Stay With Me

Stay With Me
Ajakan Menikah


Hana terlihat kebingungan memilih pakaian yang akan di kenakannya untuk kencannya hari ini, ini bukan kencan pertama tetapi rasanya sangat membingungkan hanya untuk memilih satu pakaian yang cocok. Seisi kamar Hana kini penuh dengan pakaian yang ia lempar dengan asal setelah melihat dan di rasanya tidak pas, beberapa kali suara decak kesal membuat seorang wanita yang berdiri di ambang pintu menatapnya sambil menggeleng pelan.


" Untuk apa mempunyai ibu seorang pembuat baju kalau putrinya saja masih bingung memilih pakaian yang tepat untuk kencan. " Gumam Sana sontak membuat Hana menoleh dengan tersenyum garing


" Pakaianku tidak ada yang cocok untuk kencan hari ini, Jun bilang dia akan mengajakku makan malam setelah kami menikmati waktu bersama. " Lontar Hana beranjak dari tempatnya kemudian memungut satu persatu pakaiannya.


" Ikut ibu ke galeri. " Ajak Sana kemudian di ikuti langkah kaki Hana yang penuh semangat


Rumah tempat tinggal Sana dan galerinya kebetulan saling bersebelahan, Mereka tidak perlu naik mobil atau apapun untuk sampai kesana, hanya dengan membuka pintu halaman samping mereka langsung dapat terhubung dengan galeri Sana atau lebih tepatnya ruang kerja Sana dalam membuat baju.






Walaupun Hana sudah sering ke tempat itu, dia masih merasa takjub dengan koleksi pakaian Sana yang di simpan di dalam satu ruangan khusus, Pakaian yang di simpan di ruangan itu semuanya adalah favorite Sana dan tidak di perjual belikan di mana pun. Lain halnya di beberapa butik Sana yang sudah tersebar di berbagai daerah di sana juga memilki koleksi favoritenya namun masih di perjual belikan.


Semua pakaian yang ada di ruangan itu di susun berdasarkan model, jenis serta bahan yang berbeda, deretan gaun, blues hingga dress semua di susun dengan sangat rapih. Sana memilih satu dress berwarna dusty rose yang sangat cocok untuk di gunakan kencan baik kencan yang mewah ataupun sederhana. Begitu menerima pilihan Sana, Hana pun segera mencobanya di ruang ganti.


Setelah menghabiskan tiga menit dua detiknya di dalam ruang ganti kini Hana telah keluar dari dalam sana dan berpose di hadapan Sana menggunakan dress pilihannya. " Kau sangat cantik, Aku yakin Jun pasti akan sangat terpesona melihatmu. " Decak Sana mengacungkan dua jempol untuk putrinya itu.


 


\*


 


Pukul 16:00 sebuah mobil limosin tiba di depan rumah Sana kemudian seorang pria lengkap dengan stelan jas hitam turun dari sana dan membunyikan bel sebanyak dua kali, Ketika pintu terkuak Hana yang baru saja membukanya lantas terkejut dengan kehadiran pria itu.


" Nona Hana, Perkenalkan saya Kenta Nishimoto selaku supir yang akan mengantarkan anda ke tempat Tuan Misugi, Silahkan lewat sini. " Pria itu kemudian mempersilahkan Hana untuk segera masuk ke dalam mobil.


Hana dan Sana sempat saling melirik satu sama lain karena heran dengan perlakuan yang tidak biasa ini, Setelah Sana memberikan tas Hana ia pun segera mengikuti arahan Kenta untuk segera masuk ke dalam mobil, Sana yang masih berdiri di depan rumah hanya dapat menatap mobil limosin yang telah membawa Hana pergi.


Di dalam mobil panjang itu, Hana hanya dapat menunggu dengan sabar ke mana supir yang bernama Kenta itu akan membawanya. Ini kali pertamanya Hana menaiki mobil seperti itu dan rasanya sangat asing dan kurang nyaman, di tambah lagi dia tidak bisa melihat supir yang membawa mobilnya karena sebuah penghalang.


" Sebenarnya apa yang Jun lakukan sampai menjemputku dengan cara seperti ini " Ucap Hana lirih


Begitu mobil berhenti Hana segera mengintip melalui tirai jendela mobil dan mendapati tulisan Dreamland di depannya, Pintu terbuka dan sosok Kenta mempersilahkan Hana untuk turun karena mereka telah tiba di tempat yang di janjikan.


