
pagi harinya alena terbangun, ia menatap langit langit kamar dan merenung sejenak mencoba berfikir kembali mengapa ia bisa berada di tempat itu.
Di sela pikiran nya yang kacau alena membayangkan kejadian semalam, ia menduga sepertinya pria itu punya penyakit psikis. Karena tingkah lakunya yang sangat 'berani'
Alena memikirkan nasib nya kelak jika menikah dengan orang seperti itu.
Ia memukul mukul bantal lalu mengacak acak rambut nya frustasi.Karena tidak menemukan ingatan tentang pria itu
Alena tiba tiba teringat akan ponselnya, lalu menoleh ke arah laci dan dengan cepat memburu ke arahnya.
" Mana mungkin juga..."
Bisik nya menghela nafas setelah tidak menemukan apa pun disana.
Tiba tiba seorang wanita yang berpenampilan sangat rapi mengetuk pintu dan masuk dengan hati hati.
"Selamat pagi saya desainer yang di tunjuk tuan prince,nona saat nya bersiap untuk mengganti pakaian. Acara nya akan di mulai 5 jam lagi. Tuan muda meminta saya untuk mempersiapkan anda."
"Maaf tpi sepertinya saya ada keperluan sebentar,"
" Begitu ya...tapi tuan prince meminta agar saya selalu bersama anda."
"Tenang saja , tunggu sebentar aku hanya ke kamar di sebrang itu .. ponsel ku tertinggal disana"
Alena menunjuk kamarnya kemarin yang berada di sebrang kamar prince
"Begitu ya , apa saya saja yang ambil kan? "
"Ohh tidak usah, hanya beberapa langkah dari sini. Tunggu ya tidak akan lama"
"Baiklah nona. Silahkan.."
Setelah Alena mengambil langkah menuju pintu ia menggunakan kesempatan ini untuk melarikan diri secepat mungkin.
Entah mengapa di rumah itu tampak tidak ada orang satu pun hanya beberapa penjaga di depan gerbang.
Alena sedikit kebingungan, ia berlari kesana kemari mencari jalan lain. Hingga ia menemukan jendela dari lantai 2 yang menembus ke halaman belakang rumah.
Ketika ia melihat ke bawah jendela itu. Alena sedikit terkejut di lantai 2 pun sudah sangat tinggi. Tapi ia tidak menghiraukan rasa takutnya yang ia pikir kan hanya pulang.
"Bersiap lah alena..."
Gumam gadis itu dengan pelan menuruni setiap pijakan kecil yang ada. Hingga kaki nya menggapai tembok gerbang yang cukup memudahkan langkahnya.
"Tidak sia sia mempunyai kaki yang panjang .."
Gumam nya lagi dengan ekspresi senang.
Alena menuruni tembok itu dengan melompat ke tanaman semak di bawah gerbang itu.
Setelah memijak tanah tanpa alas kaki, alena belari Ke daerah belakang rumah itu tanpa arah. Ia harus menemukan jalan raya secepatnya, dan segera meminta bantuan.
"Aku harus cepat!"
Bisik nya dengan lari terbirit-birit tak berapa lama alas kaki nya terasa sakit. Tp ia terus berlari tanpa mempedulikan apapun.
Setelah 20 menit berlari, ia merasa lelah dan berisitirahat sejenak. Sangat kebetulan mobil polisi melintas, ia segera berteriak dan melambaikan tangan . Berusaha terlihat oleh mereka seraya berlari memaksakan kakinya ke arah mobil itu.
polisi itu melihat bayangan alena dari kaca spion.
"Tunggu, ada seorang gadis. Hentikan mobilnya."
Ucap salah satu polisi yang meminta teman nya mematikan mesin mobil.
Alena tertatih tatih berjalan menghampiri mobil itu dengan keringat bercucuran, rambut yang berantakan dan kedua kaki tanpa alas yang terlihat kotor.
