THE MUTAN PRINCE'S REVENGE

THE MUTAN PRINCE'S REVENGE
RAHASIA PANGERAN (2)


Flashback ~~~


Di sebuah hutan,


Terlihat anak laki-laki sedang berlari dari kejaran seseorang, wajah dan tubuhnya terluka parah darah terus saja menetes, Lalu ia bersembunyi di sebuah rumah pohon kecil di atas sana.perlahan anak itu memanjat dengan hati hati,sambil menahan rasa lelah hingga ia pun pingsan.


2 hari kemudian seorang anak perempuan datang ke tempat itu ia mengambil bunga bunga yang ia tanam beberapa minggu lalu. Tepat di bawah rumah pohon itu.


Ia merasa keheranan saat melihat ada salah satu bunga yang rusak di injak seseorang, gadis kecil itu mengikuti sisa langkah yang menginjak tanaman nya.


Hingga langkah itu berakhir di atas pohon.


Gadis kecil itu terkejut melihat seseorang disana. Anak laki-laki itu tertidur pulas luka di tubuh dan wajah nya sudah menghilang begitu saja.



Anak itu terbangun dan terkejut melihat gadis kecil di hadapan nya.


"Siapa kau? "


Tanya gadis itu. Menatap ke arahnya


"Aku bukan siapa siapa, "


Jawab anak itu ragu. Ia merasa tidak bisa mempercayai siapa pun lagi.


gadis kecil merasa kasihan dengan penampilan anak laki-laki itu ,tanpa basa basi ia pun menawarkan makanan.


"Apa kau lapar? Aku punya cake buatan ibu ku. Ini sangat enak. Kau pasti menyukai nya"


Ucap nya seraya menyodorkan cake itu dengan wajah ceria.


"Ak..aku tidak menyukai.."


"Tunggu , aku punya sup spesial.kau pasti tidak akan menolak nya Tapi kita harus turun karena aku tidak bisa membawa nya keatas sini .ayo ikut aku!"


Gadis kecil itu menarik tangan anak laki-laki agar ikut bersamanya,mereka turun dari rumah pohon lalu ia mengajak nya kesebuah gua buatan yang di bangun oleh nya.


"Ini adalah gua buatan ku.bagus kan? Bagaimana kalo kau tinggal disini,aku setiap hari akan mengirimkan makanan untuk mu. "


"Tapi aku bukan seorang..."


"Akhirnya aku punya seorang teman disini.... Tempat nenek sangat menyenangkan!"


Ucap gadis kecil itu dengan sangat gembira.


Beberapa hari,lalu berminggu-minggu mereka menjadi sangat akrab. Anak laki laki itu ia sapa dengan panggilan boy. Sedangkan gadis itu bernama kayazumi.


Kayazumi selalu datang membawa makanan untuk boy lalu bermain bersama hingga petang tiba. Setelah petang kayazumi akan segera kembali ke rumah nenek nya. yang berada Di sebrang jalan hutan.



Suatu hari boy merasa sudah seharusnya ia mengatakan yang sebenarnya pada kayazumi.


"Kayazumi seperti nya aku harus menyampaikan sesuatu pada mu."


"Ada apa boy, katakan saja"


"Baiklah,tapi hal ini tidak boleh kau bicarakan pada siapa pun. "


"Apa itu,"


"Apa aku bisa mempercayai mu?"


"Tentu saja!"


Seru nya dengan mantap!"


Mendengar seruan kayazumi , boy merasa sangat senang dan tersenyum.


"Sebenarnya aku bukan manusia, aku seorang mutan. Aku bisa menyembuhkan luka ku dengan sangat mudah. Tapi ada satu hal yang tidak boleh mereka ketahui "


"Waw sungguh menakjubkan, hal apa yang tidak boleh mereka ketahui?"


"Jika aku kehabisan darah 50% dari tubuh ku.maka aku akan mati seketika. Maka dari itu aku harus meminum darah makhluk lain. "


"Apa kau seorang anak vampir?"


"Aku tidak tahu,"


Jawab nya dengan lesu.


"Jadi kau bisa melindungi ku? Hebatnya.."


Kayazumi bertepuk tangan dan memuji sahabat nya itu.


Boy kembali tersenyum mendengar ucapan kayazumi.


