Antagonis Novel

Antagonis Novel
55


" emm,, gue,,


tringgg...


" ah bel udah bunyi gue ke kelas duluan." ucap amanda lalu berlari dengan cepat, melihat itu pun Xavier tersenyum kecil. " ah andai saja tadi bel gak bunyi." ucap nya, Xavier pun melangkah pergi menuju kelasnya.


amanda berlari secepat mungkin dirasa sudah jauh dia pun memelankan langkah nya.


amanda mencoba mengatur detak jantung nya yang sejak tadi berdebar, dia masih shock atas pengakuan Xavier tadi.


sejujurnya amanda pun menyukai Xavier ada rasa nyaman saat bersamanya apalagi jantung nya yang terus berdebar saat ditatap oleh nya. tapi ia bingung untuk menjawab apa lidah nya terasa kelu untuk mengucapkan sesuatu.


amanda pun terus berjalan sambil memikirkan semua nya hingga tak terasa dia sampai di depan kelasnya. dia pun dengan segera masuk beruntung guru yang mengajar belum datang.


amanda mendudukkan tubuhnya di bangkunya.


Keisha yang melihat amanda seperti sedang memikirkan sesuatu pun heran, " lo kenapa? "


amanda pun tersadar lalu menoleh, " emm gue gak papa kok."


" yakin? dari semenjak masuk tadi lo diam aja seperti orang sedang ada masalah."


amanda pun bingung harus menjawab apa, apakah dia harus bercerita pada Keisha.


" gue...


" kalo lo belum siap gak papa kok gak usah cerita sekarang." potong Keisha.


amanda pun menggeleng seperti nya dia memang harus bercerita pada Keisha karena dia bingung harus bagaimana, " sebenarnya kei, tadi itu...


" selamat siang anak- anak


ucapan amanda terpotong karena guru masuk, " gue cerita nanti." ucap amanda pada Keisha.


Keisha pun mengangguk menyetujui. mereka pun fokus mendengar kan penjelasan dari guru.


tak terasa waktu pun cepat berlalu kini sudah saat nya mereka pulang ke rumah masing-masing.


amanda dan Keisha pun membereskan buku- bukunya setelah selesai Keisha pun bangkit namun di tahan oleh amanda.


" ada apa? " tanya Keisha dia pun duduk kembali.


" gue mau cerita."


" oke lo mau cerita apa? "


" emmm tadi,, tadi Xavier bilang dia cemburu."


Keisha pun kaget, " serius? cemburu kenapa? "


" iya serius, dia tadi cemburu karena mendengar kejadian saat gue sama alvaro tadi."


" kok dia bisa tau? "


" ya pasti tau lah secara tadi kejadian nya dikantin dan lagi ramai dan pastinya mereka ngegosipin gue. "


" iya juga sih, ah berarti kalo Xavier cemburu tentang kejadian tadi itu artinya dia udah ada rasa sama lo."


amanda pun mengangguk," tadi dia juga bilang suka sama gue."


" hah serius dia ngaku suka sama lo."


amanda pun mengangguk.


" terus lo Jawab apa? "


amanda pun menggeleng, " tadi keburu bel jadinya gue bisa kabur. tapi sekarang gue bingung ketemu sama dia. "


" begini dia udah ngaku kalo dia suka sama lo, terus gimana sama lo apa lo juga mempunyai rasa yang sama? "


" gue bingung, gue takut salah mengartikan perasaan gue."


" oke begini apa yang lo rasain saat dekat sama dia, apa lo merasa jantung lo berdegup kencang, atau lo merasa nyaman saat dekat dengan dia, oh atau lo juga merasakan seperti ada kupu-kupu berterbangan di perut lo."


amanda pun mengangguk, " gue merasakan apa yang lo jelaskan tadi."


" kalo begitu artinya lo juga mempunyai rasa yang sama, lo juga suka sama dia."


" kok lo paham banget beginian padahal lo kan jomblo."


" gue itu ahli pakar percintaan, jadi lo gak salah curhat sama gue.kalo soal jomblo itu adalah pilihan."


" iya deh, terus sekarang gue harus bersikap gimana gue merasa canggung ketemu dengan nya apalagi sekarang dia pasti sedang nungguin gue."


" lo tinggal bersikap seperti biasa saja nah saat dia menyinggung tentang pengakuan nya tadi dan saat dia menanyakan jawaban, lo tinggal katakan yang sebenarnya."


