THE MUTAN PRINCE'S REVENGE

THE MUTAN PRINCE'S REVENGE
PANGERAN IBLIS


Mr. ren membuka pintu mobil dan mempersilahkan alena untuk turun, dengan malas nya alena keluar dari mobil itu.


Pelayan melihat keadaan alena yang sangat berantakan. Prince memberi isyarat untuk lekas membersihkan gadis itu dan membawa nya ke upacara pertunangan.


Pelayan itu memburu ke arah alena dan membawanya bersama nya.


"Tuan muda apa tuan besar tidak akan mencurigai nya. ?"


"Tidak, aku sudah mengatur semuanya. Ini hanya sementara."


"Baiklah tuan muda, saya mohon pamit"


Ucap mr ren. Menjauh dari hadapan prince w ia memasang wajah sedikit gelisah.


000000


"Apa upacara itu masih akan berlangsung, '


"Tentu saja nona..."


Ucap sang pelayan yang selesai memasang resleting di belakang punggung alena.


Alena kembali murung dan menghela nafas panjang.


"Aku sudah berakhir,"


Gumam nya menatap cermin rias yang berada di depan.


1 jam pun berakhir , alena keluar dari kamar nya dengan tampilan yang sempurna. Ia nampak cantik,anggun, dan bersinar.


Prince menatap nya dengan ekspresi datar seperti biasa.


Ia menyerahkan lengan nya untuk di gandeng alena. Perlahan alena merangkul prince w dengan takut. Lalu mereka berdua masuk ke dalam lift dan turun ke lantai bawah.


Alena kebingungan, ia melihat arah panah bawah yang ada di lift. Padahal tadi dia ada di lantai 1.


Prince melirik tingkah alena.


"Ki ..kita mau kemana?"


"Upacara pertunangan."


Jawab prince w singkat.


"Tapi ini ..apa kah bawah tanah?


Prince tidak menjawab ucapan alena.ia menatap nomor lift dan mereka pun sampai di lantai 3 dasar di bawah tanah.


Pintu lift terbuka, mereka pun melangkah keluar . Alena mendapati pemandangan seperti di dalam gua yang sunyi dan sejuk. Setiap dinding di hiasi lampu bunga yang cantik. Jadi keadaan sama sekali tidak gelap.


Ia pun mencium aroma harum di sepanjang jalan menuju ujung ruangan itu.


Mereka sampai di ujung langkah nya, lalu alena sangat terkejut melihat peti mati transparan yang terdapat mayat wanita cantik di dalam nya. Mayat itu terlihat memakai dress hitam dengan hiasan mawar merah di rambut nya.


Alena sangat tercengang bukan main.


"Ibu aku datang, hari ini kami akan bertunangan."


Prince bergumam seraya mengambil dupa untuk di bakar di hadapan peti itu.


Alena nampak terus menunduk, ia tidak berani menatap mayat ibu prince yang terlihat masih sangat terawat di dalam sana.


Prince meraih tangan alena dan tanpa di duga ia hendak menyayat pergelangan tangan alena. Saat alena ingin menolak. Prince menatap nya dengan wajah yang membuat alena begitu saja merasa takut.


Setelah sedikit menyayat pergelangan tangan alena. Prince w menghisapnya , lalu menelan darah itu. Dengan sangat tenang.


Alena membelalak kan matanya. Ia tak menyangka jika upacara pertunangan nya seperti ini.


"Apa ini? Apa aku tidak sedang bermimpi kan?


Ucap alena dalam benaknya


Prince mengambil kelopak bunga mawar untuk menutupi luka dari pergelangan alena.


Setelah itu prince menyayat jari telunjuk nya darah segar pun menetes, lalu ia meminta alena untuk menj*latnya.


Alena menggeleng geleng, tapi prince w memaksa nya. Karena takut ia pun menurut saja


"Sekarang kau tidak bisa pergi kemana pun. Beri penghormatan pada ibu ku."


Alena membungkuk kan badan nya ragu.


"Sa...salam ibu , aku kayazumi alena."


Ucap nya beralih menatap ke arah prince w.


Upacara pun selesai, mereka masuk ke dalam lift untuk segera kembali ke atas.


Alena melirik prince ia ingin menanyakan sesuatu tapi merasa sangat takut.


Ia pun kembali menunduk tapi ada hal yang membuat alena merasa heran.


Jari telunjuk prince yang tadi tersayat luka nya tiba tiba hilang. Ia terus memperhatikan jari itu. Ketika teguran prince membuat nya terkejut.


"Lihat apa kau?"


"Hah? Tidak, aku melihat sepatu ku memang kenapa ?!"


Alena sedikit meninggi kan nadanya sedikit menyembunyikan kecurigaan.


"Kau merasa heran? "


Tenyata prince w.sudah memperhatikan alena sedari tadi.


"Tidak, "


Jawab alena memalingkan wajah ke arah lain.


"Orang bodoh seperti mu lebih baik diam.


Gumam prince w menatap jam di tangan nya.


"Apa kau bilang?!


Alena merasa kesal dengan ucapan prince w.


"Dasar iblis sialan,"


Alena balik mengatai pria itu.


Prince menarik tangan alena yang tadi di sayat. Ia memperhatikan lukanya memastikan agar tidak melebar.


"Jangan menarik seenak nya! "


Alena menarik kembali tangan nya.


