
Zed berjalan santai menyusuri jalan, dan sesekali Zed membeli beberapa makanan di lapak dan toko makanan di pinggir jalan..
Ia tak terburu-buru sampai di Guild Phantom Lord, karena ia tau mereka takan pergi kemanapun. Dan saat ini hampir semua orang seharusnya ada di Guild.
Zed sedikit memikirkan apakah ia perlu memberitahu Lucu jika ayahnya menyewa Guild Phantom Lord untuk membawanya pulang atau tidak..
"Lupakan.. Kita lihat nanti saja, toh itu bukan hal yang penting juga.. " Gumam Zed.
"Yang harus aku pikiran sekarang adalah bagaimana menghadapi Empat element terutama Juvia..?? "
"Jika aku menangani itu sekarang, apakah Gray masih bisa bersama Juvia..?? " Ucap Zed
"Haihh.. Biarlah, Lakukan saja seperti rencana sebelumnya saja dan sisanya biarkan waktu yang menjawab..
Sekarang kemana aku harus pergi terlebih dahulu..?? Apakah ke bangunan pusat atau cabang..?? "
"Mungkin aku bisa memberikan peringatan terlebih dahulu dengan bangunan Cabang mereka.. Toh keduanya ada di satu kota, hanya berbeda tempat saja bukan.. "
Zed kemudian melayang dan kemudian terbang dengan cepat menuju tempat dimana guild phantom Lord berada. Tempat Guild Phantom Lord ada di sebrang kota Magnolia tempat Fairy Tail berdiri.
Guild phantom Lord berada di Kota Oak sebuah kota yang berada di bawah pengaruh mereka, dan bangunan itu di dirikan jauh dari bangunan lainnya di sekitar sana.
Pangkalan Phantom Lord adalah sebuah bangunan megah yang sedikit mengingatkan pada benteng aneh itu dikelilingi oleh dinding batu dengan pagar di atasnya..
Dan ada dua bangunan terpisah yang lebih kecil di sisi-sisinya, terhubung ke bangunan tengah dengan jembatan batu gantung lengkap dengan pagar.
Bangunan sekunder seperti itu memiliki fasad memanjang menghadap bangunan utama dan sisi yang lebih pendek, atapnya yang bernada terdiri dari ubin dan mereka memiliki beberapa jendela persegi sederhana tampak tidak lebih dari lubang di dinding dan yang lebih rumit lebih besar dan melengkung.
Bangunan utama dibangun dari batu dan dihubungkan dengan dua bangunan kecil oleh jembatan gantung, memiliki jembatan tengah dan melengkung lainnya yang dihiasi oleh benteng yang menghubungkan sepasang besar struktur seperti pilar persegi ditempatkan di depannya dan tampaknya mengambil bentuk menara besar.
Zed berdiri di atas bangunan itu dan bisa merasakan tak ada satupun anggota guild rank S di sana.
"Bangunan ini tak perlu lagi ada.. " Ucap Zed.
Lalu ia turun ke tanah dan kemudian zed mengangkat tangannya ke depan. Setelah itu baik tanah maupun bangunan Guild phantom Lord yang memang sepertinya terbuat dari Batu itu mulai lapuk dan berubah menjadi pasir.
"Apa yang terjadi..?? "
"Sial.. Keluar..!! Semuanya keluar dari sini cepat..!! "
"Lari..!! "
Semua penyihir Phantom Lord yang ada di dalam bangunan itu langsung berhamburan keluar dari sana mencoba menyelamatkan diri mereka sendiri..
Zed yang melihat itu hanya tersenyum tanpa niat menghalangi mereka kabur, Lalu Zed mempercepat perubahan itu dan akhirnya dalam sekejap seluruh bangunan sudah menjadi pasir yang terus berputar-putar di sana..
"Sabaku Sōtaisō..!! " Ucap Zed yang langsung mengubah seluruh pasir yang ada di bekas guild phantom Lord itu menjadi sebuah piramida cukup besar menggantikan bangunan sebelumnya..
"Sudah lama aku tak membuat ini.. " Ucap Zed.
