
Pada hari berikutnya Zed hanya jalan-jalan dan tak kembali ke Guild. Karena Zed tau dalam beberapa hari ke depan tak ada yang perlu ia lakukan.
Hal itu karena petualangan Natsu pada awal cerita hanyalah melawan orang lemah dan tak ada tantangannya jika ia ikut.
"Saat ini aku belum memiliki rumah..
Apakah lebih baik aku bawa saja tempat tinggal ku yang sebelumnya yah.. " Gumam Zed sepanjang jalan.
"Paman.. Aku beli satenya sepuluh tusuk.. " Ucap Zed saat melewati kedai sate di jalan.
"Ok segera datang.. " Ucap paman penjual sate itu.
"Oh benar paman..
Apakah di sekitar sini ada rumah yang ingin di jual..?? "Tanya Zed.
" Rumah yang di jual..?? Sepertinya tak ada..
Namun untuk rumah yang di sewakan ada.. "Ucap paman itu.
" Aku tak ingin menyewa saat ini, lalu apakah ada tanah yang di jual atau bisa aku beli.. "Tanya Zed lagi.
" Kalau hal itu aku tak tau, karena penjualan tanah di sini di atur oleh Kerajaan. Jadi tak bisa sembarangan orang membeli tanah.. "Ucap paman penjual sate.
" Silahkan.. Sepuluh tusuk sate.. "
"Terimakasih.. " Ucap Zed sambil memberikan beberapa uang.
Ia tak tau jumlah atau harga sekarang, namun yang pasti itu lebih dari harga sate di sana. Karena Zed memberikan 10.000 Jewels mata uang sana.
"Ini.. Ini terlalu banyak.. " Ucap paman itu.
"Tak masalah.. Ambil saja sisanya untuk paman karena menjawab pertanyaan ku.. " Ucap Zed sambil berjalan pergi dari sana.
"Terimakasih.. Terimakasih.. "Ucap paman itu berkali-kali.
Sementara Zed tak memperdulikannya dan terus berjalan pergi dari sana sambil memakan sate itu.
" Ini cukup enak.. Aku lupa bertanya ini terbuat dari daging apa, tapi ini enak..
Lain kali aku harus membeli lebih banyak.. "Ucap Zed.
"Saat ini tanah kosong memang terletak di tempat yang tak cocok untuk membuat rumah..
Mungkin lebih baik aku membawa tempat tinggal ku saja ke sini.. " Gumam Zed.
"Tapi pertanyaan nya.. Harus aku taruh di mana itu..?? "
Lalu Zed membuat pasir di bawahnya dan membawa Zed melayang ke atas dan melihat seluruh kota Magnolia.
"Sepertinya aku bisa meletakkan di laut bukan..?? Ya mari lakukan seperti itu saja.. " Ucap Zed.
Lalu sosoknya menghilang dari sana dan kemudian ia muncul lagi di atas laut.
.
.
. __________\=Skip\=_________.
Sementara itu di wilayah Bellum Republic.
Di Pulau langit Suci atau Pulau Makam Naga terbang tempat Zed sebelumnya tinggal untuk berhibernasi.
Tiba-tiba sebuah portal besar muncul di bawahnya. Dan kemudian rantai di sana mulai bergetar dan kemudian mulai keluar dari tanah dan tercabut.
Lalu mulai dari Rantai kemudian bagian bawah pulau terbang itu mulai masuk kedalam portal sedikit demi sedikit.
Portal itu mulai naik perlahan memasukan semua pulau terbang itu dan kemudian menghilang dari sana.
Para penduduk di sana mulai gempar karena hilangnya tempat suci mereka.
Sementara itu di Laut dekat Magnolia kerajaan Flora.
"Sepertinya jarak ini cocok.. Lalu mari mulai pemindahannya.. " Ucap Zed kemudian ia di sana mulai membuat portal yang sangat besar. Dan kemudian dari portal itu mulai muncul Rantai yang sangat besar yang kemudian langsung tertancap ke dasar laut.
Kemudian portal itu mulai naik dan memperlihatkan sebuah pulau besar yang melayang di atas lautan.