" apa itu gak terlalu cepat."


" engga, menurut gue ini adalah langkah yang bagus untuk kalian berdua, kalian ada rencana perjodohan dan dengan berpacaran dulu adalah langkah awal untuk kalian. "


" emm begitu ya."


" iya jadi lebih baik sekarang kita keluar pasti Xavier sedang nungguin lo. "


mereka pun keluar kelas menuju parkiran.


amanda merasa detak jantung nya semakin berdegup.


tak terasa mereka pun sampai diparkiran, amanda bisa melihat Xavier yang sedang menunggu dan duduk di motornya.


" gih sana samperin." ucap Keisha.


" yaudah gue kesana , lo hati-hati pulang nya."


" iya,, good luck. "


amanda pun mengangguk. dia pun segera berjalan menuju Xavier.


" sorry lama." ucap amanda setelah sampai ditempat Xavier.


Xavier pun menoleh, " iya gak papa." ucap Xavier sambil memberikan helm pada amanda.


saat amanda mau mengambil helm itu Xavier pun menahan nya, " sini maju. " amanda pun mendekat pada Xavier.


Xavier pun memasang kan helm nya pada amanda, amanda pun terdiam.


" sudah, ayo naik." ucap Xavier.


amanda pun mengangguk, lalu naik keatas motor Xavier.


setelah nya Xavier pun mulai menjalankan motor nya amanda pun memegang baju Xavier.


selama diperjalanan mereka saling terdiam, hingga Xavier memberhentikan motor nya, amanda yang menyadari jika mereka belum sampai rumah pun bertanya, " ada apa kok berhenti disini."


" turun." ucap Xavier, dia pun turun dan melepaskan helmnya, amanda pun ikut melepaskan helm nya juga.


" kenapa kita kesini? " tanya amanda sambil melihat sekeliling nya ternyata mereka ada di sebuah taman.


" ayo ikut gue." ucap Xavier sambil menggenggam tangan amanda.


amanda pun mengikuti langkah Xavier lalu sampai lah mereka di kursi taman disana.


mereka pun duduk lalu saling terdiam.


Xavier pun menoleh pada amanda lalu menggenggam tangannya.


" manda gue tau kita baru dekat hanya sebentar, atas pengakuan gue tadi itu memang benar. gue suka sama lo. gue sayang sama lo. "


lalu tangan amanda di arahkan pada dada Xavier.


" lo bisa merasakan, jantung gue selalu berdegup seperti ini saat bersama lo. apa lo merasakan hal yang sama? " lanjutnya.


amanda pun menggigit bibirnya saat mendengar pengakuan Xavier.


" manda gue tau ini terlalu cepat tapi gue hanya ingin menyampaikan perasaan gue saja, jika lo belum merasakan hal yang sama gue akan berjuang agar lo bisa suka sama gue." sambung Xavier sambil menatap amanda.


" emm gue,, gue juga merasakan hal yang sama sama lo." jawab amanda sambil menatap kembali Xavier.


" gue juga merasakan kalo jantung gue sama seperti lo selalu berdegup kencang saat bersama lo, gue merasa nyaman saat ada di dekat lo." tutur amanda.


Xavier pun tersenyum mendengar nya, " gue senang mendengar nya ternyata rasa gue tidak bertepuk sebelah tangan."


" manda will you be my girlfriend? "


amanda pun mengangguk, " ya aku mau."


" serius? " tanya Xavier memastikan.


amanda pun mengangguk, Xavier pun tersenyum senang dia pun memeluk amanda dengan erat. amanda pun membalas pelukan Xavier.


" aku Senang mulai sekarang kita pacaran." ucap Xavier.


" aku? "


" iya aku kita gak boleh panggil gue-lo lagi tapi ganti dengan aku- kamu."


" oke gue- eh aku mengerti."


" sekarang kita mau langsung pulang atau mau masih disini? " tanya Xavier.


" gimana kalo kita disini saja dulu."


Xavier pun mengangguk, " oke tapi kamu kabarin mommy dulu biar mommy gak khawatir."


amanda pun mengangguk lalu merogoh HP nya setelah itu dia mengabari mommy bahwa dia akan pulang terlambat.


setelah itu dia menyimpan kembali HP nya ke dalam tas.


" sekarang kita mau ngapain? " tanya Xavier.


" kita akan...


bersambung...