
Sedangkan untuk pangeran Ling Zhu yang mendengar perkataan Xiao Nuan ingin sekali mengatakan bahwa Xiao Nuan hanya jual mahal saja, tapi dia tak berani berkata-kata lagi, karna kaisar sudah menyetujui permintaan Xiao nuan.
"Huh, kau pikir dirimu sehebat apa, kau terlalu memandang tinggi dirimu, hanya karna dirimu sedikit di bela oleh ayah handa,lantas kau mempermalukan ku di depan banyak orang, lihat saja aku pasti akan membuat dirimu menyesali perbuatan hari ini padaku, berani-berani nya kau mempermalukan ku, kau hanya nona muda dari keluarga Jendral saja berani sekali kau menolak untuk menikah dengan ku.!" Ucap pangeran kedua di dalam hati nya, ya dia tidak tahu saja bahwa Xiao Nuan dapat mengetahui apa yang di kata kan nya dalam hati nya.
"Ya, nona benar, nona juga masih sangat muda, jadi masih perlu untuk melihat dunia luar dan bersenang-senang, walaupun sejujur nya aku sedikit kecewa karna nona menolak untuk menikah dengan ku, tapi aku sadar aku tak bisa memaksa nona untuk menikah dengan ku.!" Ucap pangeran Ling Zhu , dengan nada lembut ,penuh sopan santun dan tentu saja juga menampilkan senyuman nya, orang-orang yang melihat nya memuji pangeran kedua, sifat nya sangat lah baik , sangat berbeda dengan pangeran ketiga. "sayang sekali nona muda dari keluarga Jendral Ye ini menolak untuk menikah dengan pangeran Ling Zhu, padahal dia akan menjadi Nona yang sangat beruntung jika menikah dengan pangeran Ling Zhu." Begitulah fikir semua orang karna tertipu oleh topeng pangeran Ling Zhu.
Xiao Nuan yang mendengar nya sedikit tersenyum, "ternyata pangeran pun sangat pandai untuk bersandiwara , baik kita lihat siapa nanti nya yang akan menyesal di akhir" ucap Xiao Nuan di dalam hati nya.
"Ternyata pangeran Ling Zhu sangat pengertian ya.!" Ucap Xiao Nuan singkat ya dia malas untuk meladeni pangeran Ling Zhu, karna dia tidak ingin membuat citra nya menjadi seorang nona yang sombong di mata orang-orang.
setelah beberapa saat, acara penyambutan Jendral Ye pun sudah selesai, semua orang sudah pulang satu persatu, termasuk keluarga kerajaan.
kaisar ,para pangeran dan putri pun sudah pulang ,dengan di ikuti oleh pengawal dan pelayan kerajaan.
Kediaman Utama Jendral Ye pun kembali seperti semula , tidak terbuka untuk para selir dan yang lain nya.
Jendral Ye berjalan ingin menuju ke kamar nya, setelah kejadian hari ini yang membuat nya sangat marah dan menguras sangat banyak emosi nya, dia perlu mandi sebentar untuk sedikit merileks kan isi pikiran nya, lalu setelah itu baru dia akan pergi ke Beibu menemui Xiao Nuan yang sudah berani mempermalukan nya hari ini, ya dia tidak tahu bahwa Xiao Nuan sudah tinggal di kediaman Utama.
Sesampai nya di kamar nya Jendral Ye pun hendak melepaskan pakaian nya dan ingin segera pergi mandi, ya air dan perlengkapan mandi lain nya sudah di siapkan oleh para pelayan, tapi aktivitas nya terhenti saat dia mendengar suara dari balik pintu kamar nya.
"Istrahat lah Zin Long, besok zumu akan mengirim guru yang akan mengajari mu berlatih pedang.!" Ucap Xiao Nuan yang tak sengaja di dengar oleh Jendral Ye.
"Suara anak itu, aku yakin itu adalah suara anak yang mempermalukan ku hari ini, kenapa dia masih berada di kediaman utama.?" ucap Jendral Ye di dalam kamar nya.
"Kau, mengapa kau ada disini, dasar kurang ajar tak cukup kah, apa yang kau lakukan tadi siang , kau masih berani menginjakan kaki mu di disini, kediaman utama bukan lah tempat yang bisa kau datangi sesuka mu, tapi bagus lah, kau sudah ada di sini jadi aku tak perlu jauh-jauh untuk pergi ke Beibu memberimu pelajaran.!" Ucap Jendral Ye dengan marah kepada Xiao Nuan tanpa sadar bahwa di sana juga ada Ye Zin Long.
"Ayah, tenang lah ayah.!" Ucap Jin Long sedikit memberanikan diri, dan Jendral Ye pun menyadari bahwa tidak hanya Xiao nuan yang ada di sana.
"Kau, kau juga ada di sini, kau juga sama dengan nya, sudah tidak berguna, malah membuat malu kelurga saja.!" ucap Jendral Ye marah kepada Jin Long.
"Bisakah kau sedikit memelan kan suara mu, kami tidak tuli sampai - sampai kau harus berkata sambil berteriak, malah sebalik nya, mendengar kau bicara rasa telinga ku ingin meledak.!" Ucap Xiao Nuan dengan acuh, yang membuat Jendral Ye semangkin murka mendengar nya.
"Kau, kau benar-benar kurang ajar, aku tak pernah mempunyai anak se kurang ajar dirimu.!" Ucap Jendral Ye kepada Xiao Nuan dengan marah.
"Oohh , lucu nya dirimu, kata nya kau seorang Jendral Perang yang di takuti, dan sangat di hormati banyak orang, tapi menurutku kau lebih mirip seorang pelawak, kau pikir aku sudi mempunyai ayah seperti dirimu, ingatlah ini Jendral Ye, mulai sekarang kau bukan ayah ku.!" ucap Xiao Nuan kepada Jendral Ye, yang semangkin membuat Jendral Ye murka.
"Kau_.!" ucap Jendral Ye sambil mengangkat satu tangan nya ingin menampar Xiao Nuan, tapi berhasil di cegah oleh Xiao Nuan dengan sekuat tenaga nya.
"Apa ini, apakah memang sekuat ini tenaga seorang epic bintang 5 .?" ucap Xiao Nuan di dalam hati nya ,ya Xiao Nuan menahan tangan Jendral Ye dengan sekuat tenaga dan Xiao Nuan pun yakin bahwa itu bukan lah seluruh kekuatan yang di miliki oleh Jendral Ye.
"Apakah kau yakin ingin memukul diriku, jika kau memukul ku semua orang pasti akan tahu , bahwa Jendral Ye marah dan memukul anak sah nya , dan coba kau pikirkan apa yang akan di kata kan orang - orang di luar sana tentang dirimu, dan tentang apa yang ku kata kan tadi siang.!" Ucap Xiao Nuan yang mencoba untuk membuat agar Jendral Ye tak memukul nya, ya saat ini kekuatan nya belum lah cukup untuk melawan Jendral Ye yang setingkat epick bintang 5 , sedangkan diri nya hanyalah seorang master tingkat akhir,perbedaan kekuatan mereka sangat lah tinggi, bagai mana bisa dia melawan nya, apa lagi titim merdian yang di buka nya hanya satu titik merdian, dia tidak ingin mengambil resiko yang sudah pasti akan merugikan diri nya.
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️mohon dukungan nya buat Author ya. kalau nggak keberatan mohon like,vote dan ranting nya ya, jangan sungkan berkomentar ya. author masih pemula., terima kasih ya sudah mendukung dan membaca novel author.