
Amanda memandang takjub pemandangan didepan nya. dia tak menyangka Xavier tahu tempat indah seperti ini.
Xavier membawa amanda ke sebuah danau, pemandangan yang asri dan sejuk disertai pohon menambah kesan indah pada danau itu.
mereka pun duduk di rumput menghadap danau itu.
" darimana lo tau danau bagus ini, padahal disini daerah nya cukup sepi. " tanya amanda menoleh pada Xavier.
" gue dulu gak sengaja nemuin tempat ini dan di sini menjadi tempat untuk gue jika menenangkan diri." jawab nya.
" benar tempat ini cocok sekali buat memenangkan diri." ucap amanda sambil menatap ke depan danau.
pikiran amanda melayang ke kejadian tadi, melihat amanda terdiam Xavier menjadi penasaran.
"lo kenapa? " tanyanya.
amanda pun menoleh, " engga gue gak papa cuma menikmati pemandangan sini saja." bohong nya.
Xavier tahu amanda berbohong tapi dia tak bertanya lebih dan Xavier tak mungkin memaksa amanda untuk bercerita.
" oh ya btw lo mau lanjut ke mana? " tanya amanda mengalihkan pembicaraan.
" gue mau lanjut ke meulbourne, kalau lo? "
"gue mau ke harvard."
" waw gue kira lo akan ambil di dalam negeri."
" itu juga belum pasti sih cuma gue mau nya ke sana, gue juga belum ngomong sama mommy dan daddy. "
" lo tinggal bilang dan kasih pengertian saja sama mommy dan daddy, ya mungkin awal nya mereka pasti akan khawatir tapi kalau lo bisa ngeyakinin mereka pasti ngizinin. "
" ya lo benar, gue harap mereka akan ngizinin gue. "
" ya semoga. "
" gue harap dengan kepergian gue bisa merubah semuanya. " harap amanda dalam hati.
" walaupun nanti kita jauh gue harap kita bisa bersama. " harap Xavier dalam hati.
Xavier pun melirik jam ditangan nya, sudah mulai sore dia pun mengajak amanda pulang. amanda pun menyetujui nya, sebelum pulang Xavier mengajak amanda untuk makan di restoran setelah nya mereka pun pulang.
Xavier mengantarkan amanda sampai di depan mansion kebetulan mommy pun sedang berada disana, Xavier pun memutuskan untuk menyapa nya terlebih dahulu sebelum pulang.
" assalamu'alaikum." ucap amanda dan Xavier berbarengan mereka pun mencium tangan mommy.
" waalaikumsalam, kalian baru pulang? "
" iya mom, maaf ya tadi Xavier ngajak amanda makan dulu."
" iya gak papa Xavier, yuk masuk dulu." ajak mommy.
" em maaf mommy Xavier mau langsung pulang soal nya ada sedikit urusan, lain kali Xavier main kesini." tolak halus Xavier.
" baiklah kalau begitu, kamu hati-hati ya."
" iya mommy kalau begitu Xavier pamit, manda gue pamit, assalamu'alaikum." pamitnya.
"waalaikumsalam" Jawab mommy dan amanda.
Xavier pun melangkah ke motor nya lalu menghidupkan motor nya setelah nya dia membunyikan klakson sebagai tanda pamit.
amanda terus melihat Xavier yang mulai menjauh melihat itu mommy pun jadi menggoda nya.
" udah jangan dilihatin terus, besok kan masih bisa ketemu." goda mommy.
" apaan sih mom, yuk masuk ah." Jawab amanda malu sambil menggandeng tangan mommy.
mommy pun tersenyum geli dengan tingkah amanda. setelah masuk kedalam mansion amanda pun pamit untuk ke kamarnya.
setelah sampai di kamar dia pun segera mengganti baju nya. setelah selesai dia pun merebahkan tubuhnya.
amanda teringat tentang kejadian tadi entah Clarissa tahu darimana dia bertemu dengan tania. dia pun bangkit lalu merogoh handphone nya dia menghubungi Keisha, karena Keisha juga bisa jadi saksi atas pertemuan nya dengan tania.
tut.. tut..
" halo." suara Keisha di seberang sana.
" halo sha."
" iya manda ada apa? "
" sha gue mau ngasih tau lo, elena tadi di bully."
" di bully, sama siapa? "
" gue gak tahu, tapi gue duga ini ulah tania."
