
......................
Pagi-pagi sekali sekitar pukul 05.00 rumah tiba-tiba heboh.
"Kenapa bang?" Gama yang juga kaget mendengar keributan itu.
"Gak tau kakek lagi marah-marah sama siapa" Kenny yang masing setengah sadar pun kembali merebahkan tubuhnya.
Gama yang merasakan hal yang sama pun juga ikut kembali tidur.
Sedangkan di luar sedang terjadi keributan antara Kakek dan anak bungsu nya, Sello.
"Kerjaan mu hanya mabuk-mabukan saja" Kakek Heri menghajar Sello.
plak..
Kejadian ini bermula saat Kakek yang memang sudah bangun sejak setengah jam yang lalu mendengar suara pintu depan yang terbuka.
Kakek pikir itu adalah pencuri atau orang jahat yang ingin masu ke rumah. Kakek bangun dan keluar dengan pelan-pelan untuk menyergap pelaku tersebut.
Karena saat malam hari keluarga ini selalu mematikan lampu ruang tengah mereka dan hanya menyalakan seluruh lampu luar, sehingga ruangan ini gelap seluruh nya sekarang.
Terlihat siluet seseorang yang berjalan dengan santai menuju sebuah kamar. Kakek yang melihat sosok tersebut sepertinya tidak bersenjata langsung merubuhkan orang tersebut ke tanah.
"Aduhh.."
Suara ini?
Kakek langsung berdiri setelah mengetahui bahwa sosok tersebut adalah anak nya, Sello.
Kakek bergegas menyalakan lampu.
Ceklek..
Benar dugaan kakek ini anaknya. Sello masih terbaring di lantai dan mengaduh kesakitan. Bagaimana tidak tenaga yang kakek keluarkan tadi memang benar-benar yang terbaik.
"Anak bodoh, kemana saja kamu hah? Sudah seminggu ayah datang tapi batang hidung mu baru kali ini muncul" Kakek yang geram pun menjitak kepala Sello.
"Aduh, ayah kenapa bisa di sini?" tanya Sello.
Karena keributan tersebut membangunkan seisi rumah termasuk dr. Niel dan istrinya yang lansgung keluar kamar untuk mengecek keributan tersebut.
"Ada apa ayah?" masih dengan setengah sadar dr. Niel belum ternotice dengan keadaan.
Sedangkan Rose istrinya langsung berjalan ke arah adik iparnya untuk membantunya bangun karena sudah setengah bonyok.
dr.Niel yang baru sadar saat melihat aksi istrinya pun mengusap wajah frustasi.
Anak bodoh, bukan kah aku sudah menghubungi nya bahwa ayah di rumah?
ucap dr.Niel dalam hati.
"Kerjaan mu hanya mabuk-mabukan saja" Kakek kembali melayangkan pukulan kepada Sello.
Selama ini memang sello tinggal bersama kakaknya Niel. Namun karena kebiasaannya yang suka mabuk dan keluyuran membuat Sello sangat jarang pulang.
Sello sama sekali tidak mengeluarkan pembelaan apapun dari mulutnya. Jika dia berani melakukan itu sudah pasti tempatnya akan ada di liang.
"Hey,Sello. Sudah berapa kali ayah bilang. Kurangi kebiasaan buruk mu, mau reputasi ayah sebagai seorang admiral tercemar?" Wajah kakek sekarang benar-benar dihiasi wajah kemarahan.
"Ayah, sudah tenang dulu, jangan sampai tensi ayah naik yah" dr. Niel mencoba mengingatkan ayahnya yang memiliki riwayat darah tinggi.
"Sebaiknya ku bunuh saja kau sekarang Sello" Kakek Heri sudah berancang-ancang akan memukul Sello.
Namun dr.Niel segera menarik ayah menjauh.
"Ayah, sudah. Tenang dulu" ucap dr Niel.
......................
Setelah kejadian menghebokan tadi, kini Sello sedang istirahat di kamarnya. Begitu pula kakek yang juga istirahat di kamarnya.
Sejak dulu, saat masih remaja Sello dikenal sebagai anak yang baik dan pendiam. Namun karena salah pergaulan Sello menjadi suka mabuk-mabukan. Karena hal itulah Sello di usir dari rumah dan memilih tinggal bersama kakaknya di rumah ini.
Kakek Heri merasa terluka dan gagal menjadikan anak-anaknya seorang angkatan laut, karena itulah dia sangat terobsesi menjadikan cucu-cucunya seorang angkatan laut.
