
"Ini kedua kalinya kita bertemu, dan lagi-lagi kau dalam keadaan sedih seperti itu gadis kecil.. "
"Zed..?! " Ucap Mavis saat melihat Zed datang.
"Kali ini apa tak masalah jika aku memusnahkan mereka..? " Tanya Zed sambil tersenyum.
.
.
. __________\=Skip\=_________
"Apa yang kalian tunggu. Serang orang itu juga.. " Ucap Guild Master dari tengkorak biru itu.
Zed mengenali orang itu sebagai Geoffrey, Ia adalah calon pendiri dari Phantom Lord Guild nantinya untuk menyaingi Fary Tail Guild.
Melihat mereka mulai menyerang, Zed hanya tersenyum. Kemudian..
"Pertahanan Mutlak - Perisai Shukaku..!! " Ucap Zed
Kemudian muncul pasir dari tanah dalam jumlah banyak dan mulai membentuk sebuah patung shukaku bundar yang memakai topi caping menahan semua serangan mereka.
"Jadi bagaimana..? Aku bisa saja memusnahkan mereka semua besama dengan kota ini sekaligus jika kamu mau..? " Tanya Zed lagi..
"Tidak musuh ku hanya mereka,bukan kota ini.. Dan Kali ini aku ingin mengalahkan mereka semua dengan tanganku sendiri.. " Ucap Mavis.
"Jadi bisakah kau bawa kami pergi dari sini..? "
"Kau ini masih saja terlalu baik gadis kecil..
Tapi Baiklah, aku akan menghargai kepercayaan dirimu itu.. " Kata Zed.
"Badai pasir..! "
Zed membuat badai pasir untuk menutupi pandang para penyihir dari Guild tengkorak Biru itu agar kelompok Mavis bisa pergi dari sana...
Kemudian Zed membuat beberapa pasir sebagai kendaraan dari Empat orang itu dan membawa mereka ke hutan di dekat kota Magnolia.
Sesampainya di hutan.
"Kita harus segera membawa Yuri dan Precht ke dokter segera.. " Ucap Warrod. Saat dia mulai membalut perban pada tubuh Yuri yang masih pingsan itu.
"Biar aku bantu... " Ucap Zed.
Lalu ia datang ke samping Yuri dan mengulurkan tangannya. Cahaya hijau keluar dari tangan Zed dan menyelimuti tubuh Yuri.
Tak lama kemudian ia mulai sadar.
"Apa yang terjadi..? " Ucap Yuri saat ia mulai sadar.
Lalu Zed mengabaikannya dan datang ke depan Precht, lalu ia melakukan hal yang sama kepadanya.
Namun cahaya yang keluar bukan Hijau seperti saat Yuri sebelumnya, melainkan putih. Setelah selesai, Zed menjelaskan sesuatu.
"Aku sudah menyembuhkan lukamu, jadi kau tak perlu memakai perban itu lagi.... " Ucap Zed.
"Terimakasih.. " Ucap Precht. Namun ia tetap tak melepaskan perban nya segera.
"Apa kau sangat menyukai perban itu sampai tak mau melepasnya bahkan saat kedua matamu sudah kembali..? " Tanya Zed.
"Tidak seperti itu, aku hanya tak ingin mataku terlihat koso..
Tunggu, mungkinkah..?? " Kemudian Precht mulai melepaskan perban di bagian matanya itu, dan ternyata matanya yang hilang akibat serangan sebelumnya sudah kembali normal.
"Apakah ini sihir regenerasi..? "
"Regenerasi..? Tidak tidak.. Ini hanya sihir waktu, dimana aku mengulang waktu di sekitar matamu saja.. " Ucap Zed
"Apa.. Sihir waktu yang hilang.. " Ucap mereka semua di sana.
"Ohh.. Apakah ini termasuk sihir hilang..? " Ucap Zed.
"Ya.. Bisakah kau mengajarkan kami sihir..?? " Ucap Mavis.
"Aku minta maaf soal ini, tapi walaupun aku bisa menggunakan berbagai sihir. Tapi aku tak pandai mengajarkan sihir, jadi aku tak bisa mengajarkan kalian sihir apapun.. " Ucap Zed.
"Apakah seperti itu.. " Ucap Mavis yang kecewa.