" ya bisa aja sih secara dia kan yang dari dulu bikin lo buat bully elena. tapi kok lo bisa tau elena dibully.
" iya karena gue yang nemuin, tadi saat gue mau pulang pas melewati depan toilet gue denger ada suara minta tolong, karena penasaran gue cek dan ternyata itu elena dengan badan yang sudah basah. keadaan nya pun sudah lemas lalu udah gitu datang lah xander dkk, dan lo tau apa kelanjutan nya. "
" lo dituduh yang ngebuat elena seperti itu."
" yap lo bener, gue dituduh dan yang nuduh gue adalah Clarissa."
" what Clarissa. Clarissa yang nuduh lo? kok dia bisa nuduh lo. terus xander dkk percaya? "
" gue gak tahu mereka percaya atau engga karena mereka langsung bawa elena. dan soal Clarissa yang nuduh gue karena dia tadi melihat gue yang ketemu dengan tania, kayaknya sebelum lo dateng Clarissa dulu yang tadi ada di sana."
" dan dia cuma dengerin setengah aja gitu jadi dia narik kesimpulan bahwa lo yang lakuin itu ke elena."
" yap betul. tapi gue heran deh darimana Clarissa tahu gue ketemu sama tania. sedangkan gue juga tadi dijebak oleh tania untuk ke ruang musik."
" kayaknya ini udah direncanakan deh sama tania, karena mungkin aja ini adalah rencana kedua dia saat lo nolak gabung sama mereka."
" iya gue juga sih berpikir begitu. dengan begini jadi elena dan Clarissa juga xander dkk gak percaya tentang gue yang berusaha berubah."
" lo tenang aja masih ada gue yang jadi saksi buat bantu lo. dan gue juga ada bukti yang bisa membuktikan semuanya."
" bukti? bukti apa? "
" rekaman, gue tadi sengaja rekam entah kenapa gue ada feeling aja bahwa akan ada yang terjadi. "
" serius, lo rekam ucapan gue tadi."
" huum. gue udah rekam."
" aaa thanks ya sha, lo emang the best gue gak nyangka lo bisa kepikiran buat rekam ucapan gue."
" hahaha siapa dulu dong Keisha.. oh ya gimana kalo kita jengukin elena."
" ayo, tapi lo tau emang rumah nya."
" gue cuma tahu alamat nya aja sih."
" gimana kalo lo coba telpon Clarissa biar kita bareng kesana sekalian ngejelasin ke dia, kalo gue yang telpon takut nya dia gak mau angkat."
" oke deh biar gue yang telpon."
" oke thanks ya sha."
" sip gue tutup ya. bye."
" bye. " klik panggilan pun berakhir amanda menghela nafas pelan semoga saja Clarissa mau di ajak oleh Keisha, harapnya.
setelah menunggu beberapa menit handphone amanda pun berbunyi pertanda pesan masuk.
amanda pun segera membuka nya yang ternyata pesan dari Keisha untuk menyuruhnya bersiap. amanda menghela napas lega akhirnya Clarissa mau mendengarkan Keisha.
amanda pun bangkit lalu dia segera bersiap agar nanti Keisha jemput dia sudah siap.
" mommy. " panggil amanda.
mommy menatap amanda yang sudah rapi.
" kamu mau kemana sayang kok sudah rapi? "
" manda jenguk temen yang sakit mommy. boleh ya? "
" sama siapa? sama supir? "
amanda pun menggeleng, " engga mom, nanti sama Keisha."
" oh ya sudah kalau gitu boleh, Hati-hati tapi ya. "
" siap mom. "
tin..
" seperti nya Keisha udah sampai manda pamit ya mommy." seraya meraih tangan mommy untuk mencium nya.
" iya sayang hati- hati oke."
" iya mommy, assalamu'alaikum."
" waalaikumsalam."
amanda pun segera melangkah keluar menuju mobil Keisha yang sudah terparkir di depan mansionnya.
" Hai sha." sapa amanda.
" Hai manda, kita ke rumah Clarissa dulu. "
" ayo. eh tapi kita ke toko buah dulu buat bingkisan."
