
Untuk benar-benar memastikan Hana positif hamil, keduanya langsung mengunjungi rumah sakit untuk mengetahui apakah benar ada bayi yang di kandung oleh Hana saat ini.
setibanya di rumah sakit, Jun dan Hana memilih dokter kandungan mereka untuk memeriksa Hana, Pertama-tama mereka duduk saling berhadapan dengan dokter kemudian mengatakan semua keluhan yang di rasakan oleh Hana sejurus kemudian Hana di minta untuk berbaring di atas tempat tidur untuk melakukan serangkaian USG.
Jun terlihat sangat tegang saat Hana sedang di tes, begitu pun dengan Hana ia takut jika tespek yang kemarin di cobanya ternyata tidak benar dan dia takut kalau sampai kebahagiaannya memperoleh buah hati akan gagal.
" Coba lihat ke layar, gambar gumpalan kecil ini adalah janinnya. " Tunjuk dokter itu sehingga membuat Jun dan Hana terharu melihatnya.
Setelah melakukan USG mereka kembali duduk saling berhadapan, dokter itu memberikan vitamin kepada Hana untuk di konsumsinya selama masa kehamilan muda seperti sekarang, tak lupa ia juga memberikan foto hasil USG di mana nanti foto itu akan di abadikan Hana sebagaimana foto yang paling berharga.
" Terima kasih dok.., terima kasih juga untuk kamu. " Ucap Jun melirik Hana dan langsung di balas senyuman malu-malu olehnya.
Setelah mereka meninggalkan rumah sakit, Hana dan Jun akan mengunjungi sebuah tempat sebelum akhirnya mengumpulkan orang-orang terdekatnya untuk memberitahu berita bahagia ini.
Setibanya di taman makam, Jun dan Hana kompak memberikan penghormatan pada dua nisan yang ada di hadapan mereka, dua nisan tersebut tak lain adalah kedua orang tua Jun. Pria itu tak lupa untuk memberitahu kabar gembira ini kepada mereka walaupun keduanya sudah tiada, Selain itu mereka juga akan menentukan nama untuk bayi yang akan lahir nanti di tempat itu, di depan makam kedua orang tuanya dan juga Kaji.
" Aku akan memberi nama anakku Misugi Renji jika dia laki-laki dan Misugi Kahi jika dia perempuan. " Ucap Jun dan mendapat anggukan setuju dari Hana.
Misugi sendiri di ambil dari marga orang tua laki-laki dan Ren yang artinya semangat sementara Ji yang berati nama Kaji, Kahi sendiri di ambil sepenuhnya dari nama Kaji namun di ubah lebih kepada untuk nama perempuan.
\*
Malam itu, Jun dan Hana mengadakan pesta besar-besaran di depan rumahnya yang kebetulan adalah sebuah pantai, mereka menyebutnya sebagai Beach Party For Baby's Hana dan Jun, Yang datang malam itu tak lain adalah Sana, Rey dan keluarga kecilnya, Urahara dan Mimi yang sebentar lagi akan melahirkan serta Katakura dan putrinya karena sang istri tidak bisa hadir di karenakan sedang menengok orang tuanya di luar kota.
Mereka mengadakan pesta barbeque yang meriah, tak hanya itu Jun juga telah menyediakan berbagai cemilan lain dan minuman yang akan menemani pesta mereka malam ini.
" Mari taruhan bayi jenis kelamin apa yang akan lahir nanti, Jika laki-laki maka Jun akan mengajak kita semua keluar negeri liburan dan jika perempuan Hana yang akan mentraktir kita makan sampai puas. " Seru Katakura langsung mendapat tatapan tajam dari Jun.
" Kenapa aku harus mengajak kalian keluar negeri? " Sahut Jun seakan tak terima dengan imbalan taruhan yang lontarkan Katakura.
" Kau kan seorang CEO berpengaruh di Asia, mengajak kita liburan tidak akan membuatmu jatuh miskin. " Serang Katakura lagi.
" Kalau begitu aku bertaruh anak mereka adalah laki-laki. " Sahut Urahara di ikuti yang lain dengan kompak.
Jun masih bersikap tidak terima dengan taruhan itu, Malam ini pun mereka kompak saling meledek Jun hingga membuat pria itu akhirnya menyerah. Hana tersenyum bahagia melihat semua orang dalam mood baiknya, Sudah lama ia tak merasa sesenang ini hingga hampir meneteskan air mata.