"Kalo begitu, aku akan pergi mengambil air terlebih dahulu. . "
"Jadi namamu Zed bukan..? " Tanya Warrod.
"Benar.. " Ucap Zed.
"Jadi.. Sihir apa saja yang bisa kamu gunakan sebenarnya..?
Sepertinya kau ahli dalam Tiga macam sihir dari sihir pasir, sihir waktu dan penyembuhan juga.. " Ucap Warrod.
Orang lain di sana juga mulai memperhatikan Zed saat ini, dan menantikan jawabannya.
"Sebenarnya itu hanya Dua jenis sihir yang aku gunakan, Waktu dan pasir.. " Ucap Zed
"Sihir pasir adalah apa yang di dapat dari dua macam sihir, sihir Tanah dan sihir Gravitasi..
Dengan menggabungkan dua macam sihir itu aku bisa memanipulasi Pasir. "
"Lalu aku hanya menggunakan sihir waktu untuk mempengaruhi tubuh kalian saja. Jadi aku bukan menyembuhkan kalian, tapi mengembalikan kondisi tubuh kalian seperti saat kalian belum di serang itu saja. "
"Apakah bisa menghasilkan sihir dengan cara seperti itu juga..? " Tanya Yuri.
"Jika itu Aku, ya itu bukan masalah karena jenis sihir ku adalah sihir yang berbeda. Namun entah untuk orang lain.. " Ucap Zed
Zed terus mengobrol dengan mereka, dan di tempat lain Mavis saat ini sudah bertemu dengan Zeref sangat penyihir hitam dan mengetahui bahwa ia terkena kutukan kebalikan atau Ankhseram.
Mavis berkomentar bahwa dia merasa bahwa mereka bertemu karena takdir, setelah itu dia memberi tahu Zeref bahwa dia merasa dia adalah Mage yang luar biasa sebelum memintanya untuk mengajarinya dan teman-temannya Sihir.
Setelah itu, Mavis membawa Zeref kembali ke kamp, dan dia mengajarkan Sihir Hijau Warrod , Sihir Petir Yuri , Sihir Api Zera , dan Sihir Precht juga, tetapi dia mencatat bersamanya bahwa dia memiliki ketertarikan pada beberapa jenis yang berbeda.
Sementara itu Zed hanya menonton dari samping, karena ia benar tak tau cara mengajarkan sihir konvensional seperti itu. Walaupun ia bisa menggunakan sihir seperti yang ada di dunia ini dengan mudah, namun berbeda ceritanya jika ia harus mengajarkan hal itu.
Setelah itu, mereka mulai mempraktikkan Sihir yang telah mereka kuasai. Semenanjung Zeref mulai berjalan meninggalkan mereka. dan saat dia memikirkan kembali kejadian itu, dia menyadari bahwa itu mungkin adalah waktu yang paling ia hargai, bahkan sampai sekarang.
"Apakah kau sudah ingin pergi Zeref Dragneel..? " Ucap Zed yang tiba-tiba sudah muncul di balik pohon di depan Zeref.
"Siapa kau..? Dan dari mana kau tau nama asli ku..? " Tanya Zeref.
"Ya sebenarnya aku berniat melihat mu dan adikmu sekitar tiga ratus tahun lalu, namun karena ada sedikit masalah aku hanya bisa datang bertemu sekarang.. " Ucap Zed
"Apakah kau juga..? " Tanya Zeref
"Kutuk Ankhseram..? Jangan becanda denganku, hal seperti itu takan mempengaruhi ku sama sekali.. " Ucap Zed sambil berjalan mendekati Zeref.
"Lalu..? Apakah kau juga Abadi..? Atau kau menjelajahi ruang waktu..? " Tanya Zeref
"Penjelajah Waktu..? Mungkin juga..
Abadi..? Sepertinya sedikit mirip namun berbeda.. " Ucap Zed
"Daripada menyebut kekuatan ku ini keabadian, maka lebih tepat keilahian.
Abadi adalah kemampuan kehidupan yang memiliki awal namun tak memiliki akhir. Sedangkan Keilahian adalah apa yang di sebut tak memiliki awal dan tak memiliki akhir.. "
Jadi menyebut itu keilahian adalah hal yang lebih tepat.
