
Ke Esokan Harinya sudah banyak orang berkumpul di jalan kota Wu menyambut kedatangan wakil dari Akademi JiaNan untuk melakukan pendaftaran Murid baru.
Zed keluar bersama Xiao Bai dari ruangannya dan berjalan ke luar arah pendaftar Akademi JiaNan.
Xiao Bai tak naik di pundak Zed kali ini dan memilih berjalan sendiri, dia penasaran dengan banyak orang di jalan dan terus memperhatikan sekitarnya..
Zed memperhatikan Di sana sudah banyak yang mengantri dan dia juga melihat Xiao Yan dan Xiao Xun'er sedang berjalan ke arah lain bersama Xiao Yu dan adiknya Xiao Ning dan Xiao Mei di depannya.
"kkiiikkk.. Kiiiikkk.. Kiiikkk.."
"Xiao Bai, berhenti melihat-lihat.. Mari ikuti mereka..." Zed yang melihat Xiao Bai tertinggal saat mengamati hal lain pun memanggilnya, kemudian mengankatnya dan menaruhnya di pundak agar tak berkeliaran kemana-mana.
Zed menghampiri mereka dan pura-pura tak tau apa yang ingin di lakukan mereka.
"Yan'e, Xun'er, kemana kalian akan pergi..?? Bukannya pendaftaran ada di sana.."
"Ohh kak Zed, aku dan kak Xiao Yan ingin mengikuti Xiao yu untuk melewati pintu belakang agar tak mengantri." Xun'er
"Kak. Apa kau juga ingin mendaftar..??" Xiao Yan
"Entah lah... Aku tak terlalu tertarik, lagi pula mungkin sebentar lagi aku akan memiliki kekuatan yang setara dengan guru di sana, jadi rasanya apa masih perlu aku mendaftar..??" Zed.
"Hemm.. Kalo itu memang benar, sekarang aku yakin bahkan kak lebih kuat dari rata-rata guru di sana.." Xiao Yan
"Yaa.. Makanya aku akan mempertimbangkan lagi, mungkin aku bahkan bisa menjadi guru dari pada murid."
Mereka terus mengobrol dan tak lama kemudian mereka sampai di depan pintu, dimana di sana sudah ada satu murid senior yang menjaga namun dengan posisi seperti sedang tertidur..
" Kita sampai.. "Xiao Yu.
" Ohh bagus lah. Itu seseorang yang aku kenal...
Senior aku murid profesor Ruo Ling, namaku Xiao Yu. Keseini untuk berkunjung secara khusus untuk bertemu profesor.. "
Melihat Xiao Yu, Zed hanya menggelengkan kepalanya.
" Gadis yang Naif.. "
Lalu Xiao Ning berjalan melewati nya.
" Kaka, kau tetap mengatakan betapa ketatnya untuk masuk, tapi ini tidak terlihat ketat sama sekali. "
Namun tepat saat dia selesai mengatakan itu, tiba-tiba terasa tekanan Dou Qi yang membuatnya kesulitan berjalan.
Bahkan nafasnya pun terasa berat, dia berusaha sekuat tenaga untuk melewatinya.
Yang lainpun sama, mereka mengeluarkan Dou Qi mereka untuk melindungi diri mereka sendiri agar bisa masuk.
Xiao Ning dan Xiao Mei mengeluarkan semua kemampuan mereka dengan susah payah agar bisa lewat. Sedangkan Xiao Yan dan Xiao Xun'er dengan mudah melewatinya.
Setelah itu hanya tinggal Zed dan Xiao Bai,
"Xiao Bai kau turun dan coba masuk ke dalam, jika tak sanggup aku takan memberimu pisang hari ini.."
"kkiiikkk.. Kiiiikkk.. Kiiikkk.." Xiao Bai protes kepada Zed karena mengancamnya takan memberi pisang.
Walaupun belum bisa berbicara, zed masih bisa memahaminya.
"Kalau kau ingin pisang kau harus masuk, kalo tidak, maka tak ada pisang untukmu.." Zed mengatakan itu dengan tersenyum
"kkiiikkk.. Kiiiikkk.. Kiiikkk.." Xiao Bai langsung melompat turun dari pundak Zed dan berlari melewati pintu..
Kemudian di susul Zed yang berjalan normal tanpa mengeluarkan sedikit pun Dou Qi.
"kkiiikkk.. Kiiiikkk.. Kiiikkk.." Xiao Bai teriak dan langsung naik ke pundak Zed lagi.
"anak pintar.." Zed mengeluarkan pisang dan memberikannya kepada Xiao Bai.
Kemudian dia melihat ke arah yang lain.
"Kalian sangat menyedihkan, bahkan Xiao Bai bisa lewat tanpa berkeringat.."