"Hai lihat itu..!! "
"Siapa orang itu..?? "
"Tunggu.. Lihat ada yang muncul dari lingkaran itu..!! "
Orang-orang di sekitar sana mulai memperhatikan fenomena itu. Bahkan ada beberapa anggota Guild yang juga mulai melaporkan hal itu.
"Bukankah itu pulau suci di wilayah Bellum..??!! " Teriak salah satu orang yang mengenalinya..
"Benar.. Aku juga pernah ke sana sekali saat anaku sakit dulu..
Itu memang pulau langit Suci.. " Ucap orang lainnya
"Tunggu.. Bukan kah pulau itu di sebut juga Pulau Makam Naga terbang. Dan legendanya pulau itu terbuat dari mayat naga..?" Ucap orang lainnya.
"Apakah ia akan membuat para naga bangkit kembali..??!! "
"Atau mungkin ia adalah utusan Dewa itu..?? "
Namun ada beberapa orang yang mengenali pulau terbang itu. Karena bagaimana pun keberadaan Pulau itu sudah ada sejak ratusan tahun lalu, jadi kisahnya sudah menyebar ke berbagai tempat.
Selain karena sudah sangat lama, hal lainnya juga karena bentuknya yang unik. Itu terbang dan memiliki Rantai yang konon terbuat dari Darah Naga.
Dan selain itu banyak orang yang percaya bahwa air yang keluar dari pulau itu memiliki efek penyembuhan..
Sudah banyak orang yang mencoba meneliti air dari sana, namun hasilnya tak di temukan keanehan apapun. Namun berdasarkan uji coba yang di lakukan kepada orang yang sakit memang benar mereka akan segera sembuh setelah meminum air itu.
Banyak orang juga mencoba naik ke atas pulau untuk mengetahui kebenarannya dan mencoba melihat sosok manusia yang di sembah sebagai dewa, namun selain Rantai itu yang ternyata menghisap semua kekuatan sihir.
Selain itu Ada juga sebuah penghalang tak terlihat yang mengelilingi pulau itu, hal tersebut membuat tak ada satupun yang bisa masuk ke sana lagi.
Jadi saat ini walaupun banyak orang yang penasaran, tak ada satupun yang berani mendekatinya.
Sementara itu Zed terbang masuk ke Rumah atau kuil yang ada di atasnya.
"Ya.. Dengan ini aku tak perlu memikirkan tempat tinggal lagi.. " Ucap Zed sambil berjalan duduk di sana.
.
.
. __________\=Skip\=_________.
Setelah beberapa Hari kemudian.
Zed terbangun dan melihat kerumunan orang di pantai sepertinya semakin banyak.
Ada beberapa penyihir juga yang terbang di sekeliling pulau itu, Zed tak perduli dan menghilang dari sana.
Ia muncul lagi di jalan kota dan mulai berjalan ke arah Guild.
Dan saat ia sampai di sana, Zed tak melihat Natsu dan yang lainnya.
"Yoo Mira.. Apakah Natsu dan yang lainnya pergi..??" Tanya Zed.
"Oh Tuan Zed.. Ya Natsu, Grey dan Lucy pergi bersama dengan Erza.
Oh benar Erza adalah salah satu penyihir Rank S di guild kita.. " Ucap Mirajane.
"Ohh apakah Erza telah kembali..??" Ucap Zed
"Benar. Ehh..?? " Tiba-tiba Mirajane merasa bingung karena Zed kenal dengan Erza.
"Apakah Anda kenal dengan Erza..?? "
"Aku tak kenal, tapi aku tau dia.. Erza Scarlet atau Erza si Titania yang ahli dalam Requip Magic.. Putri dari Ratu Irene Belserion.. " Ucap Zed.
"Apakah Anda bahkan tau orang tua Dari Erza..?? " Tanya Mira.
"Tentu.. Karena aku mungkin adalah orang tertua yang masih hidup sampai sekarang.. " Ucap Zed sambil tersenyum.
"Aku bahkan tau Adikmu Lisana sebenarnya belum meninggal, ia hanya terkirim ke tempat lainnya.. "
"Apa..?? Apakah itu benar..??!! " Teriak Mirajene.
