
" Ini benar-benar cara yang lucu dan memalukan, Aku tidak menyangka akan melakukan hal ini di muka umum. " Jun mengusap keningnya yang berkeringat akibat kelelahan berlari dari beberapa fans Hana.
" Tapi apa cara ini akan berhasil? Kalau orang-orang tidak tertarik dengan kita tentu mereka akan tetap membuat berita yang sama seperti sebelumnya. " Sahut Hana tampak memelas.
Jun meraih tangan Hana kemudian menatapnya dengan lembut, Hana hanya dapat membalasnya namun dengan tatapan yang sendu.
" Jangan khawatir, Rin sudah baik mau membantu kita untuk menangani berita palsu itu, Aku yakin besok akan ada artikel yang membahas soal kita. "
Sejak kapan Hana merasa hal ini akan menolongnya dari perasaan gelisah yang selama ini mencekam, Tak peduli apa kata orang bahwa Jun lebih cocok dengan Rin atau tidak satu yang pasti hatinya akan tetap sama, Hana tidak mau menyerah hanya karena orang-orang berkata yang tidak-tidak tentangnya.
Siang itu Jun dan Hana kembali melanjutkan kencan mereka dengan mendatangi tempat-tempat yang baru, Banyak keseruan yang mereka ciptakan hari ini sebelum besok kembali sibuk bekerja, Tak ada satu detik pun untuk mereka tidak saling memberikan kasih sayang.
*
Hana baru saja menuruni mobil bersama Yamato menuju gedung agensi H&M, Hari ini kabarnya Hana mendapat jadwal baru yang entah apa dan membuatnya sangat penasaran, Saat menuju ke ruang pertemuan Hana tiba-tiba di kejutkan oleh berita yang membuatnya merasa ada yang aneh, Bukan berita tentang dirinya dan Jun, bukan juga tentang Rin dan Jun, tapi kali ini beritanya membuat Hana sangat khawatir.
Seorang staff yang baru saja membahasnya saat di lift tadi seketika membuat Hana segera mengecek artikel tersebut, Yamato yang heran melihat tingkah Hana hanya dapat terdiam sambil menunggu lantai yang mereka tuju tiba.
Pada salah satu artikel yang di lihat Hana menunjukkan berita bahwa sepasang Artis yang tidak di ketahui namanya baru-baru ini memasuki hotel yang berada di daerah Asakusa, Walaupun dalam artikel tidak di sebutkan nama namun yang membuat Hana terkejut adalah sebuah foto yang di mana keduanya sedang berciuman di depan lift, Dalam foto si cewek memang tidak terlihat dengan jelas namun keduanya tampak begitu jelas kalau sedang berciuman, Jantung Hana seketika berdegup sangat kencang entah mengapa ia merasa bahwa itu adalah dirinya dan pria yang membawanya tak lain adalah Dean.
" Hana, Kau tidak mau keluar? " Suara Yamato baru saja membuyarkan pikiran Hana begitu pria yang menjabat sebagai managernya baru saja mengajaknya untuk keluar dari dalam lift.
Hana kembali larut dalam bayang-bayang artikel yang keluar pagi ini, apa yang di harapkan keluar tidak seperti realitanya, Mencoba untuk melupakannya pun percuma sebab semakin ia melupakannya ketakutan itu semakin besar, satu-satunya cara untuk mengetahui kebenaran berita itu adalah dengan menemui Dean.
*
Rapat evaluasi kinerja keuangan Dream Corp baru saja selesai, Jun yang kelelahan langsung menyandarkan kepalanya dengan wajah yang benar-benar tidak bersemangat, Sejak tadi ia menunggu berita tentang dirinya dan Hana namun sampai saat ini belum keluar juga, Seseorang tiba-tiba menyodorkan minuman kaleng untuknya sambil memberikan kode untuk mengajaknya minum bersama.
" Terima kasih " Sahut Jun setelah menerima minuman dari kakaknya.
