Antagonis Novel

Antagonis Novel
22


amanda sudah terbangun dari tidur siangnya kini sudah pukul 16.00 amanda pun segera masuk ke kamar mandi membersihkan badan nya.


saat ini amanda sudah terlihat segar, lalu terdengar lah ketukan pintu kamarnya.


tok.. tok.. .


amanda pun berjalan menuju pintu lalu membuka nya.


cek lek.


" eh mommy udah pulang? " tanya amanda.


" iya udah dari tadi mommy pulang terus mommy ke kamar kamu tapi tadi lagi tidur." ucap Mommy.


amanda pun menarik tangan mommy untuk masuk lalu duduk di sofa kamarnya.


" oh iya tadi manda kecapean makanya tidur dulu deh. mommy mau ajak manda masak kan? "


" engga mommy mau ajak kamu makan malam diluar nanti udah lama kita gak dinner bertiga di luar. mau kan? "


amanda pun mengangguk dengan semangat." mau, mau, manda mau mommy."


" yasudah nanti kamu bersiap ya." Jawab mommy sambil mengelus kepala amanda.


" siap mom." ucap manda dengan semangat.


" ya sudah mommy ke kamar dulu ya." ucap mommy, amanda pun mengangguk.


setelah kepergian mommy amanda pun berjalan menuju meja belajar untuk mengerjakan tugasnya.


***


Xavier kini sedang berada di kamarnya. setelah dari markas dia langsung pulang menuju rumah nya. dia sedang mengerjakan tugas-tugas yang diberikan guru nya.


tak lama terdengar ketukan pintu kamarnya.


" masuk." teriak Xavier.


" bang lagi sibuk? " ternyata bunda nya yang masuk.


" eh bunda. kirain siapa. enggak kok bun, ini cuma lagi kerjain tugas saja. ada apa bun? "


" gini bunda mau ajak kamu makan malam diluar nanti mau ga? "


" boleh."


" yasudah nanti kamu siap- siap ya, bunda ke bawah dulu."


" iya bun."


setelah nya bunda pun pergi dari kamar Xavier. Xavier pun melanjutkan kembali mengerjakan tugasnya.


****


pukul 19.00


Xavier sudah bersiap dia mengenakan kaus yang dibalut dengan jaket Jeans dan celana jeans hitam. hanya dengan penampilan seperti itu saja pesona Xavier semakin menonjol apalagi dia memakai setelan resmi pasti makin mempesona.


setelah dirasa rapi Xavier pun menyemprotkan parfum untuk menyempurnakan penampilan nya, setelah selesai dia pun keluar dari kamarnya. saat membuka pintu Xavier pun melihat adiknya viera keluar dari kamarnya lalu mereka pun pergi ke bawah bersama-sama.


" aduh ganteng banget sih ini abang ku tapi sayang masih jomblo. hahaha." canda viera.


" ye biarin jomblo juga yang penting ganteng." balas Xavier.


" oh ya." ucap viera.


" iya lah walaupun jomblo banyak yang ngantri buat jadi pacar abang cuma abang nya aja yang gak mau." Jawab Xavier dengan wajah dibuat sombong.


" iya deh iya percaya. hahaha." ucap viera.


mereka pun sudah berada di ruang keluarga, ternyata di sana sudah ada ayah dan bunda.


" duh anak- anak bunda pada cantik dan ganteng ini." puji bunda.


" iya dong bun kan sesuai dengan ayah dan bunda yang cantik dan ganteng. " Jawab viera.


" bisa aja kamu sayang." ucap daddy.


" yuk kita berangkat sekarang." ajak bunda.


mereka pun mengangguk. lalu pergi. malam ini Xavier yang akan mengendarai mobil nya mereka sengaja tak membawa supir untuk malam ini.


***


di mansion amanda kini sudah bersiap dia memakai dress baby blue malam ini rambut nya ia gerai lalu menambahkan bando saja. wajah nya ia rias senatural mungkin karena memang pada dasar nya wajah amanda sudah cantik jadi hanya diberi polesan sedikit saja sudah cukup.


lalu ia mengambil sandal heels nya berwarna hitam tak lupa ia memakai parfum untuk menyempurnakan penampilan nya. perfect.


amanda pun mengambil tas nya lalu keluar kamar.


diruang keluarga mommy dan daddy pun sudah siap.