Beberapa hari kemudian kayazumi tidak datang ke gua itu. Boy merasa kesepian dan sedih tapi ia terus menunggu kedatangan kayazumi.


1 minggu kemudian alena datang dengan perban yang menempel di kepala nya.


"Kayazumi ? Ada apa dengan mu?"


"Tidak ada apa hanya terbentur saat bermain. Maaf aku beberapa hari ini tidak datang menemui mu."


"Tidak apa apa ... Yang penting tidak terjadi apa apa pada mu."


"Hmm.... Ini aku membawa sup kesuksesanmu. Pasti kau merindukannya kan...cepat makan! aku harus segera pulang "


"Baiklah... Terima kasih"


Serunya dengan cepat memakan sup itu.


Setelah selesai, kayazumi bergegas pergi . Beberapa hari selanjutnya kayazumi selalu datang tergesa gesa, hingga hari berikutnya lagi kayazumi datang.



Kini ia memakai penutup kepala, membuat boy gelisah dan keheranan tapi setiap ia tanya kayazumi tidak mau menjawab.


"Boy seperti nya kau harus pergi dari tempat ini. Aku juga akan pergi "


"Apa maksud mu? Aku tidak mengerti."


"Kau harus per.....


"KAYAZUMI! DIMANA ANAK ITU!"


seorang pria dewasa mengikuti kayazumi ke dalam hutan ia mencari boy yang selalu kayazumi ceritakan dalam buku diary nya. Buku itu di temukan oleh kakek dan pamannya.


"boy kau harus segera! "


DORRRRR


suara senapan api terdengar mengelegar di dalam hutan.


Boy merasa ketakutan hingga ia pun berlari ke arah yang salah , paman kayazumi langsung menangkap boy tapi boy berhasil melepaskan diri . Hingga kakek kayazumi menembak kaki nya , ia pun terjatuh. Kayazumi melihat kejadian itu menjerit ketakutan.


Kakek kayazumi mendekat ke arah boy dan menyayat tangan boy...seketika luka itu menghilang Perlahan


"Hebat sekali.... Benar apa yang kau katakan kayazumi ! Dia memang nyata"


Mendengar ucapan kakek itu , boy menatap sedih ke arah kayazumi. Ia tidak menyangka kalau gadis kecil yang ia percayai akan mengkhianati nya.



Sedangkan kayazumi menggeleng kan kepalanya membantah semua ucapan kakeknya.



Kakek kayazumi yang seorang ilmuwan mencoba kembali menyayat kaki boy . Boy meringis kesakitan tapi perlahan luka itu menutup lagi.



Paman kayazumi pun merasa tercengang ia tertawa bahagia menemukan temuan yang luar biasa.



Sementara kayazumi di tarik oleh paman nya untuk kembali pulang.


"Boy tolong percaya pada ku!"


Teriak nya menjauh dari tempat itu


"Kau penghianat."


Gumam nya menatap kepergian kayazumi.


Sedangkan ia di kurung oleh kakek kayazumi di sebuah laboratorium sebagai bahan percobaan.


Flashlight~~~


" Akhhhh!"


Teriak prince w terbangun dari mimpi buruk nya.


Alena yang berada di samping nya terkejut menatap prince yang tiba tiba berteriak saat tidur.


"Kenapa kau melewati batas nya!"


Bentak nya menjaga jarak dari tubuh prince.


Alena menatap jam dinding yang menunjukkan pukul 01.00 malam.


Ia merasa kesal dan memarahi prince w


"Lihat ini jam berapa? Menjauh lah aku ingin tidur dengan nyenyak."


Ucap nya dengan sedikit emosi.


Tapi prince malah menatap wajah alena dengan ekspresi sedih.


"Kenapa kau mengkhianati ku? Aku sudah sangat senang kau orang yang ku percayai saat itu."


Bisik prince seraya mengusap lembut pipi alena. Yang berbaring di samping nya.


Alena mematung tak menyangka, melihat sikap pria itu ia merasa heran lagi.


Tangan prince menyibak rambut alena yang terurai lalu mengusap leher alena dengan hati hati.


Tiba tiba prince meneteskan air matanya, membuat alena tidak bisa berkata apa pun melihat kejadian itu.


"P...prince..apa kau, baik...."


