
Di samping masalah itu Sato belum selesai, Hana pun tak kunjung sadar setelah melangsungkan operasinya semalam, Dirinya pun masih berada di ruang ICU dan belum boleh di pindahkan ke ruang inap. hari ini ibu panti datang atas panggilan Mimi dan saat ini sedang menemani Putri asuhnya itu di dalam sana.
Jun yang baru saja tiba harus menunggu giliran untuk dirinya bertemu dengan Hana, Mimi dan Urahara juga ada di sana untuk berjaga-jaga.
" Misugi San, Apa kali ini kau akan benar-benar berada di sisi Hana setelah dia sadar nanti? " Sahut Mimi memecah keheningan.
" Aku akan membatalkan pertunangan itu dan memilih kembali untuk Hana. " Jawabnya mantap
" Aku memegang kata-katamu, Awas saja kalau kau sampai melanggarnya. " Lanjut Mimi penuh ancaman
Di sela-sela percakapan mereka tiba-tiba saja seorang wanita setengah baya muncul di temani oleh seorang pria setengah baya lainnya, Wanita itu adalah Arizawa sang desainer terkenal yang waktu itu mempromosikan pakaiannya untuk Hana, dan pria satunya lagi adalah Yamato manager Hana.
" Apa aku boleh menengok Hana juga? " Tanyanya yang meminta persetujuan dari Jun dan Mimi.
" Maaf, tapi anda siapa?" Lontar Jun kemudian
" Dia adalah desiner yang pernah di pakai Hana hingga sukses seperti sekarang, Arizawa San. " Sahut Yamato
" Tapi di dalam sedang ada ibunya, mungkin anda bisa menunggu sebentar. " Balas Mimi cepat
Pintu ruang ICU baru saja terbuka dan memunculkan sosok Ibu panti, Jun kemudian mempersilahkan wanita yang bernama Sana Arizawa itu untuk menengok Hana, namun Ibu panti dengan cepat menahan wanita itu untuk masuk ke dalam.
" Jangan temui dia! " Ucap Ibu panti ketus sehingga membuat yang lain kebingungan.
" Ada apa Naori San? Wanita ini ingin menemui Hana sebentar. " Sahut Mimi
" Kecuali dia yang lain boleh masuk, Jangan sekali-kali bertemu dengan anak itu. " Naori mulai serius dengan menatap tajam Sana Arizawa
" Apa maksudmu, Aku hanya ingin menengok mantan kolegaku itu saja. " Arizawa mulai berbicara
" Tidak, sekali tidak tetap tidak. Sebaiknya kau pergi dari sini, Pergi!!!! " Melihat Naori yang marah-marah seperti itu tentu mendatangkan teguran dari perawat sehingga mengharuskan Sana Arizawa dan Yamato meninggalkan mereka.
" Sebenarnya ada apa Naori san? Kenapa kau bersikap seperti itu padanya? " Tanya Jun penasaran
" Ku rasa kau sudah tahu Jun, Wanita jahat itu.., dia adalah Ibu kandung Hana yang telah menitipnya padaku dulu dan tidak pernah kembali lagi. " Jun, Mimi hingga Urahara terkejut mendengarnya hingga membuat kedua mata mereka membelalak kaget.
\*
" Apa? Kenapa kau menyembunyikan tentang ibu Hana selama ini? " Mimi merasa tidak terima dengan cerita yang di katakan oleh Naori San tentang Ibu Hana.
" Kalau kau ada di posisiku apa kau akan melakukan hal yang sama? Orang tua mana yang dengan tega menitipkan anaknya pada orang asing yang tidak di kenalnya dan pergi tanpa kembali setelah itu, Bukankah dia memang tidak peduli dengan Hana waktu itu. " Balas Naori San ketus
" Bisa saja dia punya alasan sendiri kenapa dia menitipkan Hana dan tidak kembali lagi. "
" Kalau benar itu yang terjadi setidaknya dia mencariku atau menghubungiku selama 25 tahun ini, tapi mana buktinya ? Dia bahkan tidak pernah muncul dan baru sekarang dia datang, Aku tidak mau Hana sampai jatuh di tangan wanita jahat seprti dia." Naori San yang tak kuat menahan tangisnya kini mengeluarkan emosinya dan menangis sejadi-jadinya.
" Tapi Naori san apa kau yakin dia wanita yang menitipkan Hana padamu dulu? Dari caranya menatapmu tadi dia seperti orang yang tidak pernah bertemu denganmu, Tidak mungkin kan kalau dia lupa dengan wajahmu kalau seandainya dialah orangnya? " Sahut Urahara Kyosuke
" Aku yakin sekali kalau dialah orangnya, Wajahnya yang sok polos itu masih dapat ku ingat dengan jelas. "
" Aku akan mencaritahu soal wanita itu terlebih dulu, Naori San kau tidak perlu cemas, sekalipun dia adalah ibunya Hana, Hana tidak akan ikut dengannya semudah itu. " Lontar Jun kembali.