Mimi di sebelahnya merangkul Hana hingga membuat wanita itu tersenyum ke arahnya, Hana mengusap perut Mimi yang sudah sangat membesar semenatar Mimi ikut menegelus perut Hana yang belum membesar kemudian saling menyapa bayi mereka masing-masing. Keduanya tidak menyangka kalau mereka akan memiliki anak-anak bersama, Tumbuh besar dari kecil hingga sekarang tampaknya anak-anak merekalah yang akan meneruskan persahabatan kedua ibunya nanti.
Setelah asik berpesta ria masing-masing dari mereka pamit undur diri dan menyisakan Hana dan Jun yang masih ingin menghabiskan waktu bersama di tepi pantai, Deburan ombak yang terdengar menyapu pesisir membuat suasana saat itu tidak terlalu sepi, Hana menyandarkan kepalanya di bahu Jun kemudian menatap luasnya pantai yang ada di hadapannya.
" Sebentar lagi kita akan menjadi orang tua, Aku tidak sabar anak ini cepat-cepat lahir. " Gumam Hana memegang perutnya dengan senyum yang tak bisa luntur.
" Aku pun sangat menantikannya. Hari di mana kita akan menjadi orang tua. " Sambung Jun merangkul tubuh mungil Hana dengan lembut.
\*
" Apa? Simulasi menjadi seorang ayah ?" Ucap Jun ketika Rey menghubunginya dan meminta kepada adiknya itu untuk merawat Nancy yang masih berusia 6 bulan.
" Tapi aku tidak tahu caranya merawat anak kecil, Hana tidak mungkin menjaga anakmu dia sedang ngidam dan moodnya sangat buruk akhir-akhir ini. " Keluh Jun lagi.
" Pokoknya kau harus menjaga anakku, Cuma tiga hari saja setelah itu aku akan mengambilnya lagi. " Lanjut Rey mengakhiri panggilannya.
Hana melirik Jun yang kesal dengan panggilan barusan, Jun menatap Hana memelas namun Hana tak perduli soal itu, Ide Rey untuk melatih Jun sebagai ayah adalah cara yang Bagus agar nantinya Jun bisa merawat anaknya sendiri dengan baik dan benar.
Setengah jam kemudian bel rumah Jun berbunyi dengan nyaring namun pria itu tidak mau bergerak sedikitpun dari tempatnya, Hana kemudian beranjak menuju pintu untuk membukakan Rey pintu, Setelah Rey masuk bersama putrinya yang bernama Nancy langsung menyapa Jun dengan senyum yang tidak di sukai oleh pria itu.
" Aku titip Putri cantikku padamu, Kau harus bisa merawatnya dengan baik supaya kau bisa menjadi ayah yang baik nantinya. " Rey menyerahkan Nancy pada Jun yang tampak menolak namun masih menerima ponakannya itu dengan wajah tidak ikhlas.
" Hana aku pergi dulu, Kalau ada apa-apa telepon aku, oke. " Lanjut Rey segera pergi meninggalkan rumah mereka.
" Nancy sangat cantik sama seperti ibunya, " Decak Hana yang hanya dapat melihatnya dari jarak yang cukup jauh.
Saat ini Hana sedang dalam masa tidak bisa mencium aroma harum baik itu dari parfum Jun atau aroma bayi yang terkesan memilih aroma Wangi yang menyejukkan. Jun menatap keponakannya dengan datar semenit kemudian ia mendengar suara aneh yang berasal dari bawah Nancy.
" Sepertinya dia buang air besar. " Ucap Jun yang terlihat jijik setelah mencium aroma tidak sedap dari Nancy.
" Apa lagi yang kau tunggu, bersihkan Nancy sekarang juga. " Sahut Hana asyik mengunyah buah-buahan yang telah di kupasnya sebelumnya.
Jun menggendong Nancy dengan jijik menuju kamar mandi, Tak lupa ia juga membawa seperangkat alat-alat bayi yang telah di siapkan oleh Rey sebelumnya.
Huuuueeekkkkkk...
Hana menoleh ke arah kamar mandi begitu mendengar Jun yang hampir muntah akibat menahan bau, Hana hanya dapat tertawa girang di luar tanpa bergerak untuk membantunya.
