
Setelah pertemuan dengan Etan , Keluarga Muse di kediaman mereka membuat rapat besar - besaran untuk membahas Etan , pasalnya mereka sudah mendapat peringatan langsung dari Etan.
" Tetua ... silahkan berikan saran anda " Burdi berkata sopan pada Patriaknya yang notabenya ayahnya sendiri.
Blaren menghela napas " kalau aku disuruh memilih , sudah jelas jika aku akan tunduk di hadapan Tuan Clark , walaupun aku di bilang anjing atau apapun aku tidak peduli karena bagiku nyawa kalian lebih penting daripada sebuah kekuasaan yang belum tentu akan menjamin kehidupan kita selamanya !"
Setelah Blaren mengatakan hal tersebut para tetuan dan keluarga cabang yang datang saling berbisik , mereka ada yang setuju dang ada juga yang tidak setuju.
" Patriak !, Bukankah terlalu dini untuk mengetahui sekuat apa keluarga Clark ini !, apakah anda tidak yakin dengan kekuatan keluarga sendiri !?"
" Benar Patriak !, apakah kehormatan kita sebagai penguasa provinsi Burn akan lenyap begitu saja , sementara kita belum memastikan sendiri seberapa kuat lawan kita "
Berbagai pendapat terlontar , banyak yang tidak setuju dengan ucapan Blaren , karena menurut mereka ucapan Blaren tidak berdasar , walaupun Etan sudah mengalahkan keluarga Long , tapi menurut merrka itu hanya sebuah kebetulan.
Blaren menghela napas " Apa yang perlu dia buktukan dihadapan kalian , jika kami berenam yang menemuinya langsung sudah gemetaran ketakutan melihat kekuatannya , apa lagi kalian yang notabenya hanya memiliki kekuatan di bawah kami !"
Suara Blaren tidak keras ,tapi cukup untuk membuat mereka yang ada ditempat tersebut sadar akan kekuatan mereka sendiri. Karena memang di Keluarga Muse hanya ada lima orang yang berada di ranah Dewa Akhir, sisanya masih di bawah mereka berlima.
" Patriak !, Bolehkah saya melihat sendiri orang yang bernama Etan Clark ini , jika menurut saya dia layak untuk di hormati , saya tidak akan segan untuk membuat semua keluarga Muse yang menolak kerja sama dengannya ,akan saya buat diam !" Ucap Dorti Muse , dia pemimpin keluarga cabang keluarga Muse yang selama ini melatih calon pasukan keluarga Muse , Dia juga salah satu orang yang sudah mencapai Ranah Dewa akhir.
Bralen menghela napas " Terbanglah ke Longtown sekarang , ingat jangan bahayakan nyawamu , Tuan Clark tidak memiliki belas kasihan jika sudah marah !"
Bralen terpaksa memenuhi ucapan Dorti , pasalnya dia memang orang yang keras kepala , jadi Bralen ingin Dorti melihat sendiri kekuatan Etan.
Dorti mengangguk mengerti , dia langsung beranjak dari tempat duduknya untuk langsung terbang ke Provinsi Longtown , pertemuan tersebutpun di akhiri dan akan dilanjutkan setelah Dorti kembali.
***
Di kediamannya Etan sedang merenung , dia berpikir keras mencari cara untuk menghabiskan uangnya.
" System cek Status !"
[ Yes Master ]
[ status ]
sistem Versi : 2
Level System : 1 / 0 / 100.000.000
Nama : Etan Clark
kekuatan : Dewa Akhir / Bintang Awal (100.000.000)
Vitalitas : Dewa Akhir / Bintang Awal (100.000.000)
poin Kekuatan : 0
Koin : 999.000.000.000.
Uang : 1.000.000.000.000 Varmos.
Teknik : Manipulasi Gravitasi/ petarung jarak dekat/ Langkah Cepat / Dimensi penyimpanan/ Elemen Api/ Lubang hitam
senjata : Asisten Robot ( Versi 2 ) / Durandal /100 Pasukan Robot ( Versi 2 )/
Tubuh : Dewa/ Tubuh Elemen
Toko Sistem : Pil penyembuhan( per butir 1.000.000 Poin ) / Pukulan satu Hit (10.000.000 Poin ) / Elemen Angin (10.000.000 ) / Tubuh Absolut ( 100.000.000 Poin )
Etan menatap nanar layar Virtual yang muncul dihadapannya , karena masih jauh baginya untuk mncapai mimpinya " bagaimana caranya aku harus menghabiskan uang dengan cepat ?" gumam Etan lirih.
