THE MUTAN PRINCE'S REVENGE

THE MUTAN PRINCE'S REVENGE
RACUN


Prince menatap alena dari balik kaca sebuah ruangan scan.alena terlihat masih tertidur di atas mesin scanner. kemudian seseorang menghampiri nya dan memberikan hasil dari pemeriksaan itu.


"Tuan saya tidak menyangka ini bisa terjadi,"


Bisik prof itu sambil menyerahkan hasil scan nya.


Prince tidak memperhatikan ucapan prof itu, ia malah terkejut dengan hasil scan nya.


"Seperti nya seseorang telah menanamkan chip di dalam pembuluh darah otak nona ini. biasanya di buat untuk mengambil informasi terkini yang di lihat oleh otak.cara kerja nya seperti lensa kamera tapi alat itu juga tidak bisa bertahan lama ketika sang tuan otak mengingat masa lalu dengan paksa.untung saja alat itu sudah rusak"


"Lakukan operasi sekarang,lalu lacak chip itu, aku ingin tahu siapa dalang yang melakukan nya.juga Berikan laporan itu secepatnya. Aku akan tinggal disini hingga dia pulih."


"Baik tuan, saya pamit untuk mempersiapkan semuanya"


Prince pun mengangguk dengan tatapan yang masih tertuju pada gadisnya.


Prof itu pun pergi meninggalkan prince yang masih berdiri, ia perlahan meremas laporan itu lalu tiba tiba saja matanya berubah warna menjadi merah menyala.



Earphone prince tiba tiba menerima panggilan dari mr ren.


"Tuan pria itu datang kemari, saya tidak tahu jika dia bisa menemukan tempat ini."


"Ternyata tikus kecil yang melakukan nya."


Bisik prince yang langsung mematikan panggilan nya lalu berjalan meninggalkan ruangan itu. Dan menyusul ke tempat mr ren.


000000


"Hallo~ tuan ku yang sangat tampan. Aku datang kemari dengan damai. Kau masih ingat dengan ku kan?"


Teriak seorang pria yang berada di atas pintu pesawat seraya memainkan pistol yang di genggam nya.


"Hm, sudah ku duga. Untuk apa kau melakukan hal bodoh pada istri ku?"


Ucap prince dengan tatapan tajam ke arah mark yang ternyata menanam chip itu.


"Istri mu? Maaf.... Aku hanya mematuhi perintah saja. Oh iya Selamat datang kembali untuk mu... Sudah lama kita tidak bertemu ya, Aku tidak suka berbasa basi sebaiknya kau ikut dengan ku sekarang juga."


Mendengar ucapan mark , prince malah tersenyum smirk dan perlahan taring itu muncul keluar disertai mata merah yang menyala bersiap untuk menerkam mangsanya.


"Wah wah, tenang lah kawan"


Ucap mark seraya mengangkat pistol gun,Lalu ia pun menembak prince tanpa ragu.


Tapi prince berlari dengan begitu mudah menghindari tembakan itu.


Prince sudah berada di hadapan pria itu sekarang, ia tersenyum smirk dan meremas kerahnya lalu dengan cepat memutar tangan yang sedang memegang pistol itu.


"Sial"


Lirih nya menahan sakit karena cengkraman dari prince.


"Siapa yang menyuruh mu menanam chip itu?"


"Aku tidak bisa mengatakan nya, lebih baik kau ikut dulu bersama ku. Nanti kau akan tahu"


Prince tersenyum kesal lalu kembali memasang wajah sinis nya.


"Kau mau mati sekarang? Atau ku patah kan saja tulang tulang mu?"


"Coba saja kalau kau bisa, "


Mark menusukkan jarum kecil ke tangan prince membuat ia sedikit lengah hingga pria itu pun berhasil menjauh dari posisi prince.


"Apa yang ...."


Tiba tiba saja tangan prince yang di tempelkan benda asing itu merasa kram dan mati rasa. Tapi meskipun begitu ia berusaha mengejar mark dan mencakar dirinya. Mark tertawa melihat keberhasilan nya.


"Yuhuuu , sebentar lagi tangan mu akan melebur. Padahal aku baik baik datang kesini dengan damai...tapi sepertinya kau sangat keras kepala,kalo begitu lain waktu saja aku kembali ya untuk memaksa mu."


"Mau kemana kau brengsek, jangan kabur!"


Prince menahan rasa sakit otot yang hebat itu, ia melihat kepergian mark begitu saja dengan pesawat yang datang menjemput nya. Prince mengambil pistol dengan tangan kirinya dan menembak pesawat itu,


"Oh iya! Sampai kan salam ku pada kayazumi tersayang. Bye bye"


Teriak mark setelah menerima tembakan dari prince yang meleset ke arah nya. Lalu ia melambaikan tangan


Melihat nya prince merasa kesal,ia melempar pistol itu dan menyingsing kan lengan nya,


Prince terkejut Melihat otot-otot nya muncul lalu warna tangan nya membiru.