"Dia yang mengubah bangunan kita..!! " Teriak salah satu penyihir dari phantom Lord itu.
"Silan..!! Serang dia..!! " Teriak yang lainnya.
Namun semua serangan mereka tertahan oleh pasir yang muncul entah dari mana di sekeliling Zed.
"Kalian sangat berisik..!! " Ucap Zed.
Lalu sebuah tolakan tiba-tiba datang membuat semua anggota penyihir phantom Lord itu terlempar ke belakang..
"Katakan pada Geoffrey..! Ehh tidak seharusnya sekarang Jose bukan..?? Ya katakan pada Jose jangan macam-macam dengan Fairy Tail, atau aku akan datang dan mencabut nyawanya yang menyedihkan itu.. " Ucap Zed
"Ini hanya peringatan dari ku..!! "
Setelah itu Zed mulai melayang kembali ke atas langit..
"Baiklah, sudah Waktunya untuk kembali..
Karena tak ada orang yang aku cari di sini, lebih baik aku menikmati makanan dunia ini dulu.."gumam Zed.
" Jika mereka masih macam-macam aku akan meratakan Guild satunya lagi beserta anggotanya sekalian.. "
.
.
. __________\=Skip\=_________.
Sementara itu, beberapa anggota Guild Phantom Lord yang masih bisa bergerak langsung pergi menuju Guild Pusat mereka.
Di berlari dan membuka pintu dengan keras sehingga seluruh anggota di sana melihat ke arahnya.
"Hai.. Ada apa denganmu..?? " Tanya anggota Guild lainnya.
"Master.. Dimana Master..?? " Tanya anggota yang baru saja datang itu sambil tergesa-gesa.
"Dia tidak ada di Guild saat ini.. " Jawab orang lainnya lagi..
"Ada apa kau mencari Master.. ?? "
"Ha.. Haa.. Guild cabang di serang oleh seseorang, sekarang sudah rata dengan tanah..
Tidak.. sekarang sudah berubah menjadi bangunan segitiga besar.. " Ucap orang yang datang itu.
"Apa maksudmu..?? Apakah ada yang berani merusak Guild kita..?? " Tanya orang lainnya lagi.
"Benar.. Dia mengatakan bahwa itu hanya peringatan agar kita tak boleh macam-macam dengan Guild Fairy Tail, atau dia akan datang lagi untuk membunuh Master.. " Ucap Orang itu.
"Kurang ajar.. Siapa yang berani mengatakan itu..?? " Ucap seseorang yang baru saja datang ke sana
Penampilannya tinggi kurus dengan rambut panjang lurus berwarna merah gelap mencapai bahu dan kumis tipis.
Dia memiliki wajah panjang dan tajam, telinga runcing samar-samar, bulu mata menonjol dan bibir berwarna gelap.
Pakaiannya mirip dengan penyihir dan badut terdiri dari mantel flamboyan dengan kerah tinggi yang memakai mantel bergerigi dan tepi bawah bergerigi, serta batas dan bagian dalam yang dihias dengan rumit dan memiliki dua sayap menonjol yang mirip dengan kelelawar di belakangnya.
Dan memakai topi yang mirip penyihir yang serasi dengan simbol Phantom Lord, lengkap dengan atasan bengkok yang sangat panjang tergantung di sebelah kiri kemeja polos yang memakai medali Wizard Saint di lehernya, dengan dua pita tipis jatuh darinya, bergaris longgar.
dipasangkan dengan kaus kaki panjang, dan sepasang sepatu runcing masing-masing memuat dua bola berbulu, satu di bagian depan dan satu di bagian belakang kaki. Saat mengenakan pakaian ini, jari-jari tangan kirinya dihiasi oleh sepasang cincin, dengan salah satunya memakai permata bulat.
"Master.. Itu aku tak tau.. Ini pertama kalinya aku melihat orang itu.. " Ucap orang tersebut.
"Mengenal setiap wajah penyihir Fairy tail, namun orang itu aku yakin bukan salah satu dari mereka..?? "
"Apakah dia anggota baru Guild fairy tail..?? " Ucap penyihir lain.
