THE MUTAN PRINCE'S REVENGE

THE MUTAN PRINCE'S REVENGE
BUNUH AKU!


Setelah beberapa jam penerbangan pulang ke kota. Alena terlihat memasang wajah kesal, ia tampaknya masih marah pada prince w.


Prince w melirik ke arah alena sesaat sebelum ia keluar dari dalam mobil.


"Hari ini kau tidak usah bekerja lagi, aku sudah mengirim surat pengunduran diri ke tempat kerja mu..."


Ucap nya sambil berjalan berdampingan dengan alena.


"Apa?! Ke....


"Lalu soal kuliah aku akan meminta dosen untuk datang mengunjungi mu setiap akhir pekan."


Tambah nya lagi memotong ucapan alena.


"Hey kenapa kau selalu berbuat seenaknya sih"


Seru alena marah, lalu berhenti di belakang prince.


Prince menoleh ke arah alena dan mengangkat dagu gadis itu.


"Sayang, aku ingin lebih punya banyak waktu dengan mu. Jadi patuhi saja apa yang aku katakan."


Bisik nya dengan suara pelan.


"Tidak ah! Aku ingin Terus bekerja, aku ingin mencari uang sendiri."


"Mmm kalau begitu Bekerja saja dengan ku. Adil bukan"


Ucap prince sambil menggosok gosok dagunya.


"Yang benar saja... Aku tidak mau! Lebih baik aku mati saja dari pada harus bekerja padamu."


Alena merogoh sesuatu dalam kantong nya , yang ternyata itu adalah pisau lipat. Ia mengarahkan pisau itu ke lehernya sendiri dan mengancam prince untuk membiarkan nya memilih apa yang ia ingin lakukan.


"Nona!"


Mr .ren berteriak ketika melihat aksi alena. Ia berusaha menghalaunya tapi prince mengisyaratkan mr ren untuk tetap diam.


Lalu prince menghampiri alena dengan tenang nya .


"Jangan mendekat! Kalau kau mendekat aku akan bunuh diri"


"Lakukan,"


Jawab prince menghentikan langkahnya.


Alena sedikit terkejut mendengar jawaban prince w. Ia lalu memasukan kedua tangan nya kedalam saku celana dan menonton aksi alena dengan santai.


"Ayo, aku ingin melihat darah mu yang segar itu"


Ucap prince tersenyum smirk menatap alena yang terlihat bergetar memegang pisau di genggaman nya.


"Nona sebaiknya jangan melakukan hal yang dapat merugi kan anda."


Mr ren masih berusaha menyadarkan alena.


"Mr . Ren tolong siap kan data kemarin yang ku minta, lalu simpan di meja. Aku akan menyusul kesana"


"Baik tuan , saya mohon pamit"


Mr ren masuk ke dalam mansion prince meninggalkan mereka sesuai perintah dari atasan nya.


Sedang kan prince dan alena masih berada di halaman taman rumah. Dengan prince yang masih santai menatap ke arah gadisnya. Ia terlihat menantikan aksi itu.


"Ayo lakukan, atau mau ku bantu?"


Ucap prince masih dengan santai nya.


Alena sedikit gusar, ia nampak takut dengan dorongan prince.


Wajah nya pun terlihat gugup dan gelisah.


Prince menyadari itu ia mendekati alena lalu dengan cepat memegangi tangan alena dan memeluknya dari arah belakang.


"Biar ku bantu,"


Bisik prince tepat di samping telinga alena.


"Jangan!"


Teriak alena dengan cepat menurunkan tangan nya. Ia mengurungkan niat


" kau takut dengan darah kan?"


Tanya prince yang masih berbisik di telinga alena.


"Kenapa dia bisa tahu aku takut dengan darah,"


Ucapnya dalam benak.


"Dari pada kau membuang darah mu sia sia, lebih baik berbagi dengan ku yang kehausan ini."


Bisik prince yang langsung menyusup ke tekuk leher alena.


"Lepaskan,"


Alena mencoba mendorong tangan prince yang melingkar di lehernya. Tapi pria itu masih bertahan dan malah mengigit telinga alena.


"Aww, ! "


Alena berontak dan berhasil lepas dari pelukan dekapan prince.


Lalu ia menatap sinis ke arah pria itu dan berlari masuk kedalam rumah.


Sedangkan prince membalas tatapan sinis alena dengan senyum simpul nya sebelum ia meraih pisau lipat yang alena buang tadi.


"Aku tidak boleh meremehkan nya"


Gumam prince menatap pisau lipat itu.


000000


Di kamar alena,


"Sialan , kenapa ia yang justru mengetahui kelemahan ku. Aku harus menemukan cara lain."


