THE MUTAN PRINCE'S REVENGE

THE MUTAN PRINCE'S REVENGE
sudah 3 hari.


malam di cafetaria, tempat biasa alena bekerja ia terlihat sedang mengelap meja yang sudah di tinggalkan oleh pelanggan nya. sesekali matanya nya mencuri tatap ke arah meja pria yang berada di pojokan, ia mencoba menelusuri orang itu dengan hati hati karena tak ingin sampai membuat nya merasa tidak nyaman.


tak di sangka pria itu sedari tadi menatap alena dari jauh. ia menopang dagu nya dan tersenyum simpul ke arah alena, alena yang terkejut mempercepat kegiatan nya dan kembali ke belakang kasir.



000000


"apa kau mengenal nya? "


tanya sahabatnya yang bernama lucy seraya mengamati layar monitor.


alena pun ikut mengamati layar monitor dan menyipitkan matanya mencoba mengingat sesuatu,


"tidak, aku tidak mengenal nya ! ah ini membuat ku frustasi lupakan saja aku tidak peduli dia mengenal ku atau tidak."


"eh eh eh pelan kan suara mu, lihat lah sudah 3 hari,dan ini malam ke empat nya pria tampan itu datang ke sini hanya untuk memandangi mu selama yang dia mau..apakah itu tidak sangat romantis?"


pelik lucy menatap alena dengan wajah tersipu nya . alena memutar bola matanya dengan kesal ia tidak menanggapi ocehan teman nya dan kembali melakukan pekerjaan kemudian sesekali mengatakan sesuatu.


" terserah mungkin dia hanya penguntit yang sedang mencari mangsa. tapi ku pastikan dia tidak bisa membuntuti ku hingga malam ini. lihat saja!"


bentak nya tanpa mengagetkan lucy yang masih mengagumi pria gagah itu lewat cctv.


"coba aku saja yang kau buntuti sayang...muachhh apakah kau tidak sadar pria ini adalah campuran.. lihat! bukan kah sangat tampan?"


lucy masih bergerutu di depan monitor sedangkan alena tak peduli ia menatap jam dinding dan menghela nafas.


"sama seperti malam lalu....huft"


bisik nya beranjak untuk keluar ke arah meja tamu.


alena menghampiri pria itu dengan tenang. ia sudah berada di depan nya. pria itu tersenyum dengan ekspresi yang sama selama 3 hari yang lalu. hingga ia pun mengeluarkan kalimat.


"akhirnya aku menemukan mu. KAYAZUMI ALENA. "


alena sedikit terkejut mendengar ucapan pria itu. ia mencoba menyembunyikan nya dan melemparkan senyuman dan berkata


"maaf tuan, seperti nya toko kami akan segera tutup mohon tuan bisa memaklumi... ada keperluan yang lain nya?"


pria itu kembali tersenyum dan mencatat sebuah alamat.


"tidak , aku akan segera pergi. sampai jumpa lagi..."


ucap nya seraya mengedipkan salah satu mata nya ke arah alena.kemudian pergi meninggalkan cafe.


000000


"alena apa yang kau lakukan! kenapa kau mengusir nya? ini kesempatan mu mendapatkan kan pasangan..."


"aku tidak suka pria penguntit, lagi pula aku tidak mengenal nya...tapi dia mengenalku"


alena mengabaikan lucy dan bersiap untuk pulang


"apa kau bilang? eh tunggu ini apa?"


lucy tak mendengar ucapan Alena,ia malah salah fokus pada kertas yang ada dimeja bekas pria itu.


alena mengambil nya dan membaca isi catatan itu.


seketika matanya membelalak dan meremas kertas yang di pegang nya.


"ada apa? "


tanya lucy keheranan apalagi ketika melihat alena yang memburu ke arah loker dan memberesi barang nya.


"tidak apa apa hanya kalimat konyol,ayo kita pulang ini sudah malam...aku sangat lelah.."


ucap nya sedikit gelisah


"hahaha kau pasti sangat malu, iyakan ini pertama kali nya??"


lucy malah menggoda alena lalu ikut bersiap untuk pulang.


00000



di jalan lucy berpamitan pada alena karena ia di jemput oleh kekasih nya. alena pun melanjutkan perjalanan dengan perasaan gelisah ia mempercepat langkah kaki nya dan 5 menit lebih cepat dari biasanya is sudah berada di depan kos kosan. dengan cepat alena meraih kuncinya dari dalam kantong dan memburu masuk kedalam rumah.lalu mengunci pintu itu sebanyak 3 kali.



setelah melepas tas ia melemparkan dirinya ke atas kasur dan kembali melihat catatan yang ia remas tadi.


- KAYAZUMI NAO , violence bar -


"dia tau ibu ku,"


gumam nya lalu dengan cepat alena menghubungi ibu nya.


tak lama panggilan pun terhubung,


"hallo ibu, apa kau baik baik saja?"


