
Kedua mata itu saling menatap satu sama lain dengan pupil yang melebar, beku sesaat setelah salah satu dari mereka mendapat teguran dari Rin, Hana menundukkan kepalanya begitu ia tersadar sementara Jun masih menatapnya dengan tatapan nanar.
" Terima kasih karena sudah datang Hana.. Dean. " Seru Rin kepada mereka yang baru saja datang
" Siapa wanita yang bersamamu itu Dean? " Tanya Ayana menatap heran ke arah Hana.
" Dia Hana Yui, dia sama sepertiku bekerja di dunia entertainment masa kakak tidak mengenalnya? " Sahut Rin angkat bicara duluan.
" Oh begitu, Maaf yah aku tidak mengenalimu soalnya aku sangat sibuk saat berada di Amerika sampai tidak tahu kalau ada pendatang baru sepertimu. " Lanjut Ayana hanya membuat Hana tersenyum tipis
Rin melirik Hana dan Jun yang sejak tadi tidak mengatakan apa, Ia pun tersenyum dan langsung menarik lengan Jun dan Hana secara bersamaan. Sontak Hana dan Jun langsung terkejut dan menatap Rin secara bersamaan.
" Ikut aku " Ajak Rin yang mulai menarik keduanya namun Jun tiba-tiba menahan langkahnya dan melepas tangan Rin begitu saja
" Aku harus pulang, Maafkan aku Rin, Ayana San.., Aku pamit pulang. " Lanjut Jun menunduk pelan kemudian beralih meninggalkan mereka semua.
" Sebenarnya apa yang sudah terjadi? Kenapa suasananya jadi dingin begini? " Ayana bertanya dengan melirik mereka satu persatu namun tidak ada satupun dari mereka yang menjawab pertanyaannya.
" Kerjarlah, Kau bisa menjelaskan semuanya sekarang " Bisik Dean pada Hana.
Hana menggeleng pelan sambil tersenyum simpul, Ia membenarkan tali tasnya kemudian pamit ke toilet. Setelah ia berhasil pergi Hana mulai berpikir yang tidak-tidak tentang Jun, Ia takut kalau Jun semakin salah paham dengan kedatangannya bersama Dean malam ini.
Saat Hana berada di koridor menuju toilet tiba-tiba saja ia bertemu dengan Jun yang kebetulan berada di ujung koridor, Hana menatapnya dengan sendu sementara Jun masih belum menyadari kehadiran Hana saat itu.
" Jun.. " Sahut Hana berhasil membuat pria itu menoleh sebentar.
Tanpa basa-basi lagi Jun kembali berdiri dengan benar kemudian melangkah meninggalkan tempatnya, Hana dengan cepat menarik lengannya dan berusaha membuat Jun tetap tinggal namun sayang Jun menangkis tangan Hana dan bergegas pergi.
" Jun tolong dengarkan aku sebentar saja, Aku tidak bisa putus darimu. " Hana mulai mengeraskan suaranya dan membuat Jun sempat menghentikan langkahnya
" Tidak ada yang perlu di katakan lagi, Sekali berakhir tidak ada kali kedua lagi. " Sambung Jun tanpa berbalik, semenit kemudian ia kembali melanjutkan langkahnya
" Apa sampai begitu marahnya kamu padaku Jun, bahkan untuk mendengarkan penjelasanku kau tidak mau " Benak Hana menunduk sedih.
*
Memulihkan saham yang sebelumnya anjlok membuat Jun kewalahan dalam mengurusinya, Bahkan dengan bantuan Rey dan Katakura pun tidak cukup. Saat ini banyak kolega yang merasa di rugikan dan meminta konpensasi kepada Jun, Arata Ayah Jun ikut memantau kinerja Jun dalam menyelesaikan masalah tersebut jika sewaktu-waktu Jun sudah tidak bisa mengatasinya maka ia akan mengeluarkan kartu As miliknya.
Setelah rapat pertemuan Dewan Pemegang saham berakhir, Jun terlihat begitu frustasi sambil memijit pelipisnya yang terasa penat, Seseorang baru saja meletakkan sebotol air kepada Jun, pria itu hanya meliriknya sebentar dan kembali tersuntuk lesuh.
