THE MUTAN PRINCE'S REVENGE

THE MUTAN PRINCE'S REVENGE
SIAPA GADIS ITU?


Prince berlari ke arah dermaga,ia melihat kapal miliknya yang hancur berantakan. Sedangkan api masih berkobar tanpa henti. Para bawahan prof Sino berhamburan keluar untuk melihat situasi kapal.


Prince lalu mencoba menghubungi pengawal nya dari earphone, tapi benda itu malah berdenging. tiba tiba terdengar seseorang berbicara disana.


"Wilson Wilson, kau pikir aku tidak bisa menemukan keberadaan mu? "


Ucap orang itu dengan suara yang agak asing.


"Siapa kau!!!"


Teriak prince seraya melihat ke arah sekeliling.


"Nanti juga kau tahu, oh iya! aku pinjam istri mu sebentar ya"


"Kayazumi, "


Gumam prince tersadar mendengar ucapan pria itu , prince berbalik arah dan berlari kembali ke tempat laboratorium tadi.


"Kayazumi!!!!! "


"Tidak perlu di panggil, dia berada di samping ku sekarang "


"SIAPA KAU SIALAN!!!"


"Hey, jangan emosional seperti itu. Bukan kah kau ingin membunuh wanita ini kan? Kenapa kau repot repot mengurus nya."


"Jangan banyak basa basi, apa mau mu?! "


Teriak prince tidak bisa menahan amarah nya lagi.


"Aku hanya ingin kau menebus segalanya iblis kecil"


Jawab pria di balik earphone itu.


Prince tiba tiba terdiam, ia sudah tahu siapa orang itu.


"Ayah, "


"Wah, kau hebat bisa menebak aku siapa. Padahal aku sudah pakai suara samaran. haha"


Prince tidak menjawab gurauan ayah nya,


Ia memasang wajah serius dan berkata.


"Jangan pernah berani menyentuh sehelai rambut nya pun. Jika itu terjadi aku akan..."


"Jika kau ingin dia selamat. Datangi aku di Prancis besok. Kalau kau tidak mau menemui ku akanku rubah dia menjadi seperti mu. Hahaha pasangan yang hebat!"


Pip.


Setelah panggilan itu terputus prince dengan emosi melempar earphone nya hingga hancur. Dan berteriak sekuat tenaga.


Prof Sino datang berlari untuk memberi tahukan bahwa semua pengawal nya telah tewas karena ledakan itu. Kecuali satu pria yang memiliki earphone, ia pingsan karena di setrum.


Prince memejamkan matanya mendengar ucapan prof Sino.seperti sudah paham , prof Sino pun mundur lalu terdiam. Sedangkan prince langsung merogoh kantong nya ia segera menghubungi Mr,ren untuk menjemput nya.


Mr,ren pun mengiyakan dan bergegas menjemput tuan nya.


oooooo



Alena terlihat sedang berada di dalam pesawat jet,Ia masih pingsan. Kedua Tangan dan kakinya terikat, juga mulut nya yang tertutup lakban. Beberapa menit kemudian gadis itu sadar, ia melihat dirinya yang tak bisa bergerak. Dengan cepat gadis itu mengatur posisi lalu melihat sekeliling.


"Dimana aku? Ini seperti bukan pesawat prince"


Ucapnya dalam hati.


"Kau sudah bangun menantu ku?"


Ucap pria itu mendekati Alena dan membuka lakban di mulut nya.


"Menantu? Maaf kau siapa ya?"


Jawab Alena dengan sopan.


" kau istri bocah itu kan?"


"Ma.. maksud mu prince?"


Jawab Alena terbata bata.


Karena terkejut melihat orang yang ia pikir sebagai ayah prince. Tubuh nya besar berotot dan penuh dengan tato. Seperti nya ia berkebangsaan asing. Karena bola matanya terlihat berbeda.


"Si iblis tengil yang tidak tahu terimakasih itu. Malah kabur dari tugas nya. Sudah ku rawat sebaik mungkin. Kenapa dia malah memberontak Bukan kah itu tidak baik kan?"


Ucap pria itu sambil sesekali menyesap cerutu nya.


"Seperti nya anda salah paham. Mungkin prince tidak suka dengan tugas itu tuan "


"Wah.. kau melindungi suami mu? Gadis yang baik."


"Maaf tuan bukan beg..."


"DIAM!!! KAU TAHU APA TENTANG DIA?!"


Alena syok mendengar teriakan orang itu. Ia pun terdiam Lalu ayah Prince menjelaskan semua tentang prince dari awal ia menemukan nya di pulau hana. Pulau tadi yang mereka kunjungi.