Ceril yang Notabenya sudah melihat Etan sedang melamun sendirian di ruang tamu , dia sengaja membawakan minuman untuk Etan.
" Tuan Clark minum dulu " Setelah mengatakan itu , Ceril duduk disebelah Etan.
Etan menegakan duduknya, dia langsung menenggak minuman dingin yang dibuat Ceril seperti orang tidak minum beberapa hari.
" Tuan.. minumnya hati - hati " Tegur Ceril lembut.
Tapi Etan sudah menghabiskan seluruh minuman yang ada digelas tersebut " Ahh... Segarnya.. , terimakasih Ceril " ucap Etan sambil mengulas sebuah senyum.
Ceril mengangguk " Tuan... ,saya lihat anda sedang memikirkan sesuatu , apakah ada yang sedang mengganggu pikiran anda ?" tanya Ceril penuh perhatian.
Etan menghela napas " Sebenarnya aku hanya sedang bingung bagaimana caranya dengan cepat menghabiskan uang "
Ceril terkejut , tapi sejenak kemudian Ceril mengira jika Etan sedang bercanda , diapun akhirnya menjawab dengan bercanda " Kenapa musti bingung Tuan ?, anda bisa membeli pesawat , kapal pesiar , Rumah mewah , mobil mewah , bahkan apapun bisa anda beli dengan uang , jika saya jadi Tuan saya akan langsung membeli bandaranya langsung mungkin, sayangkan mungkin saya tidak busa seperti itu ,hehe... " Ucap Ceril sambil tertawa lirih.
Kata - kata Ceril sontak saja memberikan Etan ide, kenapa dia tidak terpikirkan membeli bandara atau kapal pesiar , pasti Harganya bisa mencapai puluhan Milyar atau bahkan mungkin mencapai ratusan Milyar.
Memikirkan itu saja Etan sudah sangat senang, dengan reflek Etan memeluk Ceril " Terimakasih Ceril , berkat kamu aku bisa menghabiskan uangku !"
" Eh... eh... " Ceril mengangguk kebingungan ,pasalnya tadi dia bicara dengan pemikiran liarnya, dia tidak bermaksud memberikan usulan tersebut.
Etan melepaskan pelukannya , dan memberi Ceril sebuah kecupan di pipinya " Aku pergi dulu , nanti kubelikan kamu sesuatu !" ucap Etan sambil berlalu pergi.
Ceril menyentuh pipinya , dia menatap punggung Etan yang semakin menjauh " andai saja ini ciuman sayang , pasti aku akan sangat senang Tuan Clark " gumam Ceril lirih.
Tanpa basa - basi Etan langsung menelpon Vivi untuk mencari tahu dia sedang dimana , karena Etan akan menemui Vivi secara langsung.
Vivi memberitahu Lokasinya jika dia sedang ada Clark Capital , yang dulunya Long Capital , karena sekarang sudah menjadi milik Etan jadi namanya di rubah menjadi Clark Capital.
Etan langsung mengemudikan mobilnya menuju Clark Capital , dia bersiul - siul sangat senang karena dapat menemukan cara untuk menghabisakan uang.
Tak berselang lama Etan sampai di Clark Capital berkat panduan dari Vivi .
Vivi sudah menunggu Etan di luar gerbang bersama dengan CEO Clark Capital dan eksekutif lainnya , mereka rela menunggu berpanas - panasan di luar gerbang.
Sampai - sampai para karyawan menjadi heboh karena mereka pikir jika akan ada tamu spesial yang akan datang ke Clark Capital.
" Siapa yah kira - kira yang akan datang ?, sampai para eksekutif yang langsung menunggunya ?"
" Sepertinya orang penting, Karena CEO juga ada disana !"
" Benar... para petinggi semuanya ada disana !"
Para karyawan memiliki pemikiran masing - masing karena mereka tidak tahu jika pemimpin mereka yang sekarang akan datang mengunjungi.
Mobil Etan sampai di hadapan mereka semua ,Etan membuka kaca jendela Mobil, para eksekutif terkejut saat melihat ternyata Bos besar mereka masih sangat muda. Walaupun mereka sudah di beritahu jika Bos barunya masih muda ,tapi mereka tidak mengira jika akan berumur dua puluhan .
.
.
.
.