Antagonis Novel

Antagonis Novel
29


" Apa? " ucap seseorang yang ternyata azka bersama Xander, gilang dan Alvaro.


amanda pun menoleh, " kalian? "


" sorry kita masuk gitu aja tadi udah coba ketuk tapi ga ada yang Jawab." ucap Gilang.


" oh iya gak papa. kalian mau jengukin gue."


" iya kita mau jenguk lo. terutama gue, gue minta maaf karena gak sengaja lemparin bola ke lo." ucap Xander.


" iya gak papa Xander gue udah maafin lo, gue tahu lo gak bermaksud seperti itu."


" thanks. oh ya ini gue bawain buah buat lo."


" ya ampun gak usah repot-repot bawa buah segala. tapi thanks ya gue Terima." ucap manda sambil menerima buah itu.


amanda pun berniat untuk menyimpan nya dimeja samping, Xavier yang melihat nya pun segera membantunya.


" biar gue aja. " ucap Xavier.


" thanks."


" gimana keadaan lo sekarang? " tanya Xander.


" gue udah baik- baik aja cuma daddy pengen nya gue diperiksa dulu makanya gue masih disini, paling besok pagi pulang."


" syukur lah kalau begitu gue lega dengar nya, gue merasa bersalah sama lo." ucap Xander.


" sans aja kali xan, gue gak papa kok lo gak usah merasa bersalah gitu."


" oh ya btw manda ucapan lo tadi tentang ingatan lo benar." tanya azka penasaran.


" emm iya ingatan gue udah kembali."


" wah beneran." ucap Gilang kaget.


Xander dan yang lainnya pun kaget mendengar nya, mereka melihat ke arah amanda, berpikir apakah amanda akan seperti dulu lagi.


amanda pun mengerti tentang tatapan mereka padanya, dia pun menjelaskan pada mereka.


" kalian tenang aja, walaupun ingatan gue udah kembali tapi sikap gue gak akan seperti dulu lagi. gue akan menjadi amanda yang sekarang yang berubah menjadi lebih baik." tuturnya.


mereka pun menghela napas lega.


" syukur lah kalo lo tidak seperti dulu lagi." ucap alvaro.


tak lama mereka pun pamit.


" oh ya kita gak bisa lama soalnya ada urusan lain, kita pamit." pamit Xander, yang merasa malas karena ada Xavier disitu.


" loh kok sebentar padahal kalian baru sampai loh."


" iya sorry banget kita masih ada urusan soalnya." tambah Gilang.


" yaudah gak papa, thanks udah jenguk gue, kalian hati-hati dijalan nya."


" sip, kita pamit assalamu'alaikum." ucap Xander. tak lupa yang lain nya pun mengucapkan salam.


" waalaikumsalam." jawab amanda dan Xavier.


kini tinggal lah mereka berdua di ruangan itu, mereka sama-sama terdiam untuk beberapa saat.


tak lama datang lah bunda, mommy dan viera.


cek lek...


" sayang kamu udah bangun? " tanya mommy.


" udah mom, tadi juga ada temen manda kesini."


" oh ya terus sekarang pada kemana? udah pulang."


" udah mom baru aja. eh ada bunda sama viera."


" iya sayang gimana keadaan kamu sekarang, bunda khawatir loh denger kamu masuk rumah sakit." tanya bunda.


" manda udah gak papa kok bunda, makasih udah jengukin kesini. viera juga makasih udah jenguk kakak. "


" iya sayang sama-sama." jawab bunda.


" iya kak. " ucap viera.


" oh ya nih bunda bawain makanan buat kamu." ucap nya sambil memberikan bungkus makanan.


" wah makasih bunda, jadi ngerepotin."


" iya gak papa sayang, gak repot kok."


" mau dimakan sekarang sayang? " tanya mommy.


" manda masih kenyang mommy kan baru aja makan."


" ya sudah sini mommy simpan, atau mau buah."


" nanti aja deh mom. "


" ya sudah kalo gitu."


tak lama bunda pun pamit pulang.


" oh ya sayang bunda pamit pulang dulu ya, nanti bunda kesini lagi." pamit nya.


" iya bunda, Hati-hati dijalan nya. "


" iya sayang, kinara aku pamit ya." ucap nya pada mommy.


" iya makasih ya kamu udah dateng kesini."


" iya, Xavier viera ayo pamitan dulu. "


" mommy Xavier pulang dulu ya, manda gue pulang." pamit Xavier.


" iya hati-hati kamu bawa mobil nya ya." jawab mommy.