000000



Prince w sudah terlihat duduk di kursi kerja nya sembari memeriksa data baru tentang mark.


Lalu prince tertawa kecil ketika menemukan nama dari salah satu keluarga nya.


"Ternyata dia anak dari mafia juga ya...hebat sekali bisa masuk pemerintah an hehe menarik."


Bisik prince w dengan senyuman iblis nya.


"Maaf tuan , seperti nya niat nya untuk menjadi rival anda karena ..."


"Ayah nya sudah mati di tangan ku."


"Benar tuan, seperti nya ia ingin melancarkan aksi balas dendam."


Ucap mr ren dengan sopan di samping prince w.


"Mmm seperti nya menarik, sudah lama aku menunggu rival yang seperti ini.biarkan saja,aku ingin melihat bagaimana cara dia melawan ku."


"Baik tuan, "


"Dimana gadis itu, tolong panggil dia kemari."


Mr ,ren mengangguk dan pergi keluar ruangan untuk memanggil alena yang ternyata sedang makan ramen.


000000


"Nona.. tuan muda meminta anda untuk menemuinya,"


Ucap mr.ren yang sekarang sedang berada di meja makan bersama alena.


"Ha? Tunggu aku sedang makan... Oh iya anda mau? Kebetulan saya membuat ramen nya banyak."


Mr.ren melirik ke arah ramen itu yang terlihat sangat menggoda tapi ia berusaha untuk menjaga image nya.


"Maaf nona seperti nya saya .."


"Pasti kau menolak kan? Tidak perlu merasa tidak enak. Anggap saja ini rasa terima kasih ku saat anda melayani saya. Oke"


Alena menggeser kursi dan mempersilakan mr ren untuk duduk.


"Ku jamin ramen nya sangat enak. Tunggu sebentar..."


Bisik alena beranjak untuk memeriksa keadaan ramen nya di kompor.


Sedangkan Mr.ren terlihat senyum untuk pertama kalinya. Ia mengusap usap pahanya karena merasa sangat canggung ia takut di ketahui tuan nya.


"Tadaa... Waaa pasti ini sangat enak. Silahkan mr ren.."


Seraya menyodorkan mangkuk berisi ramen untuk mr ren.


"Terima kasih nona,"


"Sama sama.... SELAMAT MAKAN!"


seru alena yang langsung menyantap makanan nya dengan lahap.


Di susul mr ren yang dengan hati hati menyuap makanan nya.


"Bagaimana, enak kan?"


"Iya nona.... Seperti nya anda punya bakat memasak"


"Ahh tidak juga, sebenarnya aku membuat ini ketika aku malas masak haha"


Mr.ren pun mengangguk di selingi senyum lagi.


"Maaf mr ren apakah saya boleh tanya sesuatu?"


"Oh ya, apa itu? silahkan... Saya akan menjawab sesuai yang saya tahu."


Dengan lagak berbisik alena menutupi mulutnya nya dan berkata.


"Apa hal yang di takuti tuan prince w?"


Mr ren tampak berpikir sejenak, lalu ia menjawab dengan sejujurnya.


"Setahu saya tuan muda tidak takut apapun... karena selama saya mengabdi tidak pernah melihat tuan prince w ketakutan. Ia selalu tenang dalam hal apapun termasuk yang mengancam jiwa nya."


Jawab mr ren dengan tenang.


"Mm .. mungkin karena dia tidak bisa mati dengan mudah ya?"


"Kalau boleh saya tahu, kenapa nona menanyakan hal itu?"


Mendengar perkataan mr ren , alena langsung kelabakan ia langsung mengalihkan topik dan melanjutkan makan nya.


"Tidak ada hanya iseng hehe ... Ayo lanjutkan makan nya"


Ucap alena mempersilahkan.


Mr ren pun mengangguk kan kepala nya di ikuti dengan melanjutkan kegiatan itu.


000000


"Kenapa mereka lama sekali,"


Gumam prince w yang beranjak dari duduk dan berjalan keluar ruangan untuk mencari alena. Tapi langkah nya terhenti ketika suara telp berbunyi.


"Halo, "


"Hei, brother"


Ketika mendengar suara dari balik telepon , wajah prince w langsung berubah ia terlihat bad mood.


"Sudah ku bilang berapa kali padamu."


"Kau berani membantah ya! Ini balas


Budi mu padaku hah? Anak sialan!"


Teriak orang itu dari balik telepon yang ternyata ayah angkat prince dari Prancis.


"...."


Prince mematikan panggilan nya tanpa menjawab apapun.


Prince w menatap ponsel nya lalu melemparnya begitu saja.


000000


"Nona terimakasih atas makanan nya. Saya merasa sangat senang hari ini."


