
"ekhem." amanda tersentak kaget mendengar nya lalu menengok ke arah belakang yang ternyata daddy dan mommy yang berdiri di sana menatapnya.
" mommy, daddy kok kalian ada di situ."
" kami memang ada di sini saat kamu sedang ngintip Xavier. "
" em assalamu'alaikum mom, dad." ucap amanda lalu salam pada mereka.
"waalaikumsalam." jawab mereka bersama.
amanda pun menatap kedua nya, tatapan mereka terlihat berbeda mommy yang menatap amanda dengan tatapan menggoda sedangkan daddy menatap nya dengan khawatir. mommy belum tahu apa yang terjadi dengan amanda karena daddy belum menceritakan nya.
" udah jangan dilihatin terus orang nya juga udah pergi. " ucap Mommy.
" enggak siapa yang liatin orang manda cuma mastiin doang kok." kilah amanda.
" oh yang cuma mastiin toh." ucap mommy dengan nada menggoda.
" mommy ih." rengek amanda.
"udah, manda ayo ikut daddy dan mommy ke ruang keluarga dulu." ajak daddy. amanda pun mengangguk lalu mereka pun berjalan ke ruang keluarga.
" ada apa daddy? " tanya manda setelah sampai di sana.
" sini duduk di tengah. " ucap daddy lalu menggeserkan badannya, amanda pun menurut.
" kamu gak mau cerita sama daddy dan mommy." tanya daddy, mommy menatap nya bingung ke arah daddy.
"ada apa emang nya dad,? " tanya mommy penasaran.
"Coba tanya sama amanda." Jawab daddy. mommy pun beralih menatap amanda
amanda pun menghela nafas pelan seperti nya daddy emang sudah tahu jadi gak ada alasan lagi untuk dia gak cerita.
" manda tadi ada sedikit masalah tapi sekarang udah gak papa kok mom." jawab amanda sambil menoleh ke mommy.
mommy pun memperhatikan amanda dia pun kaget melihat sudut bibir amanda memerah dan hampir membiru lalu tangannya pun terulur menyentuhnya.
" ini kenapa?" tanya mommy.
" ssh awss." ringis amanda saat mommy menyentuh lukanya.
" aduh maaf sayang, sebenarnya itu kenapa? " ucap mommy khawatir.
" tadi amanda ada masalah sama temen mom." ucapnya pelan tapi masih terdengar oleh mommy.
" masalah? masalah apa? terus dia nyakitin kamu." tanya mommy sedangkan daddy hanya memperhatikan mereka melihat apakah amanda akan jujur atau tidak.
amanda mau tidak mau menceritakan semua nya tapi sedikit dia kurangi agar mommy tidak terlalu khawatir.
" ya ampun sayang berani sekali dia melakukan itu pada kamu sampai melukai kamu gini. memang benar seharusnya orang tuanya di panggil agar dijera." ucap mommy kaget mendengarnya.
" iya mom, manda juga gak nyangka dia seperti itu."
" udah kamu obatin? "
" udah tadi di UKS."
" ya sudah kamu tunggu dulu biar mommy ambilkan obat dan kompres lagi." ucap mommy lalu pergi tanpa mendengar Jawaban dari amanda.
" daddy kira kamu gak akan jujur." kata daddy membuat amanda menoleh ke arahnya.
" ya kalau pun amanda gak jujur daddy juga udah tau dan daddy terus mendesak untuk amanda cerita." jawab amanda sambil cemberut.
melihat itu pun daddy terkekeh, " ya memang harus seperti itu, lalu apa yang ingin kamu lakukan terhadap nya."
" entah lah biar saja guru bk yang memberikan hukuman padanya semoga aja dia gak melakukan hal itu lagi."
" daddy dengar jika anak itu membuat masalah lagi dia akan di kirim ke rumah nenek nya."
amanda pun kaget mendengar nya, " hah yang benar? daddy tau dari mana? "
" ada deh rahasia. "
"daddy ih, oh ya daddy selama ini daddy tahu kelakuan amanda dulu di sekolah yang gak jauh bedanya sama tania tapi kenapa daddy gak pernah negur amanda." tanya nya penasaran.