" Kalau kau lelah kau bisa mengambil cuti, biar aku yang mengurus semuanya. "
" Kau bicara apa, aku sudah memutuskan untuk mengambil jabatan ini, melarikan diri hanya karena kelelahan bukan style ku. "
Jun mulai memikirkan tawaran Rey untuk mengajak Hana berlibur, Dan setelah beberapa menit memikirkannya ia pun menyetujui tawaran kakaknya itu, dan mulai hari ini juga dia akan mengambil cuti dan segera menemui Hana.
Di lain tempat, Hana yang baru saja tiba di sebuah Cafe segera mencari seseorang yang sebelumnya sudah membuat janji dengannya, sebuah lambaian tangan baru saja membuat Hana menangkap sosok yang melakukan aksi tersebut dan dengan penuh hati-hati ia pun menghampirinya dengan wajah yang sangat cemas.
" Ada apa mengajakku ketemuan di cafe ini lagi? " Tanya Dean begitu Hana sudah duduk di hadapannya.
" Soal itu, Apa kau yang mengantarku ke hotel malam itu? " Hana mengatakannya dengan sangat pelan agar tidak ada yang mendengarnya.
" Aku minta maaf karena tidak memberitahumu, malam itu saat kau mabuk berat aku ingin mengantarmu pulang, tapi karena aku tidak tahu alamat rumahmu aku terpaksa membawamu ke hotel, tapi kau tidak perlu khawatir aku tidak tinggal di sana, setelah membawamu masuk aku segera pulang. " Jelas Dean
" Apa kau yakin tidak ada yang terjadi, Pagi ini aku melihat artikel yang membahas soal dua pasangan artis yang tidak di ketahui namanya memasuki hotel yang sama dengan yang aku tempati, " Hana menyodorkan foto artikel yang membuatnya sangat cemas saat ini.
Dean tampak kaget dengan pupil yang membesar saat melihat foto keduanya yang tengah berciuman, malam itu memang hanya Dean yang sadar sehingga ia tahu benar kalau yang di foto itu adalah mereka berdua, Namun ketika melihat wajah Hana yang sangat cemas membuat Dean merasa kasihan, Pria itu mulai mendesah panjang sebelum menjelaskan semuanya kepada Hana.
" Hana, kau tau aku tidak ingin berbohong padamu, tapi foto ini memang benar-benar kita berdua. "
" Apa? Tapi bagaimana bisa, kita tidak benar-benar sedang berciuman kan? " Hana semakin khawatir dengan ekspresi berbeda dari sebelumnya.
" Malam itu kau mabuk berat, Saat menuju kamarmu kau tiba-tiba saja tersadar dan langsung mau menciumku, Ku fikir kau seperti itu karena kau mabuk dan mengira kalau itu adalah Jun, Dan soal foto ini aku tidak tahu bagaimana mereka bisa mendapatkannya. "
Hana terdiam sejenak mencoba mengingat kembali apa yang telah terjadi, Samar-samar bayangan kejadian itu mulai di rasakan Hana, dan benar saja ia semakin syok, Hana takut jika berita ini sampai di tahu oleh Jun pasti akan membuat hubungan mereka dalam bahaya.
" Apa kau marah padaku ?" Dean kembali memecahkan keheningan.
" Itu bukan salahmu, Aku yang salah karena mengira kalau kau itu adalah Jun, Yang terpenting saat ini mereka tidak tahu kalau yang ada di artikel itu adalah kita berdua, Sampai di sini ku rasa semua akan baik-baik saja. " Balas Hana kemudian.
" Kau jangan khawatir, Jika berita ini sampai terungkap aku akan mengatasinya, Aku menjamin kalau hubungan mu dan Jun akan baik-baik saja, percayalah padaku. "
Mendengar ucapan Dean yang terus menerus memberinya keberanian membuat Hana tampak lebih tenang, Kejadian ini tidak akan terulang lagi dan Hana menjamin akan hal itu.