Mr ren menghampiri nya dengan khawatir setelah tak bisa menahan lagi menuruti atas perintah prince agar jangan mendekati nya saat itu,


"Tuan , pria itu berbahaya tadi bisa saja kami mengepung nya. Kenapa anda membuat keputusan seperti ini"


"Dari bau tubuhnya seperti nya aku pernah bertemu dengan orang itu, sudahlah jangan terlalu di pikiran kan "


Prince memegang tangan nya dan beranjak masuk kedalam,


"Tangan anda,"


Ucap mr ren yang berusaha memapah nya .


"Aku baik baik saja, tolong panggilkan prof. Sino"


Ucap prince seraya duduk tenang di salah satu sofa yang ada di sana.sembari melihat keadaan tangan nya sendiri.


"Baik tuan,"


Ucap mr.ren terburu buru ke arah ruangan prof.sino


Tak lama prof itu datang menghampiri prince, ia terkejut seraya memeriksa lengan prince yang membiru seperti orang mati.


"Sepertinya anda terkena racun zombie,saya akan menyuntikan obat untuk mencegah penyebaran nya dulu tuan, maaf"


Bisik nya tanpa ragu menyuntikan obat pada lengan itu setelah prince mengangguk kan kepalanya.


Ia tidak bicara karena rasa sakit yang tak tertahan kan.


"Tuan, untung saja mutasi gen anda memberikan penyembuhan cepat jika saja sel itu sudah hilang maka bisa jadi racun ini menyebar dengan cepat keseluruhan tubuh anda.."


Prince terdiam mendengar ucapan prof.sino ia menghela nafas nya lega karena rasa sakit itu berangsur menghilang.


"Seperti apa racun ini,aku belum pernah melihat sebelumnya."


"Racun ini tidak mudah didapatkan, saya pernah mendengar kalau dulu pusat pemerintahan sedang mengembangkan nya "


"Menarik..."


Bisik prince dengan senyum sinis menatap kekosongan.


000000


Keesokan harinya alena terbangun ia merasa kebingungan, melihat situasi dirinya saat ini.


"Kepala ku. Kenapa,"


Bisik nya dengan suara serak


Mr.ren menghampiri alena dan memberikan sarapan untuknya.


"Nona, tuan prince w meminta saya untuk mengantar kan ini. Tolong Segera di makan"


"Ada apa dengan ku? Kenapa saya seperti sudah menjalani operasi?"


Alena merasa heran dan terkejut karena yang ia ingat hanya ketika ia pingsan di hadapan prince w.


Sesuai perintah prince w, mr ren harus mengatakan kebohongan pada alena.karena ia tidak bisa melibatkan gadis itu dalam rencana nya nanti.


Mendengar penjelasan alena ia tidak marah sama sekali justru ia merasa sangat terselamatkan.


"Terima kasih tuan, telah menyelamatkan saya."


"Maaf nona, simpan saja terima kasih nya untuk tuan muda. Sekarang anda harus makan dulu."


Ucap nya menyodorkan sup kesukaan alena.


Alena tertegun dan menerima semangkuk sup itu.lalu ia bertanya,


"Dimana tuan muda?"


"Ia sedang beristirahat di kamar lain."


Ucap nya seraya menyimpan nampan yang berisi makanan lainnya di meja.


"Baiklah nona saya mohon pamit.jika membutuhkan sesuatu bisa menekan layar di samping anda."


"I..iya terima kasih."


Setelah kepergian mr ren. Alena menatap sup itu dan tersenyum kecil.


Lalu menyantap sup itu hingga habis.


000000



Dikamar lain prince w dan prof.sino sedang bersiap menyuntikan mutasi gen itu lagi. Menurut anjuran prof sino. Justru sel itu yang akan menyelamatkan situasinya sekarang. Padahal prince sedang berusaha menghapus gen mutasi itu tapi malah harus mengulur waktu lagi.


" Setelah menyuntikan nya kau harus pergi dan mengunci pintu ini."


Ucap prince w yang duduk dengan posisi tangan yang terikat oleh rantai di sebuah kursi besi.


"Baik tuan, akan saya lakukan."


Perlahan prince menerima suntikan itu dari prof sino.


Setelah gen itu mengalir di darah nya, mata prince berubah memerah seluruh kulit nya pun memucat .ia menunduk dan membuat prof sino dengan cepat keluar dari ruangan serba besi itu lalu mengunci pintu nya dari luar.