"Baru kali ini aku melihat upacara pernikahan yang sangat sangat aneh.apa kau menganut aliran sesat?"


"Apa kau bilang? Aliran sesat?"


"Tidak, maksud ku kenapa kau melakukan hal yang sangat..."


Brak!!!


Prince memukul dinding lift di samping alena.alena terkejut lalu dengan cepat menunduk kan kepalanya.


"Jangan pernah mencampuri urusan ku. Kau hanya sebuah persyaratan. Diam dan ikuti semua perintah ku. Mengerti?"


Cling


Pintu lift pun terbuka, mereka di sambut oleh beberapa kerabat prince w. Yang sengaja datang dari prancis.


"Banyak sekali orang barat,"


Gumam alena merasa sedikit canggung dan terus mengekor di belakang prince w.


"Ikuti aku,"


Bisik prince w menoleh pada alena, kemudian mereka menghampiri para tamu.


"Hai tuan willson sudah lama kita tidak bertemu,"


Seru seorang pria yang berparas asing, mendekat ke arah prince dan alena.


"Seperti nya orang yang di undang kesini bukan orang sembarangan. Jadi Mana mungkin aku bisa punya kenalan pria seperti ini di masa lalu."


Ucap alena dalam benak nya.


"Begitulah, Terima kasih sudah datang kesini."


Ucap prince tanpa reaksi berlebihan.


Pria itu melirik ke arah alena,dan memuji kecantikan nya.


"Istri mu sangat menawan, siapa nama mu?"


Tanya pria itu menyodorkan tangannya bermaksud ingin menjabat tangan nya.


Tanpa merasa ragu alena menyambut tangan pria itu dan melemparkan senyum manis nya.


Di situ, prince terlihat sedikit risih.


"Kepada para tamu terhormat, sebentar lagi pesta dansa akan segera dimulai.mohon untuk berkumpul di tengah acara Terima kasih."


"Aku tidak bisa berdansa, "


Bisik alena memberi isyarat pada prince.


"Ikuti saja langkah kaki ku."


Jawab prince perlahan mendekap pinggang alena , bersiap untuk berdansa.


Suasana senja hari itu terasa sangat tenang dan damai. Alena merasa seperti nyaman ketika mendengar lantunan biola dan musik klasik mengiringi setiap langkah dansa nya. Tanpa disadari ia berhasil mengikuti gerakan tubuh prince yang lembut mengarahkan dirinya.


Alena menatap wajah prince,terasa berbeda saat itu ia tidak merasa takut meskipun ekspresi datar prince masih tetap sama.


Prince w tiba tiba menarik tubuh alena dengan kasar lalu mendekap nya di dada. Kemudian berputar menggantikan posisi alena. Alena terkejut lalu


SRETTTTTZZZZZ..


Anak panah melesat begitu saja menembus punggung prince w . Di susul dengan panah yang lain memburu ke segala arah sontak Semua tamu berhamburan menyelamatkan diri


"Semuanya berlindung!!, Mohon kembali ke dalam ruangan!"


Teriak mr.ren memberikan arahan, lalu memberikan perintah pada pengawal untuk segera melindungi seluruh ruangan di rumah itu.


Sedangkan prince dengan cepat merogoh pistol di dalam jas nya dan berbalik mengambil posisi menembak.


DORRRR!!!!


prince berhasil menembak pemanah itu.


Lalu dengan cepat ia mencabut anak panah yang menancap menembus dada nya.


Darah segar mengalir begitu saja,


Ia melihat anak panah itu dan terkekeh kecil.


" Kau ingin menggertak ku, iblis tua."


Gumam nya menatap anak panah itu.


Prince melirik ke arah alena Ia terlihat sedang ketakutan, badan nya bergetar setelah menyaksikan setiap aksi prince yang ada di hadapannya. Lalu menatap ke arah prince dengan sangat takut ,alena bermaksud untuk lari tapi prince berhasil menarik alena lebih dulu. Ia membuang anak panah itu. lalu mendekap alena,


Darah dari dada prince tersentuh oleh tangan alena ia semakin merasa ngeri.


Prince tersenyum smirk ia seperti tidak merasa sakit meskipun wajah nya sudah memucat.


"Jangan harap bisa kabur lagi."


Bisik prince di selingi darah yang mengalir dari sudut bibir nya.


"T..tidak aku hanya..."


Alena mencoba untuk mengelak karena ia hanya merasa takut.


Belum sempat mengakhiri kalimatnya prince sudah pingsan di bahu alena.


"Tuan !! Prince w!!! Bangun tuan!!!"


Alena mencoba membangun kan prince.


Ia terduduk karena tak mampu menahan beban tubuh Pria itu.


Akhirnya mr .ren datang setelah mengurusi semua, lalu mereka membopong prince w masuk kedalam.


000000



Alena duduk di sebelah prince yang sedang terbaring, ia menatap dada pria itu yang kini sudah di perban. Lalu menatap ke arah wajah nya,


Ini kesempatan nya untuk melarikan diri tapi entah mengapa alena tidak berniat kabur Seperti ada sesuatu yang menahan nya untuk melangkah pergi.


"Kenapa bisa seperti ini , seharusnya panah itu menancap di tubuh ku.."


Gumam nya seraya melihat darah yang mengering di tangan nya.


000000


Terima kasih untuk semua dukungan kalian... Love all~