Prince bangun dari posisi itu, ia mengusap kedua matanya yang basah. Lalu kembali menatap alena dengan tatapan sinis nya.


Alena menjadi ketakutan, seketika ia berniat menjauh dari posisi prince tapi prince malah mencekik nya .


"Seharusnya nya kau tau penderitaan ku saat itu."


Ucap nya tersenyum tapi dengan wajah seperti ingin menangis.


Ia menatap ekspresi alena yang sedikit memucat karena kehabisan nafas.


Alena tidak bisa berkata apa pun, ia hanya memukul mukul tangan prince lalu kemudian menamparnya dengan kuat karena sudah tidak bisa bertahan lagi.


PLAK!


"ohok! Ohok! Kalau kau ingin membunuh ku kenapa kau menikahi ku hah!!! Kau memang benar benar gila!"


Bentak alena memegangi leher nya yang terasa sesak.


Prince mengangkat tubuh alena begitu saja lalu mendudukan nya di paha nya. Sementara ia bersender pada tepi ranjang.


"Turunkan aku,"


Bentak alena memundurkan wajahnya.


"..."


Prince tidak menjawab, ia menatap dalam mata alena yang sudah berada tepat di depan wajah nya.


"Meskipun aku merasa sangat sakit tapi perasaan ku tidak akan pernah berubah. Kau juga merasakan hal yang sama kan kayazumi?"


Tatapan prince sangat dalam menelusuri mata alena.tak lama ia pun menatap bibir alena dan perlahan menc\*um nya dengan lembut tapi bernafsu,Meskipun terasa liar tapi kali ini ciuman nya di lakukan dengan lembut.



Alena tidak menolak c\*uman liar dari prince w malam itu, ia mengikuti irama permainan prince w.


Beberapa menit kemudian prince menghentikan kegiatan nya , dan kembali menatap alena. Mereka pun saling menatap.


"C*um aku, "


Bisik prince w memegang kedua pinggang alena.


Alena menggeleng seraya menyentuh bibir nya.


Prince kembali menyibakkan rambut alena lalu menc\*umi leher alena kemudian menghisap nya beberapa kali.


Membuat nya merasa kan sensasi aneh.


"Mmmhh,, "


Alena sedikit melengguh dan mengigit bibir bawahnya.


Prince menghentikan aksinya lagi, ia menatap wajah alena yang sudah memerah.


"C*um aku, kayazumi"


Entah kenapa alena merasa seperti telah bertemu dengan seseorang yang telah di rindukan nya. Perlahan Alena merangkul leher prince kemudian Ia mendekat kan bibirnya pada bibir prince dan Alena pun membuka sedikit mulut nya.


Baru saja bibir mereka bersentuhan prince sudah menyambut nya dengan nafsu yang menggebu.


Malam itu terasa panas , meskipun udara di luar sangat dingin. Prince semakin liar menjelajahi tubuh alena. Sedangkan alena seperti hilang akal menerima semua perlakuan dari prince w.



Seketika itu Alena merasa seperti ada hal yang mengingatkan nya pada sesuatu yang pernah ia alami. Tapi entah apa yang mengusik pikiran nya itu. Ia perlahan memejamkan mata hingga nafas nya seakan terhenti ketika sesuatu menusuk leher nya.


"Akh,"


Lengguh nya menahan nyeri.


Alena kembali membuka matanya, perasaan nyeri itu semakin terasa menusuk pembuluh darah nya. Hingga ia pun mendorong tubuh prince yang sedari tadi menindih nya.


"kenapa ini terasa...."


Bisik nya seraya mendorong ringan tubuh prince w.


Alena tiba tiba membelalak kan matanya ke arah prince w, ia melihat darah segar menetes di tepi bibir pria itu, tapi dengan cepat lidah prince menarik nya kembali ke dalam mulut.


Bola mata prince w perlahan berubah menjadi biru.


Ia menatap ke arah gadis yang sedang ketakutan itu.


"Sangat nikmat,"


Bisik nya seraya menampilkan taring tajam di sudut senyum smirk nya yang menakutkan.


Alena beranjak dari ranjang nya,tubuh nya gemetar dengan tangan yang masih memegangi Luka di leher nya.


"Si...siapa kau! "


Teriak alena melangkah mundur dan menabrak lemari di belakang nya.


000000