Talaq 3 Saat Test Pack Garis 2

Talaq 3 Saat Test Pack Garis 2
Bab 19


" Ginaaa, ini beneran lu gin? Astaga gue pkir stelah jadi bini orang kaya lu gak btuh duit gin. Tapi gue sneng banget lu balik lagi kerja dimari. Tadinya gue smpet mikir kenapa si Emi pegawe baru yang gantiin posisi lu dipindah devisi. Ternyata yang punya tempat bakal balik. Gak nyangka gue gin! " ucap susi sembari menepuk pundak gina. Tanpa susi tau ad yang tidak baik-baik saja dari sorot mata gina.


" Sssst seeeet! " wanda mengkode susi agar berhenti nyrocos karna wanda melihat sorot mata sahabatnya itu tersimpan duka yang mendalam.


" Apaan si wan, sat set sat set dah kaya kang parkir minta uang parkir. " Ucap susi masih belum sadar, gina masih saja diam belum merespon sama sekali ucapan susi.


" Sini lu! apa lu gak liat si gina wajahnya butek begitu. Lu mah gak peka jadi sohib. No si gina matanya udah ngembun, wajahnya mendung. Bentar lagi netes tuh mata. " bisik wanda karna memang mata gina sudah berkaca-kaca.


Entah mengapa, bertemu dengan sahabatnya membuat hatinya kembali rapuh. Gina ingin mencurahkan semua perasaanya pada dua sahabat karibnya apa lagi sudah sejak lama mereka tak bertemu dan bersua.


" Giin! "


Ucap wanda lirih.


" Hiks hiks. " tanpa mengucapkan satu patah katapun gina berhambur memeluk dua sahabtnya itu.


" Heei heeei, kenapa hem? Lu ada masalah, jangan nangis sekarang udah ada kita. Lu tenangin diri lu trus lu critain ama kita apa yang ngebuat lu begini. " ucap susi sambil mengusap puncak kepala sahabatnya itu.


" Ekheeem. " Suara deheman anjaz mengagetkan mereka bertiga yang tengah berpelukan dan berbagi kesedihan.


" Aelah pak, baru lagi pelukan udah didehemin. Bentaran napa pak, kita mah baru ketemu. "


Ucap susi kala melihat anjaz yang tengah menatapnya dengan tatapan yang tajam.


" Kalian disni datang buat kerja bukan buat nangis-nangisan. Pekerjaan kalian menumpuk kalian malah ngumpul pake acara peluk-pelukan. Ini kantor bukan tempat ngobrol! Kembali ketempat masing-masing atau gaji kalian bulan depan saya potong! " ucapan anjaz sukses membuat dua sahabat gina melotot matanya, namun mereka tak bisa membantah sama sekali. Mereka lngsung kembali ketempat masing-masing.


" Baru datang sudah mulai ngrumpi, kangen-kangenanya bisa nanti dijam istirahat! " ucap anjaz dengan tegas dan gina yang memang merasa bersalah langsung meminta maaf.


" Maafkan saya pak, saya kelewat rindu dengan mereka karna sejak menikah saya tidak diprbolehkan bertemu dengan siapapun termasuk mereka. Oya bapak ada perlu apa sampai datang kesini? " pertanyaan gina lngsung membuat anjaz menoleh kearah gina dengan cepat.


" Memangnya harus ada alasan untuk saya datang kesni, kantor-kantor saya, saya bosnya, jadi terserah saya dong mau kesni ke kesana ke bukan urusan kamu! " mendengar apa yang anjaz ucapkan susi menepuk jidatnya lantaran dia merasa sahabatnya sudah membangunkan srigala yang tengah tertidur.


" Mati lu gin! Baru sehari kerja udah kena semprot si kanebo kering. Lagian si gina pake acara nanya, diem aja napa gin gin! " gumam susi lirih sembari memulai pekerjaanya.


" Mampus lu gin, makan tuh sambutan dari kanebo kering! " wandapun hanya mmpu bergumam lirih. Tanpa berani menoleh lagi karna mereka tau sprti apa anjaz kalau sudah mode srigala lapar.


" Maaf pak! " Ucap gina lirih, gina kemudian bersiap memulai pekerjaanya karna sebelum gina kemejanya gina sudah diarahkan oleh Bima kepala bagian ditempat gina.


