucap kakek sambil menyapu rumah.
Mereka bertiga dengan sedikit terpaksa akhirnya mengikuti perkataan kakek. Beberapa saat kemudian ketiganya sudah keluar dengan kondisi yang sudah bersih.
"Ayo makan, setelah ini ayah dan ibu kalian akan menelpon."
Ucapan kakek membuat wajah bahagia terbit kembali.
"Wuah,, kakek aku suka sekali makanan hari ini." tiba-tiba Lion berdiri dan mengatakan bahwa makanannya sangat lezat.
"Ha Ha Ha.. Cepat habiskan makanannya." balas kakek dari arah kamar nya.
Kenny dan Gama setelah sesi makan siang pun membawa piring-piring kotor itu untuk di cuci.
"Kakek,, kami sudah selesai makan." Lion mengetuk pintu kamar kakek.
Terdengar derap langkah kakek yang menuju ke arah pintu dan langsung membukanya. Kakek dan Lion pun berjalan dan duduk di ruang tengah rumah itu.Tak lama Kenny dan Gama datang dan langsung ikut duduk di samping Lion.
"Sambil menunggu ayah dan ibu kalian. Ada yang ingin kakek sampaikan." tiba-tiba wajah kakek menjadi serius.
"Kakek ingin kelak kalian akan menjadi seorang prajurit angkatan laut yang hebat. Dan kakek akan membimbing kalian sampai akhir." Kakek Heri menyampaikan maksud dan tujuan nya menyuruh ketiga anak itu duduk di sini.
Kenny, Gama , dan Lion menyerap kata demi kata.
"Jika suatu hari meskipun bukan di rumah ini, kalian berbuat nakal sedikit saja. Kakek yang akan turun tangan dengan lebih kejam. Bagaimana pun menjadi seorang prajurit harus bisa menjadi sosok yang gagah, jangan jadi pemberontak dan ugal-ugalan."
Karena masih kecil Kenny, Gama , dan Lion belum mampu untuk memutuskan apa-apa dalam hidup mereka sehingga mereka hanya menyetujui saja apa yang kakek katakan.
Setelah beberapa saat kakek memberikan wejangan dan juga perjanjian dengan mereka bertiga. Akhirnya kedua orang tua Kenny, Gama, dan Lion pun menelpon mereka.
Ketiga nya mengungkapkan rasa rindu kepada ayah dan ibu nya
......................
Bonus pict :)
Halo Minaaa.. 🤗
Apakabar kalian? Semoga sehat-sehat terus yah.
Aku lagi banyak banget kesibukan di real life >< (Jadi rada susah buat nulis dengan serius dan tenang).
Jangan lupa tinggalkan dukungan buat aku yah 💜
Sampai jumpa minaaaa 🥰