"Ya.. Karena itulah, kau sebenarnya tak perlu mengekang kekuatan mu sendiri..
Dan seperti yang sebelumnya aku katakan.. Di dunia ini Sihir tak ada yang baik atau jahat, itu semua tergantung pada pemakainya... " Ucap Zed.
"Lalu.. Lalu.. Bisakah anda memberitahu saya dimana Lisana berada sekarang..?? " Tanya Mirajane sambil mendekati Zed.
"Waaooo... Nona manis kau terlalu dekat.. " Ucap Zed.
"Tenanglah.. Kalian akan segera bertemu takan lama lagi. Jadi kau hanya perlu bersabar sebentar lagi.. "
"Jika Natsu sudah pergi dengan Erza, aku rasa aku tau kemana mereka..
Ya aku tak perlu membantu mereka, tapi mungkin aku bisa mencegah kehancuran tempat pertemuan Guild.. " Gumam Zed.
"Baiklah.. Kau hanya perlu bersabar saja.. Aku akan pergi dulu, sampai jumpa.. "Ucap Zed.
Lalu sosoknya menghilang dari sana.
.
.
. __________\=Skip\=_________.
Di atas sebuah tebing Zed kembali muncul.
Ia saat ini berada diantara kota Oshibana dan kota Clover.
Kota Oshibana adalah kota dimana Natsu dan yang lainnya saat ini sedang menghadapi anggota Guild Eisenwald. Sebuah Dark Guild yang berspesialisasi dalam permintaan pembunuhan.
"Sepertinya dia belum datang ke sini, Lebih baik aku menunggunya di sini.. " Gumam Zed.
Lalu ia duduk di sana melihat ke arah rel kereta di bawahnya.
Lalu tak lama kemudian ada seseorang yang terbang dengan cepat dan berhenti di tengah jembatan rel kereta itu.
"Sepertinya ia telah datang.. " Gumam Zed.
Sementara itu, orang tersebut terlihat beristirahat sejenak di sana dan mengamati ujung jalur rel kereta itu.
"Kota Clover tempat dimana para Master berkumpul sudah dekat.. " Ucap orang itu.
"Karena aku telah memulihkan sebagian kekuatan sihir ku untuk menggunakan sihir dinding Angin..
Aku harus cepat.. "
Lalu ia melompat dan ada angin puyuh kecil di bawahnya.
"Para orang Tua itulah yang telah merampas pekerjaan dan Hak kami.. Tunggulah pembalasan kami.. " Ucap orang itu.
Inilah saatnya untuk menebus Dosa kalian..!! "
Lalu ia bersiap untuk terbang kembali, namun tiba-tiba ia mendengar suara orang lain.
"Kenapa terburu-buru..??! "
"Siapa..??!! " Orang itu langsung berhenti dan melihat seseorang yang sudah duduk di salah satu tebing tak jauh di depannya.
"Siapa kau..??! "
"Aku hanya seseorang yang akan membunuhmu.. " Ucap Zed.
"Jadi Erigor dari Guild Eisenwald.. Bisakah kau bunuh diri saja agar tak menyusahkan..?? "
"Dasar Br*ngsek..!! Mati kau B*jingan..!! " Ucap Erigor
Lalu ia mulai menyerang Zed dengan Angin miliknya. Semua serangan itu mengenai Zed tanpa sedikit pun di hindari oleh Zed.
"Hahaha.. Mati kau Sialan..!! Hahaha... " Ucap Erigor sambil tertawa.
Namun tawanya berhenti saat mendengar Suara Zed masih ada.
"Apa kau sudah selesai bermain..?? " Ucap Zed.
Lalu Erigor melihat bahwa setiap luka pada tubuh Zed sama sekali tak mengeluarkan Darah, dan itu hanya terlihat seperti tubuh Zed terbuat dari pasir saja.
"Kau..?? Siapa kau sebenarnya..? " Tanya Erigor sekali lagi.
Kali ini ia sedikit ngeri karena serangannya tak berpengaruh.
"Zed.. Namaku Zed, Kobayakawa Zed.. Anggota Dari guild Fairy Tail.. " Ucap Zed.
