
Hallo readers tolong vote dan dukungan nya ya ....karena setiap support dari kalian sangat berarti bagi author... terima kasih atas like dan vote nya....love you all🥰
"Ada apa?"
Tanya prince w yang perlahan turun dari ranjangnya dan menghampiri alena yang masih ketakutan disana.
"S...si siapaa kau"
Tanya nya dengan suara bergetar.
Prince w sudah berada di hadapan nya lalu menyentuh kedua bahu alena.
"Kayazumi..... Apa kau sekarang akan patuh padaku? Hmm..."
Alena terdiam , ia menunduk kan wajahnya menahan rasa takut yang tak tertahankan.keringat nya mengalir begitu deras,
"Ja..di kejadian saat di acara itu,"
Prince w tidak menjawab ucapan alena,ia mengangkat dagu gadis itu dan memperlihatkan wajah aslinya.
"Tatap aku , ingat baik baik! Siapa aku?!"
Teriak prince menghadapkan wajah nya sangat dekat kearah wajah alena.
Alena menutup matanya rapat , ia tidak sanggup menahan ketakutan untuk menatap wajah prince w yang terlihat sangat mengerikan.
"Buka mata mu."
Bisik prince w perlahan mencoba menenangkan alena
"Aakuu tidak mau"
Jawab gadis itu seraya tangan nya masih menutupi luka di leher.
Prince menatap ke arah luka Gadis itu,ia menyentuh tangan alena, tapi alena menangkis nya. Dengan cepat gadis itu menjauh dari kendali nya dan meraih pistol milik prince w yang tergeletak di atas meja.
"Jangan bergerak,"
Alena menodongkan pistol itu ke arah prince w.
Refleks prince w mengangkat tangan nya, lalu seperkian detik pria itu tertawa kecil dan kembali menatap wajah alena dengan sinis.
"Kayazumi, kayazumi.... Kemari"
Bisik prince meminta alena mendekat padanya,
Tapi alena bersikukuh akan bersiap menembak nya.
"Aku tidak bercanda, akan ku bunuh kau jika mendekat,"
"Tembak saja, "
Bisik prince w mendekat lagi ke arah alena
Alena bersiap mematik pelatuk pistol itu tapi dengan sangat cepat prince menarik tangan alena mendekap nya ,
DORRR!
prince sudah memeluk badan alena dari belakang , tembakan nya meleset ke arah plafon rumah
"Kau sudah merusak rumah mu sendiri,"
Bisik prince w di telinga alena.
Alena mencoba melepaskan diri, ia masih menggenggam pistol itu . Tapi kekuatan prince lebih besar darinya.
"Lepaskan aku!"
Teriak alena berontak dari pelukan prince w.
Tiba tiba seseorang membuka pintu, yang ternyata adalah pengawal rahasia prince w.
"Maaf tuan, kami mendengar suara tembakan."
Ucap pengawal itu melihat alena yang memegang pistol.dengan sigap ia mengarahkan pistol ke arah alena
Tapi prince w memberi isyarat untuk pergi,
"Baik tuan,saya mohon pamit."
Ucapnya seraya meninggalkan mereka.
Melihat prince w yang sedang lengah,alena mengambil kesempatan mengarahkan pistol itu tepat di kepala prince.
Pria itu mengubah posisi tembakan ke arah dada nya.
"Tembak di sini,"
Bisik prince dengan ekspresi datar nya menatap alena.
"Taring nya sudah menghilang, sejak kapan"
Bisik alena dalam benak nya
"Cepat tembak!!!"
Teriak prince w semakin mendesak alena.
Alena menatap ke arah dada pria itu ia teringat dengan luka panah waktu itu.
Gadis itu merasa bimbang ragu sedangkan prince w masih terus berteriak marah kearah nya agar segera menembak kan pistol itu.
"Cepat tembak! Ini kesempatan mu kan?!"
"Arrghh!!"
Teriak alena seraya membuang pistol itu ke sembarang arah dan seketika menjatuhkan diri nya.
Ia memegang kedua kepala nya sambil menunduk.
"Pergi kau iblis !"
Teriak alena menangis memeluk lututnya
Prince perlahan mendekati alena dan menyentuh leher gadis itu. Alena masih terdiam.
"Jangan sentuh aku,"
Tanpa bicara prince w mengangkat tubuh alena dan mendudukan nya di atas ranjang,
Ia mengambil peralatan p3k dilemari dapur lalu kembali tempat alena.
"Nanti kedepannya kau akan sering merasa sedikit sakit, lebih baik aku memberi tahu mu sekarang."
Alena masih terdiam merenung, Sedangkan prince terus menatap nya dan tersenyum smirk lalu berbisik di telinga alena.
"Lain kali aku akan berusaha lebih lembut."
Alena menatap wajah prince sinis ia melayangkan tangan nya bermaksud untuk menampar prince w.tapi dengan cepat Pria itu menangkap tangan alena.