" malam mom, dad." sapa amanda.


" ya ampun cantiknya anak mommy." puji mommy.


" mommy bisa saja. mommy juga sangat cantik." puji amanda.


" yasudah yuk kita berangkat." ajak daddy.


mobil pun sudah siap didepan mansion. daddy pun mengambil kunci dari supirnya yang sudah menunggu di samping mobil.


" biar saya yang bawa kamu bisa kembali." ucap daddy pada supirnya.


" baik tuan." supir itu menyerahkan kuncinya lalu pamit pergi.


" kita gak pakai supir dad? " tanya manda


" engga sayang malam ini daddy yang akan membawanya. ayo masuk." ucap daddy.


amanda pun duduk di kursi belakang sedangkan mommy duduk di samping daddy.


" kita mau makan dimana daddy, mom?" tanya amanda.


" kita akan dinner di Respezto resto. gimana atau mau cari tempat lain?. " tawar daddy.


" gak usah dad, di sana saja apalagi daddy pasti sudah reservasi tempat juga kan. "Jawab amanda.


" ya gak papa sayang kalau kamu tidak mau daddy bisa membatalkannya." ujar daddy.


" gak usah daddy. amanda mau kok."


" yasudah kalau begitu."


****


akhirnya mereka pun sampai di restoran itu. mereka pun keluar bersama dengan keluar nya satu keluarga di sebrang mobil daddy.


" loh Aldrich" kata daddy setelah keluar dari mobil.


" loh edgar. " jawab orang itu.


" ternyata benar, apa kabar Aldrich? "


" baik- baik, kamu sendiri bagaimana mana, lama kita tak bertemu? " ucap Aldrich yang merupakan teman daddy sewaktu kuliah. lalu mereka memeluk sebentar.


" saya juga baik." Jawab daddy.


mommy pun menghampiri suaminya, begitu pula dengan istri Aldrich diikuti anak-anak mereka.


" loh vania."ucap mommy pada istri Aldrich.


" kinara larasati." ucap amira memastikan.


mommy pun mengangguk " iya ini amira clarista kan.".


amira pun mengangguk. " ya ampun akhirnya kita ketemu lagi setelah sekian lama kita berpisah saat lulus sekolah dulu."


mereka pun saling berpelukan.


" jadi kalian sudah kenal? " tanya daddy.


mommy pun melepaskan pelukan nya lalu menoleh pada daddy, " iya daddy vania ini dulunya sahabat aku waktu SMA cuma setelah lulus kita kuliah ditempat yang berbeda bahkan kita kehilangan kontak sampai sekarang karena handphone mommy hilang waktu itu." Jawab mommy.


" handphone kamu hilang pantas saja susah dihubungi." ujar vania.


" iya dulu aku sempat ke rumah kamu cuma keluarga kamu juga ikut pindah sama kamu."


" ah iya benar."


" dan daddy kenal sama suami vania?" tanya mommy pada daddy.


" iya dia teman daddy saat kuliah, setelah lulus kuliah dia pindah dan malam ini kita dipertemukan kembali. oh ya kenalin istri saya."


" kinara larasati maheswari."


" Aldrich alexander."


Aldrich pun melepaskan tangannya lalu beralih pada istrinya. " dan ini istriku."


vania pun mengulurkan tangannya yang dibalas oleh daddy.


" vania clarista alexander."


" edgar maheswari."


amanda yang berada dibelakang daddy pun terkejut. Aldrich alexander juga vania clarista alexander, alexander, apa jangan jangan dia.


" oh ya apa dibelakang adalah anak mu?" tanya Aldrich.


" ah iya dia adalah putri tinggal saya. sayang sini." daddy pun menggeser badan nya lalu majulah amanda.


