
Xavier kini tengah berada di kamarnya, setelah pulang mengantarkan amanda dia pun segera membersihkan badan nya lalu berbaring. dia pun mengambil handphone ingin rasanya dia menelpon amanda tapi ia urungkan. entah kenapa dia merasa ingin selalu berada di dekat amanda padahal tadi mereka baru saja bersama.
Xavier pun membuka aplikasi pesan lalu menuliskan beberapa kata di sana tapi tak lama dia pun menghapusnya lagi. dia bingung harus memulai dari mana setelah sekian lama dia menghapus banyak kata akhirnya dia pun mengirimkan pesan singkat nya.
"lagi apa? ".
amanda pun membuka pesan dari Xavier. dia mengernyit bingung tumben Xavier menanyakan dirinya sedang apa, dia pun segera membalas nya.
" sedang tiduran saja. lo sendiri? "
Xavier pun membaca balasan amanda. dia berpikir kalo amanda sedang mau istirahat dia pun segera mengakhiri nya.
" sama gue juga sedang tiduran, ya sudah lo istirahat pasti capek. jangan lupa besok berangkat sama gue."
ting..
amanda pun segera membaca nya, dia termenung mengingat besok mereka akan mulai melakukan pendekatan dia harus bersikap gimana nanti. ananda pun segera menepis pikiran nya itu biarlah nanti mengalir dengan sendirinya saja, dia pun segera membalas pesan itu.
"iya, lo juga jangan lupa istirahat, sampai ketemu besok."
ting..
Xavier membaca pesan itu membuat perasaan nya menjadi hangat lalu tersenyum dia pun jadi tak sabar untuk bertemu besok .dia menyimpan handphone nya lalu memejamkan matanya, begitu pun dengan amanda ada sedikit waktu menuju makan malam dia pun memejamkan matanya.
waktu pun berlalu tak terasa sudah waktunya makan malam amanda pun sudah terbangun saat adzan berkumandang setelah menyelesaikan kewajiban nya dia pun segera mengecek buku-buku nya dan mengerjakan tugas, setelah selesai dia pun segera turun ke bawah menemui mommy.
mommy sedang menata makanan di bantu para pelayan melihat itu amanda bergegas ingin membantu.
" mommy sini manda bantu. "
" gak usah sayang udah selesai kok."
" maaf ya mom manda gak bantuin. "
" gak papa sayang kamu pasti kecapean tadi mommy sempat nengok kamu tertidur pulas lagi pula mommy udah banyak pelayan yang bantu."
" iya mom manda merasa capek banget tadi makanya tertidur deh, nanti manda juga mau bantuin mommy biar tambah jago masak kayak mommy."
" iya sayang nanti mommy ajarin sekarang kamu duduk mommy mau panggil daddy kayak nya masih diruang kerja."
" em biar manda aja ya mom, mommy duduk aja di sini."
" ya sudah gih sana."
" oke mom. wait ya."
manda pun segera berjalan cepat ke ruang kerja daddy dengan semangat. dia pun sampai di ruang kerja daddy lalu mengetuk nya sampai terdengar jawaban dari dalam dia pun membuka dan memasukkan Kepala nya saja.
" daddy."
" yes sayang, daddy kira siapa yang ketik pintu. sini masuk."
amanda pun masuk ke dalam lalu menghampiri daddy.
" hehe kan manda takut ganggu kalo nyelonong masuk gitu aja. "
" engga kok sayang, nah terus sekarang kamu mau apa ke sini."
" mau panggil daddy makan malam."
daddy pun mengecek jam nya ternyata dia tak sadar kalau sudah masuk jam makan malam.
" lah iya ya ternyata sudah waktunya makan malam."
" daddy sih keasikan sama berkas- berkas terus sampe gak sadar waktu nya udah malem."
" iya sayang maaf ya, ya sudah yuk kita ke bawah takut nya mommy nunggu lama."
" iya yuk."
mereka pun keluar sambil bergandengan.
" daddy tuh ya padahal tadi pulang cepat manda kira daddy istirahat tau nya pacaran sama berkas."
" ya gimana lagi sayang namanya juga kerjaan kalo gak dikerjakan makin numpuk. emang nya kamu pacaran terus sama xavier."
" dih engga ya manda gak pacaran sama xavier."
" oh ya masa terus tadi yang ngedate di danau apa."
" gak ngedate daddy ini pasti mommy deh yang cerita.kita tadi cuma makan bareng saja di pinggir danau."
" oh ya. "
" daddy ih sama aja kayak mommy ngegodain mulu. " rengek amanda sambil cemberut tanpa sadar mereka telah sampai di ruang makan.
" loh ada apa nih kok mommy dengar ada yang sebut- sebut mommy."
" tuh sayang anak kita sedang merajuk. " Jawab daddy lalu duduk di kursi meja makan di ikuti mommy dan Amanda.