"Bocah malang itu ku temukan dengan sangat mengenaskan disana. Aku memungutnya seperti sampah haha , tunggu...kau sudah tau dia mutan?"


Alena pun mengangguk halus menjawab ucapan ayah prince.ia mencoba tak banyak bicara.


"Bagus kalau begitu. Jadi kau tidak perlu takut jika melihat hal yang menyeramkan terjadi."


Mendengar ucapan ayah prince,alena merasa bingung. pikiran nya penuh dengan pertanyaan.


Ia berfikir apakah orang ini akan menghabisi prince?


"Maaf tuan kalau boleh tau kemana anda akan membawa saya pergi? ".


"Oh iya!!! Aku akan mempertemukan saudari mu di Prancis. Haha ini sangat mengharukan."


"Saudari? Maaf Setahu ku Aku tidak punya kerabat di Prancis"


"Sudahlah nanti juga kau akan tahu."


Ucap ayah prince seraya pergi meninggalkan Alena yang masih kebingungan.


Sementara prince sedang berada di dalam kapal pesiar lain yang dibawa oleh Mr. Ren ia terlihat masih memejamkan matanya, beberapa kali mengerutkan kening nya.


Mr,ren terlihat khawatir melihat keadaan tuan nya itu, Baru kali ini juga ia melihat prince merasa gelisah.


"Maaf tuan,anda terlihat khawatir..saya yakin nona pasti selamat. Tuan besar hanya menjadikan nya umpan untuk anda"


"Aku sudah tahu, tapi orang itu selalu melakukan hal gila yang tidak pernah kau mengerti."


Ucap prince dengan suara sedikit gentar.


"Iya tuan, maaf atas kelancangan saya, "


Ucap mr,ren sambil menunduk


Prince pun terdiam lalu melirik jam tangan nya. Berharap waktu cepat berjalan dan segera tiba di Prancis.


"Aku lapar, "


Ucap Alena sambil mencoba melepaskan ikatan nya.


Entah di sengaja atau tidak, ikatannya terasa mudah di lepas dan hanya butuh tenaga kecil saja.


"Akhirnya..."


Alena pun perlahan melangkah ke tempat lain. Terlihat ia mengendap endap dengan hati hati. Pesawat itu ternyata sangat luas , lebih luas dari pesawat prince. Lalu Alena melihat sebuah pintu kamar yang terbuka sedikit. Ia melihat seorang gadis di dalam kamar itu. Yang sedang duduk membelakanginya. Tiba tiba gadis itu menoleh ke arah alena dan tersenyum lebar tanpa menunjukkan giginya.


Alena terkejut karena melihat senyuman nya yang aneh. Lebih aneh lagi ia wajah nya terlihat mirip dengan dirinya.


Brakk!


Ayah prince muncul lalu dengan cepat menutup pintu itu dan menguncinya.


Alena terkejut dengan kedatangan ayah prince.


Pria itu menarik tangan Alena dan menyeretnya kedalam kamar yang sebelumnya ia tempati. Lalu mendorong nya ke sofa.


"Akh!!!"


Seru alena memegangi tangan nya yang kesakitan.


"Sudah bagus aku bersikap lembut padamu, diam disini! Jika kau butuh sesuatu lihat ke monitor itu"


"Tapi ayah, eh maksud ku paman. Maaf tadi itu siapa? Seper..."


Brakk!!!


Ayah prince langsung mengunci pintu kamar itu dari luar.


"Paman!!!!! Tolong buka pintunya!!!"


Alena berteriak sambil menarik narik gagang pintunya.


"Ihh sialan!!! Eh tunggu kenapa wajah itu seperti nya aku pernah melihat nya , dimana ya?"


Gumam Alena sambil duduk dan merenung sejenak.


Prince terlihat berlari masuk kearah pesawat nya. Sementara Mr ren terlihat menanyakan sesuatu sebelum prince berangkat.


"Tuan maaf artikel yang kemarin saya kirim seperti nya..."


"Aku tidak punya banyak waktu, datanya sudah disave kan? jadi lain kali saja"


Ucap prince sambil memburu ke tempat duduk nya.


Mendengar jawaban tuan nya. Mr ren terlihat sedikit khawatir. Ia pun mengangguk kan kepalanya pada prince sebelum pesawat itu lepas landas.


Didalam pesawat prince terlihat mencoba menghubungi Alena. Tapi ia lupa kalau ponsel Alena rusak karena dirinya.


