Brotherhood

Brotherhood
Tante Caca


...----------------...


"Sejak kapan kakek Heri datang?"


Seorang gadis cantik sedang menodongi kakaknya dengan ribuan pertanyaan.


"Udah dari kemarin, kakak lupa ngabarin kamu sama ayah. Soalnya kakek dateng juga mendadak." ucap Rose yang fokus membaca majalah.


Kini keduanya sedang bersantai di halaman belakang rumah. Caca adik Rose saat ini sedang berkunjung sekalian membawakan kue buatan kekasihnya.


"Ahahahahaha,, seharusnya aku ada di sini untuk melihat wajah menggemaskan keponakan-keponakan ku" Caca tertawa membayangkan hal itu.


"Aku bahkan sudah bosan menghitung berapa kali mereka menerima hajaran dari kakek Heri." Rose juga ikut tertawa memikirkan kejadian di saat kakek bertemu dengan anak-anak nya.


"Ibu,, jangan cerita aib anak nya sembarangan yahh" Kenny yang mendengar percakapan ibu nya dan tante nya pun berteriak protes dari dalam kamar.


"Dih, nguping yah?" balas caca.


"Ia" balas Kenny singkat.


"Eh, abang sini bentar deh, tante mau nanya sama kamu sesuatu."


Kenny yang sedang rebahan di dalam kamar mencium aroma-aroma akan di bully oleh tante nya.


"Udah ketebak kartu tante caca, mau gangguin aku kan" ucap Kenny sambil membuka jendela kamarnya untuk melihat tantenya caca.


Dengan wajah usilnya caca tersenyum jahil kepada Kenny. Sedangkan Kenny membalas dengan wajah jengkel.


"Ngapain bang?" Gama yang baru saja masuk kamar kaget melihat Kenny yang sedang duduk di jendela.


"Noh, tante irit kita dateng" ucap Kenny.


Gama pun berjalan ke arah jendela dan mendapati ibu dan tantenya di sana.


"Hai, tan" teriak Gama.


"Eh, sini dong kalian makan kue." ucap Caca memanggil kedua nya.


"Wih, ngomong dong dari tadi kalo ada yang enak-enak." Kenny langsung melompat dari jendela.


"Eh, Kenny ya ampun brutal banget kamu. Kak liat tuh Kenny lompat dari jendela." cepu Caca kepada kakaknya.


Rose pun tersenyum tipis dan menggelengkan kepala melihat Kenny.


"Jangan gitu kak, kalo tadi keliatan sama kakek mama gak bela yah" ucap Rose.


"Hehehe, ia kelepasan tadi mah" Ucap kenny merasa bersalah.


"Cepuin kek kakek Heri ahh,, tadi ada yang lompat dari jendela." Caca berulah lagi dengan menguji Kenny.


Kenny yang baru saja mendaratkan pantat nya ke kursi menatap caca dengan malas. Sedangkan Gama baru saja datang dan juga ikut bergabung di sana.


"Ah males banget" Kenny yang hendak berdiri di tahan oleh Gama.


"Elah, tante cuman bercanda doang bang." Gama terkekeh melihat tingkah Kenny yang sekarang sangat terkekang tidak bisa se-liar seperti biasanya.


Kenny kembali duduk namun dengan wajah bete.


Hari ini Lion sedang menemani kakek Heri ke markas angkatan laut untuk bersilahturahmi dengan teman-teman sesama prajuritnya di sana. Sebenarnya Kenny dan Gama juga di ajak, namun kedua nya berhasil menolak dan meyakinkan kakek bahwa mereka ada tugas yang deadline nya besok.


"Makannya satu-satu kali." Caca yang memperhatikan Kenny dan Gama yang makan bagaikan orang yang kesetanan.


"Emang gak pernah gagal rambut kuning kalo masak" seru Kenny yang langsung di jewer oleh Caca.


"Manggil tuh yang bener, rambut kuning. Om Juan!"


"Hahahaha,, kenapa OM JUAN gak ikut dateng?" Saat menyebutkan kata Om Juan Kenny membuat suara menyebalkan dan membuat Caca bete seketika.


"Ihh, nih anak nyebelin banget."


Caca dan Kenny yang memang tidak pernah akur dan setiap bertemu pasti ada saja kelakuan random mereka.


Sedangkan Gama asik ikut membaca majalah dengan ibu nya.


"Kenny" tegur Rose dengan nada lembut.



"Huh, kalo aja perdagangan manusia gak di larang, pasti udah aku jual nih bocah." Caca membuang napas kasar.


Sedangkan Kenny merasa puas membuat Caca jengkel.


"Ma, sore ini Gama ijin keluar sama temen yah."


