My Beautiful Venus

My Beautiful Venus
Bab 74 - MBV -


Velly sangat marah hingga rasanya dia ingin menghancurkan seluruh Istana. Namun, Velly memiliki sesuatu yang harus segera dia urus lebih dulu. Dengan penuh amarah Velly berjalan menyusuri Istana demi bertemu dengan Sean.


Velly menemukan Sean yang tengah duduk seorang diri di bawah pohon. Entah apa yang dipikirkan pria itu. Dengan penuh amarah Velly berjalan mendekat dan berdiri tepat di hadapan Sean.


"Lagi menikmati hidup yang bahagia?" tanya Velly sinis membuat Sean menatapnya kaget.


Sean berdiri, menatap Velly tidak mengerti.


"Ada apa?" tanya Sean santai.


"Kau pasti sedang berbahagia karena berhasil mewujudkan keinginan adik tersayang kau itu!" tuduh Velly menatap tajam pada Sean yang masih belum mengerti ucapannya.


"Velly, aku benar-benar tidak tahu apa yang kau bicarakan. Kau tiba-tiba datang dan marah tidak jelas seperti ini. Sebenarnya ada apa?"


Velly tersenyum sinis, merasa muak dengan Sean yang sayangnya adalah suaminya sendiri.


"Kau benar-benar tidak tahu apa berpura-pura tidak tahu? Pengumuman jelas terpajang di luar Istana dan bahkan seluruh pelayan membicarakannya."


"Pernikahan Jenderal dan Via? Itu yang kau maksud 'kan?"


"Ya, karena itu aku secara khusus ingin mengucapkan selamat untuk kau. Selamat karena berhasil menjadi kakak yang baik dengan mewujudkan keinginan adik tercintanya."


"Velly, aku tidak tahu apapun mengenai hal ini. Semua keputusan berada ditangan Jenderal dan apa yang Jenderal lakukan pasti yang terbaik untuk Negara ini."


Perkataan Sean semakin membuat Velly meradang. Amarahnya semakin meledak-ledak, seolah ingin membabat habis semua musuhnya hingga tak bersisa.


"Benar, semua keputusan berada ditangan Jenderal. Seorang pria akan mengambil keputusan yang akan menguntungkan, tidak peduli hal itu menyakiti hati pasangannya."


"Velly, kau tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi."


"Aku mengerti!" sentak Velly marah.


"Sean, bagaimana jika kau menikah lagi?" tanya Velly tiba-tiba membuat Sean menatapnya kaget.


"Apa maksud ucapanmu itu, Velly?" Sean menatap tidak suka pada Velly yang kini menatapnya dengan datar.


"Aku tidak bisa memberimu keturunan. Bukankah seharusnya kau menikah lagi karena aku tak kunjung hamil setelah kita menikah selama lima tahun."


"Apa-apaan ucapanmu itu? Kau sadar apa yang kau ucapkan itu? Berhenti membicarakan hal tidak masuk akal seperti itu!" Sean berbicara dengan nada tinggi, menandakan bahwa dia benar-benar tidak suka dengan ucapan Velly.


"Kenapa? Bukankah jika kau menikah lagi dan memiliki keturunan itu adalah hal baik? Hal baik untukmu dan keluargamu. Sama seperti apa yang dilakukan Jenderal yang ingin menikah lagi karena itulah yang kalian anggap terbaik untuk Negara ini."


"Jangan samakan dengan hal itu, Velly. Jenderal menikah dengan Via karena rakyat mendukung dan pernikahan mereka adalah jalan terbaik yang bisa diambil."


"Kau lucu sekali, Sean! Bukankah hal itu juga berlaku untukku? Keluargamu pasti mendukung untuk kau menikah lagi dan itulah yang terbaik untuk kalian semua. Sama halnya dengan apa yang terjadi pada Jenderal dan Venus. Kau mengatakan hal itu dan aku menyamakan posisiku sama seperti Venus."


Velly berkata dengan tenang, akan tetapi matanya berkobar penuh amarah. Bahkan, Velly menyebut nama Venus tanpa menggunakan sebutan khusus. Ini semua karena Velly berbicara sebagai seorang sahabat dan kakak dari Venus.


"Hanya karena Venus koma dan tidak bisa menjaga serta merawat kedua anaknya, dengan mudahnya orang-orang ingin mengganti posisi Venus. Di mana hati kalian semua? Dia sedang terbaring sakit diatas ranjang rumah sakit dan kalian dengan kejamnya mengusulkan Jenderal menikah lagi?"


Sean hanya bisa diam menatap wajah Velly yang terlihat sangat kecewa dan sakit hati. Apa yang diucapkan wanita itu benar, Sean benar-benar merasa seperti manusia jahat.


"Velly, aku--"


Sean tidak melanjutkan perkataannya ketika Velly mengangkat tangan tanda meminta Sean untuk tidak berbicara lagi.


"Dengar Sean, ketika nanti Jenderal benar-benar menikah dengan Via. Maka, aku adalah orang pertama yang menampar wajah adikmu itu dengan keras, dan aku tidak akan sudi menjadi istrimu lagi. Kau harus memilih Sean, aku istrimu atau Via adik tercintamu itu!"


Usai mengatakan hal itu Velly segera pergi meninggalkan Sean yang dilema. Dia benar-benar tidak tahu harus memilih siapa. Dia jelas tidak bisa berbuat banyak, tapi Velly memaksanya untuk memilih. Velly adalah wanita yang memegang teguh ucapannya dan Sean yakin istrinya itu benar-benar akan melakukan ucapannya jika Jenderal Virendra benar-benar menikahi Via.


TBC