"Jadi apa kau siap untuk mati sekarang..??!! "
"Lalat sialan..!! Kau yang akan mati..
Baju pelindung dari angin.. Strom Mail...!! " Teriak Erigor.
Lalu Tubuh Erigor saat ini mulai di selimuti oleh angin kencang yang berputar.
"Mati.. Mati.. Mati...!!! " Teriak Erigor sambil melemparkan serangan Angin yang lebih kuat ke arah Zed.
"Benar-benar menyusahkan.. " Gumam Zed.
"Pertahanan mutlak Shukaku.. "
Lalu sebuah patung Shukaku dengan Caping di atasnya berdiri menghadang serangan itu.
Lalu tiba-tiba banyak bukit batu di sana mulai runtuh dan berubah menjadi pasir.
"Sabaku Kyū..!! " Ucap Zed. Lalu banyak pasir mulai berkumpul dan mengikat kaki Erigor. Dan kemudian mulai naik menutupi seluruh tubuhnya.
"Apa ini.. Sialan.. !! Apa yang terjadi kenapa angin ku hilang..!! " Teriak Erigor.
"Apa kau ada kata-kata terakhir..??" Tanya Zed.
"Sialan.. Aku takan menyerah..!!" Teriak Erigor
"Apa hanya itu..?? Baiklah, kau bisa mati sekarang.." Ucap Zed. Lalu ia mengangkat tangannya ke depan, ke arah Erigor dan..
"Sabaku Sōsō..!! "
Zed mulai membuat gerakan menutup telapak tangannya Lalu pasir itu mulai meremas tubuh Erigor secara perlahan, dan mulai mematahkan tulang-tulangnya.
"Akkhhhh.....!!! "Teriak Erigor.
Lalu saat Zed menutup telapak tangannya dengan cepat, Erigor langsung terbungkus pasir sepenuhnya dan kemudian banyak air mancur darah keluar dari pasir itu dan menetes ke rel di sana dan ke bawah tebing.
" Happy Max Speed..!! " Teiak Happy di kejauhan sambil membawa Natsu.
Lalu tiba-tiba ia kehilangan kendali dan sayapnya menghilang menjatuhkan Natsu di depan Zed.
"Zed..??! Dimana Erigor..?? Apa kau melihatnya..?! " Tanya Natsu.
Sementara Zed menangkap kucing itu dengan pasir miliknya agar tak jatuh.
"Dia ada di bawahmu.. " Ucap Zed sambil menunjuk ke arah pasir merah di bawah Natsu.
"Apa..??! " Teriak Natsu.
Lalu ia melompat dan melihat banyak darah di tempat ia berdiri sebelumnya..
"Apakah semuanya sudah selesai..?? " Tanya Natsu.
"Dan kau mengubahnya menjadi pasir..?? "
Natsu berfikir Zed tak membunuhnya melainkan mengubahnya menjadi pasir.
"Hampir sama.. " Ucap Zed sambil tersenyum.
Lalu tak seperti dalam ceritanya, kali ini tak butuh waktu lama untuk Erza membawa yang lainnya menyusul Natsu.
"Natsu..!! " Teriak Lucy.
"Kalian datang terlambat.. Zed telah menyelesaikannya.. " Ucap Natsu
"Tidak mungkin.. Erigor dikalahkan..??!! " Teriak Kageyama yang di bawa oleh Erza dan yang lainnya.
"Siapa Dia..?? " Tanya Erza. Karena ia belum pernah bertemu dengan Zed sebelumnya.
"Dia Zed.. Salah satu pendiri Guild Fairy tail.. " Ucap Lucy.
"Erza kau tak apa-apa..?? "
Erza terlihat sempoyongan karena terlalu banyak menggunakan sihirnya.
"Aku tak apa-apa.. Tapi pendiri Fairy tail..??"Ucap Erza.
Lalu Lucy menceritakan tentang apa yang terjadi di Guild sebelumnya. Sementara itu.
" Dimana Erigor..?? " Tanya Gray.
"Zed sudah mengubahnya menjadi pasir.. " Ucap Natsu sambil menunjukkan pasir di bawah sana.
