
...****************...
"Tadi siapa yang telpon?" Kakek menghampiri Lion setelah berbincang dengan kerabat nya.
"Tadi abang Kenny yang video call kek." jawab Lion.
"Ha Ha Ha.. pasti kau mengadu kan ke kakak mu? Yasudah ayo pulang. Mau kakek gendong?" Kakek yang mengerti perasaan cucu nya pun mengelus rambut Lion dengan lembut.
Lion tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
"Gausah kek, nanti tulang kakek copot kalo gendong Lion. Biar keliatan kurus kayak gini tapi Lion berat loh"
Kakek yang tidak terima di bilang seolah-olah sudah tua pun menjitak kepala Lion.
"Ha Ha Ha.. biar sudah tua, kakek ini masih kuat bahkan untuk menghajar paus besar."
"Hee,,, paus?" ucap Lion kaget.
"Jangan ragukan kekuatan kakek" ucap kakek bangga.
"Ayo kita pulang" lanjut kakek.
Hal yang sudah di nantikan oleh Lion sejak tadi, yaitu pulang. Dengan gembira Lion dan kakek Heri pun keluar dari area itu untuk menunggu bus.
...****************...
Setelah perjalanan kurang lebih 25 menit itu, akhirnya mereka sudah sampai di depan gerbang perumahan mereka.
"Heyyyy,, Lionnnnn ma brother " dari arah samping tiba-tiba seseorang yang sering di panggil si hidung panjang muncul.
Kakek Heri yang kaget melihat sosok tersebut sudah menyiapkan kuda-kuda untuk menghajar orang aneh tersebut.
"Oiii,,kak Kanisss." Lion menyapa kembali orang tersebut.
Kanis pun berjalan semakin mendekat ke arah Lion dan Kakek.
"Abis dari mana ma bro?" tanya Kanis.
Kakek Heri menatap kanis dari atas ke bawah karena sedikit bingung melihat penampilan Kanis yang terlihat sangat eksotis dengan rambut keriting, hidung panjang, dan kulit yang kecoklatan.
"Abis nemenin kakek jalan-jalan kak, heheheh wuiihhhh bunga dari mana tuh?" Lion melihat bunga yang di rangkai oleh Kanis itu sangat mempesona.
"Oh ini kakek kamu ma bro? Halo kek kenalin saya kesatria Hutan Kanis" kenal kanis kepada kakek.
"Ha Ha Ha.. saya Heri mantan admiral angkatan laut"
Kanis kaget mendengar perkataan kakek. Dan menatap Lion untuk memastikan bahwa hal itu benar.
"Ia kakek aku bener admiral angkatan laut"
"Auhhh,, keren banget." Seru Kanis dengan girang dan membuat Kakek Heri dan Lion kaget.
"Kak, aku liat dong bunga nya." ucap Lion
Kanis pun langsung menyodorkan bunga cantik hasil berpetualang nya mengelilingi hutan.
...****************...
Keadaan di rumah saat ini sudah sepi, tante Caca sudah pulang sejam yang lalu dan Gama sedang keluar bersama teman sekelasnya.
Tersisa Kenny dan ibu nya saja di rumah. Kenny yang bosan memilih untuk tidur saja, dia merasa lelah. Akhir-akhir ini cukup banyak tekanan.
"Selamat Sore." terdengar suara Kakek dan Lion yang memberi salam secara bersamaan.
"Selamat Sore, bagaimana perjalanan kalian?" sapa ibu yang langsung menyalami kakek dan juga Lion.
"Ha Ha Ha.. sangat seru tentu saja. Lion juga sangat menikmatinya, benarkan?"
"Kalian duduk sebentar yah, ibu buatkan teh hangat." ibu pun berlalu ke dapur untuk membuatkan minuman.
"Ingat ya Rose ayah gak usah di banyakin gula nya" kakek Heri mengingatkan Rose.
"Baik ayah" sahut Rose.
Lion pun duduk di sofa panjang dan menyandarkan tubuhnya sambil sesekali memberi peregangan untuk tubuhnya yang terasa encok ini.
"Selamat Sore.." suara pria yang teduh menyapa dari balik pintu.
Pintu terbuka dan menampakan sosok yang menjadi kepala keluarga di rumah ini .
"Ayahhhhh,,,,," Lion berlari memeluk ayah kesayangan nya itu.
"Halo ayah" sapa dr. Niel kepada ayahnya.
"Wah, bapak dokter. Bagaimana hari ini? wajah mu terlihat lelah namun tetap tampan seperti diri ku Ha Ha Ha.."
Ucapan kakek membuat mereka tertawa terbahak-bahak.
"Aduh Lion diem bentar, ayah baru nyampe nih." Ucap dr. Niel yang pusing melihat Lion yang memeluk nya terus menerus.
Tidak lama kemudian ibu datang membawakan minuman dan kue.
"Wah, kamu masak kue?" tanya dr. Niel kepada istrinya.
"Ayo di minum semuanya. Ini tadi caca yang bawain kue ke mari, katanya Juan lagi bikin kue buat keluarga besarnya." jelas Rose.
"Aduh sayang sekali tidak bertemu dengan caca" sesal Kakek Heri.
"Ia yah, dia tadi sedikit terburu-buru. Tapi dia menitipkan salam untuk ayah. Nanti dia akan berkunjung lagi."
"Rumah tumben sepi mah?" tanya dr. Niel
Lion pun juga menanyakan hal yang sama.
"Ia nih sepi banget"
"Kenny kayaknya di kamar deh, kalo Gama lagi keluar buat belanja keperluan sekolah nya." jawab Rose.
"Heumm,, yasudah ayah aku ke kamar dulu untuk membersihkan diri." pamit dr. Niel
"Yaya,, ayah masih minum dulu. Soalnya perjalanan kami hari ini sangat melelahkan Ha Ha Ha.." ucap kakek
"Mah, Lion juga ke kamar yah capek bangetttt hiks..." rengek Lion kepada ibunya.
Bersambung..
...****************...
Halo Minaaaa 🌞
Apakabar kalian semuaa??
Aduh hari ini author lagi seneng buangettt ! Jadi One piece udah resmi mau mengeluarkan series live action mereka 😭😭😭🔥
Excited banget, gak sabar tayang di Netflix ! Doakan lancar yah sampe perilisannya.
Jangan lupa jaga kesehatan mina, kalo gak enak badan jangan lupa banyak minum air putih yah 😘
Maaf chapter ini rada dikit cuman 700an kata doang 😭🙏
Sampai jumpa di chapter selanjutnya bye byeeee
*Jangan lupa like dan coment untuk dukung karya aku yah mina 🦋