
" hah di jebak."
" iya lo pikir aja kita disini karena nomor orang yang ngakunya pacar kita dan see pintu di kunci dari luar berarti ini memang sudah direncanakan untuk menjebak kita." jelas Xander.
" terus gimana kita keluar nya? lagian orang itu gak jelas banget deh buat apa coba jebak kita disini. oh iya gue harus telpon Xavier sekarang. " amanda pun segera mengambil HP nya.
" percuma disini gak ada sinyal."
amanda pun menoleh ke arah Xander, " oh ya."
" cek aja." amanda pun segera mengeceknya dan ternyata benar tidak ada sinyal disana.
" ah siall. sampai kapan kita akan terjebak disini."
" entah lah semoga aja ada orang yang datang kesini sehingga kita bisa minta tolong padanya."
" ah iya Keisha dia pasti kesini karena tadi dia tahu gue akan ketemu Xavier disini pasti dia akan menyadari nya pas datang lagi ke kantin. ya kita tinggal nunggu Keisha disini." ucap amanda dengan yakin.
" ya semoga saja." Xander pun mencari tempat duduk untuk nya amanda pun mengikuti nya. mereka pun duduk saling berdampingan tak lupa mereka menyalakan senter HP agar tidak terlalu gelap.
" Xander lo tau gak penyebab sikap elena yang berubah akhir-akhir ini? " tanya amanda memecah keheningan diantara mereka.
" berubah bagaimana? " tanya Xander tak mengerti.
" lo gak sadar kalo gue udah jarang bareng elena juga Clarissa."
" sadar, tapi bukan nya karena lo yang sibuk sama sahabat pacar lo. jadi elena gak mau ganggu lo. "
" hah kok gitu bukan nya dari dulu juga gak masalah kalo kita gabung sama sahabat Xavier."
" hmm entah lah gue cuma ikutin cewek gue aja. "
" gue rasa bukan karena itu deh pasti ada yang lain."
lalu hening lah diantara mereka, masing-masing sibuk dengan pemikiran nya sendiri.
" manda. " panggil Xander tiba-tiba.
amanda pun menoleh, " ada apa? "
" gue masih heran sama lo padahal ingatan lo udah kembali tapi sikap lo juga berubah, kenapa? " tanya Xander.
" buat apa gue kembali seperti dulu mengharapkan cinta yang gak akan bisa gue dapatkan ? lo lihat setelah gue berhasil melupakan lo sekarang gue mendapatkan cinta yang tulus dari seseorang, yang menyayangi gue, nerima gue apa adanya dan yang paling penting dia tulus sama gue. "
" ya lo benar dan gue senang melihat nya gue harap lo bahagia, gue juga mau minta maaf atas sikap gue yang dulu memperlakukan lo dengan kasar, gue benar-benar minta maaf." ya Xander menyadari bahwa sikap nya dulu juga kasar pada amanda jadi saat kesempatan ini dia mengucapkan nya langsung.
" sorry gue benar-benar minta maaf."
" huft sudah lah yang lalu biarlah berlalu, gue juga udah maafin lo."
tapi ada satu hal lagi yang masih mengganjal dihati Xander namun dia memberanikan diri untuk mengungkapkan nya masalah hukuman Xander siap menerima nya nanti, " ada satu hal lagi yang mau gue omongin."
" apa? "
" gue,, gue benar-benar minta maaf manda gue adalah orang yang penyebab kecelakaan lo dulu."
amanda pun tertegun mendengar nya dia merasa amat sakit hati sekali dadanya terasa sesak hingga tak terasa air mata pun menetes di pipinya, "jadi lo penyebab gue celaka dulu." amanda berdiri diikuti Xander.
" ya saat itu gue marah karena lo melukai elena hingga dia harus dirawat dirumah sakit."
amanda pun marah mendengar nya, " lo tau,, gara-gara lo nyawa gue hampir melayang, mobil gue masuk kedalam jurang kalo saja gue gak inisiatif keluar mungkin gue gak ada disini. lo benar-benar keterlaluan xan."
" gue gak habis pikir xan, lo berniat buat ngebunuh gue gara-gara gue nyakitin elena, ya gue tau gue keterlaluan sama elena tapi lo pikir gimana sakit hatinya gue orang yang selama ini gue perjuangankan dengan mudah nya orang baru bisa merebutnya, perjuangan gue sia-sia dan lebih parahnya lagi orang yang gue cintai malah berniat ngebunuh gue."
tangis amanda pun pecah hingga ia terduduk Xander pun menghampiri nya dan memeluknya, " lo jahat xan, gue gak habis pikir kenapa gue cinta sama lo dulu." ucap amanda sambil memukul dada Xander mendorong nya agar melepaskan pelukan nya, Xander pun menangkup pipi amanda
" ya gue salah gue Terima apapun hukuman lo, lo mau laporin gue, silakan gue Terima asal lo maafin gue,, gue.. " ucapan Xander terhenti akibat terbuka nya pintu itu.
amanda dan Xander pun menoleh kearah suara itu, dan ternyata mereka adalah Xavier bersama sahabat nya tak lupa Keisha dan ada elena juga Clarissa.
amanda pun melepaskan tangan Xander yang ada di pipinya dan karena posisi seperti tadi membuat elena semakin salah paham.
amanda pun terbangun dari duduknya lalu berniat menghampiri Xavier, " vier." panggil amanda parau.
Xavier yang melihat mata amanda sembab pun segera menghampiri nya lalu memeluknya, amanda pun menangis di pelukan Xavier, " sutt tenang oke aku ada disini."
" kok kalian bisa ada disini? " tanya elena.
Xander pun segera menghampiri elena, " kita di jebak." ucap Xander lalu berusaha meraih tangan elena namun elena menepis nya.
" di jebak? sama siapa? " tanya nya lagi.
" kita juga gak tau tadi ada nomor baru yang kasih pesan sama aku dia ngakunya kamu dan isi pesan itu kamu minta tolong karena terjebak disini tanpa pikir panjang aku segera kesini." jelas Xander mereka yang mendengar nya terkejut kecuali elena dan Clarissa.
" terus amanda? "
Keisha yang melihat amanda menangis di pelukan Xavier pun segera menjelaskan nya, " tadi saat di toilet amanda juga dapet pesan katanya Xavier mau bicara sama dia tapi yang aneh nya pesan itu pakai nomor baru karena penasaran amanda pun kesini, gue gak ikut karena tiba-tiba sakit perut dan lebih terkejut lagi ternyata Xavier ada di kantin tanpa amanda." ucap Keisha menjelaskan.