" sayang kenalin ini teman daddy om Aldrich juga tante vania sahabat mommy. " ucap daddy.


amanda pun mengulurkan tangannya sambil sedikit membungkuk untuk memberi salam mereka pun segera mengulurkan tangannya. setelah memberi salam pada mereka amanda pun menegakkan tubuh . " salam kenal om tante aku amanda putri tunggal mommy dan daddy. amanda maheswari." ucap amanda sambil tersenyum sopan.


" halo sayang salam kenal juga tante sahabat mommy kamu, nama tante adalah vania dan ini adalah om Aldrich." Jawab tante vania sambil tersenyum Aldrich pun tersenyum pada amanda.


" oh ya ini anak-anak kami." ucap vania lalu menggeser kan badan nya.


ananda pun menatap orang yang dimaksud tante vania itu,, deg.. tatapan mereka bertemu. benarkan tebakan gue. ucap nya dalam hati.


" Xavier, viera ini teman ayah dan bunda ayo salam dan perkenalkan diri kalian."


ya mereka adalah Xavier jadi tak heran kan kalau tebakan ananda benar karena mendengar marga alexander.


Xavier dan viera pun mengulurkan tangannya untuk memberi salam sama seperti amanda tadi setelah memberi salam mereka pun memperkenalkan diri mereka.


" perkenalkan om tante aku adalah Xavier alexander putra pertama ayah dan bunda." ucap Xavier lalu tersenyum.


" kalau aku viera alexander om tante putri bungsu ayah dan bunda." sambung viera lalu tersenyum.


"iya salam kenal juga sayang nama tante kirana dan ini om edgar." ucap mommy lalu tersenyum.


" kalian mau makan malam di sini atau ada pertemuan? " tanya daddy.


" iya cuma mau makan malam saja tidak ada pertemuan apapun." jawab Aldrich.


" gimana kalau kita makan malam bersama. " usul mommy.


" boleh, gimana yah? " tanya vania pada Aldrich.


" ya boleh- boleh saja. " jawab nya.


" gimana dad? "tanya mommy.


" iya boleh tapi anak-anak gimana apa gak keberatan kalau kita bersama? " tanya daddy lalu menatap mereka.


" engga apa- apa kok om/ dad." ucap Xavier dan amanda bersamaan.


" eh bisa barengan gitu ya." ucap vania mereka pun terkekeh geli. sedangkan amanda hanya tersenyum malu, Xavier pun hanya berpura-pura menggaruk tengkuk nya yang tak gatal.


" ya sudah kita masuk saja dari pada terus disini." ajak Aldrich.


Aldrich dan edgar pun berjalan bersama begitu pun juga dengan vania dan Kirana yang saling menggandeng, sedangkan amanda, viera dan Xavier mengikuti mereka dibelakang bersama.


untuk masalah reservasi Aldrich dan edgar membatalkan nya lalu mereka memesan lagi meja yang cukup untuk mereka semua, karena meja yang Aldrich dan edgar reservasi sebelum nya hanya cukup untuk empat orang saja. makanya mereka meminta untuk meja yang lebih besar.


setelah mendapat kan tempat mereka pun memesan makanan, pelayan pun mencatat pesanan mereka lalu pergi.


sambil menunggu pesanan mereka pun berbincang- bincang.


edgar dan juga Aldrich mereka berbincang tentang bisnis mereka, jadi kita hiraukan saja karena tak mengerti tentang bisnis. hehehe.


beralih pada kinara dan vania mereka sedang berbincang tentang Anak-anak mereka.


" oh ya kalian belom kenalan tadi, sayang ayo kenalan sama anak tante vania." suruh mommy.


" em mom kebetulan untuk Xavier aku sudah kenal bahkan kita satu sekolah." ucap amanda.


mommy dan vania pun terkejut. " iya kah.? "


" iya tante, bunda kita satu sekolahan." sahut Xavier membenarkan.


" wah bunda gak nyangka kalian satu sekolahan. berarti tinggal putri bungsu aja ya yang belom kenalan. yasudah kalian kenalan dulu." kata vania.


amanda dan viera pun saling mengulurkan tangan. viera pun memberi salam pada amanda karena amanda lebih tua darinya.