Zeref mengerutkan keningnya tak memahami makna sebenarnya dari kata-kata Zed itu. Baginya, keabadian adalah sesuatu yang berasal dari sihir kehidupan atau kutukan Ankhseram.
"Lupakan jika kau tak memahami hal itu, aku hanya ingin bertanya apakah kau masih ingin mengakhiri hidupmu..? Aku bisa saja membunuhmu sekarang jika kau mau.. " Ucap Zed sambil memegang pundak Zeref.
Dan saat telapak tangan Zed menyentuhnya, umur Zeref terlihat bertambah. Tubuhnya menua dengan sangat cepat dan kekuatan sihirnya mulai melemh juga.
Zed kemudian melepaskan tangannya dari Zeref dan penampilan serta kekuatan sihir kembali seperti semula lagi..
"Apa.. Apa yang kau lakukan barusan..? " Tanya Zeref yang masih terengah-engah karena merasakan perasaan yang sangat lelah.
"Aku hanya menambahkan umurmu saja..
Keabadian yang kalian semua maksudkan hanyalah umur panjang. Namun bagaimana jika umur kalian mencapai seribu, sepuluh ribu seratus ribu atau satu juta tahun dan bahkan puluhan juta tahun..??" Kata Zed sambil duduk di sana.
"Aku hanya menambahkan jumlah umur yang sangat lama kepadamu saja, dan lihat..? Yang kalian sebut keabadian pada dasarnya akan hilang oleh waktu juga.. "
"Keabadian kalian maksud hanyalah kemampuan regenerasi sel yang sangat kuat hingga menghilangkan kemungkinan bertambah usia kalian. Namun itu takan bertahan untuk selamanya... "
Setelah diam beberapa saat, Zeref akhirnya memberikan jawaban kepada Zed.
"Tidak.. Aku sudah membuat keputusan bahwa aku akan membuat saudaraku yang akan mengakhiri hidupku.. "
"Apakah maksudnya E.N.D ?? " Tanya Zed.
"Ya.. Mungkin ia adalah E.N.D namun bagiku ia tetap Natsu.. " Ucap Zeref.
"Ya kalo itu keputusan mu, aku takan mengganggumu lagi.. Sampai jumpa.. " Ucap Zed.
Ia mulai berjalan pergi meninggalkan tempat itu
"Tunggu..!! Berapa usia mu saat ini..? " Tanya Zeref.
"Usia..? Entah lah.. Konsep waktu sama sekali tak berpengaruh kepadaku, lagi pula.. Setiap dunia memiliki konsep yang berbeda-beda, jadi aku tak bisa menghitung usiaku saat ini.. " Ucap Zed
Meninggalkan Zeref yang berfikir sendiri sekarang.
.
.
. __________\=Skip\=_________
Sementara itu di tampat Mavis berada, saat ini mereka sedang mendiskusikan apa yang akan di lakukan.
Mavis berkeinginan untuk menyelamatkan seluruh warga kota Magnolia dari tangan BlueSkull, sedangkan Yuri awalnya tak menerimanya. Karena ia hanya ingin menyelinap ke Guild tengkorak biru dan mengambil Sirius Orb.
Namun setelah beberapa percakapan dengan yang lainnya akhirnya ia juga setuju. Lalu mereka mulai membahas rencana Mavis.
"Sepertinya kalian sedang berdiskusi masalah serius.. " Ucap Zed sesampainya di tempat Mavis dan yang lainnya berkumpul
Setelah itu Mavis menjelaskan semua rencana yang ia milik, ia berencana mengelabui Master Guild Tengkorak Biru saat ia pergi berburu.
Ia akan membuat Warrod agar menarik perhatian anggota guild lainnya dan menggunakan Ilusi sekala besar untuk mengelabui Master guild tengkorak Biru itu, agar ia menduga seluruh kota Magnolia tengah terbakar api dan tak ada yang selamat.
Padahal rencananya itu hanya di tengah jalan kembali antara tempat ia berburu dan kota Magnolia yang aslinya.
Sementara yang lainnya akan memusnahkan Anggota Guild yang tersisa di kota dan membebaskan warga kota dari anggota guild itu.