Ia terengah engah, sedangkan kedua polisi itu keluar dari mobil dan menghampiri alena. Tanpa basa basi alena sedikit berbohong, menjelaskan kalau ia tidak punya uang dan ingin segera pulang Ke tempat ibu nya berada.lalu alena memohon pada kedua polisi itu dan menyebutkan alamat restoran tempat ibunya bekerja.
Salah satu polisi mengenal jalan itu,
Kemudian mengiyakan dan segera mengantarkan alena dengan sukarela, alena pun masuk kedalam mobil itu dan menghela nafas panjang. Ia tersenyum setelah mobil perlahan menjauh dari tempat itu.
" Akhirnya aku masih punya kesempatan,"
Sepanjang perjalanan alena terlihat melamun dan sesekali mengingat jalan menuju tempat bar.
Setelah memakan waktu cukup lama, akhirnya alena sampai di bar itu.
Ia meninggalkan data nya pada kedua polisi itu. Dan banyak berterima kasih pada mereka.
"Terima kasih banyak pak saya sangat tertolong."
"Baiklah, jaga keselamatan. Lain kali hati hati."
"Iya,"
Jawab alena seraya membungkuk.
Kedua polisi itu pergi , alena masjh berdiri di depan restoran itu lalu menatap keatas gedung dimana tempat bar itu berada.
Dengan cepat ia masuk ke dalam restoran, tapi semua penghuni terkejut melihat kedatangan alena.
"Selamat pagi , selam....."
Ucap pegawai restoran yang selalu menyambut tamu tapi kemudian melongo menatap alena berjalan kearah nya.
"Maaf apa aku bisa bertemu dengan mrs. Kayazumi nao?"
"Mrs kayazumi ada di atas, maaf anda siapa ya?
"Saya dari asuransi."
Pegawai wanita itu merasa heran mendengar pengakuan alena.
"Silahkan di lantai 3,"
"Terima kasih,"
Alena berlari dengan cepatnya menuju lantai 3 ia ingin segera bertemu ibunya yang membuat nya seperti ini.
"Ibu sebenarnya nya kau ini manusia atau apa!"
Gumam alena di dalam lift.
Pintu lift pun terbuka , alena berlari ke arah pintu bar. Ketika pintu di buka, Ia sedikit tercengang dengan keadaan bar megah di dalam gedung itu . Ini pertama kali ia melihat bar tempat ibunya bekerja.
Musik dengan dentuman keras terdengar sangat mengekikan telinga, dan lampu kerlap kerlip menyoroti setiap sudut ruangan.
Alena tidak bisa menemukan ibunya, ia menghampiri meja bartender, dan menanyakan dimana ibunya berada.
"Maaf tuan, apa anda tahu mrs kayazumi dimana?"
"Kayazumi nao ya, dia di table 10 . Itu"
Ucap bartender seraya menunjuk ke arah ibu nya.
"Terima kasih tuan,"
"Okk"
Alena menghampiri table 10 disana terlihat ibu nya yang sedang senyum sumringah dengan para pelanggan nya. Meskipun banyak pria hidung belang di sana alena tidak peduli, ia mengebrak meja . Kemudian ibu nya melotot tak menyangka melihat alena di hadapannya .sedangkan alena menarik tangan sang ibu lalu membawa nya ke sudut ruangan.
"Tunggu , tunggu hey!"
Alena berbalik dan melepaskan cengkraman tangannya.
"Ibu apa kau sudah gila hah?! Kenapa kau menjual ku?"
"Alena dengarkan dulu ibu, ibu akan menjelaskan semuanya. "
"Kenapa kau punya hutang begitu banyak? . Apa uang yang selalu ku kirim tidak berarti untuk mu? Aku sudah pernah bilang jangan pernah berhutang!!! Lalu kenapa kau menjual ku hah ? Kenapa!!!!"
Alena berteriak kemudian menangis sejadinya di tempat itu.
Suara alena tidak akan terdengar karena bising nya suasana.
"Alena maaf kan ibu, tapi ibu tidak bisa berbuat apa apa lagi. Ibu tidak punya apa apa untuk melunasi hutang nya. "
Alena menghentikan tangisan nya dan kembali menenangkan pikiran.