"Atau dia tak pernah menampakkan dirinya..?? " Tanya yang lainnya.
"Kemungkinan seperti itu, dia sepertinya tak tau tentang kita dan hanya sok keren melakukan itu demi mendapatkan perhatian guild mereka.. " Ucap orang lainnya lagi.
"Tak perduli dia adalah anggota penyihir Fairy tail atau bukan.. Tapi karena dia sudah berani membuat masalah kepada Guild kita, maka kita harus membalasnya.. Benar bukan Master..?? " Ucap Gajeel.
"Ya.. Kau benar Gajeel, mari kita berikan hadiah lainnya untuknya di Fairy tail.. "Ucap master Guild Phantom Lord. Jose Porla.
" Karena dia berani membuat masalah.. Maka kita harus melawannya.. Cari tau dimana dia tinggal secepatnya..! "
"Tak perlu mencari ku.. Aku sudah datang ke sini.. " Ucap seseorang yang tiba-tiba terdengar di sana.
Semuanya mengalihkan pandangan kearah suara itu dan melihat seorang pemuda dengan kaos hitam dan rambut silver panjang sudah berdiri di belakang master jose.
Jose yang terkejut langsung melompat menjauh darinya.
"Siapa kamu ini..?? " Tanya master Jose. Sambil mengamati sosok yang datang itu.
"Sial, aku tak bisa merasakan kehadirannya saat dia mendekati ku.. " Gumam Jose.
"Master.. Dia adalah orang yang telah merusak gedung Guild kita.. " Ucap orang yang sebelumnya melapor itu.
"Ternyata itu kamu.. Apakah kamu dari Fairy Tail..?? " Tanya Jose.
"Ya.. " Ucap Zed.
Saat Zed mengatakan itu, Tiba-tiba batang besi terlihat mengarah ke arahnya dengan cepat. Zed tak menghindari itu, ia membuat pertahanan pasir.
"Pertahanan Shukaku..!! "
Patung Shukaku muncul dari pasir dan menghalangi serangan itu.
"Gajeel bukan..?? " Ucap Zed. Saat ia menghilangkan Boneka Shukaku itu.
"Apakah semua anak asuh Naga selalu tak sabaran..?? Sepertinya tak hanya Igneel tapi juga Metalicana sama saja.."
"Diam kau sialan..!! " Ucap Gajeel laku ia mulai meninju sekali lagi menciptakan batang besi jauh lebih besar.
"Apa kau ingin beradu tinju..?? Tak masalah.. " Ucap Zed.
"Jadi.. Jangan sampai mati...
Pukulan biasa..!! "
Lalu Tinju Zed berbenturan dengan tinju besi Gajeel, ukuran yang tidak proporsional itu benar-benar bisa menahan besi besar itu.
Semuanya orang di sana tampak terkejut, namun kejutan tak berhenti sampai sana. Terlihat Besi Gajeel mulai retak dan kemudian Hancur mengirimkan Gajeel terkirim terbang ke belakang..
"Ya.. Lumayan, kau sepertinya tak mati.. " Ucap Zed.
Lalu tiba-tiba ada seseorang yang muncul di belakang Zed. Itu adalah sosok yang sangat tinggi dan besar dengan kulit kecokelatan.
Dia tampaknya tidak memiliki rambut yang terlihat, dan memiliki wajah persegi panjang memanjang dengan tulang pipi menonjol, yang memiliki dagu bulat menonjol ke bawah, sesuatu yang entah bagaimana meniadakan tampilan agak sudut wajahnya akan sebaliknya.
Ia memakai penutup mata sederhana dan ringan dan Ia juga memakai mantel hijau longgar yang besar dengan tepi putih. di lehernya mengenakan kerah lebar dan tinggi, tetapi dibiarkan terbuka di bagian depan di bawahnya memperlihatkan warna merah pucat.
Orang itu langsung membuka kedua telapak tangannya ke arah Zed dan kemudian dua buah lingkaran sihir muncul dari kedua telapak tangannya itu di samping Zed.