"hiihiiihiii.. kak Zed, kau terlalu kejam. Kata-kata kakak bagaikan menaburkan garam di atas luka mereka.." Xun'er
"Heeemm.. Itu fakta.." Zed berkata sambil mengangkat kedua bahunya.
"kkiiikkk.. Kiiiikkk.. Kiiikkk.." Xiao Bai pun dengan bangga membusungkan dadanya yang kecil dan gemuk itu.
Kemudian mereka menuju ke tempat selanjutnya, dari arah sana mereka mendengar suara suara aneh seperti ada seseorang sedang berkelahi.
Lalu saat mereka masuk ke tempat selanjutnya, tiba-tiba ada seseorang yang terlempar ke depan mereka.
"Luo Bu..!! Apa yang sedang kau lakukan..??" Xiao Yu
"Tak Banyak, hanya mengajari mereka cara menghormati Senior mereka.." Luo Bu
"pemula sekarang kau tau kan siapa bis di sini..??"
Kemudian anak sebelumnya yang terjatuh itu menjawabnya.
"Aku hanya berlutut untuk, Surga, Bumi dan Orang Tua ku. Kenapa aku harus berlutut padamu..??" Ah Tai. murid baru itu.
Mendengar itu membuat Luo Bu marah dan berniat menendangnya.
" Kau masih saja keras kepala bocah sialan..!! "
Namun dia langsung di lemparkan dengan satu pukulan oleh Xiao Yan dengan mudah.
"Hemm.. Apa kau benar-benar murid akademi JiaNan.??" Xiao Yan
Kemudian Xiao Yan mendatangi Ah Tai dan membantunya berdiri.
"Ah Tai. Kau punya keberanian, namun di dunia ini hanya orang yang memiliki kekuatan lah yang takan di ganggu."
Setelah mengatakan hal itu, Xiao Yan mendekati Luo Bu dan menendangnya lagi dengan keras.
Dan saat Luo Bu hampir menabrak tembok, tiba-tiba dia berhenti karena sebuah bola air menahanya agar tak menabrak tembok.
Lalu munculah Seorang wanita yang cukup cantik, memakai pakaian putih biru dan berkacamata.
Dia adalah guru yang bertugas merekrut siswa baru kali ini.
Guru Ruo Ling.
Lalu dia mendekati siswa baru yang terluka dan mengobati nya denga teknik penyembuhan Dou Qi elemen Air.
"Seperti nya Anak muda yang kuat ini kaulah yang membawanya, Xiao Yu.
Bisakah kau memberitahukan nama dan Rank-mu..??" Guru Ruo Ling.
"Namaku Xiao Yan, Rank-ku seharusnya Dou Practitioner bintang Empat.." Xiao Yan
"Jadi kau Xiao Yan, seharusnya Rank mu menjadi yang tertinggi di semua siswa baru.." Guru Ruo Ling.
"itu mungkin tidak benar.." lalu Xiao Yan melihat ke arah Xiao Xun'er
"namaku Xiao Xun'er, Enam belas tahun. Dou Practitioner bintang Enam.!" Xun'er memperkenalkan dirinya.
Yang lainnya kaget dengan tingkatan Xun'er.
"Dengan kekuatnmu. Masuk ke akademi JiaNan bukanlah masalah, Tujuh hari kemudian, angkutan terbang dari Akademi JiaNan akan membawa kalian semua." Guru Ruo Ling.
Setelah itu, Xiao Yan meminta Cuti selama satu tahun untuk melakukan sesuatu, namun untuk mendapat kannya Guru Ruo Ling memberikan syarat untuk itu.
Syaratnya adalah harus bertahan melawan dua puluh gerakan melawannya.
Kemudian mereka mulai berdebat, Xiao Yan menunjukan semua keahliannya. Walaupun kuat namun oerbedaan kekuatan tetaplah terlihat, dengan mudah profesor Ruo Ling menangis semua gerakannya.
"Mari akhiri ini sekarang. *Xuan Class Middle Level, Elegant Water Cyclone*
Profesor Ruo Ling. Menciptakan ular air besar dan menyerang Xiao Yan.
Xiao Yan yang merasa tak sanggup bertahan meminta bantuan Yao Lao.
Saat semua orang mengira Xiao Yan sudah kala, Xiao Yan muncul dari asap sisa serangan itu dan masih berdiri.
Lalu pada akhirnya Profesor Ruo Ling menyetujui cutinya.
"Eee.. Sebenarnya ada satu lagi.." Xiao Yan menengok ke arah Zed.
"Kak apa kau ikut mendaftar atau tidak..??"
"Hemm.. Baiklah aku juga akan ikut, tapi aku sudah berjanji pada ayah untuk menjagamu, dan lagi aku masih punya hutang Dou Skil padamu." Zed.