" daddy." sahut amanda.
" oh ya kenapa dad? " tanya mommy.
" karena xavier tadi." jawab daddy sambil tersenyum menggoda mommy pun mengerti apa yang di maksud oleh daddy pun ikut tersenyum.
" daddy sama mommy sama aja deh."
" loh kok mommy. mommy dari tadi diem deh."
" iya deh daddy yang salah tapi nanti diulang lagi."
" daddddyyy. "
" udah udah sekarang kita makan dulu."
mereka pun mulai makan setelah di pimpin doa oleh daddy. setelah makan mereka pun duduk bersama di ruang keluarga.
" sayang sini mommy lihat luka kamu udah mendingan belum? " ucap mommy amanda pun lalu mendekat.
" udah gak papa kok mommy, udah gak sakit kok." mommy pun terus memeriksa luka yang ada di sudut bibir amanda dan untungnya luka itu sudah terlihat kering mommy pun bernafas lega.
" syukur lah luka nya juga udah kering kok."
" iya mom, jadi mommy gak usah khawatir lagi."
" iya, tapi mommy harap kamu gak terluka lagi ya, akhir-akhir ini kamu sering terluka mommy jadi khawatir."
" iya mom, manda janji akan jaga diri manda biar gak terluka lagi."
" besok kamu di jemput Keisha sayang? " tanya daddy.
" engga daddy mulai besok manda pulang dan berangkat sama xavier."
" oh ya bagus dong sayang itu bisa membuat kalian tambah dekat." seru mommy.
" nah benar tapi kalau kalian merasa gak cocok jangan dilanjutkan daddy mommy dan orang tua xavier pun gak memaksa karena kebahagiaan kalian adalah nomor satu. paham sayang." ucap daddy.
" iya daddy manda paham kok."
mereka pun terus berbincang hingga amanda pun pamit ke kamar duluan. setelah sampai dikamar dia pun mengambil handphone nya lalu memberi pesan pada Keisha takut nya nanti Keisha jemput. setelah itu dia pun membaringkan badannya.
pikiran nya pun melayang mengingat kejadian-kejadian yang ia alami.
" oh ya gue juga penasaran gimana sama jiwa ramanda yang dulu menempati tubuh gue. juga bagaimana kabar papa dan mama saat ini gue penasaran pengen ketemu." lanjut nya.
" ah apa gue ketemu mereka pas libur tapi apa yang akan gue Jawab saat mereka tanya siap diriku. em seperti nya gue hanya bisa melihat mereka dari jauh saja deh. ya mungkin itu lebih baik."
hoammm,,, " ngantuk juga lebih baik sekarang gue tidur biar besok gak kesiangan." setelah itu dia pun memejamkan matanya.
****
sedangkan di lain tempat...
mansion xavier lebih tepatnya mereka sedang berkumpul diruang keluarga setelah makan malam.
" bang kak manda ajak kesini lagi dong." ucap viera.
" iya bang udah lama manda gak kesini." sahut bunda.
" iya bun, paling nanti pas libur abang ajak kesini itu juga kalo dia nya gak ada urusan."
" gimana hubungan kamu sama manda sekarang bang." tanya ayah.
" kita masih dalam tahap pendekatan yah."
" oh begitu, ayah cuma pesan sama kamu jaga amanda semampu kamu jangan pernah kamu sakiti karena jika kamu menyakiti seorang perempuan itu sama saja kamu menyakiti bunda mu." ucap ayah.
" iya yah sebisa mungkin abang akan lakukan pesan ayah itu. apalagi abang punya adik perempuan juga. "
" nah betul itu bang kamu juga punya adik perempuan tapi walaupun adik kamu bukan perempuan bukan berarti kamu bisa menyakiti seorang perempuan. " timpal bunda.
" dan buat kamu viera ayah pesan jaga diri kamu dimana pun kamu berada apalagi kamu sudah besar, harus pandai memilah mana yang baik dan mana yang buruk." ucap ayah pada viera.
" iya yah viera akan terus mengingat pesan yang ayah berikan."
" oh ya bang kamu jadi lanjut ke Universitas melbourne nya? " tanya ayah.
" iya yah karena itu sudah rencana abang dari dulu."
" bunda kira kamu akan bareng sama amanda ke Universitas Harvard." sahut bunda.
" engga bun, abang udah rencana ke melbourne dari lama dan udah abang siapin semuanya juga. "
" wah jadi nanti abang LDR an dong sama kak manda." ucap viera.
" ya bisa dibilang gitu."
" eh gak bisa dibilang gitu kan abang belum pacaran sama kak manda nya juga hehe. "
" kan namanya juga belum siapa tahu nanti jadi pacar, eh kamu ya kecil- kecil udah tahu pacaran saja." ucap xavier sambil mengacak rambut viera yang ditepisnya.