"Kalo begitu, aku akan ikut dengan Yuri dan Precht. Sepertinya di sana jauh lebih menyenangkan.. " Ucap Zed
"Emm baiklah mari jalankan rencananya.. " Ucap Mavis.
. __________\=Skip\=_________
Setelah itu Zed, Yuri dan Precht pergi ke kota Magnolia sekali lagi.
"Hai pemula, bagaimana jika kita berlomba..
Kita lihat siapa yang akan membunuh lebih banyak kali ini.. " Ucap Zed.
"Siapa yang kau sebut pemula kau bocah..! " Teriak Yuri.
"Siapa lagi kalo bukan kalian, toh baru beberapa menit kalian belajar sihir bukan..? Dan lagi asal kau tau, umurku saat ini bahkan jauh lebih tua dari gabungan seluruh keluarga kalian.. " Ucap Zed
"Apa..?!!" Teriak Yuri yang kaget dan tak percaya.
"Kau harus percaya, sepertinya ia pernah bertemu Mavis sebelumnya.. Dan dari penampilan Mavis saat ia bertemu Zed sebelumnya, terlihat jelas ia sangat terkejut dengan penampilannya.. " Ucap Precht.
"Itu menandakan ia memiliki penampilan yang sama seperti saat ia sebelumnya bertemu Mavis yang itu entah sudah berapa tahun berlalu benar.. ?? "
"Binggo..!! Kau benar. Jadi bagaimana..? Apa kalian ingin berlomba sekarang.. " Ucap Zed main-main.
"Siapa takut..!! Ayo mulai..!! " Teriak Yuri yang langsung berlari menerjang anggota Guild tengkorak Biru yang terlihat.
"Baiklah mari mulai juga.. " Kata Zed.
Kemudian ia dan Precht juga mulai memburu setiap anggota guild yang terlihat di sana.
Kali ini Zed hanya menggunakan Pasir sebagai senjatanya. Ia menggunakan berbagai kemampuan Pasir yang di miliki Gara dan Crocodile di One Piece.
Zed cukup menikmati menggunakan Pasir sebagai senjata, pasalnya ia tak perlu terlalu banyak bergerak dan hanya perlu memanipulasi Pasir saja.
Ia menggunakan berbagi serangan Pasir namun yang paling efektif adalah Penjara Pemakaman Pasir.
Itu tak menyisakan sisa korban jadi akan menghemat waktu membersihkan sisa-sisa pertempuran.
Namun di sini Zed juga menggunakan Sabaku Kyū untuk menjebak banyak orang sekaligus. Dan kemudian ia menggunakan Sabaku Sōsō sebagai penutup dimana ia meremas mereka semua di dalam Pasir itu sampai mati dan mengubahnya menjadi Pasir.
Pemandangan itu benar-benar membuat siapapun yang melihatnya merinding ketakutan. Bahkan Yuri dan Precht pun sedikit takut dengan sihir yang Zed buat.
Itu terlalu brutal untuk mengakhiri hidup seseorang, apalagi banyak orang sekaligus.
Pasir yang awalnya kuning saat ini berwarna merah karena darah para anggota guild tengkorak Biru.
Setelah beberapa waktu kemudian tak ada satupun anggota guild tengkorak Biru yang tersisa, dan sebagain besar dari mereka adalah karena Zed.
Tak ada sisa atau mayat yang tersisa dari serangan Zed, dan hanya ada beberapa yang merupakan hasil serangan Yuri dan Precht.
"Apakah sudah semuanya..? Ya tak ada yang kuat di sini, ini sama sekali tak seperti pertempuran.. Tak ada yang menarik sepertinya.. " Gumam Zed.
Namun saat Zed duduk bosan di sana, Tiba-tiba ia melihat Mavis berlari menuju Katedral dimana patung tengkorak Naga berwarna biru itu berada.
"Oh benar, masih ada hal ini.. " Ucap Zed sambil tersenyum.
.
.
. Bersambung
#sekali lagi Novel fanfic ini adalah novel cadangan, jadi ga bisa update setiap saat.
Hanya di sela-sela waktu saja, dan juga bergantian biar otaknya ga bleng kelamaan ga di lanjut salah satu novelnya. Jadi update nya bergantian.
Thor lebih fokus pada Novel Kontrak Thor, karena FanFic ga bisa di kontrak jadi harap maklum juga.