"Lihat.. "
"Mengubah seseorang menjadi pasir..?? " Ucap Gray.
"Tidak.. Itu tidak mungkin bisa di lakukan.. " Ucap Erza saat melihat pasir yang masih berwarna merah darah. Dan darah yang berceceran di mana-mana.
"Dia tidak mengubahnya menjadi pasir, tetapi membunuhnya dengan pasti dan mengubah seluruh tubuhnya menjadi pasir.. "
"Apa..??!! " Teriak yang lainnya.
"Apakah ada bedanya..? Itu sama saja dengan mengubahnya menjadi pasir bukan..?? " Ucap Zed.
"Dan sekarang waktunya membunuh mu.. "
"Tunggu.. Kau tak bisa membunuhnya juga.. " Ucap Natsu.
"Benar.. Kita tak bisa membunuhnya.. " Ucap Lucy.
"Apa yang kalian bicarakan..
Aku tak mengatakan orang itu, tapi benda ini.. " Ucap Zed
"Apakah kau ingin aku memusnahkan mu saat masih dalam kondisi seruling..!! Iblis Lullaby..??"
"Keekkeekekee... Kalian manusia benar-benar menyedihkan.. " Suara mulai keluar dari seruling yang di bawah Erigor sebelumnya.
"Aku sudah tak tahan lagi.. Aku akan mulai memakan kalian semua hidup-hidup..!! "
"Seruling itu bisa bicara..??!! " Teriak Lucy.
"Asapnya mulai membentuk sesuatu..??!! "
"Izinkan aku memakan Jiwa-jiwa kalian yang menyedihkan itu..!! " Ucap Lullaby saat tubuhnya mulai berubah menjadi sosok iblis yang sangat besar. Dengan ketinggian puluhan meter, memiliki tiga mata dan tubuh yang sepertinya terbuat dari kayu.
"Apa..!! " Ucap Erza
"Monster..!! " Teriak yang lainnya.
"Apa itu..?!! Aku sama sekali tak tahu soal ini.. !! " Ucap Kageyama yang juga terkejut dengan perubahan sosok Lullaby.
"Aku hampir mati kelaparan.. Jadi aku akan memakan jiwa kalian semuanya..!! " Ucap Lullaby.
"Apa..??!!! " Teriak Natsu.
"Jadi Jiwa bisa di makan yah..??!! Seperti apa rasanya..?"
"Mana aku tau..!! " Teriak Gray.
"Bagaimana mungkin seekor Monster bisa keluar dari sebuah seruling.. " Ucap Lucy.
"Sayangnya ini adalah wujud aslinya.. Salah satu iblis dari buku Zeref, Ini karena Living Magic.. " Ucap Zed.
"Baiklah.. Sekarang waktunya pertunjukan lainnya di mulai.. "
"Keluarlah.. " Teriak Zed.
Lalu pasir di sana mulai berputar dan berkumpul di atas mereka.. Dan kemudian sebuah raungan keras terdengar dari pusaran pasir itu.
"Ggrrrooooiwwwww.....!!! "
Dan kemudian mulailah terlihat sosok yang menyerupai monster lainnya keluar dari badai pasir itu.
Ia memiliki satu ekor panjang di belakangnya dan memiliki wajah Rakun dengan tubuh gemuknya. berwarna cokelat, dengan tanda segel kutukan berwarna hitam di seluruh wajahnya, tubuh, dan ekor.
Memiliki mulut bergerigi dan sklera mata yang berwarna hitam, dengan Iris kuning dan pupil hitam bintang dengan empat titik hitam di sekitarnya
"Shukaku..!!! " Teriak Zed.
.
.
. Bersambung.
#Mohon bersabar untuk Update Novel ini..
karena selain ribet di kisah fairy tail, juga karena refrensinya sedikit kurang untuk buat ceritanya.
dan mohon Dukungannya untuk Novel Thor lainnya terutama dua Novel terbaru.
"Isekai. The Legend Of Supereme Magus" dan
"Battle Of Sky Tower"
silahkan Like dan Coment.. Untuk dukungan. dan jika bisa bantu Vote dan Hadiah juga..
terimakasih..