Selang beberapa saat Jun keluar dengan Nancy yang sudah dalam keadaan bersih, Tiba saatnya bagi Jun untuk memasangkan popok pada Keponakannya, Jun yang masih baru dengan hal itu lantas mencari tahunya lewat tutorial video, lagi-lagi tingkah lucu Jun membuat Hana tertawa geli hingga akhirnya setelah mencoba sebanyak lima kali barulah Jun berhasil memasangkan popok untuk Nancy.
Malam tiba dengan sangat cepat, Setalah makan malam selesai Jun kembali mengurus Nancy yang tiba-tiba menangis setelah berhasil ditidurkan, Hana yang masih berada di ruang makan segera menyudahi makannya dan bergegas ke kamar menyusul Jun.
Saat Hana memasuki kamar ia melihat Jun yang sedang tertidur sambil menyandar di kepala tempat tidur sementara Nancy berada di atas pahanya dengan sebuah bantal yang dipakainya agar kepala Nancy tidak sakit. Diam-diam Hana mengambil Nancy dari Jun kemudian menggendongnya dengan lembut membiarkan Nancy kembali tidur kemudian meletakkannya di box bayi.
Setelah Nancy sudah di pindahkan tiba giliran Hana untuk menyuruh Jun memperbaiki posisi tidurnya, Masih dalam keadaan setengah sadar Jun kembali tidur begitu posisinya sudah nyaman, Tampaknya dia benar-benar kelelahan setelah seharian merawat Nancy.
" Oyasumi ( Selamat tidur ) ." Gumam Hana pelan.
\*
Di saat-saat yang membahagiakan terkadang akan datang hari sial, seperti yang di alami Jun saat ini di saat Hana akan melakukan persalinan di minggu ini dirinya tiba-tiba mendapat kabar untuk segera ke Amerika mengurus urusan kantor yang sangat mendadak, Ia bahkan meminta Rey untuk menggantikannya namun sayangnya Rey sedang sibuk mengurus masalah lain di luar kota, Jun harus turun tangan langsung menyelesaikan masalah itu dan jika tidak bisnisnya di sana akan berantakan.
Walaupun berat bagi Hana harus menjalani lahiran tanpa Jun ia tetap berusaha menerima keadaan dengan meminta Jun untuk tetap pergi, Hana berpikir bahwa waktu kelahirannya bisa jadi tiga atau empat hari lagi sementara Jun akan ke Amerika selama 2 hari.
Alhasil hari itu juga Jun harus pergi ke Amerika, namun dengan berat hati ia meninggalkan Hana dengan kondisi seperti itu. Sebelum pergi Jun memberikan pelukan serta ciuman penuh Cinta untuk sang istri dan Hana hanya dapat mengantarnya sampai pintu rumah dan setelah itu Jun harus pergi bersama Katakura.
\*
Hari ini setelah Hana membereskan kamarnya ia merasa perutnya sakit hingga tak dapat berjalan, Untungnya ponsel miliknya tidak jauh dari tempatnya sekarang sehingga ia dapat menghubungi Sana untuk segera datang. Saat panggilan berhasil berhubung tiba-tiba saja Hana merasakan sakit yang luar biasa, ia menjatuhkan ponselnya sementara Sana tampak menanyakan keadaan Hana saat ini.
" Bu... Perutku.. Sak.. It.. " Keluhnya yang mulai berkeringat dingin sambil memegangi perut besarnya.
Sana yang mendengarnya pun segera meluncur ke rumah Hana, dari suaranya yang terputus-putus sudah dapat di tebak Sana bahwa saat ini Hana sudah berada di masa dirinya akan melahirkan. Baru 10 jam Jun pergi meninggalkannya dan tidak ada yang tahu kalau akhirnya akan seperti ini.
Setibanya Sana di sana bersama tim medis yang telah di teleponnya saat di perjalanan tadi, Hana kini di bawa oleh empat orang tenaga medis untuk segera di larikan ke rumah sakit. Untungnya jarak antara rumah sakit tidak terlalu jauh, tidak masalah jika bukan di rumah sakit Misugi yang pastinya Hana segera di tangani.
Begitu mereka tiba di rumah sakit, Hana yang saat itu ketakutan meminta Sana untuk menemaninya saa persalinan berlangsung, tapi sayangnya pihak rumah sakit tidak memperbolehkan orang lain selain suami yang boleh masuk ke dalam. Sebelum Hana di bawa masuk, Sana mencoba untuk menenagkan Hana dengan ucapan yang tiba-tiba membangkitkan keberanian Hana saat itu.
" Aku kuat.. Aku akan menjadi seorang ibu.. Aku pasti kuat... " Ucap Hana mendukung dirinya sendiri.
