Antagonis Novel

Antagonis Novel
Chapter 5



masih dikantin__


Zoya tersenyum menyirngai melihat sambal yang berada di sebelah Anita,ia memintanya lalu menuangkan sambal itu pada baksonya, tidak tanggung-tanggung dia menuangkan sampai 7 sendok.


Anita menatap ngeri pada bakso Zoya .


Zoya melotot tidak menyangka akan sepedas ini tapi sangat nikmat.Mulutnya serasa terbakar . Wajahnya memerah dipenuhi keringat . Matanya mengarah pada pantri "Audie mana lama banget, huh.. serunya kepedasan.


Baksonya hampir habis tapi gadis itu tak kunjung datang.Jus nya sudah habis .


"Macet kali kan masih padat" jawab Anita asal .


Makanya,udah tau minuman habis sok-sokan nambahin sambel is.. is..is... tambah Anita memicingkan matanya.


"Ya maaf gw lagi ngidam celetuknya cengar-cengir sembari menyendoki kuah baksonya yang masih tersisa uhk.. mana sih Audie pekiknya kepedasan .


Zoya terbatuk keras menambah derita nya. Sepertinya dia benar-benar sial.


Anita malah tertawa melihat penderitaan Zoya.


"Uhuk.. uhuk" Zoya semakin terbatuk-batuk.


Wajahnya sudah sangat menyedihkan.


Tiba-tiba Zoya merasa ada tangan besar yang menepuk-nepuk punggung nya dan meletakkan air mineral dihadapannya yang langsung dihabiskan oleh Zoya.


Zoya Mendongak ingin mengucapkan terimakasih namun matanya langsung bersitubruk dengan mata datar Briyan. Pemuda itu masih mengusap punggung Zoya lalu sebelah lagi mengusap dahi Zoya yang basah dipenuhi keringat . Sangat lembut . Yang berhasil membuat Zoya baper. Namun langsung tersadar.


Setelah batuk Zoya reda kemudian tanpa kata Briyan meninggalkan Zoya yang menatapnya heran.


Matanya terpaku pada sosok pemuda itu setahunya Briyan adalah orang yang tidak akan pernah peduli dengan sekitarnya.


Sejak kejadian dimana Briyan mengantarkannya pulang, mereka tidak pernah berpapasan lagi sudah hampir tiga hari , Zoya selalu berupaya menghindar dari Briyan.


Dan jangan lupakan pekikan pengisi kantin yang mungkin baper juga dengan sikap Briyan pada Zoya.


"Akh..... So sweet banget sih baper anakmu Mak" pekik Anita menggigit jarinya . Mengagetkan lamunan Zoya.


"Apasih ngagetin njay" ucap Zoya.


"Ada apa ini gays gw ketinggalan berita kah?" tanya Audie .


"kaga ada skip ga penting " ucap Zoya beranjak dari duduknya " gw duluan" tambahnya pergi dari kantin mungkin kekelas.


"Kenapa tu orang?" tanya Audie dan mengalirlah gosipan Anita dan Audie yang membahas sahabat cantik mereka itu.


Tanpa mereka ketahui disudut kantin seseorang menatap tidak suka kearah Zoya yang meninggalkan kantin.


"Harusnya aku yang berada di posisi itu gumamnya"


*


*


__________


"Oi... Berhenti" Teriak seseorang menghentikan langkah Zoya .


"Iya ada apa ya kak "jawab Zoya melihat segerombolan gadis yang lebih mirip dengan Tante tante dan jangan lupakan make up dan lipstik menornya sepertinya mereka ini kakak kelas yang menghampiri dirinya.


"Heh Lo kalau jadi adik kelas jangan kecentilan bisa gak, caper banget sih kata salah seorang mereka yang bernametag Cecilia Bramata setahu Zoya orang tuanya adalah salah satu donatur SMA Nusa Bangsa.


"Maaf ni ya kak tapi saya gak pernah caper apalagi kecentilan kakak salah orang kali" kata Zoya kalem


"Tadi itu apaan bukannya Lo caper sama Briyan kata teman Cecilia yang bernametag putri salah satu antek-antek Cecilia mungkin.