" daddy pernah menegur kamu dulu mungkin kamu gak ingat tapi kamu malah semakin mengacuhkan kami dan daddy gak mau kamu semakin jauh dengan kamu. tapi jikalau sikap jauh sudah diluar batas mungkin daddy akan memberikan hukuman pada mu juga." jawab daddy.
selama ini daddy lah yang membereskan semua kekacauan yang amanda perbuat. dia yang memberikan kompensasi pada murid yang amanda bully tanpa mommy dan amanda tahu. kini dia bersyukur amanda telah berubah dan mendengar amanda yang mendapat bully membuat nya marah apalagi dengan lancang nya anak itu memakai nama amanda.
amanda yang mendengar Jawaban daddy pun langsung memeluknya, " maafin amanda ya daddy sering menyusahkan daddy, dan membuat daddy sedih dengan sikap manda dulu."
daddy pun membalas pelukan nya lalu mengelus rambut amanda, " iya sayang daddy gak merasa di susah kan oleh kamu, daddy bersyukur kamu telah berubah."
" daddy kok tumben sore gini udah pulang? " tanya amanda.
" iya daddy khawatir, bahkan daddy sempat mau ke sekolah tapi karena klien jauh daddy udah dateng maka daddy pun dengan terpaksa harus menemuinya.tapi sekarang kamu udah gak papa? " jawab daddy dari mana daddy tahu itu dari suruhan nya yang menjadi mata-mata di sekolah.
" amanda udah gak papa kok cuma di sudut bibir aja masih sedikit perih."
daddy pun mau menjawab tapi terhenti karena kedatangan mommy.
" pelukan kok mommy gak di ajak." kata mommy yang baru datang sambil membawa wadah dan kain juga obat di tangannya.
mereka pun melepaskan pelukan nya.
" hehe mommy nya lama sih."
" iya mommy cari salep ini nih di cari- cari tau nya malah keselip." Jawab mommy.
" ya udah sini sayang biar mommy kompres dulu, tuh udah biru gini. pasti sakit ya." ringis mommy.
amanda pun mengangguk lalu diam saat mommy mengobati nya.
" nah udah selesai." seru mommy.
" makasih mommy."
" iya sayang sama- sama, kamu sudah makan? " tanya mommy.
" udah mom, tadi sesuai yang manda bilang makan di pinggir danau."
" wah seru dong makan di pinggir danau."
" iya mom suasana nya jadi beda banget nanti kapan- kapan kita coba sekalian piknik bareng."
" iya benar kamu, nanti kita coba, sekarang kamu ke kamar gih bersih-bersih lalu istirahat nanti turun saat makan malam." ucap mommy.
" siap mom. ya sudah manda ke kamar dulu ya mommy daddy. "
" iya sayang."
setelah kepergian amanda mommy pun segera menengok ke arah suaminya.
" sayang aku jadi khawatir deh jika nanti amanda jauh dari kita."
" udah kamu tenang aja sayang, aku yakin dia pasti bisa menjaga diri lagi pun aku gak dia pergi tanpa pengawasan." Jawab daddy menenangkan istrinya.
" huft syukur lah kalo kamu memberikan pengawasan untuk manda, aku jadi tenang."
" iya sayang aku akan melakukan apapun untuk kalian berdua, aku akan selalu menjaga kalian. "
" makasih sayang."
" jangan bilang makasih Karena itu adalah tugasku, ya sudah aku mau ke ruang kerja dulu ada hal yang harus diselesaikan."
" iya. aku juga mau ke dapur dulu buat siapin makan malam nanti."
" ya sudah tapi jangan terlalu capek ya." cup.
daddy pun mengecup pipi mommy membuat mommy tersipu malu melihat itu pun daddy pun tertawa.
" kamu ini masih aja tersipu malu seperti itu bikin aku gemas aja."
" ya gak papa dong, itu tandanya aku makin cinta sama kamu."
" udah deh sana kata mau ke ruang kerja." ucap mommy sambil mendorong pelan tubuh daddy.
