
...****************...
Ini adalah hari minggu pada minggu pertama di bulan Juni. Rutinitas wajib di setiap hari minggu yang sering dilakukan oleh kakak beradik ini adalah jalan-jalan untuk berbelanja ataupun hanya sekedar bermain di taman. Tidak kalah dengan kebiasaan para gadis yang suka jalan-jalan.
Kenny, Gama, dan Lion adalah kakak beradik yang sangat akur, bahkan mereka punya banyak rutinitas bersama yang sering di lakukan. Seperti hari ini, mereka berencana untuk pergi ke sebuah danau yang baru di buka untuk wisatawan di luar kota.Mereka pergi dengan menggunakan bus antar kota.
Terlihat Lion yang selalu excited dengan petualangan-petualangan barunya. Setelah turun dari bus Gama dan Kenny sedikit mengobrol tentang Danau Konawa yang akan mereka kunjungi itu.
"Yang aku denger di danau itu ada benteng kuno peninggalan belanda, dan masih terawat sampai sekarang" ucap Gama sambil menunjukan gambar benteng tersebut di handphone nya kepada Kenny.
Kenny pun cukup tertarik dan melihat gambar tersebut.
"Wah, bakal rame tuh tempat buat dijadikan tempat pariwisata anak sekolahan" ucap Kenny.
"Pasti lah kak, apalagi selama ini kan situs tersebut belum bisa dijangkau karena pembangunan taman rekreasi di danau Konawa" balas Gama.
Gama dan Kenny pun terlibat dalam topik pembahasan tentang danau tersebut. Kenny dan Gama merupakan sosok yang sangat sefrekuensi oleh karena itu mereka cukup banyak bahan obrolan. Biasanya Kenny dan Gama selalu mencari atau mensurvey tempat-tempat yang akan mereka kunjungi atau datangi setiap minggunya jika itu sebuah tempat rekreasi ataupun tempat bersejarah.
Kebiasaan jalan-jalan ini sudah dilakukan sedari mereka masih kecil, dimana ayah dan ibu mereka sering mengajak Kenny, Gama, dan Lion untuk berekreasi dan mengenalkan kepada mereka banyak hal.
Namun, karena kesibukan ayah mereka yang sudah menjadi dokter yang sering di butuhkan di rumah sakit, membuat mereka pun akhirnya mandiri untuk melakukan kegiatan rutinitas ini. Meskipun ada beberapa minggu di setiap bulannya mereka akan rekreasi dengan keluarga besar.
"Woahh, abang. Kita udah nyampe itu rame banget" Lion berseru kegirangan sambil menunjuk gerbang pintu masuk danau Konawa dan langsung menarik kedua lengan kakak nya untuk lebih cepat menuju danau tersebut.
Karena baru beberapa hari di resmikan danau ini sedang trending di sosial media, wajar saja jika terjadi ledakan pengunjung apalagi di hari libur seperti ini.
"Ia nanti sampe dek, pelan-pelan aja." seru Gama kepada Lion yang terus menarik lengan kedua kakaknya.
"Ia pelan-pelan aja dek, nanti keringetan" Kenny pun menarik Lion dan melingkarkan lengannya di leher Lion agar anak itu bisa sedikit tenang.
"Yaudah jalannya cepet bang, jangan ngobrol mulu" kesal Lion.
"Bawel banget sih dek,dikit lagi nyampe" Kenny dengan gemas mencubit kedua pipi Lion.
"Sampe sana jangan rusuh ya dek, banyak orang" Gama memperingatkan Lion, karena Lion anak yang cukup hiperaktif.
Meskipun Gama tau ucapannya akan sia-sia karena tingkah Lion yang tidak bisa diam. Namun Gama dan Kenny cukup terbiasa mengurusi adek nya yang seperti monyet lepas jika sudah di luar rumah.
...****************...
Ribuan pengunjung yang datang dari berbagai daerah menghiasi siang hari ini di danau Konawa.
Kenny dan Gama pun menggandeng adek nya Lion untuk mencari tempat istirahat. Karena banyaknya wisatawan hampir setiap lopo dan gazebo sudah penuh.Akhirnya mereka memilih duduk di bawah sebuah pohon besar yang rindang dekat sebuah taman bermain anak-anak.