" ih viera udah besar tahu bukan anak kecil lagi. udah deh jangan acak-acak rambut aku."
" dasar anak kecil." ledek xavier.
" ih abaaang. bunda tuh lihat abang ledekin mulu. "
adu viera pada bunda.
" kalian ini ya sebentar dekat sebentar debat."
" hehe abis nya seru bun gangguin bocil ini." ucap xavier.
" bocil,, bocil terus aja ledekin aku." sahut viera sambil cemberut.
" iya iya abang minta maaf gak lagi deh tapi gak janji." ucap xavier sambil menarik viera kedalam pelukan nya mendengar ucapan xavier pun viera memukul lengannya pelan xavier pun pura-pura meringis olehnya.
" ssh kok malah dipukul kan udah minta maaf."
" abis abang nya nyebelin."
" hahaha iya deh janji gak lagi."
" ya sudah lebih baik kalian tidur biar besok gak kesiangan." ucap bunda.
" siap bunda." ucap xavier dan viera bersama.
mereka pun pergi ke kamar tak lupa mengecup pipi bunda dan ayah terlebih dahulu barulah setelah itu mereka pergi.
******
keesokan pagi nya amanda sudah siap dengan seragam di badannya. dia pun segera turun setelah dirasa sudah siap tak lupa dia juga membawa helm nya, saat sampai di ruang makan dia pun terkejut melihat xavier yang sudah berada di sana.
" nah itu manda udah turun, sini sayang kita sarapan bareng." ajak mommy, amanda pun menghampiri mereka.
" pagi mom, dad, xavier." sapa amanda.
" pagi juga sayang./ pagi juga." ucap mereka bersama.
" ya sudah yuk kita sarapan takut kalian telat."
mereka pun memulai sarapan, sejujurnya xavier merasa tak enak karena ikut sarapan di sana dan dia juga belum sempat sarapan tadi Karena takut telat jemput nya di hari pertama mereka bersama ditambah lagi mommy yang terus memaksa nya karena tau dia belum sarapan. jadi dia pun menerima tawaran mommy.
setelah selesai sarapan mereka pun pamit tak lupa mencium kedua tangan mommy dan daddy.
mereka pun berjalan menuju motor xavier, saat sudah di depan motor amanda teringat dengan rok nya dia pun menepuk pelan keningnya, hal itu pun tak luput dari perhatian xavier.
" kenapa? " tanya xavier.
" gue lupa gak bawa jaket buat nutupin kaki. bentar ya gue ambil dulu."
xavier pun menahan lengan amanda yang hendak berbalik masuk ke dalam. " gak usah pakai yang gue aja." ucap xavier sambil melepaskan jaketnya.
" tapi- " ucapan nya terhenti saat xavier memakai kan jaket itu di pinggangnya yang membuat dirinya kaget.
" sudah. yuk naik." ucap xavier menyadarkan dari kekagetannya.
amanda pun mengangguk pelan lalu dia pun naik ke atas motor xavier tak lupa dia pun memakai helm nya.
" sudah? " tanya xavier.
" sudah." Jawab amanda.
" pegangan." suruh xavier.
" ini udah kok. " ucap amanda xavier pun melirik tangan amanda yang memegang baju nya lalu dia pun membenarkan nya.
" bukan gitu tapi gini." ucap nya sambil melingkarkan tangan amanda di pinggang nya.
amanda pun di buat gugup olehnya dan merasa gak nyaman karena tak terbiasa dia juga ingin melepaskan nya tapi dia bingung takut xavier tersinggung jadi dia pun berusaha merilekskan badannya.
sedangkan xavier dia tersenyum saat amanda tak menolak dan melepaskan pegangan nya. dia pun melajukan motor nya dengan kecepatan sedang.
setelah beberapa menit mereka pun sampai di sekolah dan membuat para murid di sekolah nya heboh melihat kedatangan mereka bersama. apalagi saat melihat pegangan mesra amanda pada xavier membuat mereka semakin menduga bahwa mereka ada hubungan.
xavier tak mempermasalahkan hal itu begitu pun dengan amanda karena dia sudah menduga hal ini jadi lebih baik di biarkan saja karena dia tak bisa menutup satu persatu mulut mereka.
setelah motor xavier terparkir sempurna amanda pun turun lalu membuka helm nya juga jaket yang ada di pinggangnya. setelah itu dia memberikan nya pada xavier, xavier pun menerima nya.
xavier memperhatikan rambut amanda yang sedikit berantakan pun mengulurkan tangan lalu merapihkan nya. sedangkan amanda terdiam akan perlakuan xavier, tubuhnya seperti kaku hingga suara deheman dari arah belakang membuat ia menoleh.
" ekhem..."
bersambung....