" Sudah waktunya makan siang, Kau tidak boleh sampai jatuh sakit. " Ucap Katakura
" Aku tidak lapar " Lanjutnya pelan.
Pintu ruang meeting tiba-tiba terbuka dan memunculkan seorang wanita yang bertugas di bagian reseptionis, Wanita itu menyapa Jun dan Katakura dengan sopan kemudian menyerahkan sebuah kotak bekal yang tak asing di mata Jun.
" Seeorang wanita cantik baru saja datang dan menitipkan ini pada saya, Dia bilang makanan ini untuk anda tapi dia tidak menyebut siapa namanya. "
" Terima kasih, Kau boleh keluar. " Balas Jun kemudian
Jun melirik kotak bekal berwarna merah muda dengan bintik-bintik putih itu dengan tatapan nanar, Ketika Katakura mencoba membuka penutupnya ia langsung dapat melihat Onigiri yang di buat menyerupai seekor kelinci, Sekilas Jun teringat saat Hana membuatkan Onigiri seperti itu saat dirinya masih tinggal bersama.
" Sepertinya tanpa nama pengirim pun kau sudah tahu dari siapa makanan ini datang. " Ucap Katakura tersenyum tipis
" Aku tidak ingin memakannya, Kalau kau mau makan silahkan saja. " Jun menyodorkan kotak bekal itu pada Katakura dan bergegas pergi
" Tapi aku sudah punya bekal sendiri, Kau harus memakan ini. " Tolak Katakura
Kedatangan Rey yang tiba-tiba membuat Jun meliriknya sekilas, Pria itu berjalan ke arah Katakura untuk mengambil sebuah berkas yang ketinggalan saat rapat tadi, Katakura yang melihat Rey kemudian menawarkan bekal makanan dari Hana pada pria itu, Dengan cepat Jun berbalik dan menyambar kotak bekal tersebut, Setelah itu ia pergi tanpa mengatakan apa-apa.
" Cihh dasar anak muda, Lain di hati lain di mulut. " Ungap Katakura yang tersenyum melihat kepergian Jun dengan bekal dari Hana.
*
Hana menatap rumah besar di hadapannya dengan sebuah tas belanjaan di tangannya, Ia mencoba untuk menekan bel sejurus kemudian seseorang keluar dan langsung menyapanya penuh ceria.
" Konichiwa Hana Chan~ " Seru Miyu dengan wajah sumringah.
" Hai.. Miyu San, " Balasnya rada canggung
" Ada apa sore-sore ke rumah Jun? Mau bertemu dengannya? Tapi sayang Jun belum kembali dari kantor. "
" Aku kemari untuk membuatkan Jun makan malam sebelum dia pulang, Aku tahu dia pasti tidak akan membiarkanku masuk kalau dia ada di rumah sekarang, Oleh karena itu aku datang sebelum dia pulang. "
Miyu langsung membuka pintu dengan lebar kemudian mempersilahkan Hana untuk masuk ke dalam, Wanita yang lebih tua dari Hana itu bahkan mencoba untuk membantu Hana mengangkat tas belanjaan menuju dapur.
Selagi Hana menyiapkan makan malam, Miyu tampak sibuk dengan pekerjaannya, Hana sendiri tak ingin menganggu Miyu dengan bertanya dan memutuskan untuk fokus dalam memasak.
" Hana.., Apa kau tahu kalau saat ini Jun sedang sibuk, ku dengar saham Dream Corp turun pesat banyak kolega serta karyawan yang menuntut untuk keadilan mereka, Sepertinya dampak putus hubungan kalian berakibat separah ini. "
Hana yang sedang memotong sayuran tiba-tiba berhenti dan menatap irisan sayur yang telah di potong dengan tatapan sayu, Kemudian ia menarik nafas berat beberapa kali, Walaupun Jun yang mengalami masa berat seperti itu tampaknya ikut membuat Hana merasakan hal yang sama.
" Hana maafkan aku, aku tidak bermaksud mengatakannya, Tadi hanya ucapan biasa tanpa bermaksud menyudutkanmu. " Sahut Miyu menatap Hana dengan perasaan bersalah
" Tidak apa-apa Miyu San, Kau tidak perlu minta maaf padaku. " Hana mencoba untuk tenang dan kembali membuat makanan