
Di peradaban tingkat satu, Kaisar tertinggi Yuan Zi mengerutkan keningnya ketika merasakan Kekuatan Etan ketika dia menerobos Ke ranah Lord Emperor.
Kaisar Yuan Zi sebenarnya tidak bisa memastikan kekuatan tersebut, dia juga hanya mersakan sekilas saja, tapi insting Kaisar Yuan Zi mengatakan jika kekuatan tersebut sangat berbahaya.
Bukan Cuma Kaisar Yuan Zi, Klan Long yang sedang menyiapkan segala sesuatunya untuk berperang dengan Kekaisaran.
Patriak Klan Long, yang Merupakan Ayah Gama Long juga merasakan Hal tersebut, pasalnya kekuatan Patriak Klan Long sama dengan Kaisar Yuan Zi.
Klan - Klan Besar peradaban tingkat satu yang Notabenya memiliki kekuatanyanga sama dengan Kaisar Yuan Zi, mereka semua juga merasakan kekuatan Etan walau hanya sekilas saja.
Sementara itu di sebuah goa di kaki gunung wilayah kekaisaran, seorang pria sepuh yang sedang di rantai menggunakan Segel surgawi, dia tersenyum ketika merasakan Kekuatan Etan " Ternyata ada Dewa baru yang terlahir, sepertinya ini akan menarik, Pengadilan Surgawi sekarang apa yang akan kalian lakukan pada orang ini ?, kekuatannya sudah setara dengan pemimpin kalian, hahaha..."
Pria sepuh tersebut terlihat sangat senang. dia seperti mendapatkan sebuah harapan Baru, karena akan ada orang yang berperang dengan pengadilan Surgawi yang telah merenggut kehidupannya.
...***...
Tubuh Etan perlahan kembali pulih, tubuh gosongnya mengikis dan tumbuh tubuh baru yang mulai memperlihatkan tubuh yang kembali Normal didalam balutan 4 elemen milik Etan.
Sementara itu Gama Long masih khawatir dengan Etan, karena dia pikir jika Etan tidak bisa menahan Malapetaka yang barusan terjadi.
Puna kembali mengecil dengan Tempurung yang sudah retak " Tuan Long, saya pergi dulu, untuk menyembuhkan Tempurungku yang retak, untuk beberapa saat mungkin saya tidak bisa memenuhi panggilan anda "
Gama Long menghela napas " Terimakasih Puna, aku mengerti pergilah !" ucap Gama Long pada Puna.
" Slaap !" Puna menghilang dari hadapan Gama Long.
Ketika goncangan dalam pesawat sudah tidak terasa, Ke empat istri Etan keluar, mereka akan pergi menghampiri Etan, tapi Gama Long menghalanginya.
" Kalian jangan kesana dulu !, disana masih berbahaya !" ucap Gama Long yang merasakan jika Energi Spiritual di sekitar tempat Etan menerobos masih belum stabil.
Kyla sangat cemas " Tapi Tuan Gama ..?"
" Kyla, dengarkan Tuan Gama, Energi Spiritual disana sangat aneh, takutnya kita malah terluka jika kesana " ucap Anita menegur Kyla.
Vivi buka Suara " Energispiritual suami kita masih ada, tapi belum stabil " Vivi terlihat cemas, dia yang tadinya cuek dengan Etan merasa sangat khawatir.
Tiba - tiba sebuah Cahaya Emas bersinar dari tempat Etan, sinar tersebut sangat terang mengakibatkan Orang yang melihatnya secara langsung sangat silau.
" Kraakkk
" Craanggg !
4 Elemen yang membalut tubuh Etan pecah, Cahaya emas tersebut masuk ke tubuh Etan dengan Cepat.
Tubuh Etan langsung melayang, dia tidak mengenakan sehelai benangpun karena pakaiannya hangus menjadi Abu oleh Petir malapetaka.
Etan membuka matanya, Sekilas Cahaya Emas juga terlihat di matanya.
Etan tersenyum, dia bisa sangat jelas melihat ke empat istrinya dan Gama Long yang sedang mengkhawatirkannya.
" Warp !" Etan menggunakan Warp Untuk kekamarnya mengenakan Pakaiaan terlebih dahulu.
Qiula dan Guila yang sedang berada di kamar Etan terkejut ketika melihat Etan keluar dari pintu Dimensi Warp tanpa sehelai benangpun.