" Hai kak salam kenal aku viera alexander anak bungsu ayah dan bunda sekaligus adik dari abang Xavier." ucap viera.


" salam kenal juga viera, nama kakak amanda maheswari kamu bisa panggil kak manda." Jawab amanda lalu tersenyum.


" gak nyangka ya van, kita dipertemukan lagi setelah sekian lama berpisah." ucap mommy.


" iya aku juga gak nyangka bisa ketemu kamu lagi." Jawab vania.


para ibu- ibu melanjutkan pembicaraan mereka, mereka bernostalgia ke jaman mereka sekolah, juga menceritakan kehidupan mereka setelah nya.


amanda pun mencoba mengajak viera berbincang, untuk Xavier dia merasa sungkan untuk berbicara dengan nya.


" oh ya viera kamu sekolah dimana? " tanya amanda.


" aku sekolah di SMP negeri 1 BUANA kak. kalau kakak sendiri satu angkatan sama bang Xavier? " tanya balik viera.


" iya kakak satu angkatan sama abang kamu, cuma beda kelas saja. kamu kelas berapa sekarang? "


" aku kelas 2 kak sekarang."


viera pun mengalihkan tatapan nya pada Xavier, dia mengernyit heran kenapa Xavier terus menatap kak amanda, ah dia tahu sekarang. viera pun tersenyum jahil lalu menoleh pada amanda.


" kak amanda sudah punya pacar?"


" hehehe belum..kak amanda belum punya pacar. kok kamu nanya gitu."


" engga cuma nanya aja masa sih kakak belom punya pacar padahal kakak cantik banget loh." goda viera.


" ah kamu bisa saja. " ucap amanda tersenyum malu.


Xavier yang memperhatikan amanda dari tadi tersenyum tipis. amanda terlihat sangat cantik dimata nya malam ini hingga ia ingin terus menatap nya, dia tak menyangka kedua orang tuanya juga kedua orang tua amanda teman dekat.


" ya benar dong kak ucapan aku pasti banyak cowok yang naksir sama kakak, iya kan kak.?" tanya viera pada abangnya.


" ah iya... " ucap Xavier tak sadar karena terus memperhatikan amanda.


" iya apa? " tanya viera lagi sambil menyenggol tangan nya.


" hah apa.. ah maksud nya gak naksir." ucap Xavier gelagapan.


" loh kok gak naksir bang, bukan nya viera cuma nanya kak amanda pasti banyak yang naksir disekolah bukan kakak yang naksir." kata viera menjelaskan.


Xavier pun yang mendengar nya menggaruk tengkuknya, dia jadi salah tingkah mendengar nya.


" ah maksud nya iya banyak yang naksir." ucap Xavier.


viera yang melihat Xavier salah tingkah pun langsung terus menggoda nya " ah bilang aja abang juga naksir."


" udah ah apaan sih kamu masih bocil gak usah nanya- nanya kayak gitu." ujar Xavier.


tak lama datang lah pelayan yang membawa pesanan mereka, Xavier pun merasa lega karena dengan datang nya pelayan viera jadi berhenti menggoda nya.


Xavier pun melirik pada amanda, amanda pun tersenyum geli melihatnya. Xavier pun menjadi sangat malu wajahnya menjadi merah.


pelayan pun telah pergi setelah mengantar kan pesanan mereka.


bunda pun melihat wajah Xavier yang memerah pun mengernyit heran.


" bang kamu gak apa apa kok muka kamu merah? " tanya bunda khawatir.


" ah,, engga apa-apa kok bun cuma sedikit gerah aja."


bunda pun semakin heran tapi sebelum bertanya lagi suara ayah menghentikan nya.


viera pun terkekeh geli melihat nya begitu pun dengan amanda, Xavier yang melihat tingkah mereka pun mendengus kesal.


" ayo kita makan dulu, sebelum makan kita berdoa. siapa yang mau pimpin." ucap Aldrich.


" udah sama kamu saja al." ucap daddy.


yang lainnya pun menyetujui nya.


Aldrich pun memimpin doa setelah nya mereka mulai makan.


bersambung....