Hana menatap tulisan Dreamland di depannya dengan kenangan yang pernah terjadi di tempat itu, Sudah sangat lama Hana tidak menginjakkan kaki di taman hiburan tersebut. Kenta lagi-lagi memberikan sebuah kertas kepada Hana yang berisikan aturan untuk dapat bertemu dengan Jun.


" Apa-apaan ini? Kenapa dia bertingkah seperti seorang remaja. " Hana mengerucutkan bibirnya dengan akhiran senyum yang manis


Tak menunggu waktu lama, Wanita cantik itu pun segera memasuki Dreamland yang terlihat ramai seperti biasanya dan sesuai arahan yang menyuruh Hana untuk naik lift terlebih dulu, Begitu Hana tiba di depan sebuah lift yang berdesain aneh tiba membuat Hana membeku sejenak, Pintu lift yang sebelumnya biasa saja di rubah menjadi pintu lift berwarna merah muda dengan corak hati di mana-mana.


Dengan pelan Hana menekan tombol lift dan ketika pintu terbuka ia pun langsung masuk, Aturan berikut meminta Hana untuk naik ke lantai 4 di mana lantai itu dulunya adalah ruangan Jun saat masih menjabat sebagai direktur. Tiba-tiba Hana menangkap sebuah kertas yang bertuliskan sesuatu yang di tempel di dalam lift, Hana mencabut kertas itu kemudian membacanya.


" Kau ingat, awal kita saling menatap satu sama lain di tempat ini. " Itulah yang tertulis di kertas itu sehingga membuat Hana teringat saat di mana dirinya bertemu dengan Jun.


Setibanya di lantai 4, Hana kembali di minta untuk masuk ke ruangan yang bertuliskan ruang interview entah kenapa Hana merasa deja vu dengan aktifitas yang di lakukannya saat ini. Hana membuka pintu ruangan yang bertuliskan ruang interview itu sambil mengedarkan pandangannya ke segala arah, taka da siapapun di sana namun ada sebuah layar beserta proyektor lcd yang sudah di pasang sebelumnya, Di atas sebuah meja terdapat secarik kertas lagi yang membuat Hana melongo melihatnya.


" Putar Videonya " Tulis surat itu dan segera membuat Hana menekan tombol play yang tersedia di sana.


" Cintaku di mulai di sini, Takdir telah mempertemukan aku dengannya jauh sebelum hari itu, Dia adalah seseorang yang begitu berarti hingga detik ini ' Hana Arizawa ' Cinta sejatiku... "


Tulisan itu berakhir dengan musik yang mendukung suasana hati Hana yang sudah berkaca-kaca hanya dengan membaca tulisan itu, Semenit kemudian sebuah video rekaman terputar, Pupil Hana melebar besar ketika melihat video cuplikan dirinya dan Jun dari waktu ke waktu, bahkan video saat mereka masih bermusuhan di mana video itu di ambil oleh Urahara saat dirinya masih bekerja di cafe, Hana tidak menyangka kalau Jun akan mengumpulkan semua video ini menjadi satu. Di akhir video terdapat satu cuplikan yang menampilkan sosok Jun sendiri.


" Untuk Hana, Wanita yang sangat kucintai di dunia ini mungkin kau tidak akan tahu kalau setiap hari kau selalu mengisi kekosongan hariku, Tidak satu detik pun aku tidak memikirkanmu dan hingga saat ini pun kau akan menjadi orang nomor satu yang selalu ada di ingatanku, Ketika aku menutup mata bahkan aku masih dapat melihat senyum indahmu..., Akhir-akhir ini kita sudah mengalami banyak cobaan dan kita melewatinya dengan penuh suka duka bersama. Hana, dari hatiku yang paling dalam.., Aku sangat.. Sangat.. Mencintaimu. Kalau kau sudah menonton video ini tolong datang lah ke rumahku, kenta sudah menunggumu di luar. " Itulah akhir kalimat yang di katakan Jun untuk Hana, Sementara itu Hana yang terbawa suasana sudah menjatuhkan air mata sambil melontarkan kata-kata umpatan pada Jun karena sudah membuat hatinya tak karuan seperti saat ini.


 


\*


 


Setibanya di rumah Jun, Hana yang mulai melangkah memasuki pelataran rumahnya tiba-tiba mendapat kejutan dengan gemerlap lampu yang berwarna-warni ketika dirinya tiba, Tak sampai di situ Hana juga mendapat petunjuk baru ketika melihat gambar anak panah yang menunjuk ke arah pintu.