Begitu Hana di bawa masuk ke ruang bersalin, Sana yang sejak tadi khawatir hanya dapat berdoa untuk keselamatan Putri dan cucunya, Ia bahkan sampai lupa untuk memberitahu hal ini pada Jun sehingga dengan cepat sana mengeluarkan ponselnya dan mengirimkan pesan kepada suami Hana bahwa istrinya saat ini sedang berjuang untuk kelahiran anak pertama mereka.
\*
Suara tangisan bayi baru saja membuat Hana meneteskan air mata bahagia, Seorang putra tampannya bersama Jun kini telah lahir ke dunia dalam keadaan sehat baik ibu maupun bayinya, setelah sang bayi di bersihkan dokter pun langsung meletakkan bayi itu di atas dada Hana agar keduanya dapat saling mendengar debaran jantung mereka, Hana tersenyum manis melihat bayi mungil di hadapannya yang kini terdiam saat anaknya berada di dekat Hana.
" Halo Renji... Kamu sangat tampan seperti ayahmu. " Gumam Hana mencoba menyentuh tangan putranya yang sangat mungil.
Setelah bertemu dengan putranya, dokter segera mengambil Renji kembali dan di simpan di kamar bayi selagi Hana di berikan perawatan dan juga pindah ke kamar lain agar pihak keluarga dapat melihat keadaanya.
Di tempat lain, Jun yang telah mengerjakan pekerjaannya dengan baik pagi ini tiba-tiba histeris ketika mendapat pesan dari mertuanya bahwa Hana telah melahirkan bayi laki-laki yang sangat tampan, Sontak Jun langsung menangis bahagia di depan Katakura yang melongo melihat sikap anehnya itu.
" Aku sudah menjadi seroang Ayah. " Seru Jun seketika membuat Katakura yang tadinya biasa saja ikut bersorak.
" Kita harus menyelesaikan pekerjaan ini sekarang, aku sudah tidak sabar ingin bertemu putraku. "
\*
Pria itu belari sangat cepat menelusuri koridor rumah sakit dengan wajah ceria yang menyelimutinya sejak tadi, Begitu tiba di satu ruangan yang bertuliskan nama Hana ia pun langsung membuka pintu dan mendapati sosok wanita yang di cintainya tengah menggendong seorang bayi laki-laki.
Jun melangkah ke arah Hana dengan wajah tak percaya, Melihat Renji yang begitu mungil di tangan Hana membuatnya gemas dan ingin segera memeluknya. Hana menyerahkan bayi itu kepada Jun dan di terimanya dengan hati-hati.
" Dia sangat tampan..., sepertiku. " Ucapnya di barengi tawa yang membuat Hana ikut tertawa.
Jun mencoba mengajak putranya bicara dan saat itu juga Renji tampak tersenyum seakan mengerti bahwa pria yang menggendongnya saat ini adalah Ayahnya.
Pintu kembali terkuak dan seketika menjadi heboh dengan kedatangan Katakura, Rey hingga Urahara yang meminta hadiah taruhan mereka karena yang telah lahir adalah seorang bayi laki-laki, Sebelumnya Hana dan Jun tidak melakukan USG untuk mengecek jenis kelamin anak mereka karena keduanya ingin hal itu menjadi surprise di hari kelahiran nya.
" Baik.. Aku akan mengajak kalian semua berlibur ke Hawai. " Ucap Jun sontak membuat semuanya bersorak gembira.
Sana meraih Renji untuk di timang selagi Jun menghampiri Hana dan meminta maaf karena tidak dapat menemaninya semasa persalinan berjalan, Hana memakluminya dan mengucapkan selamat pada Jun karena telah menjadi Ayah, begitu pun dengan Jun yang sekilas mengecup mesra kening Hana dan mengucapkan hal yang sama.
T. A. M. A. T
akhirnya Stay With Me tamat jugaa... legah akhirnya bisa menyelesaikannya samapai 141 Chapter.. Buat kalian yang udah nyempetin baca dan meninggalkan like serta komentar yang manis aku ucapin terima kasih banyak yang sebesar-besarnya... 💚💚💚💚
.
.
.
Jangan lupa juga untuk mampir di karya author yang lain yah.. di tunggu loh !!!
⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐
Nah kira-kira ini adalah penampakan saat Jun mengurus anaknya readers.
Dan ini adalah penampakan anak mereka umur 20 tahun kemudian...