"hah? siapa ini ...lena kah?"


"iya ini aku lena... ibu dimana? kau mabuk lagi?!"


"hahaha lena ku akhirnya sudah lama ibu tidak bertemu, dimana lagi sekarang ibu pasti di bar ... kau mau berkunjung tapi ibu banyak pelanggan sekarang,lain kali saja ya... oh iya apa kau mau bekerja di sini ? disini sangat menyenangkan ..."


alena tidak menjawab ucapan ibunya, ia hanya mendengar kan wanita itu bercerita sama seperti Minggu Minggu lalu selalu mengangkat telepon dengan keadaan mabuk. meskipun ia merasa sedikit kesal tapi ia merasa sedih jauh di dalam lubuk hatinya alena merindukan sosok ibunya yang dulu.


"seperti nya kau baik baik saja, jagalah kesehatan mu. jangan terlalu banyak mabuk. sudah dulu aku mau tidur,"


alena menutup telepon nya padahal sang ibu masih mengoceh tentang pekerjaan nya itu. tapi ia tidak peduli yang ia pedulikan hanya keselamatan ibunya. tanpa sadar alena pun tertidur pulas dengan seragam yang masih menempel di badan.


000000



keesokan harinya...


"tretttttzzz trettttttzzzz"


jam alarm alena berbunyi keras, ia mematikan alarm itu dan menggeliatkan tubuhnya nya yang terasa seperti akan remuk.


"ahhhh nyaman sekali, hari ini libur yeayy!"


alena meraih handuk nya dan bergegas pergi ke kamar mandi setelah mengucek matanya nya yang terasa buram.


tapi langkah nya terhenti ketika seseorang menggedor pintu kamar nya lalu memanggil nama KAYAZUMI dengan suara teriakan yang terdengar sangat garang.


dengan cepat alena membuka pintu kamarnya ia melihat 3 orang pria berbadan besar berdiri tegap dan memperlihatkan surat pernyataan di depan wajah nya. baru saja alena mencoba mengamati surat itu ,2 pria lain langsung meraih tangan alena dan menariknya untuk ikut dan masuk kedalam mobil van yang terlihat sangat modern.


"tunggu mau apa kalian , aku mau dibawa kemana?!"


teriak alena yang terus berontak ketika pria itu menyeret nya.


"kau harus melunasi hutang kayazumi sesuai surat pernyataan ini, kau harus ikut kami."


" tunggu dulu sebentar , aku belum selesai membaca kenapa kalian kasar seperti ini hey tunggu dulu!!!"


alena di lempar ke dalam mobil itu ia pun menjatuhkan kan handuknya dan pria itu menutup pintu mobil dengan cepat lalu segera melesat meninggalkan tempat alena.


di dalam mobil alena tidak dapat melihat apapun matanya di tutup kain hitam dan mulut nya di lakban, sedangkn tangan nya di ikat ke belakang.


"aku di culik. bagaimana ini..."


ucapnya dalam benak


000000



setelah beberapa jam , mobil itu berhenti di sebuah rumah yang sangat besar di dalam hutan.jauh dari perkotaan.


alena turun dari mobil itu kain hitam yang menutupi matanya di buka, cahaya silau menyoroti matanya yang sedari tadi gelap.ia memfokuskan tatapan nya ke arah sekitar dn melihat rumah yang sangat luas dengan pepohonan indah menyelimuti rumah itu. ia memutar badan nya ke belakang seolah bertanya aku dimana.


tiba tiba seorang pria muncul dari balik pintu kaca.dan membuka pintu selebar lebarnya, pria itu tak lain adalah mr. ren


"hallo nona, silahkan masuk..."


ucapnya dengan sopan menyambut kedatangan alena.


3 pria tadi mendorong alena untuk masuk kedalam tanpa membuka ikatan tangan dan lakban di mulut nya. perlahan alena pun melangkah masuk ia sedikit tercengang dengan keadaan rumah yang sangat megah bak istana. di ujung perhatian nya ia melihat seorang pria tengah duduk di sofa dan menatap ke arah nya seraya menopang dagu.


dan berkata.


"kita berjumpa lagi. alena"


suara itu kini terdengar berbeda bergema menyeramkan dengan suasana ruangan yang luas.sedangkan mata alena tak henti hentinya menatap pria itu karena sangat terkejut.


"bawa dia kemari"


ucap pria itu membenarkan posisi duduk nya.ia hanya memakai piyama dan terlihat selesai mandi dengan rambut basah nya yang belum mengering.


3 pria itu menarik alena dengan mudah ke hadapan pria yang di sebut prince w.


alena terduduk di lantai dan menatap pria itu dengan tatapan sinis, setelah menyuruh 3 pengawal nya pergi. prince w mendekat ke arah alena berjongkok dan meraih dagu nya.