Etan tidak menggubris mereka, dia dengan santainya menghampiri lemari pakaian.
Etan tidak sadsr jika Quila.dan Guila ketakutan ketika melihat pusaka Etan, karena sedang tidak berdiri saja hampir selengan mereka, apa lagi kalau berdiri tegap.
" Apakah benda itu muat di Goaku ?" gumam Quila dalam hati.
Mereka mengira jika Etan akan menggarapnya sekarang, tapi setelah memakai pakaiannya Etan langsung menggunakan Warp dan menghampiri ke empat istrinya.
Hawa kehadiran Etan membuat Gama Long dan Ke empat istri Etan langsung menoleh ke belakang.
" Sayang !" Kyla langsung memeluk Etan.
Etan hanya tersenyum, Etan menatap Anita " Apakah kamu tidak rindu padaku Nona Yuan ?" tanya Etan.
Anita terkejut, karena oanggilan tersebut memang panggilan Chen Long dulu, Anita langsung menghambur ke pelukan Etan " Apakah kamu sudah mengingat semuanya ?" tanya Anita ketiak memeluk Etan dari Samping, karena didepan ada Kyla.
Etan mengangguk " Vivi, Wina, kemarilah " Etan memanggil kedua Wanita lainnya.
Vivi dan Wina ikut bergabung, mereka semua memeluk Etan dengan penuh Kasih.
Etan Menyeringai " Malam ini aku ingin memuaskan kalian !, Warp !" Etan membawa mereka berempat ke kamar.
Gama Long tersenyum kecut, karena dia ditinggal begitu saja, Gama Long menghela napas " Dasar anak muda, tapi Syukurlah ternyata rencanaku berhasil, Ayah, Ibu sekarang kalian tidak perlu Kahawatir, karena akan ada irang yang membantu kalian " Gama Long bermonolog sendiri.
Ke empat istri Etan sampai di kamar, Quila dan Guila kembali terkejut ketika melihat Etan di peluk ke empat istrinya.
Anita menghela napas " Sayang kamu baru saja menyetabilkan kekuatan kamu, apa kamu yakin ingin melakukannya sekarang ?" tanya Anita.
Etan tersenyum " Lihatlah itu " Etan menatap pusakanya.
Anita dan yang lainnya tersenyum kecut ketika melihat benjolan keras di balik celana Etan.
" Sayang mereka akan melayani kamu dulu" Anita menunjuk Quila dan Guila, sambil mau meninggalkan Etan, karena dia tahu betapa Brutalnya Chen Long ketika dulu berhubungan dengannya.
Tapi Etan mencekal tangan Anita " Aku ingin menikmati tubuh kamu dulu Nona Yuan setelah sekian lama kita berpisah " Etan menyunggingkannsenyum.
' glek ' Anita menelan ludah, dia tahu jika dirinya akan di buat pingsan oleh Etan, pasaknya dulu ketika ranah kekuatan Chen long sama dengannya saja, dia sudah keaalahan, apalagi sekarang yang notabneya kekuatan Chen Long/ Etan sudah ajauh di atsnya, dia bisa bertahan satu hari saja akan sangat beruntung.
Tanpa ragu Etan langsung melucuti pakain Anita hingga tidak tersisa sehelai benang pun yang melekat pada tubuh Anita.
Anita hanya pasrah saja ketika Etan mulai pemanasan dengannya, dia menuruti semua kemauan Etan, hingga akhirnya libido dia juga naik.
Etan Mulai menerjangkan pusakanya kedalam Goa Anita.
Walau sudah terbiasa dengan Pusaka Etan, tapi tetap saja Pusaka Etan terasa mengganjal di Goanya.
Anita di garap Etan sendirian, semenatar yang lain hanya menonton menunggu giliran.
Quila dan Guila begidik ngeri melihat permainan Etan yang tanpa ampun menghujamkan pusakanya kedslam Goa Anita.
Anita sampai berteriak - teriak, membuat Quila dan Guila semakin ragu apakah mereka sanggup di perlakukan seperti itu.
Tubuh Quila dan Guila bergetar karena takut, wajahnya mereka berdua memucat.
Kyla yang melihat hal tersebut, dia mengeluarkan dua buah Pil dan menyerahkannya pada mereka berdua " Minumlah, agar kalian lebih rilex, karena kita akan melewati malam yang panjang " ucapan Kyla terasa seperti Dewi kematian bagi Quila dan Guila.
.
.
.