" iya, hati-hati." ucap manda, Xavier pun mengangguk.


" mommy kak manda viera pamit juga ya."


" iya sayang hati-hati. / iya viera." ucap mommy dan amanda.


" assalamu'alaikum." ucap mereka.


" waalaikumsalam." jawab mommy dan manda.


" huft.." amanda menghela napas panjang.


" kenapa sayang? " tanya mommy heran.


" bosen mommy, pengen pulang."


" besok ya Sayang kan belum diperiksa juga, paling bentar lagi juga dateng dokter nya."


" iya mommy."


tok,, tok,,


" halo selamat sore." ucap seorang dokter yang masuk bersama suster.


" sore juga dokter."


" gimana keadaan nona sekarang? ada yang sakit." tanya dokter.


" engga dokter saya sudah tidak apa-apa."


" syukur lah kalau begitu, Untuk bagian kepala tidak merasa sakit lagi? "


" tidak dok, oh ya dok sebelum nya saya pernah amnesia tapi sekarang ingatan nya udah kembali. mungkin karena terbentur tadi ya."


" oh ya, alhamdulillah saya senang mendengar nya, iya karena benturan nya terasa cukup keras menjadi pemicunya, tapi walaupun begitu kita akan melakukan pemeriksaan sesuai dengan yang disetujui oleh orang tua nona."


" baik lah dok lalu kapan diperiksa nya."


" sekarang. kita ke ruangan tempat untuk melakukan ct-scan. nanti dibantu oleh para suster. " tutur dokter itu.


" suster tolong bantu Pasien ke ruangan ct-scan."


" baik dokter." suster pun segera membantu amanda untuk turun dan naik ke kursi roda, momen pun ikut membantu nya.


setelah amanda berada di kursi roda mereka pun segera membawanya ke ruangan yang di maksud dokter.


kini mereka sudah berada di ruangan ct-scan. mommy menunggu amanda diluar ruangan. tak lama amanda pun keluar.


" gimana dokter? " tanya mommy.


" hasilnya akan keluar besok, jadi saya saran kan pasien untuk dirawat malam ini. jika besok hasilnya bagus maka boleh pulang. "


" baiklah dokter, terimakasih."


" Sama-sama."


mommy dan amanda pun kembali lagi ke ruangan amanda dibantu oleh suster.


" nah sekarang gak ada alasan lagi pengen pulang ya, dengarkan ucapan dokter tadi." ucap mommy setelah amanda duduk di ranjang nya.


" iya mommy." ucap amanda pasrah.


****


beberapa hari kemudian amanda kini telah beraktifitas seperti biasa lagi. setelah hasil ct-scan yang menyatakan bagus, amanda segera meminta pulang. daddy dan mommy pun menyetujui nya.


kembali nya ingatan amanda tak merubah apapun, sikap nya tetap tak berubah karena memang itu bukan lah sikapnya. untuk saat ini hanya orang-orang terdekat nya saja yang tahu akan ingatan nya yang kembali.


namun tania dkk yang tak sengaja mendengar ucapan elena dan Clarissa tentang ingatan amanda yang kembali, tania pun merencanakan sesuatu untuk amanda.


" amanda lo dipanggil bu rina ke ruang musik." ucap salah satu siswa saat amanda berada di Koridor kelas.


" oh ya mau ngapain? "


" gak tahu lo ke sana aja." ucap nya.


" oke thanks ya."


siswa itu pun mengangguk lalu pergi.


" yuk gue temenin." ajak Keisha.


" bukan nya lo mau ke toilet, udah lo ke toilet gue ke ruang musik dulu."


" oke deh. nanti gue nyusul."


" sip."


mereka pun berpisah karena beda arah.


amanda kini tengah berada diruang musik tapi di sana kosong tak ada siapa pun.


" pok.. pok.. pok.. halo amanda kita ketemu lagi." sapa tania.


" jadi ini ulah lo."


" kalau iya kenapa? oh ya gimana keadaan lo sekarang? " ucap Tania basa-basi.


" gak usah basa- basi deh lo, gue tahu lo pasti ngerencanain sesuatu kan." tebak amanda.


posisi tania menghadap ke arah pintu sedangkan amanda dibelakang pintu, melihat ada seseorang yang mengintip tania pun menyeringai.


" iya gue ngerencanain sesuatu berhubung ingatan lo kembali pasti lo ingatkan sama apa yang kita lakuin."


amanda kaget mendengar tania tahu akan hal itu, tapi dia menormalkan kembali raut wajahnya.


" tau darimana lo ingatan gue kembali." selidik amanda.


