
Setelah acara kedewasaan selesai, setelah pertandingan nya dengan Xiao Nuan, Yu Mei hampir tidak pernah keluar dari kediaman Jendral Ye, bukan hanya dari kediaman Jendral Ye, bahkan dia enggan untuk keluar dari kamar nya, karna setiap dia bertemu dengan orang lain, mereka akan menatap Yu Mei dengan tatapan jijik dan Menghina, Yu Mei yang tidak tahan di tatap seperti itu pun lebih memilih untuk berada di dalam kamar nya.
Begitu juga sebalik nya dengan Yu Wei, namun Yu Wei tidak seterpuruk Yu Mei, meskipun Yu Wei telah menjadi tontonan banyak orang tapi dia akan segera menikah dengan pangeran kedua, dia akan segera menjadi seorang istri dari pangeran kedua, maka perlahan orang-orang akan melupakan atas skandal yang terjadi terhadap diri nya dan pangeran kedua , orang-orang juga akan tetap menghormati nya ketika dia menjadi seorang putri nanti.
"Lapor Tuan, di depan ada Tuan Gong ingin bertemu dengan Tuan.!" Ucap seorang pengawal yang melapor kepada Jendral Ye.
"Persilahkan dia masuk.!" Ucap Jendral Ye.
sang pengawal pun langsung pergi menemui tuan Gong dan mengatakan bahwa Jendral Ye menyuruh nya untuk masuk.
"Silakan duduk, dan silakan di minum teh nya Tuan Gong.!" Ucap Jendral Ye.
Ya meskipun status Tuan Gong tidak setinggi Jendral Ye, tapi soal keuangan di kerajaan Jiangjun keuangan Tuan Gong lah yang paling besar dari pada tuan besar lain nya, bahkan dari kediaman Jendral Ye sekalipun.
"Tidak usah sungkan -sungkan, ini terima lah.!" ucap Tuan Gong sambil menyerah kan 1 peti kecil koin emas.
"Ini maksud nya apa tuan.?" ucap Jendral Ye .
"Saya ingin menjadi kan putri ke dua dari Jendral sebagai salah satu selir saya, saya ingin menjadi kan Yu Mei sebagai selir saya yang ke 6.!" ucap tuan Gong kepada jendral Ye.
"Selir.?" Tanya Jendral Ye keberatan, meskipun dia tak menyukai Yu Mei tapi jadi seorang rasa nya dia kurang setuju, apalagi selir ke 6 , ya Tuan Gong sudah mempunyai 5 orang selir.
"Ya selir, apa Jendral fikir akan ada laki-laki dari keluarga kaya yang mau menikahi seorang wanita yang sudah telanjang di depan umum, jika dia menjadi selir saya, maka setiap bulan nya saya akan mengirim koin emas ke kediaman Jendral Ye ini.!" ucap tuan Gong.
dan tanpa berfikir panjang Jendral Ye pun langsung menerima nya.
Yu Mei terus menolak pernikahan yang di paksa kan ayah nya, namun apalah daya Yu Mei dia tidak akan bisa berbuat apa-apa.
Malam pertama yang biasa nya sangat di nanti-nanti oleh pasangan yang baru menikah, tetapi tidak untuk Yu Mei, Yu Mei ketakutan hingga gemetaran, bagaimana tidak laki-laki yang akan mencumbu nya dan menikmati tubuh nya nanti adalah seorang laki-laki yang bahkan lebih tua dari ayah, seorang laki-laki berbadan gemuk perut buncit dan wajah yang jelek.
"Hai sayang, kamu pasti gugup kan, tenang saja aku akan memberi kan pengalaman yang sangat baik untuk dirimu, dan kau pasti akan sangat menikmati nya.!" ucap Tuan Gong kepada Yu Mei.
Yu Mei terus berjalan mundur menjauh dari tuan Gong.
Jujur Yu Mei merasa sangat takut, namun dengan mudah nya tuan Gong menangkap Yu Mei dan membawa Yu Mei ke pelukan nya.
"Tu_tuan saya mohon lepas kan saya tuan.!" ucap Yu Mei dengan suara putus asa.
"Diam lah dan nikmati saja.!" ucap Tuan Gong.
"Akkkhhhhh sa_sakit tuan.!" ucap Yu Mei yang merintih kesakitan karna tuan Gong memperlaku kan nya dengan sangat kasar.
"'Ah, tenyata masih pertama, ini akan semangkin menyenangkan.!" ucap tuan Gong yang memperlaku kan Yu Mei semangkin kasar.
"akhh... tu..ahh.. tuan..akhh sa_sakit.!" ucap Yu Mei.
Tubub Yu Mei serasa remuk setelah semalaman tidak tidur, para pelayan Tuan Gong datang untuk membersih kan diri Yu Mei, banyak memar pada tubuh Yu Mei, dan ada beberapa Luka cambuk, para pelayan sudah terbiasa dengan pemandang seperti ini.