Hana membuka password pintu yang sebelumnya sudah di ketahuinya, dan begitu pintu terbuka ia langsung melangakah mengikuti arah panah yang menuntunya sampai di ruang tamu, Katakura ada di sana dan memberikan Hana menutup mata yang membuat Hana penasaran akan di bawa kemana.


Begitu Katakura menghentikan langkahnya Hana pun ikut berhenti dan bertanya padanya apakah penutupnya sudah boleh di buka atau tidak, namun tak ada jawaban dari Katakura bahkan saat Hana mencoba mencarinya dengan meraba sekitar tempatnya berdiri nyatanya sudah tak ada pria itu, Hana yang bingung kemudian membuka penutup mata itu sendiri.


Hana membeku sejenak melihat indahnya halaman belakang rumah Jun yang di dekorasi menggunakan lampu warna warni yang menyalah terang dengan deretan bunga Mawar yang harum semerbak, Bola mata Hana menangkap seorang pria yang berdiri membelakangi meja makan yang telah tersusun dengan rapih, Pria itu kemudian menghampirinya dengan senyum yang merekah di bibir.


Jun meraih tangan Hana dan menuntutnya ke arah meja tersebut, Setelah Hana duduk di salah satu kursi yang berhadapan dengan Jun, dua orang pelayan menghampiri mereka dengan membawa menu hidangan sesuai kesukaan Hana.


" Ini Dinner yang teromantis yang pernah ku lakukan denganmu, Kau sampai membuatku hampir mati dengan semua ini, mulai dari limosin yang mengantarku ke Dreamland hingga rumahmu semuanya sukses membuat jantungku berdebar tak karuan. " Komentar Hana yang mengundang gelak tawa dari Jun


" Karena kemarin kita sudah mengalami banyak kesulitan sebagai gantinya aku membuat ini semua untuk menghiburmu. " Ungkap Jun sambil memotong steaknya


" Aku sangat senang, terima kasih karena sudah membuat kejutan yang manis seperti ini. " Lontar Hana tersenyum simpul.


Malam itu mereka menikmati makan malam bersama dengan iringan musik yang romantis, Walaupun cuaca mulai dingin akibat musim yang besok telah berganti tak membuat Hana dan Jun merasa kedinginan, Begitu makan malam yang romantis telah mereka lewati, Keduanya kembali menikmati indahnya malam musim gugur terkahir di balkon rumah dengan di temani dua cangkir teh hangat di sebelah mereka.


Hana menyandarkan kepalanya di pundak Jun dan di terima oleh pria itu dengan senang hati, Aroma sampo Hana yang terasa harum membuat Jun serasa betah lama-lama di dekat wanita itu, Tangan mereka saling menggenggam satu sama lain dan tak lupa satu selimut yang menutupi tubuh mereka agar tetap merasa hangat.


" Setelah melewati makan malam ini, sebenarnya ada yang ingin ku katakan padamu. " ucap Jun melirik Hana yang sedang asyik memainkan jemari Jun


" Apa? "


" Aku ingin kita segera menikah. " Hana mengangkat kepalanya kemudian menatap Jun tak percaya, Sebelumnya Jun memang pernah melamar Hana dan saat itu Hana hanya menerima cincin tanpa menyetujui ajakan menikah Jun waktu itu.


" Bagaimana, apa kau mau menikah denganku? " Tanyanya lagi dengan nada suara yang pelan.


" Aku mau. "


Hening...


Jun mengerjapkan matanya dengan cepat, darah di tubuhnya mulai berdesir dan jantungnya berdetak dua kali lebih kencang, namun kesadarannya belum kembali seakan melayang jauh ke udara. Jun meminta Hana mengulang jawabannya sekali lagi.


" Aku ingin menikah denganmu!!! " Teriak Hana dan akhirnya membuat Jun ikut berteriak kegirangan.


Jun meraih Hana ke dalam pelukannya sebelum memberikan ciuman singkat di bibir, Setelah itu ia beranjak dan bersorak kencang " Aku akan segera menikahhhhhh... " Teriaknya tak peduli saat itu sedang malam dan bisa saja tetangganya sedang tidur saat ini.


Di bawah sana, Katakura yang masih berada di rumah Jun tampak tersenyum simpul mendengar teriakan Jun yang sangat melengking, Mendengar akhirnya Jun akan segera menikah entah mengapa membuat Katakura hampir meneteskan air mata, tentu bukan air mata kesedihan melainkan air mata bahagia akhirnya Jun telah menemukan seseorang yang akan mendampinginya seumur hidup.