Prince menahan rasa liar itu, taring di gigi nya mulai bermunculan.ia merasa sangat haus akan darah .tapi pria tampan itu terus menahan nya hingga ikatan tangan itu terlepas. Ia mencoba mengontrol dan melampiaskan kan nafsu itu pada barang yang ada di sekitar nya.


Dari luar terdengar prince w yang mengamuk dan memukul mukul dinding besi yang tebal itu.


Tak di sangka ternyata alena merasa getaran di dinding ruangan nya. Dan mendengar sebuah teriakan seorang pria


Ia kira itu sebuah gempa lalu ia memanggil mr ren dari layar di samping nya.


Mr. Ren pun tiba di sana dan menanyakan perihal alena memanggil nya padahal ia sudah tahu pasti karena gadis itu mendengar sesuatu.


"Tuan seperti nya aku mendengar teriakan seseorang apakah itu..."


"Maaf nona iya itu tuan muda ia sedang menjalani pengobatan."


"Apa maksud mu pengobatan? Itu jelas terdengar seperti kesakitan. Apa aku boleh melihat nya"


"Tidak bisa nona sangat berbahaya, ia meminta agar tidak ada yang...."


Belum juga mr ren menyelesaikan kalimatnya.


Alena beranjak dari tempat tidur .dan berlari kecil melewati mr ren keluar ruangan mencari arah suara itu.


Mr ren berjalan tenang menyusul alena. Alena terus mencari sumber suara itu, kini ia sudah menemukan nya dan menggedor pintu itu dengan keras.


"Iblis bodoh! Buka pintu nya!"


Teriak Alena dari luar pintu


Mr ren menghampiri alena dan memohon agar ia tidak usah menghiraukan tuan nya.


"Nona tolong jangan membuat hal yang gegabah, sesuai perintah tuan..."


"Berikan kuncinya! "


"Nona saya tidak,"


"Dorr!!!!


Alena meraih pistol di balik baju nya dan mengarah kan pistol itu ke arah lubang kunci nya


Mr .ren terkejut, ia tak menyangka dengan aksi gadis itu.


Di dalam ruangan, prince sedang terduduk lemas di pojokan setelah memukuli apa yang ada di sana. Keadaan saat ini sangat kacau dan berantakan. Perlahan alena masuk kedalam dan menutup pintu itu, prince menyadari nya lalu menatap tajam ke arah suara yang baru saja masuk.


Lalu ia tersenyum smirk dan beranjak dari duduk nya. Baru saja alena ingin menghampiri nya Secepat kilat prince sudah berada di hadapan alena.


Alena melawan rasa takut nya dan menodongkan pistol yang tadi ia bawa ke arah leher prince.


"Aku kayazumi!!!!"


Teriak gadis itu dengan tangan gemetar nya. Menatap tajam ke arah tunangan nya.


Prince malah menghiraukan pistol itu dan menarik tangan alena lalu menghirup nya. Hingga mata prince terpejam sesaat menikmati aroma tubuh alena. Prince terus bergerak menghirup tangan alena hingga ke lengannya.


Gerakan itu membuat alena waspada ia menodongkan lagi pistol itu ke arah kening prince w.


Mata prince terbuka setelah merasakan sesuatu di keningnya, ia menatap tajam ke arah alena. Saat Alena bersiap untuk menarik pelatuknya, prince dengan cepat menangkis pistol itu dan mendekap tubuh gadis nya.


Prince memeluk erat tubuh alena , ia memendam kan kepalanya nya ke leher gadis itu. Sedangkan alena berusaha menyadarkan prince w.


"Bangun!!! Ini aku kayazumi!!!!"


Teriak alena memukul mukul pundak pria itu


"Darah ..."


Gumam prince menjilat leher alena lalu tanpa aba aba prince menggigit nya kemudian menghisap darah alena dengan nafsu yang menjalar di seluruh tubuhnya.


"Akh!!!! "


Lirih alena tanpa melakukan perlawanan.


Prince kembali menghirup bagian bawah leher alena dengan liar dan mengigit nya lalu menghisap nya lagi dan lagi. Ia terlihat sangat menikmati sensasi rasa dari setiap tegukan nya


"Anggap saja ini balas budi ku."


Gumam gadis itu dengan mata yang setengah menutup.


Tatapan prince berubah tenang setelah melihat kalung yang di pakai alena. Ia tersadar dan menghentikan aksinya.


"Kayazumi,"


Ucap nya melepaskan diri dari alena


"Bodoh kau sadar juga,"


Bisik lirih gadis itu menatap sayu ke arah prince w.


"Kenapa kau masuk kemari!!!!!"


Teriak prince seraya taring dan mata iblis itu menghilang.


"Kau berteriak seperti orang gila, itu menganggu ku istirahat"


Ucap nya sambil menutupi luka yang di buat prince w.


Prince tidak mengatakan apapun ia menarik tubuh alena lalu memeluk nya erat.


000000