" oke. "
Keisha pun menjalankan mobilnya menuju arah rumah Clarissa. di pertengahan jalan mereka berhenti ditoko buah sesuai dengan permintaan amanda tadi lalu mereka pun melanjutkan perjalanan nya.
kini mereka pun telah sampai di depan rumah Clarissa, Keisha pun segera menelpon Clarissa. tak lama Clarissa datang.
" Hai cla. " sapa amanda.
Clarissa pun tak menjawab hanya tersenyum tipis amanda pun mengerti tentang sikap Clarissa yang kecewa terhadapnya.
" ya sudah yuk kita berangkat, cla kamu yang tunjukin jalannya ya." ucap Keisha.
" sip."
Keisha pun menjalankan mobilnya sesuai arahan dari Clarissa. akhirnya setelah beberapa menit mereka pun sampai di rumah minimalis elena. mereka pun turun lalu melangkah menuju rumah itu.
Keisha pun mengetuk pintu rumah itu.
tok.. tok.. tok..
" assalamu'alaikum."
lalu tak lama terbuka lah pintu itu yang ternyata ibu dari elena.
" waalaikumsalam. oh Clarissa."
" iya ibu Clarissa mau jenguk elena, oh ya ini temen elena dan cla juga namanya amanda dan keisha." ucap Clarissa.
" halo tante aku keisha."
" halo tante aku amanda kami berdua temannya elena juga Clarissa."
" halo amanda, Keisha, nama ibu adalah ibu sri, panggil ibu aja seperti Clarissa. ayo masuk elena ada di kamarnya."
" iya bu."
mereka pun diantar ibu elena ke kamar elena.
" elena." panggil ibu lalu membuka pintu nya.
"iya bu, ada apa? " tanya elena
" ayo sini masuk." ajak ibu
elena pun menatap ibu nya penasaran. lalu muncullah tiga orang temannya.
" loh kalian."
" Hai elena./Hai el." sapa mereka.
" nah sekarang kalian duduk aja di sini ibu mau buatin minum buat kalian." ucap ibu.
" ibu ini ada sedikit bingkisan dari kami. " ucap amanda sambil memberikan bingkisannya.
" wah terimakasih kalian jadi repot gini."
" engga kok bu."
" ya sudah ibu ke dapur dulu ya." ibu pun beranjak dari sana menuju dapur.
" el gimana keadaan lo." tanya amanda.
" gue udah gak papa kok tadi xander juga sudah bawa gue ke dokter. "
" syukur lah kalo lo udah baik- baik aja sekarang."
" oh ya manda soal tuduhan Clarissa tadi apa benar? " tanya elena ragu.
amanda pun menggeleng cepat, " bukan gue, Keisha saksinya."
" Keisha kan gak ada saat pertemuan lo sama tania tadi kok bisa Keisha jadi saksi lo." timpal Clarissa.
" lo gak dengar semuanya, gue malah ada buktinya." sahut Keisha.
Keisha pun merogoh ponselnya lalu memutar rekaman itu, Clarissa pun tersentak kaget mendengar nya. lalu memandang amanda dengan tatapan bersalah.
" sorry ya manda gue malah nuduh lo, seharusnya gue dengerin sampai selesai jadi gak bakalan ada kesalahpahaman begini." sesal Clarissa.
" gak papa kok cla, gue maafin. "ucap amanda.
" tapi emang yang bully lo emang tania? " tanya Keisha.
" iya mereka adalah tania dkk, tadi gue gak bisa Jawab karena sudah lemas. Dan tadi tania juga bilang ini semua suruhan dari amanda." tutur elena.
" benar-benar ya mereka terus mencari gara-gara." geram amanda.
" tapi kok lo bisa tahu amanda ketemuan sama tania padahal amanda juga dijebak kesana? " tanya Keisha pada Clarissa.
" tadi ada seorang murid yang nyuruh gue untuk ke ruang musik, ya setelah itu gue kesana lalu gue mendengar ucapan amanda juga tania karena kaget mendengar ucapan amanda gue pun langsung pergi tanpa mendengar ucapan selanjutnya." Jawab Clarissa.
" fix sih ini udah direncanakan oleh si tania." sahut Keisha.
" kita sih harus bikin mereka jera nih biar gak bikin ulah terus, heran deh kenapa dia lolos terus dari hukuman." tambah Keisha.
" ah gue punya ide." sahut amanda.
" apa? " tanya mereka penasaran.
bersambung..
penasaran????
kamu nanyaaaaaa???