" lo gak perlu tahu hal itu, tapi gue mau kita bekerja sama lagi. kita akan bully lagi elena orang yang rebut xander dari lo."


" jadi lo cuma ngajak gue buat bully lagi elena begitu."


" betul dengan begitu elena pasti akan perlahan menjauh dari xander. gimana mau? "


" oke. gue mau." jawab amanda sontak membuat orang yang mengintip tadi menggeleng tak percaya, dia pun segera pergi dari situ. melihat itu tania merasa senang. tak lama dari arah lain datang Keisha dia mengintip lalu mendengar kan obrolan mereka, tek lupa dia pun merogoh handphone nya lalu merekam pembicaraannya takutnya ada apa - apa jadi dia ada bukti. " cerdas kan gue." pikirnya bangga.


" tapi dalam mimpi lo. lo pikir gue mau gitu kembali ke sikap dulu, gue amanda gak akan pernah kembali seperti dulu walaupun ingatan gue udah kembali.ingat itu. dan satu lagi jangan pernah lo bully elena lagi kalau sampai lo ngelakuin itu gue yang akan membalasnya." ucap amanda lalu pergi.


tania yang mendengar itu pun kesal tapi tak apa rencana kedua sudah tercapai tinggal menunggu waktunya semua akan berbalik pada amanda.


amanda pun keluar dengan raut kesal, saat membuka pintu dia terkejut dengan Keisha yang sudah berada di sana.


" astaghfirullah, Keisha bikin kaget aja."


" lo pikir gue hantu apa segala kaget."


" ya gimana gak kaget lo ada di depan gue pas buka pintu."


" hehehe kan gue kepo dengerin lo."


" lo nguping, kenapa gak masuk aja."


" gak ah lagian males juga. ketemu nenek lampir, yuk kita ke kelas."


" yuk"


" oh ya manda gue seneng lo gak terpengaruh sama ucapan tania."


" lo denger dari awal."


" engga gue cuma denger pas lo bilang mimpi aja sambil ancam si tania."


" oh gue kira dari awal, ya buat apa gue bersikap jahat lagi mending seperti ini jadi gue banyak teman dan gue nyaman seperti ini."


" iya betul pokoknya kalo ada apa-apa lo bilang sama gue, gue takut si tania lagi ngerencanain sesuatu buat lo."


" lo tenang aja, itu gak akan terjadi."


" ya semoga."


" kayaknya bentar lagi bel istirahat deh, mending kita ke kantin aja lagian dikelas juga gak ada guru." ajak Keisha.


" ya sudah yuk."


tringg bel istirahat berbunyi.


" tuh kan benar dugaan gue."


mereka pun sampai di kantin lalu segera memesan makanan. kini kantin sudah ramai oleh para murid, lalu tak lama datanglah Xavier bersama sahabatnya.


" sorry kita boleh gabung, meja penuh soalnya" ucap nathan.


amanda pun mengedarkan pandangannya yang ternyata memang penuh.


" oh boleh." nathan pun langsung duduk di ikuti yang lainnya.


lalu tak lama datanglah elena, Clarissa dan xander dkk. amanda yang melihat itu melemparkan senyum pada mereka dan dibalasnya. Clarissa membuang wajah nya saat amanda tersenyum padanya, yang membuat amanda mengernyit heran.


sebenarnya amanda ingin mengajak mereka cuma disini sudah ada Xavier dkk amanda tidak ingin elena merasa tidak nyaman.


duduknya amanda dan Xavier dkk dalam satu meja membuat para siswa berbisik-bisik. mereka semakin yakin dengan berita Xavier dan amanda tengah dekat seperti kejadian Xavier yang selalu ada setelah pulang bersama.


" oh ya amanda gimana keadaan lo sekarang setelah masuk rumah sakit waktu itu." tanya nathan.


" gue udah baik- baik saja."


" syukur lah, sorry kita gak jenguk lo waktu itu." ucap justin.


" gak papa, oh ya kata Keisha max yang setir mobil waktu itu, gue belum ucapin makasih sama lo. thanks udah anterin gue max."


" sama- sama."


setelah selesai amanda dan Keisha pun pamit untuk ke kelas duluan.


di tengah perjalanan ke kelas terdengar pesan masuk ke handphone nya yang ternyata Xavier, amanda pun segera membaca nya.


" pulang bareng gue. " isi pesan itu.


amanda bingung mau jawab apa, Keisha pun melirik amanda yang tampak bingung.


" kenapa? " tanya nya.


amanda pun memperlihatkan pesannya.