"Profesor Ruo Ling aku juga akan mendaftar, dan juga aku akan cuti untuk menemani Yan'er."
"hemmm.. Nak, siapa namamu dan Rank berapa kau sekarang..??" Profesor Ruo Ling.
"Namaku Xiao Zed, umur delapan belas tahun. Dan Rang-ku Dou Spirit bintanh Sembilan.." Zed memperkenalkan dirinya sambil melepaskan tekanan Dou Spirit miliknya..
Semuanya yang ada di sana langsung tersungkur karena perbedaan kekuatan yang terlalu besar. BahkanbProfesor Ruo Ling pun kesulitan karena menahan tekanan itu.
" Kak.. Kau mencekik kami semua..!!" Xiao Yan berusaha berbicara dengan susah payah.
"Ohh.. Maaf kan aku.. Aku lupa kalian masih sangat lemah.." Zed menyingkirkan tekananya agar semua orang bisa bernafas dan berdiri lagi.
"Sepertinya kali ini akademi JiaNan benar-benar mendapat kan Jacpot besar.." Profesor Ruo Ling.
"Baiklah kau juga aku setujui cutinya."
"Ehh... Apa kau tak mengujiku..??" Zed.
"Untuk apa aku menguji mu.. Bahkan kekuatan milikmu sudah melebihi beberapa Profesor di sana. Hanya ada beberapa orang yang bisa menjadi lawanmu di akademi. Aku akan melaporkan ini kepada kepala sekolah." Profesor Ruo Ling.
"mungkin hanya dia yang bisa menentukan posisimu. Karena mungkin kau tak pantas menjadi murid lagi, lebih cocok menjadi profesor di sana."
"Baiklah kalo begitu, Satu tahun lagi aku dan adikku akan menuju akademi.." Zed.
"Ayo Xiao Bai kita cari makanan yang enak.."
"kkiiikkk.. Kiiiikkk.. Kiiikkk.." Xiao Bai mendengar makanan enak langsung bersemangat.
Setelah itu Zed meninggalkan tempat pendaftar dan kembali pergi membeli beberapa barang dan makanan di pasar..
Setelah itu Zed kembali ke klan dan menemui Xiao Yan.
" Xiao Yan, apa tujuanmu Magical Beast Mountain..??"
"Ya kak ada apa..??" Xiao Yan
"Baiklah.. Aku akan menunggu mu di sana. Karena aku akan pergi duluan sekarang." Zed
"Setelah kau berpamitan kepada Ayah dan gadis kecilmu itu, temui aku di sana.."
"Ehh.. Bagaimana aku bisa menemukanmu di sana kak.. Magical Beast Mountain sangat luas bukan..??" Xiao Yan
"Ohh lupakan.. Kalo kau tak bisa menemukan ku, aku akan menemukanmu sendiri, tapi aku yakin kau pasti akan menemukanku sendiri.. " Zed.
"Tak usah kau pikirkan bagai mana kau akan tau pada saatnya nanyi..
Baiklah aku akan pergi sekarang.. Sampai jumpa di sana.."
Setelah Zed mengatakan itu, dia pergi dari sana dan kemudian dia mulai melesat dengan kecepatan tinggi menuju kota Green mountain .
.
.
.
. . ________\=Skip\=_______
Magical Beast Mountain
Setelah Zed melewati kota Green mountain, Zed tak berhenti di sana, dia terus terbang menuju gunung Magical Beast.
Saat memasuki gunung, Zed bertemu Magical Beast Chilling Ice Snake di depannya namun Zed tak memperdukikannya dan terus terbang dengan kecepatan tinggi dan menabrak salah satu ular itu sampai hancur..
Dan saat Zed mendekati tebing dia melambat dan turun di sana.
"Seharusnya ada di bawah sana bukan..? Aku harus mencari sebuah pohon aneh dan di sanalah tempatnya..."
Zed langsung turun ke bawah tebing dan dia melihat Sebuah Pohon tua di sana. Dan di belakangnya terdapat sebuah gua.
"Aku menemukannya..."
Setelah menemukan gua itu Zed langsung mencari tombol untuk masuk ke dalamnya..
Tujuan Zed bukanlah Skil Dou Qi di sana namun Hanya Hartanya saja.
Karena yang Zed butuhkan saat ini adalah Uang, karena Zed tak ingin meminta uang dari sistem. Dia ingin mencari sendiri, sedangkan teknik Zed sama sekali tak membutuhkannya.
"Ya di sini memang banyak harta, dan bahkan ada banyak tumbuhan obat. Tapi itu tak penting, untuk sekarang.." Zed melihat ke arah tengkorak yang duduk di singgahsana batu.