Sebelum mereka berangkat, ibu mereka sudah menyiapkan bekal dan beberapa snack di tas masing-masing.
"Kita makan dulu, sebelum keliling-keliling soalnya kita nyampe udah siang banget" komando Kenny kepada kedua adiknya.
Kenny mengeluarkan tikar lipat dari dalam tas Lion, untuk digunakan sebagai alas duduk.
"Kerenn, abang liat deh perahu bebek di sana. Abis ini aku boleh coba kan?"
Sejak masuk ke dalam tempat pariwisata ini Lion sudah di suguhi oleh banyak sekali jenis-jenis permainan air. Karena danau ini cukup besar dan luas bahkan bisa dikatakan sudah seperti sebuah lautan saja saking luasnya.
"Wah,ia dek. Perahu bebek nya juga udah versi glow up ya hahahaha. Biasanya kan cuman bisa dinaikin sama dua orang aja sekarang udah bisa sama 3 orang." Gama pun ikut memandangi pemandangan di tengah danau, dimana banyak sekali perahu bebek yang bergerak kesana kemari.
"Udah selesai nih, ayo makan dulu. Nanti abang pesenin tiket buat naik perahunya" ucap Kenny.
Akhirnya mereka bertiga pun menyantap bekal yang sudah di bawa. Sambil melihat pemandangan danau yang sangat ramai.
Kenny memperhatikan kedua adiknya yang sedang makan dengan lahap dengan seksama, bagi Kenny kenyamanan dan keamanan adik-adiknya adalah nomor satu.
Gama pun juga memperhatikan adiknya dengan senyuman hangat, sesekali dia mengingatkan Lion untuk makan dengan hati-hati dan tidak terburu-buru.
Interaksi ketiga bersaudara ini tidak terlepas dari beberapa pasang mata yang menatap kagum sekaligus iri pada kedekatan mereka.
...****************...
Setelah menikmati wahana perahu bebek Lion sudah merasa puas sekali. Dan senyum bahagia tidak pudar dari ketiga bersaudara tersebut.
"Kita beli minuman manis dulu yuk, kita abis mengeluarkan energi yang banyak soalnya." Gama mengajak kedua saudaranya untuk mencari minuman.
"Sumpah capek banget tapi seruuuu" Lion melompat-lompat bergelayutan di pundak kedua kakaknya secara bergantian.
"Kapan-kapan ke sini lagi yuk, ajak ayah sama ibu" tambah Lion.
"Dek, abang capek banget dari tadi kamu gak bantu kayuh perahunya. Cuman abang Kenny sama abang Gama aja yang kayuh. Capek banget" napas kenny ngos-ngosan karena 5 putaran dia dan Gama yang mengayuh perahu bebek tersebut. Sedangkan Lion sibuk berteriak-teriak dan berfoto-foto saja.
"Hahahaha,, tadi ada foto abang yang bagus gak dek?" tanya Gama kepada Lion.
"Ada dong, berterimakasih lah pada Lion yang baik hati ini. Foto abang bagus-bagus, ini kameranya beli di mana sih?" cerocos Lion sambil melihat hasil gambar di kamera yang digantung di lehernya.
"Kemarin abang sama bang Gama ke toko niatnya mau nyari senar gitar, eh malah liat ada kamera ini lagi diskon. Pas banget duitnya cukup yah Gama, berapa lagi harganya?" ucap Kenny
"Aaaa.. kok gak ngajak Lion sih" Lion berlari menjauh dan menyentak-nyentakan kakinya ke tanah, kesal tidak di ajak abang nya kemarin.
"Lah, kemarin yang pas di bangunin susah siapa?" Kenny sedikit kesal juga melihat adiknya yang mulai menunjukan tanda-tanda ngambek.
"Apa? aku gak ngerasa abang bangunin aku" Lion cemberut.
Tanpa di sadari mereka sudah sampai di depan kedai penjual minuman.
"bahasnya nanti dulu, mau minum apa?" tanya Gama.
"Samain aja kayak biasa Gama" jawab Kenny sambil mengeluarkan beberapa lembar uang dari dompetnya.