"Sorry but gw gak caper dan gak ada niat juga . Briyan yang datang ngehampirin gw bukan gw yang ngehampirin dia trus mata kalian yang mana yang melihat gw kecentilan?" Tanya Zoya yang mulai paham, sepertinya kakak kelasnya ini berniat merudungnya.


"Hei kau berani melawanku?? Apa kau tidak mengenalku?" Sentak Cecilia?.


"Kenapa gw harus takut pada kakak kelas seperti lo, yang beraninya ramai-ramai. lagian Lo artis makanya gw harus tahu gitu tantang Lo? Ucap Zoya berbohong semakin memicu amarah Cecilia.


"Hei ada apa ini, kenapa ribut-ribut apa kalian tidak mendengar bell??" Kata pak Budi guru piket hari Kamis mengagetkan mereka .Sana bubar les ke empat sudah dimulai 15 menit lalu astaga anak-anak ini.


Sana sana sentaknya.


"Iya pak iya" kata mereka membubarkan diri meninggalkan Zoya." awas lo seru putri seraya berjalan meninggalkan tempat itu.


Kamu juga kenapa masih disini sana masuk ? Ucap pak Budi pada Zoya yang terbengong.


"Eh iya pak" kata Zoya.


"Astaga bukannya sekarang matematika mati gw udahnya guru killer" ucap Zoya sedikit berteriak dan segera berlari menuju kelasnya .


*


*


*


___


Brak suara sebuah pintu yang dibuka dengan sedikit kasar " Gw belum telatkan ?"kata Zoya dengan ngos-ngosan. Mengagetkan sepuluh IPA 2 .


"Yang dibalas dengan kodean mata dari Anita dan Audie yang sama sekali tidak dipahami Zoya "apaan sih?" Tanya Zoya sembari masuk.


"Siapa yang menyuruh kamu masuk dasar tidak tau sopan santun" suara bass seorang guru mengagetkan Zoya yang muncul dari baris belakang .


"Hehe maaf pak saya telat" ucap Zoya cengar-cengir.


Yang dibalas dengan tatapan datar dari guru muda itu sebut saja Pak Teo Guru killer SMA Nusa Bangsa dan satu-satunya guru yang berhasil mengajar di SMA elite itu dengan usia 21 Tahun,Kalau melihatnya mungkin kalian akan mengira dia salah satu siswa disitu padahal dia lulus dengan nilai tinggi dari universitas terkemuka dikota itu karena kepintarannya alias loncat kelas.


"Silahkan keluar murid seperti anda hanya akan membuat murid lain bersikap tidak disiplin" ucap Pak Teo.


"Yah tapi pak saya mohon Pak, saya tidak akan mengulanginya lagi" ucap Zoya memelas .


Pak Teo sedikit menolehkan kepalanya sepertinya dia tidak mampu menahan keimutan Zoya .


"Ekhm baiklah Kamu ingin duduk bukan?kerjakan soal didepan maka kamu boleh duduk jika benar.Jika salah maka silahkan keluar" ucap pak Teo.


Mendengar hal itu mata Zoya langsung mengarah pada papan tulis melihat soalnya dan langsung diiyakan Zoya . Soal seperti ini bukanlah hal yang sulit baginya.Dikehidupan dulu Zoya merupakan Gadis berprestasi lemari medalinya bahkan sangat besar .


Tidak sampai 2 menit soal dipapan tulis dikerjakan Zoya layaknya minum air tidak ada beban.


"Sudah pak" ucap Zoya pada Pak Teo yang menatapnya sedikit kagum lantaran soal itu bahkan belum diajarkannya namun salah satu siswinya sudah bisa mengerjakan soal itu dengan cepat dia sedikit kagum .


Baiklah silahkan duduk ucap pak Teo " siapa namamu?" tanya pak Teo lagi.


"Zoya pak, nama saya Zoya balas Zoya.


"Nanti tolong datang keruangan saya" tambah pak Teo lagi.


"Baik Pak" ucap Zoya sembari duduk.


Setelah hal itu pembelajaran dilanjut kembali.


Tiba-tiba ............


**Tbc......


jangan lupa tekan like alias jempolnya


agar saya semangat buat novelnya dan maaf bila masih banyak typo**


...Ada like novelnya dilanjut ygy dadah ....