"Ingat kata kata ku, patuh lah kayazumi."
Bisik nya lagi dengan senyum kecil yang selalu membuat alena merasa sangat kesal.
Keesokan harinya prince terlihat sedang duduk meminum kopi di meja makan. Ia terus menatap ke arah alena memastikan dia baik baik saja.
Tak berapa lama alena bangun perlahan membuka mata nya. sinar matahari yang menyorot kearah wajah nya sangat menyilaukan,
Gadis itu beranjak dari duduknya tanpa melihat ke arah prince w yang sedari tadi menatap nya tapi alena merasa seakan prince w itu tidak ada.
Dengan langkah malas ia pergi ke arah dapur dan membuat sarapan nya.
Prince yang tidak peduli kembali meminum kopinya sambil menatap kearah jendela.
Setelah selesai membuat sarapan, alena membawa makanan itu ke depan dan memakan nya sendiri. Ia terlihat memakan sandwich, baked potato, ayam goreng,salad dan jus jeruk. Dan kue yogurt dengan ukuran sedang.
Prince hanya melirik nya sekejap. Sedangkan alena tampak tidak peduli,Mereka masih saling membisu.
Setelah menghabiskan semuanya alena pergi ke kamar mandi. Tapi kali ini prince memulai percakapan.
"Ada apa dengan mu."
Tanya nya membuat langkah alena terhenti.
"....."
Alena tidak menjawab,ia kembali melanjutkan kan langkah nya.dan masuk ke dalam kamar mandi.
Prince terdiam melihat sikap alena, tiba tiba seseorang menelepon nya.
Sementara alena yang berada di dalam kamar mandi , menatap dirinya kearah cermin lalu tersenyum.
"Hai gadis bodoh,"
Ucap nya pada bayangan dirinya di cermin kemudian Ia menyala kan shower dan menangis sejadi jadi nya.
30 menit kemudian prince w berdiri di depan pintu kamar mandi menunggu alena yang belum juga keluar.
Saat ia hendak mengetuk pintu, alena keluar dengan baju yang sudah berganti baru.
Ia menatap ke arah prince w sekilas, lalu melewati nya begitu saja.
"Ada apa?"
Tatap nya dengan tajam lalu menarik tangan alena dan memojokkan Gadis itu di tembok.
Alena hanya menatap nya sinis tanpa menjawab ucapan prince w.
"Kalau kau tidak mau bicara aku akan memberi mu hukuman,"
Alena terkekeh mendengar ancaman prince w .
"Apa kau hanya bisa mengancam saja selama ini, cih memalukan"
Cela alena dengan wajah kesal nya
Prince w mengangkat kedua tangan alena di udara dan menahan nya.
Lalu ia meremas rahang alena.
"Aku akan memotong lidah jika itu akan menjadi lebih baik."
Bisik prince w mengintimidasi.
"Aku tidak takut , "
Alena menatap prince dan berusaha berontak dari cengkraman nya.
Tanpa aba aba prince menc*um bibir alena dengan kasar dan memainkan permainan li*ah nya. Sementara alena berusaha melepaskan diri tapi ia masih kalah kuat dari pria itu.
Wajah alena sedikit memerah , ia kehausan dan tidak bisa bernafas leluasa.
"Mmmm"
Sanggah alena yang beberapa saat mengigit li"dah prince w.
Pria itu pun langsung menghentikan aksinya.
Sedangkan alena terengah engah mengambil nafasnya turun naik.
"Dasar baj*ngan!!"
Teriaknya seraya mengelap bibirnya.
Prince w malah tersenyum ia kembali menangkap tubuh alena dan berbisik.
"Kau mengigit ku lagi... hm?"
Prince langsung saja mengigit leher tengah alena.
Darah segar sedikit menetes ke arah dada alena.
"Arghh!!!"
Lengguh alena merasa nyeri di sana.
Lalu prince menarik kancing baju alena,2 kancing itu pun terjatuh dan membuat dada alena sedikit terbuka dengan cepat prince w mengigit daerah itu.
Matanya perlahan menutup dan terbuka kembali, kali ini prince w menggila ia mengangkat tubuh alena dan mendudukan nya di atas meja hingga gelas kopi miliknya terjatuh. Tapi ia tidak mempedulikan suara pecahan itu.
Ia terus menikmati darah gadis miliknya.
Beberapa menit berlalu prince w pun tersadar, ia menatap ke arah alena yang sudah terkapar lemas di atas meja dengan baju yang sudah terbuka lebar.
Matanya sayu menatap ke arah prince dan berkata.
"Iblis sialan"
Kemudian ia pun pingsan.
000000
"Kamu bertanya tanya kelanjutan nya ...?"
Jadi tolong vote dan like ya....karena dukungan kalian sangat berarti bagi ku..🙏