"lihat, apa kau mengenal ku?"


tanya pria itu dengan lembut.


lalu pria itu tertawa kecil seraya menatap alena


"aku lupa, maaf ya..."


shrekk!


prince w membuka lakban itu dengan kasar,


"baj*ngan!"


teriak alena tepat di depan wajah pria itu.


pria itu terlihat tidak bergeming, ia malah menangkap dagu alena da mengangkat nya tinggi.


"wah .. gadis manis tidak boleh kasar, karena hanya pria yang boleh kasar ya?"


"persetan! siapa kau? kau pria yang yang meminjam kan uang pada ibu ku hah? maka dari itu kau menguntit ku. aku bisa membayar semua hutang ibu ku. untuk apa kau menculik ku? dasar pecundang!"


teriak alena meluapkan kekesalannya yang sudah memuncak sedari tadi


"aku tidak menculik mu. aku hanya membawa hak yang harus aku terima. ibu mu menyerahkan mu pada ku sebagai imbalan karena telah melunasi hutang nya. aku tidak membutuhkan uang... karena melihat mu sebagai tawaran mana mungkin aku menolak, sayang..."


ucap prince w dengan santai.di depan wajah alena


"lepaskan tangan busuk mu dari wajah ku!"


alena menghempaskan wajah nya kesamping untuk menghindari tangan pria itu.


pria itu kembali menangkap dan meremas dagu alena kini dengan sedikit kasar.


"kau akan menjadi tunangan ku, lagi pula kita sudah saling mengenal bukan kah begitu?"


bisik nya di telinga alena yang membuat alena kembali bertanya tanya.


"tidak aku tidak mengenal mu. apalagi pria jahat seperti mu! jangan terlalu percaya diri"


mendengar ucapan alena ,prince w sedikit tersulut emosi ia meremas dagu alena kuat dan mendekatkn bibirnya lebih dekat ke bibir alena. dengan mata nya yang melotot prince w berkata


"iya aku memang seorang penjahat, lihat saja kau kan merasakan kejahatan ku kayazumi alena."


bisik nya dengan suara kecil lalu ia mengusap bibir alena yang mungil dengan jempol tangannya yang nampak besar


alena kembali menghempaskn wajah nya kesamping.


pria itu beranjak dan berdiri dari posisi tadi kemudian ia kembali duduk di kursi singgahsana nya.


"besok kita bertunangan, persiapkan dirimu"


ucapnya seraya pergi meninggalkan alena yang masih terduduk di bawah.


tak berapa lama 1 pelayan wanita datang menghampiri alena dan membawa nya untuk membersihkan diri.


000000



di dalam kamar mandi alena menatap cermin besar dan melihat dirinya yang bernasib sial tiba tiba di lamar oleh pria jahat yang mengaku ngaku sebagai kenalan nya. ia tak menyangka pertemuan dengan pria 4 hari itu benar benar bukan lagi hal sepele yang selalu ia remehkan.


"tok tok tok...


tiba-tiba lamunan alena terhenti ketika seseorang menggedor pintu kamar mandi.


"ada apa ? saya belum mau mulai..."


"nona, tuan prince memanggil meminta anda untuk datang ke kolam rendam.mohon ikuti saya..."


"...."


alena tidak menjawab apapun ia hanya mengekor pelayan itu. lalu ia pun sampai di kolam rendam indoor yang tertutup kaca buram dengan hiasan tumbuhan asri di sekitar nya. ia melihat prince w sedang berendam air hangat dengan tenang. matanya tertutup seakan menikmati kenyamanan suasana.


alena menatap nya masih dengan wajah sinis, hingga tak sadar pelayan itu sudah pergi lalu prince w membuka mata menatap kehadiran alena dan mengajak nya untuk masuk.


"masuk,"


"tidak, ada apa kau memanggilku.aku ingin pulang.. besok aku harus bekerja"


"ku bilang masuk, kalau kau tidak masuk aku akan menyeret mu kesini"


"seret saja! kau pikir kau siapa memerintahku seenaknya.."


prince w pun berdiri dari duduk nya yang saat itu tertutupi air, kini nampak jelas tubuh kekar berotot nya di udara. saat ia akan naik,alena terkejut dan berfikir pria itu tidak mengenakan kain sehelai pun. lalu ia menyuruhnya diam.


"tidak ! "


ucapnya berlari mendekat ke kolam.


prince w langsung meminta nya untuk memijit pundak nya.


"pijat ,"


"aku bukan pembantu mu!"


prince w malah menatap alena sinis dan menariknya ke dalam kolam , alena pun tercebur dan seketika bajunya basah semua.


"buka baju mu" ucap prince w dengan ringan


alena melotot ketika mendengar ucapan prince w. dan memundurkan tubuh nya lalu membuat perisai silang di dadanya.