"Berapa hutang nya?"
"E empat miliar"
"APA?! YANG BENAR SAJA!"
"maafkan ibu lena..."
Alena kembali menangis, ia tadi nya bermaksud akan mengganti uang itu tapi setelah mendengar nominal nya ia terkulai lemas di sudut ruangan itu.
Ibu nao memberi nya air minum, agar ia merasa tenang.
Alena frustasi, sambil menangis ia meminum air itu dan kembali meratapi nasib nya kelak.
" Ibu kenapa hutang mu begitu banyak. Apa yang kau lakukan sebenarnya.."
"Maaf kan aku lena, aku membeli apartemen baru. Karena apartemen lama sangat sempit, oh Lalu kau juga bisa tinggal bersama ku .."
Alena menoleh ke arah ibu nya , dan berkata.
"Jangan bilang aku harus bertemu dengan bajingan bajingan itu jika aku tinggal bersama mu."
Jawab ibunya dengan wajah memelas.
Alena membuang muka ketika mendengar ucapan sang ibu, ia pun beranjak dari duduk nya tapi tiba tiba saja pandangan nya menjadi kabur.
Ia memegang tangan ibu nya , kini kepala nya terasa pening, kaki nya lemas tak bertenaga.
"Lena...alena ? Ada apa dengan mu?"
Lena..."
"Ibu kepala ku sangat pusing, aku tidak bisa melihat dengan jelas. Kaki ku... Akh"
Alena terduduk kemudian ia merasa sangat haus dan panas.
"Mungkin kau kelelahan.ibu akan mengantar mu istirahat. Ayo "
Ibu nao memapah tubuh alena yang sempoyongan. Ia mengantar nya kesebuah kamar dan menidurkannya di sana.
"Aku sangat haus bu. Di sini panas sekali..."
"Tidak apa apa, ibu tinggal sebentar . Akan ku ambilkan air ya "
Ucapnya meninggalkan alena yang terlihat kacau.
"Aku sangat haus ..haus... Panas sekali aku tidak tahan . "
Saat alena ingin melepaskan pakaiannya, seseorang membuka pintu dan terlihat pria setengah abad sedang tersenyum ke arah nya.
"Ibu mana air nya?"
Ucap alena dengan suara parau.
"Sayang tidak usah minum. Aku akan memberi kesegaran padamu."
"Segar...iya aku ingin kesegaran. "
Alena mulai meracau. Ia menyambut kedatangan pria tua itu.
"Buka baju nya ya... Kau sangat kepanasan."
"Hmm... "
Jawab alena yang melengguh. Dan senyum manisnya tanpa sadar apa yang terjadi..
"BRAK!!!!"
Suara pintu yang di tendang dengn keras.
"Hm, "
Prince tersenyum smirk di ujung bibirnya melihat keadaan itu. Alena yang menoleh kearah suara keras itu menatap dengan tatapan setengah sadar.
Tanpa ba bi bu prince menendang pria tua yang sedang berada di atas alena, lalu memukul nya tanpa belas kasih.
Setelah pria itu pingsan dengan 2 pukulan . Prince merapikan kembali kemejanya yang sedikit berantakan. Sedangkan alena masih di atas ranjang terus meracau mengatakan haus.
"Aku haus sekali... Tolong disana, tolong aku"
Prince w menatap ke arah alena dengan wajah sinis. Ia menghampirinya lalu naik ke atas alena dan mencengkram rahang nya. Tanpa melawan alena hanya terengah engah menarik nafas dengan cepat. Ia menatap prince dengan mata sayu nya.
"Panas sekali....aku tidak tahan , "
Bisiknya dengan suara kecil
Prince w menoleh ke arah meja di samping ranjang. Ia meraih botol bir dan menghirup aroma bir itu lalu meneguk nya dan memberikan ke alena melalui mulut ke mulut.