Prince pun mengibas rambutnya kebelakang dan menghela nafas panjang. Seperti nya ia merasa sangat khawatir dengan alena.


oooooo



Beberapa jam pun berlalu Alena sudah sampai di Prancis tepat nya di atas gedung milik ayah prince. Ia turun dari pesawat itu dengan tangan sudah terikat lagi. Alena sesekali mengigil karena kedinginan. Karena disana sedang musim dingin.


Seorang pria tiba tiba mengalungkan kain kepundak alena.


"Terimakasih"


Ucap Alena sambil menoleh ke arah pria itu.


Pria itu tersenyum.


Wajah Alena tiba tiba syok melihat orang itu ternyata Mark.


"Ha? Mar.."


"Sssttt..."


Telunjuk pria itu menutup mulut Alena yang ingin menyampaikan kalimat.


"Jangan banyak bicara, jalan saja"


Ucap Mark dengan berbisik.sambil mendorong kecil Alena.


"Kenapa dia bisa ada disini?"


Gumam Alena yang semakin bingung.


Mereka pun berjalan masuk kedalam gedung besar itu, lalu Alena di tuntun oleh Mark Mereka masuk kedalam lift. Sedangkan ayah prince masih di lantai paling atas.


Didalam lift Alena bertanya banyak kepada Mark tapi Mark hanya menjawab nya sesekali. Ia menyuruhnya untuk diam saja. Karena banyak cctv disana. Alena pun hanya bisa terdiam.


Sesampainya dilantai 15, mereka masuk kedalam sebuah ruangan serba putih kemudian Mark mengunci pintunya dan menyuruh Alena duduk. Ia pun membuka ikatan tangan Alena.


"Apa kau bawahan ayah prince?"


"Bukan, "


Jawab nya dengan cepat.


"Lalu kenapa kau bisa ,"


"Aku sedang menyamar untuk menyelamatkan mu"


"Benarkah? Kalau begitu ayo kita pulang, dia pasti sedang mencari ku."


"Kenapa kau harus kembali pada orang itu? Bukan kah kau ingin bebas?"


"Iya, tapi ..."


"Kau menyukainya?"


Alena terlihat ragu sesaat mendengar ucapan Mark,tapi kemudian ia menjawab


"Tidak.."


"Bagus, lagi pula ia ingin kau mati kan?"


Ucap Mark dengan lantang.


Alena pun kembali merenung.


Mark memegang dagu alena.lalu menatap mata gadis itu dan berbisik


"Jangan pernah percaya pada iblis,"


Alena juga menatap Mark tapi tidak menjawab apapun.


oooooo



Beberapa jam kemudian prince sampai di gedung ayah nya, tanpa pikir panjang ia turun dengan cepat sambil menelepon ayah nya.


Tiba tiba seseorang menepuk pundaknya, dengan sangat waspada ia pun menghindar.


Saat ia berbalik, ternyata itu ayah nya.


"Sudah lama sekali Wilson..."


"Dimana dia?!"


Seru prince dengan nada kesal


"Dia ada di lantai 15, ada kejutan yang belum kau ketah..."


Sebelum ayah prince melanjutkan ucapannya, prince langsung berlari kearah lift. Sedangkan ia di tinggal sendiri.


Lift pun menunjukkan lantai 15, prince memburu keluar di lantai itu. Disana ada beberapa ruangan


Prince pun membuka satu persatu pintu itu. Tapi semua nya terkunci.


Sembari memanggil nama gadis itu prince masih berusaha tapi Alena sama sekali tidak mendengar suara prince.


Pandangan prince teralihkan oleh Mark yang sedang berdiri di depan pintu salah satu kamar. Prince pun berlari dengan marah kearahnya.


"Kau lagi bocah sialan!"


Teriak prince yang tidak menyangka Mark ada di sana.


Mark terlihat tidak menghindar. Ia malah tersenyum dan dengan cepat membuka pintu dibelakang nya. Prince terperosok masuk kedalam kamar itu. lalu ia melihat kaki seseorang di hadapan wajahnya. Seorang gadis cantik , gadis itu berjongkok di depan prince dan memegang dagunya.


Prince menengadah ke arah gadis itu,ia terdiam merasa terkejut. Wajah nya mirip dengan seseorang yang ia kenal. Hanya berbeda dari riasan wajah.


Gadis itu tersenyum lalu menc*um bibir prince.


Bersamaan dengan dinding ruangan yang berubah menjadi tembus pandang.


Alena yang berada di samping ruangan itu, terkejut melihat keberadaan prince dengan seorang gadis. Mereka sedang berci*man


Melihat nya , Seketika wajah Alena tiba tiba berubah.