"Mah, semalem ada ribut apa sih?" tanya Gama kepada ibu nya yang sedang memasak di dapur.
"Semalem kakek ngeliat om Sello pulang dengan mabuk-mabukan" ucap ibu nya.
Ibunya hanya menjawab dengan menganggukan kepalanya saja.
Tidak lama Kenny ikut bergabung di dapur karena ingin memasak makanan favoritnya.
"Selamat pagi bu, ayah sudah berangkat kerja?" Kenny menghampiri ibu nya dan memeluk nya dari samping.
"Ayah berangkat jam 9, katanya masing mau ngomong sama om Sello."
"Oh yang bikin ribut semalem tuh om Sello."
Selepas dari percakapan itu Kenny dan Gama sedang asik berkutat dengan bahan makanan di hadapan mereka. Sedangkan Rose ibu mereka sedang membersihkan halaman rumah dan mengurus bunga-bunga miliknya.
"Ga, tolong ambilin wortel di kulkas" ucap Kenny yang sedang mengupas kentang.
"Oke" Gama pun langsung bergegas melaksanakan perintah kakaknya.
Gama berjalan ke arah kulkas yang tida jauh dari posisinya, lalu mengambil wortel segar itu.
Saat hendak untuk menutup pintu kulkas nya, Gama melihat adiknya yang baru bangun dan keluar dari kamar.
"Lion, mau sarapan apa?"
Lion tidak menjawab namun melangkah mendekati sumber suara yang memanggilnya itu.
Gama yang sudah menyerahkan wortel kepada Kenny juga ikut mengolah sarapan pagi keluarganya.
"Wihh, sarapan apa yah enaknya" ucap Lion saat memasuki dapur.
Lion bergegas juga ke arah kulkas untuk mengecek bahan makanan apa yang ada di sana. Dia pun memilih untuk membuat telur dadar saja.
Lion pun juga akhirnya ikut bergabung bersama kedua kakaknya untuk memasak.
"Abang, tolong garem" ucap Lion sambil menyodorkan tangannya untuk di berikan garam.
"Nih, Kenny menyerahkan tempat garam kepada adiknya."
"Besok weekend nih, mau kemana kita?" tanya Gama.
"Eh, kamu lupa dek? Besok kan kita mau makan bersama di rumah aja." seru Kenny.
"Wihh,,, akhirnya weekend tiba" Lion kegirangan.
Sesi obrolan tentang persiapan besok oun terus berlanjut di antara ketiganya. Mereka membahas menu makanan apa yang mereka ingin kan sampai dessert yang akan mereka buat.
Ketiganya sangat excited karena seluruh anggota keluarga mereka akan berkumpul. Biasanya kalau ada kumpul keluarga pasti ada saja satu atau dua orang yang berhalangan.
......................
Udara sedang panas-panasnya, matahari sedang bersinar dengan sangat luar biasa.
Ibu mereka sedang keluar untuk mengunjungi sahabatnya yang baru saja melahirkan di temani oleh Lion. Sedangkan Kakek sedang menghadiri acara di markas angkatan laut. Sehingga di rumah hanya ada Kenny, Gama dan Sello.
Namun karena mabuk berat Sello masih beristirahat di kamarnya. Sedangkan keduanya sedang bersantai sambil menikmati pop mie dan makanan lain.
"Eh, pensi bulan depan kan dek?" tanya Kenny.
"ia bang, aku bingung kelas kita mau nampilin apa. Soalnya banyak banget yang mau tampil" curhat Gama.
"Lah, bagus dong. Dari pada kelas abang, semuanya pada minta abang yang tampil. Dih, abang mah ogah, malu."
"Hahahahaha, nanti dipikirin lagi deh bang. Mama juga nyuruh kita buat latihan untuk pensi nanti. Katanya kalo gak di tampilin bakat kita bakal sia-sia"
"Ogah, malu"
Gama tidak lagi menggubris Kenny karena sedang fokus bermain PS.
Bersambung...
......................
Halo Minaaaaa ๐งกโจ
Apakabar kalian nih? wah dua hari aku gak update T_T
Semoga kalian sehat-sehat terus yah, kalo lagi gak enak badan jangan lupa istirahat dan banyak minum air putih.
Oke sampai sini dulu perjumpaan kita, see u di chapter selanjutnya ๐