Alena yang tidak menyadari apa yang terjadi hanya menerima pemberian itu. Ia pun malah merangkul leher prince w dan semakin melekat kan diri.
Prince melakukan nya lebih dalam tapi alena merasa sangat antusias.ia mengimbangi gerakan prince.Setelah beberapa lama prince melepaskan diri dan kembali mencengkram rahang alena.
" Akan ku kurung kau di sel ku"
Bisik prince menatap nya penuh emosi.
Alena menangkis tangan prince karena ia merasa kesakitan dengan cengkraman pria itu.
"Aw sakit bodoh, ibu....ibu..dimana "
Racau nya di selingi senyum
Karena ia tadi meminum bir dari prince pikiran nya semakin kacau.
"Aku mau kesegaran mana kesegaran itu."
Ucap nya menarik narik kerah baju prince w.
Prince menangkis tangan alena lalu mengangkat tengkuk leher alena terlihat jenjang nya leher alena yang sangat mulus.
"Kesegaran . Kau mau kesegaran? "
Ucap prince menatap mata alena kemudian men*ilat leher mulus milik nya perlahan.
"Hmm ...Mmmm"
Alena malah merasa nyaman dengan perlakuan prince w.
Prince membopong alena, sedangkan alena terlihat masih terkulai lemas. Pasrah dengan keadaan.
"BYURRRRR"
Prince melempar tubuh alena ke dalam bathtub.
Perlahan ia terduduk dan menatap alena dekat.
" sangat segar bukan? "
Tanya prince menunggu kesadaran alena.
Beberapa saat alena tersadar dari efek obat perangsang yang di berikan ibunya di air minum tadi.
"A...aku dimana, "
tanya gadis itu kebingungan.
"Sadar?"
"HAH?!"
Alena menjauh dari wajah prince w yang sedang menatap dekat di depan nya.
Tapi prince mengangkat tubuh alena dan mendudukan nya di atas wastafel.
"Berani sekali kau."
Bisik prince dengan senyum smirk nya menatap alena lekat.
"Ke.. kenapa kau...kenapa kau bisa disini!!!! Pergi kau pria iblis!"
"Hebat,sudah punya julukan untuk ku ya?"
"Mati saja kau iblis s*@lan! Menjauh dari ku"
Bentak alena mendorong tubuh prince w.
Prince mengangkat dagu alena dan memberikan kan peringatan terakhir untuknya.
"Kalau kau berani lagi untuk kabur. Aku tidak akan memberikan kesempatan untuk mengampuni mu."
Prince menarik alena keluar dari bar itu dan menggandeng tangan nya. membuat semua pengunjung restoran melihat keadaan yang sangat ganjil itu.
Mereka menatap nya tanpa berkedip. Tidak terkecuali sang ibu yang tidak menyangka bahwa prince w itu sangat tampan dan gagah.
"A..apa kau prince w? Selama ini aku hanya tahu suara nya saja jadi..."
"Jangan pernah muncul di hadapan ku lagi."
Ucap pria itu dengan tatapan membunuh . Membuat ibu nao ketakutan.
"Ibu.... Tolong aku dia ,"
Alena ingin menjelaskan semuanya tapi prince dengan cepat memasukkan nya kedalam mobil.
"Lena ...maafkan ibu , ibu tidak bisa menolong mu. Semoga kau baik-baik saja..."
Ucap ibunya melambaikan tangan mengucapkan selamat tinggal.
"Ibuuuu!!!!!"
Teriak alena di iringi tangisan.
Sementara prince hanya menatap ke arah depan, tanpa mempedulikan alena yang berada disamping nya.
"Breng*ek! rencana ku gagal untuk menjual gadis itu pada pak sutradara. Sekarang aku harus menanggung semuanya. Sementara dia hidup dengan pria kaya yang tampan.lihat saja Gadis s*alan"
Gumam ibu nya seraya menginjak injak tanah aspal.
000000
Ada apa dengan ibu nao???
Yang penasaran tolong dukung terus cerita ini ...terima kasih atas dukungan, like,dan support nya ♥️ love you all