"aku hanya perlu mencari Living Corpse Insect untuk menanganinya.."
Zed kemudian melihat dengan RinneSharingan miliknya dan dengan mudah menemukannya.
"Teshi Sendan (peluru tulang pengeboran Sepuluh Jari )"
Zed menggunakan peluru tulang untuk mengenai serangga itu, kemudian tengkorak itu langsung jatuh dan menjadi tumpukan tulang belulang.
Setelah itu Zed mengambil tiga kunci dari dalam tumpukan tengkorak itu, dan dia juga mendapatkan sebuah Gulungan yang berisi peta menuju ke *Purifyng Lotus Demon Flame. * lalu dia mulai membuka tiga peti batu di depannya..
Kotak pertama Zed mengambil *seven color poison scroll* walaupun sangat beracun, zed yang memiliki kekuatan Racun juga sama sekali tak terpengaruh dan langsung menyimpannya.
Lalu di kotak ke dua dia mendapatkan
*Flying Dou Qi skil, wings of eagle* atau di sebut juga
*Purpel cloud wings* Xuan clas Tinggi
Lalu yang ke tiga adalah
Xuan clas *Ferocoius Lion Roar*
Setelah membuka semua kotak, Zed mulai menyimpan semua Harta di sana kecuali tanaman Obat.
Kemudian Zed duduk di atas Tahta Batu dan mulai melakukan Kultivasi di sana..
.
.
.
. . ________\=Skip\=_______
Sementara itu Xiao Yan sudah memulai perjalannya menuju kota Green mountain.
Dan sesampainya di sana, dia masih mengalami hal yang sama dengan cerita aslinya. Dia bertemu dengan Xiao Yi Xian, dan karena Xiao Yi Xian mengambil
*Bloode lotus Esensei* Xiao Yan mengikuti Xiao Yi Xian ke arah Gunung Magical Beast.
(Note. Xiao di nama Xiao Yi Xian itu artinya kecil, sedangkan Xiao di nama Xiao Yan itu berasal dari klan Xiao. Jadi bukan nama yang sama.)
Di sana mereka juga masih menemui ular Es, namun hanya satu karena yang satunya mati atau hancur di tabrak Zed.
Karen itu, di sini tak ada insiden di mana Xiao Yan menyelamatkan Xiao Yi Xian.
Pada malam hari mereka masih sama dengan cerita aslinya, dimana mereka turun dan mencari gua harta karun.
Dan saat di depan Gua..
"Haaa.. Haaa.. Haaa.. Melelahkan sekali.." Xiao Yan
Dia menggendong Xiao Yi Xian naik ke arah gua ini.
"cihh.. Kau hanya menggendong ku dan meminta setengah harta di dalam.." Xiao Yi Xian
"Cewe sialan.." Xiao Yan
Namun saat mereka semakin dekat..
*Gua ini memancarkan aura Dou Qi yang sangat kuat.. Di dalam pasti ada banyak harta karun yang berharga.. *Yao Lao berbicara dengan Xiao Yan menggunakan telepati.
Dan saat mereka semakin dekat dengan pintu gua..
"Tidak ini aneh.. seperti nya Aura seorang Dou King.. * Yao Lao yang sensitif merasakan aura seseorang di tingkat Dou King di dalam gua ini.
"Tunggu.. Ada yang tak beres.. Aku merasakan Aura Dou King dari dalam sana.." Xiao Yan mencoba memperingatkan Xiao Yi Xian.
Namun itu sudah terlambat Xiao Yi Xian sudah menekan tombol untuk membuka pintu itu.
"Apa..??" Xiao Yi Xian yang kaget mendengarnya langsung mundur kebelakang.
Dan saat pintu itu di buka langsung terjadi gelombang badai Dou Qi yang sangat kuat dari dalam..
"Hati-hati.." Yao Lao menggunakan tubuh Xiao Yan langsung membuat pelindung diantara mereka bertiga agar selamat dari tekanan itu.
Setelah badai Dou Qi mereda, mereka bisa merasakan kekuatan yang sangat Tiran dari dalam sana. Seolah olah itu bukan berasal dari manusia,melainkan dari Magical Beast yang sangat kuat..
Namun saat aura itu mulai mereda, Xiao Yan merasakan sesuatu yang familiar dari Aura itu..
"Aura ini..??" Xiao Yan
*Guru apa kau ingat Aura ini sedikit Familiar..?? *
*Ya.. Ini sangat familiar rasanya, walau yang ini jauh lebih kuat dan lebih ganas.. Tapi tak salah lagi ini aura miliknya.. * Yao Lao menjawabnya lewat telepati
*ZED.. * Xiao Yan dan Yao Lao
.
.
.
.BERSAMBUNG.