"pria gila! siapa kau berani meminta seperti itu. aku mau pulang! kalau kau melepaskan ku aku tidak akan menelepon polisi"


pria itu malah terkekeh mendengar ucapan alena, ia maju mendekati alena dan menguncinya di pojok kolam. masih dengan perisai silang nya alena mencoba untuk mengusirnya dan meminta nya untuk menjauh.


"jangan mendekat! menjauh lah!"


"tidak, aku tidak akan pernah melepaskan mu meskipun kau lapor polisi aku akan membunuh polisi itu. dengar,kau cukup saja menuruti perkataan ku. maka kau akan selamat. tidak sulit ya kan... "


bisik prince w seraya menatap alena dengan tajam.tiba tiba alena merasakan sesuatu di kedua paha nya. karena ia memakai rok dari seragam kerja nya rabaan itu sangat terasa, ia dengan cepat menangkis tangan prince yang sedang bergerayangan itu. tapi malah tidak sengaja dada bidang prince menempel ke dada alena. sontak alena mendorong prince w dengan kuat namun sama sekali tidak menggerak kan posisi prince w di depan nya.



prince w menangkap kedua tangan alena dan mengangkat nya ke udara.sedangkan tangan yang lain nya mencengkram dagu alena dengan kuat.


"kau suka sekali membantah apa kau seorang pembangkang? "


alena berusaha menjawab meskipun tangan besar prince sedang mencengkram rahang nya.


"aku tidak akan pernah menuruti kata kata orang gila"


jawab nya dengan suara agak tidak jelas karena rahang yang terasa sempit.


"begitu ya..."


prince w melepaskan cengkraman rahang alena, baru saja alena ingin mengumpat lagi prince sudah melayangkan mencium bibir pada alena dengan paksa.


tak henti di situ prince w memasukan lidah nya kedalam mulut alena yang terlihat sesak. ia berontak tapi prince we malah semakin menjadi liar.


beberapa menit kemudian alena merasa sulit bernafas karena prince w tidak berhenti sama sekali.ia pun mengigit bibir bawah prince w dan darah segar pun keluar...


dengan cepat alena melepaskan ciuman itu dan menarik nafas dalam-dalam.


" beraninya kau mengigit ku... kau suka yang seperti ini ?"


ucap prince we seraya menjilat darah yang sedikit keluar dari sudut bibirnya.


melihat Tingkah aneh pria itu alena merasa sedikit takut. ia menarik cengkraman tangan prince yang melemah. dan berniat naik ke atas kolam. tapi dengan cepat prince menangkap nya seolah ia memeluknya dari belakang.


alena memegangi bibirnya yang terasa sangat kotor sementara prince malah berbisik di telinga alena.


"apa kau masih virgin? "


ucapan itu sangat membuat alena marah , ia pun menampar wajah prince dengan sangat kuat. prince yang tak terima langsung mencekik alena .


"aku tidak akan main main lagi, sekarang kau hanya sebuah boneka yang di jual oleh ibu mu.lihat seberapa kuat kau akan melawan, aku akan melakukan hal yang lebih buruk dari apa yang kau lakukan padaku di masa lalu"


ucap prince menatap tajam alena yang merasa kesakitan. dan ia pun melepaskan cekikan nya lalu menghisap leher alena hingga memerah.


tiba tiba alena meneteskan air mata. dan menunduk


prince memandang alena seraya mengangkat dagu nya dengan lembut.


"sayang, ternyata kau bisa menangis juga"


alena menatap prince w dengan sedikit wajah iba, mengharap belas kasihan darinya.


lalu berkata dengan terbata-bata


"tolong, aku bukan orang yang kau maksud aku sama sekali bukan kenalan mu. aku hanya orang biasa..aku hanya ingin menjadi orang biasa.aku tidak pernah mengenal mu baik di masa lalu atau pun sekarang.jadi aku mohon pada mu lepaskan aku .aku mohon untuk hutang ibu ku. akan akan melunasi semua nya aku berjanji akan membayar nya. tapi tolong jangan jadikan aku tunangan mu. aku mohon tuan.."


ucap alena dengan wajah penuh kesedihan dan air mata yang terus menerus mengucur di pipi nya.


dengan ekspresi datar prince w tersenyum.


"tuan, panggilan itu cukup bagus keluar dari mulut mu. kau terlihat penurut saat ini. lain kali teruslah begini karena tunangan ku akan jauh lebih manis jika seperti ini. "


ucap nya seraya mengusap air mata alena


alena sangat terkejut dengan jawaban prince w.ia merasa terpuruk,berteriak ,lalu pingsan di kolam.


prince dengan cepat menangkap tubuh alena lalu mengangkat nya kesamping kolam. disamping kolam price w memandangi wajah alena lalu tersenyum manis kemudian berkata


"ini masih permulaan sayang..."