Ucap mr ren yang beranjak dari duduk nya.


"Iya mr ren , terima kasih juga telah menemani saya makan."


Tiba tiba mr ren ada panggilan dari earphone nya.


"Maaf nona seperti nya ada urusan sebentar, silahkan nona segera ke ruangan tuan prince. Saya mohon pamit ya"


"Oh iya, "


Mr.ren pergi meninggalkan tempat itu entah menuju kemana , sedangkan alena menghela nafas karena harus menemui pria itu.


Ia pun berjalan malas ke ruang kerja prince. Lalu mengetuk pintunya perlahan.


Tok tok....


"Aku masuk...."


Alena pun masuk ke dalam ruangan itu, ia melihat prince w sedang berdiri membelakangi nya menatap ke arah luar jendela.


"Tadi kau menyuruhku kesini ada apa?"


Tanya alena dengan tenang.


"...."


Prince tidak menjawab ucapan alena, ia pun menghampiri pria itu dengan hati hati.


"Hey tadi kau,"


"..."


Setelah mendekat , tanpa bicara prince w langsung memeluk alena dari belakang badan nya. Ia berusaha agar alena tidak melihat wajah nya yang sedang terpuruk.


"Ada apa? "


" mau mati bersama ku kayazumi."


"Maksud mu?"


Alena berusaha membalikan badan nya,tapi prince menghalaunya dan terus memeluk leher alena dari belakang.


"Aku ingin mati , Ayo kita mati bersama"


Bisik prince w di telinga alena yang mungil.


"Lebih baik aku membunuh mu dan kabur dari mansion ini"


Gumam alena dengan wajah kesalnya ucapan itu terdengar oleh prince w.


"Kau tidak ingin mati bersama ku? "


"Bodoh tentu saja! Untuk apa aku mati bersama orang yang aku benci."


"Haha....benar...kalau begitu lakukan saja "


Prince memutar tubuh alena ke hadapan nya.


Alena sedikit terkejut melihat keadaan prince yang tampak frustasi.


Ia terlihat menahan tangis,


Tanpa di duga prince memberikan pisau lipat yang alena lempar tadi.


"Mati di tangan mu seperti nya lebih indah."


Ucap prince tersenyum kecil seraya membuka pisau itu dan menyodorkan kan nya pada alena.


Alena menatap bingung, dengan ragu mengambil pisau itu dari tangan prince w.


Lalu Prince w membuka kancing kemeja dan memperlihatkan dada nya.


"Tusuk tepat di jantung ku."


Bisik nya seraya menatap dalam mata gadis itu.


Alena menatap mata prince, ia terlihat gelisah dan kebingungan sebenarnya apa yang harus dia lakukan.


Padahal ini adalah kesempatan bagus untuk nya. Tapi hati nya seperti tidak bisa melakukan itu.


"Sebenarnya apa yang terjadi, kenapa kau meminta ku membunuh mu"


"Bukan kah ini hal yang kau mau? tunggu apa lagi. Ayo lakukan "


Prince menarik tangan alena untuk segera melakukan nya. Tapi alena terlihat menahan nya.


"Kau gila! Bukan seperti ini maksudku!"


Teriak alena berusaha menarik tangan nya.


Tapi prince menahan nya.


"Apa yang membuat mu ragu?"


Tanya prince w dengan serius menatap dalam ke arah alena.


"Itu...aku... Tidak tahu! "


Alena memalingkan pandangan nya lalu prince mengangkat dagu gadis itu.


"Itu karena kau menyukai ku"


Bisik prince tepat di depan wajah alena.


"Tidak!"


Alena berusaha melepaskan kan tangan nya dan pisau itu pun terlempar lagi.


Prince tidak mempedulikan hal itu, ia langsung mengecup bibir alena tanpa basa-basi.


Tapi alena terlihat diam. Ia sedikit terkejut setelah Prince melepaskan kecupannya. lalu Mata mereka saling menatap. Seperti mengirimkan sinyal aneh di antara hati mereka.


"Aku menyukai mu kayazumi"


Bisik prince yang langsung kembali menc*um bibir alena tapi kali ini lebih intens.


Alena terlihat tidak menampik tindakan prince.


Beberapa saat kemudian.


"Ramen, "


Bisik prince yang melepaskan bibirnya dari alena setelah beberapa saat mereka berc*uman.


Alena terlihat malu dan langsung menutupi bibirnya.


"Aku tadi habis makan itu"


"Aku mau,"


"Ha?"


"Aku lapar, buatkan ramen untuk ku"


Ucap prince yang langsung menarik tangan alena menuju ke arah dapur.


"Memalukan sekali....."


Gumam alena dalam benak nya.seraya masih memegangi mulutnya.


000000