
Setelah 1 jam ber istirahat pertandingan pun akan segera di mulai, awal nya sang kaisar mengusul kan bahwa baik nya pertandingan di gelar setelah tiga hari, namun lagi-lagi di tolak oleh Xiao Nuan, Xiao Nuan ingin pertandingan di laksana kan hari ini juga, dan entah siapa yang menyampaikan kabar itu keluar, sekarang kediaman Jendral Ye lebih banyak di datangi oleh para tamu, termasuk juga pangeran ke tiga, pangeran ke tiga masuk ke kediaman Jendral Ye dengan cara bersembunyi, semua itu karna dia masih dalam masa hukuman yang di berikan oleh ayahanda nya, tapi pangeran ke 3 bisa masuk ke kediaman Jendral Ye semua itu berkat Ling Zhi, tentu saja Ling Zhi membantu pangeran ke 3 untuk masuk, karna Ling Zhi sangat mengenal sifat pangeran ketiga, setelah kabar yang di terima nya dari mata-mata yang di tugas kan nya, tentu saja sang pangeran sangat ingin menemui sang kekasih.
"Terima kasih, karna kau sudah membantu ku agar bisa memasuki kediaman Jendral Ye ini.!" Ucap pangeran ke 3 kepada Ling Zhi.
"Hmm ,tak perlu berterima kasih, kita tumbuh bersama dari kecil.!" ucap Ling Zhi kepada pangeran ketiga dengan singkat, lalu Ling Zhi pun langsung berjalan pergi meninggal kan pangeran ke tiga.
Ya pangeran ke tiga tidak terlalu menghirau kan perlakuan Ling Zhi, karna dia sudah terbiasa dengan sifat Ling Zhi yang seperti itu, sama seperti yang di kata kan oleh Ling Zhi mereka sudah tinggal bersama dari kecil , dan mereka tumbuh besar bersama jadi mereka sudah saling mengenal sejak lama meskipun terkadang banyak hal yang tak bisa di pahami oleh pangeran ke tiga tentang Ling Zhi, sama seperti saat ini, seperti yang semua orang ketahui Ling Zhi adalah ksatria baja hitam dan dia tidak pernah mau di perintah oleh siapa pun, tapi dengan mudah nya dia mau menjadi pengawal dan pendamping dari seorang anak Jendral , bahkan dengan para pangeran saja dia tidak pernah mau tunduk.
Kembali ke arena pertandingan, Xiao Nuan dan Ye Xuan sudah berada di atas panggung hidup dan mati.
Semua mata sudah menatap ke arah panggung, bukan karna mereka ingin menyaksi kan sebuah pertandingan yang meriah, semua hanya karna mereka sudah tak sabar menyaksi kan kekalahan Xiao Nuan yang sedari tadi bersikap sangat sombong.
"Mengapa kau menyuruh ku turun , apa kau tidak ingin membalaskan dendam adik mu tercinta.!" Ucap Xiao Nuan dengan nada meremeh kan.
"Tentu saja tidak, aku pasti akan membalas mu berkali-kali lipat, dan akan membuat mu menyesal karna sudah berani mengusik adikku.!" ucap Ye Xuan dengan nada tinggi, terpancar aura kemarahan dan dendam yang berkobar di mata Ye Xuan.
"Benar kah, aku penasaran apakah kau bisa turun dari panggung ini dengan nyawa mu, sebaik nya kau kata kan permintaan terakhir mu, maka akan ku kabul kan sebagai rasa terima kasih ku .!" Ucap Xiao Nuan yang semangkin memancing amarah Ye Xuan
"Aku akan membunuh mu, dan akan ku buat kepala mu itu lepas dari tubuh mu, akan ku buat jasad mu bahkan tidak bisa untuk di kenali.!" ucap Ye Xuan yang langsung menyerang Xiao Nuan.
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️