" Maaf pak ada yang bisa saya bantu? Atau ada hal penting lainya yang membuat bapak sampai kesni. Harusnya bapak bisa panggil saya jika memang ada hal penting yang akan disampaikan! " ucap Bima kala melihat bosnya .


" Bima kemari! " titah anjaz dan bima langsung mendekat.


" Jangan berikan gina pekerjaan yang terlalu berat dan membuatya harus berfikir dengan keras. Jika dia butuh apapun segera berikan dan tolong awasi dia jika terjadi sesuatu padanya kamu langsung lapor pada saya. Mengerti! " ucap anjaz dengan tegas namun yang dijak bicara justru terkejut dengan apa yang diucapka oleh sang CEO.


" Gilaa, ini ada apa ya kenapa mendadak gina dispecialkan begni. Ini siih ada yang gak beres nih, waah gue harus cari tau nih sama si gina. Awas aja lu gin kalau ketauan beranai nyogok sibos. " gumam Bima dalam haati.


" Apa kamu mengerti Bimaa?! " sentak anjaz dan membuat bima terkejut.


" Me-menerti pak, saya akan lakukan apa yang bapak perintahkan. " ucap bima glagapan namun dia tetap menundukan pandanganya karna memang tak ada satupun yang berani menatap wajah sang CEO yang terkenal dengan julukan si kanebo kering karna pembawaanya yang kaku.


Stelah mengatakan itu anjaz pergi dan kembali keruanganya. Sepeninggal anjaz bima mendekati gina dan menatap gina dengan penuh curiga.


" Gina kamu... ".


Stooop pak bim, jangan ganggu gina atau saya akan laporkan pak bim ke pak anjaz! " Amcam susi saat melihat bima menghampiri gina.


" Apaan si kamu sus, ikut campur aja kamu. " Bima terlihat kesal karna ancaman susi namun bima langsung meninggalkan meja gina stelah mendapat ancaman dari susi.


" Susi susi, lu ini gak berubah rupanya. Tetep aja suka usil sama pak bim. Awas nanti jadi cinta loh sus sama pak bim. " ucap gina sembari terkekeh.


" Cuaaaaks. " jawab susi tanpa menoleh. Sesaat wanda merasa ruanganya kembali berwarna. Karna sejak gina keluar dari tempat itu baik susi dan wanda selalu fokus dengan pekerjaanya. Namun baru sbentar saja gina kembali ruangan itu sekaan berubah seprti dulu lagi.


*****


" Paah, gimana udah ada kabar mengenai gina? " tanya fara pada akmal saat akmal baru saja kembali dari kantornya.


Stelah pulang dari pencariannya terhadap gina, fara dan akmal terus saja mencari informasi dari orang-orang yang mereka kenal melalui telfon. Mereka berharap salah satu teman atau kerabatnya pernah bertemu ataupun melihat gina.


" Belum mah, papa juga bingung harus bagaimana lagi dan kemana lagi mencari gina. Semua orang sudah papa hubungi, namun tak ada satupun diantara mereka yang bertemu atau melihat gina. " Ucap akmal dengan lesu.


" Ya Tuhaan! Dimana dia tinggal, bagaimana keaeaanya. Maafkan tante gin, kenapa kamu tak menemui tante dan om kesni. Padahal kita sudah kasih kamu alamat rumah ini. Apa kamu marah sama om dan tante karna sudah menikahkan kamu dengan laki-laki seprti arul? " gumam fara sembari terisak. Fara begitu mencemaskan keberadaan gina, ponsel gina sama sekali tak bisa dihubungi bahkan hampir satu jam sekali fara mengecek ponselnya. Berharap ada pesan atau panggilan masuk dari keponakanya.


" Maaah, sudah jangan menyalahkan diri trus. Papa tau gin bukan anak yang seperti itu. Dia sengaja tak datang dan mengabari kita karna dia tak mau membuat kita sedih. Gina pasti merasa tidak enak jika harus merepotkan kita lagi. Papa janji papa akan mencari gina sampai ketemu. Ahir minggu ini kita kesana lagi buat cari gina. Mama jangan sedih lagi ya ma! " Akmal mendekap istrinya dan menenangkannya.