\*
Persidangan hari pertama di hadiri oleh keluarga Misugi Yang merasa marah serta kecewa atas perbuatan Yang di lakukan oleh Moe, Satu Yang tidak hadir ialah Rey Yang merasa malu karena ibunya selama ini telah jahat pada Jun, Di ruang persidangan Jun dan Arata duduk bersebelahan sementara itu Moe kini ada di hadapan mereka menunggu pernyataan Yang akan di ajukan dan hari ini juga mereka akan mendengar apa alasan di balik semua ini.
Ruang sidang terasa sangat sesak untuk Jun berada di sana, Ia merasa kesal sekaligus kasihan pada ibu tirinya Yang saat ini sedang di introgasi oleh Pihak Yang bersangkutan tentu Moe tidak sendirian ia di temani oleh pengacaranya Yang merupakan salah satu pengacara terbaik di Jepang, Tuduhan pertama Yang di lontarkan oleh terdakwa menyatakan bahwa Moe bekerja sama dengan Alm Ayah terdakwa 10 tahun Yang lalu di mana mereka bersekongkol untuk mencelakai Jun Misugi putra dari Pemilik Dream Corp Dan tepat pada saat pengesahan Dreamland tencana di langsungkan namun sayang Jun tidak mengalami luka Yang berat tetapi Alm mengalami kecelakaan sehari setelahnya.
Yang menjadi tanda tanya saat ini adalah berita Yang sebelumnya menyatakan bahwa penjahat tersebut tidaklah meninggal melainkan melarikan diri hingga sulit di temukan, namun Terdakwa memberikan bukti nyata bahwa Ayahnya meninggal karena kecelakaan yang di mana kecelakaan tersebut adalah kecelakaan yang telah di rencanakan oleh Moe untuk menutupi kejahatannya. Terdakwa pun memberikan saksi dengan pesan singkat yang pernah di kirimkan kepadanya.
Suasa menjadi lebih serius sekarang, Moe tidak berkutik dan tidak memiliki bukti besar untuk menutupi kesalahannya itu, Arata menahan kesedihannya dengan bantuan Jun yang saat itu ikut menenangkannya.
" Apa alasan Nyonya sampai melakukan hal ini kepada putra anda sendiri? " Pertanyaan baru terlontarkan dan membuat Moe melirik Jun dengan tatapan sendu.
" Aku mengaku bersalah, penjarakan saja aku. " Tuturnya membuat seisi ruangan terkejut
Moe tidak bisa melanjutkan kata-katanya karena menangis, Pihak kejaksaan menuntut Moe 20 tahun penjara sebagai kasus pembunuhan berencana 8 tahun yang lalu dan kejahatan yang telah di lakukannya pada ayah terdakwa, Jun berdiri dan meminta kepada Hakim untuk mempersingkat jangka hukuman Moe namun sayang hakim sudah mengetuk Palu yang menandakan sidang telah berakhir dan keputusan hakim di nyatakan sah.
\*
Himeka membuka pintu kamar dan mendapati ruangan itu dalam keadaan gelap, Ia menyalahkan lampu kemudian menghampiri suaminya yang duduk di sudut tempat tidur sambil memeluk kedia lututnya, Wanita itu kemudian meraih Rey kedalam pelukannya dan membiarkan Rey menangis di pelukannya.
" Menangislah jangan biarkan kesedihan kau pendam seperti ini. " Ucap Himeka begitu lembut
Cukup lama Rey berada di pelukan istrinya dan menangis sampai kelelahan hingga pada akhirnya ia melepas pelukan itu dan menyeka air matanya.
" Bagaimana hasil sidangnya? " Tanya Rey yang sudah merasa lebih baik.
" Ibu di nyatakan bersalah setelah ia menyerahkan dirinya, tapi dia tidak menjelaskan alasan kenapa beliau sampai melakukan hal tersebut. " Jelas Himeka
" Seandainya aku tahu kalau ibu melakukan kejahatan ini dari dulu mungkin saja aku bisa menahannya, Aku benar-benar merasa malu sekarang..., aku bahkan tidak berani bertemu dengan Ayah dan Jun. "
" Jangan seperti itu Kak, Aku dan Ayah masih menganggapmu sebagai keluarga. " Sahut Jun yang sejak tadi berdiri di depan kamar mereka
" Jun.., maafkan aku, maafkan juga kesalahan ibuku yang membuatmu sampai terluka. Aku sungguh minta maaf. " Rey yang tiba-tiba menghampiri Jun dan langsung bersujud di hadapannya namun Jun dengan sigap ikut duduk dan menyuruh kakaknya untuk kembali berdiri.
" Aku sudah menendengar dari Ibu alasannya melakukan hal itu padaku, Dan aku sudah memaafkannya, Yang menjadi masalah saat ini adalah Ayah yang ikut merasa bersalah sejak pulang dari persidangan dia tampak murung dan mengunci diri di kamarnya. "
" Apa sebaiknya kita melihat Ayah? "
" Jangan dulu, biarkan beliau menenangkan diri sampai dia merasa lebih baik. " Ucap Jun langsung dapat di terima oleh Kakanya.