Antagonis Novel

Antagonis Novel
65


malam pun berganti menjadi pagi yang cerah, seperti biasa rutinitas amanda di pagi hari dengan bersiap-siap. setelah itu dia pun bergegas untuk sarapan tak lupa dia pun menyapa kedua orang tuanya, acara sarapan pun selesai dengan kedatangan Xavier yang menjemput nya. mereka pun akhirnya pergi berpamitan untuk segera berangkat ke sekolah.


Di sekolah sudah sangat ramai para siswa baik dari sekolah nya maupun dari sekolah lawan. bangku koridor di lapangan pun sudah mulai terisi.


Xavier pun membawa amanda menuju lapangan namun langkahnya terhenti karena kedatangan sahabat dari kekasih nya itu.


" manda." panggil Keisha.


amanda dan Xavier pun membalikkan badannya melihat orang yang memanggilnya. " Hai kei, baru dateng."


" iya lo juga baru dateng? "


amanda pun mengangguk, " yaudah yuk bareng kita ke lapangan."


" ayo." mereka pun akhirnya pergi bersama- sama menuju lapangan.


setelah sampai dilapangan mereka pun segera mencari bangku untuk mereka menonton nanti. amanda pun melihat elena yang melambaikan tangannya, di sebelah nya ada dua bangku kosong yang seperti nya sudah di sediakan untuk nya.


" eh sha itu elena kita kesana ? " tunjuk amanda.


" oh iya, yaudah ayo."


" vier aku liat dari sana ya."


Xavier pun mengangguk, " yaudah gih sana, mau dianterin? " tawarnya.


" gak usah kamu juga udah ditunggu tuh kayaknya." ucap amanda dia melihat bahwa tim Xavier sudah kumpul dan seperti tengah menunggu sang kapten.


Xavier pun mengangguk, " semangat, fighting." ucap amanda memberikan semangat pada Xavier.


Xavier pun tersenyum mengusap kepala amanda sontak hal itu membuat para siswi berteriak Histeris.


amanda pun tersenyum, " bye." ucapnya lalu pergi bersama Keisha menuju elena.


Xavier pun melangkah menuju tim nya.


amanda pun sampai di bangku elena.


" kosong kan? " tanyanya.


" iya kosong itu sengaja gue tandain buat lo berdua." Jawab elena.


" ya pasti lah penuh apalagi hari ini hari penentuan pasti mereka gak akan melewatkan momen ini di tambah pemain nya pada ganteng-ganteng." sahut Clarissa.


" iya lo bener hal langka ini gak bakal dilewati begitu saja, kapan lagi coba liat kumpulan cogan. " timpal Keisha.


" giliran cogan aja gercep ya lo." ucap amanda.


" ih lo ya cogan dengan keringat yang mengalir di dahi nya itu membuat damage nya bukan main apalagi kalo mereka buka baju nya pamerin perut kotak- kotaknya itu uh serasa pengen megang." jawab Keisha.


" pikiran lo sha ya ampun." amanda pun geleng-geleng kepala.


"eits pikiran gue gak sampe segitunya loh."


" udah ah jangan bahas itu lagi mending sekarang kita lihat ke depan kayaknya udah mau mulai deh." ucap amanda.


mereka pun mulai fokus melihat ke arah tengah lapangan yang seperti nya akan segera di mulai.


namun entah kenapa omongan Keisha tadi malah terbayang di pikiran amanda. dia teringat pernah melihat perut Xavier yang uhhh.. amanda pun menggeleng kan kepala nya menghilang kan pikiran barusan. dia pun menangkup pipinya yang terasa panas ah kenapa juga gue pikirin itu gara-gara Keisha nih pikiran gue jadi berkelana kan. ucap nya dalam hati.


pertandingan pun di mulai tim Xavier dengan mantap melangkah menuju lapangan. begitu pula dengan tim garuda.


prittt bunyi peluit pertanda pertandingan dimulai.


kedua tim sama- sama lihai dalam permainan basket ini sehingga menciptakan pertandingan yang cukup sengit. mereka berusaha untuk mencetak poin.


para penonton pun semakin bersemangat untuk menyemangati para pemain. Untuk penonton tim yang sedang bertanding mereka merasa was- was karena pertandingan ini seperti nya akan sulit.


prittt set pertama pun berakhir dengan poin 15 - 13. poin 15 di dapatkan oleh tim Xavier sedang kan 13 oleh tim garuda.


setelah beberapa menit pertandingan pun di lanjutkan kembali. kini tim garuda yang mengungguli tim Xavier mereka mengubah strategi nya membuat tim Xavier terkecoh.


hal itu membuat para penonton pendukung tim Xavier was-was. amanda dan elena dengan semangat memberikan dukungan namun di set ke dua ini poin di menang kan oleh tim garuda.


" kita harus ganti strategi dan harus tambah waspada, jangan sampai kita terkecoh lagi. jadi begini.... bla.. bla... " Xavier pun menjelaskan strategi baru untuk timnya guru pun menambahkan beberapa nasihat untuk mereka.


prittt... set ke tiga di mulai. Xavier yakin strategi nya kali ini akan berhasil dan benar saja pihak lawan mulai terkecoh hal itu membuat tim lawan ketar- ketir. para penonton semakin semangat walaupun matahari mulai terik namun tak menyurutkan semangat mereka. berbeda dengan haris dia merasa kesal kalo Xavier mampu mengubah keadaan. dia pun mengalihkan pandangan nya lalu pandangannya tertuju pada gadis yang sedang berteriak memberikan semangat. gadis itu adalah amanda.


" cantik juga cewek nya dia. seperti nya menarik kalo gue mainin." ucapnya.