" iya aku pergi dulu ya sayang." mommy pun mengangguk. setelah kepergian daddy mommy pun pergi menuju dapur untuk melihat dan menyiapkan bahan makanan makan malam.
sedangkan di kamar amanda tengah berbaring. tak lama terdengar suara notifikasi beruntun dari handphone nya dengan segera ia mengambil dan membuka nya.
amanda pun membuka pesan itu yang ternyata berasal dari pesan grup mereka, di sana sudah banyak rentetan pesan dari para sahabat nya terutama elena dan Clarissa.
" P" Clarissa
"P" keisha
"P" elena
" wah kurang satu nih yang blom hadir." Clarissa.
" kayak nya belom pulang deh. " elena.
" ya mungkin saja." keisha
" oh ya seperti nya mereka jalan dulu." Clarissa.
" sudah lah biar kan saja biar mereka tambah dekat๐๐. " elena.
" haha iya lo benar. oh ya kira-kira apa ya hukuman tania besok." Clarissa
" mungkin skorsing." keisha.
" kayak sih, tapi bukannya besok juga orang tuanya dipanggil." elena.
" iya, gue tebak orang tuanya pasti marah besar."
keisha.
" iya, oh ya apa orang tua manda tau secara kan orang tua manda donatur terbesar di sekolah."
Clarissa.
" kayaknya sih udah tau." keisha.
" iya.pastinya." elena
" iya bener, apa yatanggapan dari ortu manda." Clarissa.
" apa tania akan ditambahkan hukuman nya."
" kita lihat aja besok. dari pada penasaran."
" gosip terus." amanda.
" aduh yang baru jalan ma doi baru muncul nih." keisha.
" ehem yang punya doi." Clarissa.
" apaan sih kalian." amanda.
" hehe gimana lancar jalannya." keisha.
" kayak nya lancar deh." elena.
" selancar hubungan kita.hahaha" Clarissa.
amanda yang membaca nya pun tertawa apalagi membaca pesan Clarissa.
" *udah deh jangan godain gue terus. oh ya gue mau cerita." amanda.
" cerita lo tadi jalan sama Xavier." keisha.
" bukan sha, jadi gini." amanda
" apa. " elena.
" apa? " Clarissa.
" lanjut." keisha.
" daddy gue udah tau tentang kejadian tadi disekolah." amanda
" gue sih udah duga itu." keisha
" gue juga." elena.
" kok bisa tahu? "
" ya secara kan daddy lo pasti punya orang yang ngawasin lo." keisha.
" betul itu." elena
" kok lo tau el." Clarissa.
" em ya nebak aja pasti orang besar seperti daddy amanda tahu. " elena.
" terus gimana tanggapan daddy lo. " keisha.
" iya apa beliau marah terus nambahin hukuman nya." Clarissa.
" ya daddy marah dan khawatir sama gue, mommy juga terus untuk hukuman gue rasa orang tuanya udah nyiapin hukuman untuk nya." amanda.
" maksudnya." keisha.
" iya daddy dapet info kalo misalnya tania bikin ulah lagi dia akan di pindah kan ke rumah neneknya. seperti nya ini bukan ulah yang pertama kalinya deh di sekolah. " amanda.
"pindah? " Clarissa.
" serius? " elena.
" gue juga gak tahu benar engga nya sih cuma daddy dapet info nya gitu. "
" oh pantas saja dia terlihat gelisah saat mendapatkan surat untuk ortu nya." keisha.
" iya gue rasa nenek nya punya aturan khusus jadi dia gak mau kalo sampe pindah kesana. " amanda.
" tapi kalo dia pindah sayang banget ya padahal bentar lagi kita ujian." elena.
" iya gimana lagi itu kan ulah nya dan dia udah keterlaluan sekali." Clarissa.
" iya mungkin dengan ini membuat dia jera." keisha.
" iya sih tapi,, kita lihat besok aja deh benar engga nya. "
" eh udah dulu ya mama gue manggil. " keisha.
" gue juga mau pergi dulu disuruh. " Clarissa.
" ya sudah gue juga sama, bye sampai jumpa besok." elena.
" gue juga mau istirahat. bye semua." amanda.
" bye, sampai ketemu besok." keisha.
" bye. " Clarissa*.
setelah itu amanda pun mematikan handphone nya namun tak lama terdengar suara notifikasi masuk dari handphone nya lagi.
Xavier? kirim pesan apa dia? gumamnya. amanda pun lalu membuka dan membacanya.
bersambung....