Sementara itu Zed hanya melirik nya tanpa niat menghindar dari sana.
"Aria salah satu dari 4 element. Pengendali sihir Udara..? " Ucap Zed.
"Sangat.. Sangat menyedihkan..!! Metsu..!! "Ucap Aria. Setelah itu dari dua lingkaran sihir itu menciptakan ledakan energi yang kuat yang membuat debu menutupi posisi Zed berdiri.
Metsu sendiri adalah Salah satu sihir Aria, dimana penggunaan Airspace yang paling kuat dan ditakuti.
Aria mendekati target, meletakkan tangannya di depannya, telapak tangan mereka yang terbuka saling berhadapan, lalu menggerakkannya ke arah target.
Ini menyelimuti target di wilayah udara, yang benar-benar menguras Sihir mereka dari mereka dalam sekejap atau dengan kata lain membuat mereka " batal ", pada saat yang sama mengirim mereka terbang dengan kekuatan besar.
Sihir yang terkuras kemudian melayang di udara untuk beberapa saat, sebelum akhirnya menghilang.
Kerusakan didasarkan pada Kekuatan Sihir target semakin banyak Kekuatan Sihir yang dimiliki lawan, semakin banyak kerusakan yang akan mereka derita.
Terlihat Aria mulai menangis di sana..
" Ini menyedihkan.. Darimana datangnya rasa sedih ini sebenarnya..?? "Ucap Aria sambil berlinang air mata.
" Aku rasa ini karena dunia ini telah kehilangan bakat muda dari fairy tail.. "
Namun tiba-tiba sebuah tangan menangkap wajah Aria dari dalam debu itu.
"Kau tau.. Kau adalah salah satu karakter yang paling aku benci di sini..
Jadi.. Bagaimana kau ingin mati..?? "
Kemudian sosok Zed terlihat jelas bahwa ia tak mengalami apapun seperti yang di pikirkan Aria dan semua orang di Guild itu.
"Ini tidak mungkin.. ! " Ucap Jose.
"Kenapa dia baik-baik saja..?? Bukankah ia jelas-jelas terkena serangan Aria..?? " Ucap yang lainnya.
"Ya.. Aku melihatnya tak bergerak atau tak menggunakan sihir pertahanan apapun dengan jelas.. " Ucap yang lainnya.
"Ini tidak mungkin..?? " Ucap Aria, ia mencoba melepaskan dari cengkraman tangan Zed. Namun itu tak berguna, tangan Zed seolah-olah menempel erat pada wajahnya.
Lalu terlihat yang lainnya juga ikut membantu menyerang Zed, namun semua serangan mereka di blokir oleh pasir yang terus muncul entah darimana..
Sol yang salah satu dari 4 element rank S juga mencoba mengendalikan pasir Zed, namun gagal..
Ia kemudian menggunakan berbagai kemampuan miliknya seperti Konser Roche untuk menerbangkan batu ke arah Zed dan juga menggunakan kepalan tangan batu raksasa namun tetap gagal.
Akhirnya ia menggunakan Merci la Vie.
Itu adalah kemampuan membaca pikiran lawannya namun baru saja ia ingin menggunakan kemampuan itu, Tiba-tiba ia langsung diam di tempat dan kemudian mulutnya mulai berbusa.
Ia lantas jatuh ke tanah dan tak bergerak lagi.
"Benar-benar menyedihkan.. " Ucap Zed.
Sementara yang lainnya juga berusaha menyerang Zed. Di sisi lain Zed mengulurkan tangannya dan kemudian api transparan muncul di tangannya, suhu di sana langsung naik drastis. Totomaru yang melihat itu tersenyum.
"Dia melakukan kesalahan dengan mengeluarkan api.. " Ucap Totomaru.
Kemudian ia menggunakan pyrokinesis untuk mengendalikan api milik Zed.
Pyrokinesis sendiri adalah kemampuan untuk mengendalikan semua api yang ada di area sekitarnya. Ini tetap berlaku bahkan untuk api Magis yang dihasilkan oleh Penyihir lain selain miliknya sendiri, menempatkannya pada keuntungan melawan Penyihir pengguna api lainnya.