"Mau kemana dek?" bukannya Rose yang bertanya malah kakaknya Kenny yang bertanya.


"Aku sama beberapa temen kelas mau belanja hiasan kelas, soalnya kita besok mau kelas drama. Jadi ada beberapa properti yang harus di beli." jelas Gama.


"Eh, Gama. Kamu sekelas kan sama Andine?" tiba-tiba saja Caca bertanya hal lain kepada Gama.


"Ia sekelas tante." jawab Gama singkat.


"Gilaaaaa, model cantik dan pinter kebanggan satu negeri dah tuh. Kamuu gak ada niatan kecengin apa?."


"Yehh,, jangan buang-buang kesempatan. Kamu tuh serasih tau sama dia. Kamu udah cakep, pinter, sopan, rapih, baik, dan tenang kayak gini gak mungkin di tolak Andine" Caca terus meracuni otak Gama.


"Mereka masih sekolah Ca, jangan ajar yang aneh-aneh" Rose membuka suara menanggapi Caca.


"Ih, apaan sih kak. Mereka udah dewasa udah boleh kali naksir-naksiran. Yeee kayak gak pernah muda aja mama kamu." Seru Caca sambil menopangkan dagunya menatap Gama.


Gama hanya tertawa saja dan melanjutkan pertanyaannya yang belum di jawab ibu nya akibat terpotong pembicaraan tantenya.


"Boleh kan ma?" tanya Gama lagi.


"Ia boleh sayang, pulangnya nanti jangan kemaleman yah. Kalo mau di jemput telpon aja."


"Siap mah"


"Tan, kabarnya om Juan gimana? udah jarang nih main ke rumah" Tanya Gama.


"Lagi sibuk dia, lagi ngurus restorannya yabg bakal buka. Nanti aku undang yah pas hari peresmiannya."


"Eh, Ca. Inget yah, titipan aku tadi" ucap Rose kepada Caca.


"Ia kak, nanti di tanyain."


"Aku tiba-tiba aja membayangkan Lion lagi ngapain yah Hahahahaha" seru Kenny tiba-tiba yang membuat seluruh perhatian tertuju padanya.


"Coba video call dia bang." Ucap Gama yang langsung berpindah duduk di sebelah Kenny.


"Ihh, ikut-ikut" Caca pun ikut duduk di sebelah Kenny.


"Bentar" seru Kenny yang sedang membuka aplikasi untuk melakukan video call dengan adiknya.


tiiit...tiiit..


"Haloo abang" seru Lion dari balik panggilan.


"Halo Lion" sapa Caca


"Eh tante Caca lagi di rumah ya? Huaaaa pasti bawa kue kan?" Lion langsung excited melihat tantenya.


"aman punya kamu, Kakek, sama ayah udah di pisahin sama mami kamu" jawab Caca.


"Aku mau cepetan pulang,, capek banget. Kakek ngajak aku jalan ke sana sini terus. Huhuhuhuhu.." keluh Lion sambil memasang wajah memelas.


Rose yang mendengar keluhan anak nya ikut tertawa.



"Semangat dong nak" seru Rose.


Lion yang mendengar suara ibu nya semakin merengek.


"Ibu, Lion mau pulanggggg. Ayo jemput sekarang bu."


"Jangan mah, biarin aja wkwkwkwk" Kenny menggoda adik nya.


"Eh, itu kakek tuh" Caca menunjuk ke arah belakang Lion.


Lion pun ikut berbalik ke arah di belakangnya. Terlihat kakek yang sedang bercengkrama dengan kenalan nya.


"Yaudah yah dek abang mau matiin panggilannya. Semangat dek" ucap Kenny.


"Hooh yaudah bye"


tit..


"Pulang-pulang langsung mewek plus ngambek nih sama mama" ucap Gama yabg sudah menebak apa yang akan terjadi.


"Sekali-kali biarin kakeknya seneng-seneng sama cucunya. Besok kalian berdua kalo dia ajak ikut yah. Jangan nolak kayak gitu." Rose menasihati anak-anaknya.


"Tuh, denger jangan ngelawan kata orang tua." timpal Caca.


"Iya mah" jawab Keduanya bersamaan.


Sesi bersantai bersama pun terus berlanjut hingga sore hari. Mereka ngobrol membahas berbagai macam topik.


Bersambung...


...----------------...


Hai Minaaaaaaa ๐Ÿฅฐ


Apakabar kalian? Semoga sehat selalu.


Gimana sama chapter ini? seru?


Jangan lupa tinggalkan dukungan kalian dalam bentuk like atau coment yah mina๐Ÿ˜˜


Dukung terus karya ku yah.


Aku mengharapkan kritikan kalian buat karya-karya aku jga. Biar aku bisa berkembang.


See u mina ๐Ÿ’œ