" hahaha lo di ajak pulang bareng sama Xavier. terus kenapa kok kayak bingung gitu."


" gue bingung Terima ajakannya atau engga? "


" manda lo kan mau mulai pendekatan sama Xavier kalo lo nolak kapan lo dekat nya, saran gue lo Terima aja mungkin ini awal pendekatan kalian."


" tapi lo.. "


" gue bisa pulang sendiri manda lo gak usah khawatir, ada saatnya kita bersama tapi ada saatnya juga kita bersama pasangan. jadi lo Terima aja ajakannya."


" ya sudah kalo gitu gue terima."


amanda pun segera membalas pesan itu. " iya gue tunggu di gerbang seperti dulu lagi ya."


" oke. " balasnya.


amanda dan Keisha pun melanjutkan berjalan menuju kelas.


sesampainya dikelas mereka langsng menuju bangkunya.


tak lama bel pun berbunyi dan guru masuk untuk mulai mengajar. satu jam kemudian bel pulang berbunyi, para murid berhamburan keluar untuk pulang.


" manda gue duluan ya. " ucap Keisha.


" iya hati-hati dijalan. "


" iya lo juga. bye."


" bye."


amanda pun melangkah keluar setelah dirasa cukup sepi.


Saat melewati toilet terdengar suara rintihan dan minta tolong dari dalam. amanda yang penasaran pun mencoba mengeceknya. dia terkejut melihat elena yang sudah basah kuyup dan keadaan nya sudah lemas. amanda pun segera menghampiri nya.


" ya ampun el kok lo bisa gini sih, siapa yang lakuin." tanya nya khawatir.


" tolong manda." ucap nya lemah.


lalu tak lama pintu dibuka kasar yang ternyata Xander dkk juga Clarissa. dia mendekati elena dengan tatapan khawatir.


" elena hey, siapa yang lakuin ini sama lo." ucap Xander.


elena tak menjawab nya karena sudah merasa lemas, melihat itu Xander membuka jaketnya lalu memakai kan nya pada elena.


" manda lo tahu siapa yang lakuin ini." tanya Gilang.


" gue gak tahu, tadi gue lewat sini dan kebetulan denger suara minta tolong."


" gak usah bohong deh lo, gue tahu ini ulah lo." tuduh Clarissa.


" bukan gue, gue juga gak tahu."


" cla gak usah nuduh amanda gitu." sela azka.


" gue gak nuduh, gue denger sendiri lo tadi ketemu sama tania diruang musik dan lo mau bekerjasama lagi sama dia. iya kan. gue gak nyangka lo cuma pura-pura berubah." ucap Clarissa kecewa.


" engga lo gak denger semuanya kan lo cuma dengar setengah kalo lo dengar semuanya lo pasti tahu bukan gue."


" gak usah ngeles deh lo, gue kecewa ya sama lo, elena udah baik sama lo, udah maafin lo tapi lo ngelakuin lagi kayak gini." ucap Clarissa.


" gue-.


" udah." sela Xander membuat ucapan amanda terpotong.


" gue gak tahu siapa yang benar disini. tapi kita harus bawa elena dulu sekarang." ucap Xander lalu menggendong elena, setelah nya dia pun pergi diikuti yang lainnya.


" cla tunggu gue bisa jelasin."


Clarissa pun tak menghiraukan nya dia segera pergi. amanda memandang sendu ke arah mereka.


" bukan gue. " ucap nya lirih.


amanda pun berjalan gontai ke arah gerbang. di sana sudah ada Xavier yang menunggu nya.


" sorry lama." ucap amanda pelan.


Xavier mengernyit heran melihat amanda sedih.


tanpa bertanya Xavier pun memberikan helm pada amanda lalu mengajaknya untuk pulang. amanda pun menerima nya lalu naik ke atas motor Xavier.


setelah amanda naik Xavier pun segera menjalankan motor nya.


amanda terus termenung pikiran nya melayang ke kejadian tadi, "siapa yang buat elena seperti itu. ah gue tahu ini pasti ulah tania. "ucap nya dalam hati.


Xavier melihat amanda terus termenung dia pun membawa nya ke suatu tempat. amanda yang tersadar dari lamunan nya mengernyit heran karena jalan mereka berbeda ke arah rumah nya.


" kita mau kemana? "


" ke suatu tempat."


beberapa menit kemudian mereka pun sampai.


amanda pun bingung kenapa Xavier membawa nya kesini.


" ayo." ajak Xavier.


lalu mereka pun sampai ditempat yang Xavier tuju, amanda pun menatap takjub tempat itu.


" ini...


bersambung....