Lion duduk di sebuah kursi di depan kedai yang disediakan oleh pemilik kedai tersebut. Masih sedikit kesal karena tidak di ajak kemarin.
"Bang, pulangnya jangan kesorean yah, takut sampe di rumah udah gelap" ucap Gama.
Karena memang perjalanan dari rumah menuju danau ini yabg berada di luar kota memakan waktu 2,5 jam.
"Oke, kita bujuk adek dulu biar dia diem. Terus beli oleh-oleh buat di rumah"Ucapan Kenny pun di angguki oleh Gama sebagai bentuk setuju.
Setelah beberapa saat menunggu minuman mereka pun jadi, Kenny dan Gama sigap menerima pesanan mereka. Minuman Lion di bawa oleh Gama, dan langsung diserahkan kepada adiknya yang masih duduk dengan murung.
"Udah jangan ngambek, lain kali kalo di bangunin tuh bangun" Kenny yang merasa benar enggan untuk meminta maaf duluan.
Lion tidak menggubris ucapan kakaknya. Bahkan tidak menyentuh minuman yang sudah di beli dan di biarkan di atas meja begitu saja.
"Jangan gitu dek, diminum dulu. Abis ini kita keliling nyari oleh-oleh buat di bawa pulang" Gama berusaha membujuk adiknya.
Gama memeluk Lion yang masih belum teruntuhkan ego nya. Karena Gama merupakan kakak yang paling memanjakan Lion dari pada Kenny, meskipun Kenny juga sama besar menyayangi adiknya namun Gama dan Kenny memiliki cara menyalurkan bentuk kasih sayang yang berbeda-beda.
Lion pun akhirnya luluh setelah di belai dengan penuh kasih sayang oleh kakak nya Gama.
Setelah sedikit beristirahat mereka melanjutkan berkeliling dengan mengunjungi salah satu benteng yang pada awal perjalanan di perbincangkan oleh Kenny dan Gama.
Benar saja benteng itu masih terawat dan masih terlihat beberapa meriam besar di dalam benteng dan di sekitar benteng. Setelah puas melihat dan berdiskusi tentang sejarah benteng itu mereka pun beranjak untuk mencari jajanan untuk di bawa pulang.
"Abang, capeeekkk" Lion sudah kehabisan energi karena sepanjang hari ini dia tidak berhenti berlari, berteriak, dan melompat-lompat karena sangat gembira.
"Yudah duduk bentar deh di sini" Kenny menunjuk sebuah bangku taman yang kosong.
Mereka pun melepas penat sebentar. Lion kembali mengutak-atik kamera yang di gantungkan di lehernya.
"Abang ayo foto bareng" ajak Lion
Kenny pun menerima kamera tersebut dan membuat mengkomando 1 2 3
Jepret
Perjalanan seru ke danau Konawa sudah di abadikan melalui jepretan yang ada di kamera ini.
Matahari sudah perlahan menuju arah terbenamnya. Ketiga saudara itu pun juga sudah melangkah meninggalkan tempat tersebut, namun apa yang sudah mereka lewatkan hari ini menjadi kenangan untuk mereka selamanya.
Terlihat wajah lelah dari mereka bertiga di tambah mereka sadar bahwa waktu weekend mereka sudah berakhir dan besok sudah siap untuk kembali bersekolah.
Bersambung
...****************...
Bonus pict : Gama, Lion, dan Kenny
waktu mereka menyamar menjadi orang dewasa untuk bisa membeli sebuah minuman soda yang biasa di minum oleh ayah mereka.
xixixixixi 🤭
...****************...
Hai minaa 😊
Wah, aku pengen tau banget pendapat kalian tentang cerita aku ini. Apakah seru? dan kalau ada ide atau saran untuk alur cerita ku selanjutnya silahkan Chat aja ya 😁
Dukungan dan doa kalian sangat berarti bagi ku.
Jika kalian suka jangan lupa tinggalkan like 👍
Dan jika kalian tertarik dengan kelanjutannya silahkan favoritkan novel ku ini yah..
Biar kalian terus dapat updatean dari aku
Sehat selalu mina, sampai jumpaa 🤗