"Apa yang terjadi..?? " Ucap Totomaru saat ia tak bisa mengendalikan api Zed.
"Kau ingin mengendalikan api surgawi dengan kemampuan milikmu itu..?? Bermimpilah.. " Ucap Zed dengan sinis mencibir Totomaru.
Juvia yang melihat itu juga menggunakan serangan Air miliknya, namun semuanya sama saja tak ada efek apapun..
"Lebih baik kau diam dan jadi gadis baik.. Atau aku mungkin akan berubah pikiran dan membunuhmu juga.. " Ucap Zed ke arah Juvia.
Melihat tatapan mata Zed, tanpa sadar Juvia mundur ke belakang karena ketakutan.
"Kalian tak berguna menyingkir..!! " Teriak master Jose.
"Dead Wave..!!! "
Jose kemudian menggunakan sihir Dead Wave dengan menjulurkan lengan kanannya ke samping dan menghasilkan beberapa hantu di sekitarnya, yang mulai mengitarinya dalam bentuk spiral.
Dia kemudian membentuk hantu-hantu seperti itu menjadi gelombang Sihir Kegelapan yang menghancurkan yang dikirim menyerbu musuh membelah apa pun di jalurnya termasuk tanah itu sendiri.
Itu mirip sinar Laser berwarna Ungu yang terbang lurus ke arah Zed dan Aria.
Sementara Zed tak mencoba menghindarinya, ia melihat ke arah serangan itu datang dan tiba-tiba dalam sekejap matanya berubah warna dan semua serangan itu terserap ke mata Zed.
Dan setelah selesai matanya kembali seperti sebelumnya tanpa ada yang melihat perubahan itu.
"Tak perlu terburu-buru, setelah aku mengirim orang ini ke neraka.. Aku akan mengirim kalian untuk menemaninya juga.. " Ucap Zed sambil tersenyum.
Sementara itu Aria yang mendengar dan melihat semuanya lantas melepaskan penutup matanya itu, penutup matanya sendiri adalah cara dia menyegel kekuatan miliknya. Jadi saat ini Aria benar-benar bersungguh-sungguh dan kemudian ia menggunakan kemampuan Zero miliknya.
Mantra Zero sendiri adalah mantra terkuat yang tampaknya hanya bisa digunakan Aria setelah melepas penutup matanya.
Matanya mulai bersinar terang saat dia bersiap untuk melemparkannya, membawa tangannya yang rileks ke depannya tangan kanan di atas dan kiri ke bawah dengan telapak tangan menghadap ke arah Zed.
Lalu dengan Mantra Zero Ini ia mendorong ruang udara spiral yang sangat besar untuk dihasilkan di hadapannya, dibuat terlihat oleh angin puyuh berasap yang besar yang ia gambarkan sebagai " wilayah udara kematian ", yang mampu memakan semua kehidupan.
Aria terpaksa melakukan ini karena ia tak punya pilihan, ia bisa merasakan kematian semkin dekat setiap detiknya.
Namun apa yang terjadi sama seperti serangan master Jose, semuanya lenyap dan di hisap oleh mata Zed.
"Sekarang kau bisa mati.. " Ucap Zed.
Lalu ia membiarkan Aria terbakar oleh api miliknya, tak ada teriakan atau suara apapun. Karena setelah api menutupi Aria, ia langsung hangus dan menjadi abu dalam sekejap.
Semuanya yang ada di sana sekarang benar-benar ketakutan, bahkan Master Jose pun mulai takut sekarang.
"Dan sekarang.. Waktunya mengirim kalian untuk menemaninya, karena kalian satu Guild jadi kalian harus kompak..
Jadi matilah bersama-sama.. "
.
.
. Bersambung.
#Note.
UP rada lama mulai sekarang, karena banyak urusan dan mulai bingung mikir cerita di FT ini karena plotnya rada susah..
Chapture ini saja sudah di kerjain 5 hari baru kelar, jadi harap maklum..