Antagonis Novel

Antagonis Novel
62


xavier terus membawa amanda menjauhi haris dan geng nya, jika kalian pikir xavier takut, itu salah. dia tidak takut tapi xavier khawatir sama amanda, xavier khawatir haris akan mencelakai amanda karena haris begitu ingin mengalahkan nya.


amanda pun hanya pasrah mengikuti langkah xavier dia hanya diam sampai akhirnya xavier menghentikan langkah nya sebelum memasuki kantin, dia pun membalikkan badan nya lalu menatap amanda, " aku cuma mau bilang sama kamu kalo kamu ketemu sama orang tadi mau di sengaja atau engga kamu harus cepat menghindari nya, mengerti."


amanda pun mengangguk, " tapi kenapa? "


" dia sangat berbahaya, nanti aku jelaskan yang penting kamu ingat perkataan aku barusan ya? "


amanda pun mengangguk lagi, " iya aku mengerti."


" ya sudah ayo kita masuk kantin waktunya tinggal sebentar lagi."


" iya."


mereka pun melanjutkan lagi langkah nya amanda segera mencari keisha karena meja di sana sudah penuh bahkan banyak yang memilih untuk makan di luar karena tidak dapat meja.


amanda pun melihat keisha yang melambaikan tangannya, dengan segera dia pun datang menghampiri nya bersama xavier.


ternyata disana pun sudah ada elena juga Xander dan sahabat lainnya begitu pula dengan sahabat xavier yang berada disana.


amanda pun segera duduk disana karena masih cukup untuk nya berdua.


keisha pun segera menggeser kan piring yang sudah berisi nasi goreng ke hadapan amanda.


" sorry gue cuma pesen satu buat amanda doang gue kira lo gak akan ikut kesini. " ucap keisha.


keisha hanya memesan kan satu piring saja karena takut amanda tak jadi ke kantin tapi ternyata amanda datang bersama xavier.


" gak papa gue juga gak terlalu lapar, thanks udah pesenin pacar gue makanan." ucap xavier.


" thanks ya kei." ucap amanda.


" sama-sama. "


xavier pun merogoh saku nya lalu mengeluarkan selembar uang berwarna merah lalu menyodorkan pada keisha, " nih sekalian gue traktir."


" eh gak usah." tolak keisha merasa gak enak.


" gak papa ambil aja." ucap xavier.


" kalo lo gak mau biar buat gue aja." sahut nathan seraya tangan seperti mau mengambil dengan cepat keisha mengambil uang yang diberikan xavier untuk nya.


" eh enak aja, makasih xavier." ucap keisha sambil memamerkan giginya. walaupun dia berasal dari orang kaya seperti nathan bilang waktu itu rasanya di traktir itu jadi lebih enak. " wah lumayan bisa beli cemilan. hihihi. " ucapnya dalam hati.


amanda menggelengkan kepalanya melihat tingkah sahabat nya itu.


" huh dasar." gumam nathan.


amanda pun meraih piring itu lalu mengambil sendok nya dia pun segera menyendokan nasi itu dan memberikan nya pada xavier.


" kamu aja yang makan aku gak terlalu laper kok, nanti juga mau beli roti." tolak xavier.


xavier pun menghela nafas pelan mendengar nya dia pun mau tak mau menerima suapan dari amanda. amanda pun tersenyum melihat nya. xavier lalu mengambil sendok ditangan amanda lalu menyuapi nya.


amanda dengan senang hati memakannya jadilah mereka saling suap-suapan. para sahabat nya membiarkan tingkah mereka yang seperti menganggap dunia milik berdua itu sedangkan para siswi lain yang melihat nya berteriak heboh namun ada satu orang yang menatap nya benci dan mengepalkan tangan nya dibawah meja namun mata lain menangkap ekspresi itu, " kebakaran kan lo."


mereka pun telah menghabiskan makanannya begitu pula dengan xavier dan amanda.


" akhirnya kenyang juga." ucap azka.


" perut kalian gak sakit apa makan kenyang gitu terus nanti di pakai lari- lari." tanya elena heran.


" eh gak lah kita udah terbiasa lagian kita gak akan langsung main kan giliran tim lain dulu." jawab azka diangguki yang lainnya.


xavier pun berdiri " tunggu sebentar ya." ucap nya pada amanda.


amanda pun heran tapi dia pun mengangguk. xavier pun melangkah pergi dari sana.


tujuan xavier adalah penjual snack dia pun segera membeli roti dan snack tak lupa air mineral dan susu kotak ia beli.


setelah selesai dia pun segera membayar lalu pergi menemui amanda.


" ayo kita ke lapangan lagi." ajak xavier.


mereka pun mengangguk tak lupa mereka membayar terlebih dahulu sebelum pergi setelah selesai mereka pun pergi menuju lapangan.


xavier pun menggenggam tangan amanda, sesampainya di lapangan xavier pun segera mencarikan tempat duduk yang sejuk untuk amanda agar kekasih nya itu tak kepanasan.


xavier pun mendapatkan tempat untuk amanda lalu dia pun membawa amanda ke tempat itu di ikuti oleh para sahabatnya.


amanda pun hanya mengikuti langkah xavier sampai akhir nya mereka sampai di kursi yang xavier tuju.


" nah kamu duduk disini, disini sejuk dan walaupun gak terlalu dekat yang penting kamu gak kepanasan." terang xavier.


amanda pun tersenyum mendengar nya dia sangat bahagia xavier begitu memperhatikan nya.


lalu xavier pun memberikan sekantung plastik yang ia pegang tadi.


amanda pun menerima nya dengan heran, dia pun membuka nya dan dia terkejut dengan isi di dalam nya.


" vier ini. " ucap amanda tak dengan raut kaget.


" itu buat kamu tadi kan kamu makan sedikit karena makan berdua sama aku jadi aku beliin itu. " ucap xavier.


" tapi ini kebanyakan. "


" gak papa kamu bisa membagikan nya, ya sudah aku ke lapangan dulu kamu disini aja. jangan teriak kenceng- kenceng lagi nanti tenggorokan kamu sakit." pesan xavier.


amanda pun mengangguk, " iya, semangat aku mendoakan mu."


xavier pun tersenyum, " makasih." xavier pun melangkah pergi dari sana dengan semangat yang membara.