
Venus tidak asal menuduh Avi tanpa bukti kuat. Avi adalah pelayan kepercayaannya dan sudah 3 tahun ini melayaninya. Sebenarnya, Venus tidak ingin mempercayai firasat dan juga beberapa bukti yang dia terima.
Venus tulus menyayangi Avi seperti temannya sendiri karena selama ini Venus tidak memiliki teman dekat. Hanya Avi yang selalu bersamanya dan menjadi tempat Venus berkeluh kesah.
"Venus, jelaskan pada Bibi apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Bibi Martha hati-hati.
"Venus mencurigai Avi sejak dia menemukan Venus pingsan di perpustakaan. Seharusnya, tidak ada yang tahu keberadaan Venus saat itu dan entah mengapa dia bisa menemukan Venus." Ucap Venus menjelaskan, tangannya menggenggam erat tangan milik Bibi Martha.
Kedua wanita itu merasa terluka karena pengkhianat yang dilakukan oleh Avi. Orang yang sudah mereka anggap seperti keluarga sendiri.
"Hanya dialah satu-satunya yang melihat album foto itu." Sambung Jenderal Virendra dengan nada tegasnya, pria itu mengulurkan sebuah album foto yang hari pernah dilihat oleh Venus.
"Coba Nyonya katakan, foto apa yang Nyonya lihat hati itu?" tanya Letnan Dean.
Venus membuka album foto itu, membalikkan lembar demi lembar hingga foto terakhir. Namun, Venus tidak menemukan foto yang dia lihat, sebuah foto yang memacu kembali ingatannya.
"Fotonya tidak ada," gumam Venus yang masih bisa didengar jelas oleh Jenderal Virendra dan Letnan Dean.
"Foto apa, Nak?" Bibi Martha kembali bertanya tidak mengerti.
"Bibi ... foto itu adalah foto Ayahku dan mendiang Jenderal sebelumnya. Venus mengingat jelas foto itu, wajah Ayah tampak tidak asing sehingga memicu kembali ingatan Venus yang telah hilang."
"Aku rasa pelayan itu yang mengambilnya dan memberikan pada orang yang memperkejakannya." Sahut Jenderal Virendra, dia sangat yakin karena foto itulah identitas Venus akhirnya terbongkar.
Venus menghela napas berat, rasanya sungguh mengecewakan mendapati Avi berkhianat. Padahal Avi adalah gadis yang baik, dia bahkan sering membagi cerita hidupnya pada Venus.
"Apakah dia diancam, Jenderal?" tanya Venus masih berharap bahwa Avi tidaklah tega mengkhianatinya.
"Kita belum tahu motifnya. Sudah, kau tenang saja biar aku dan Letnan Dean yang mengurus semua ini. Pesanku hanya satu, jangan percaya pada siapapun kecuali kami bertiga." Jenderal Virendra mengakhiri pembicaraan kali ini, masih ada hal yang harus dia urus.
Venus menganggu, menyetujui keinginan Jenderal Virendra tanpa berniat membantah. Kemudian Venus dan Bibu pergi menuju kediaman masing-masing.
"Jenderal, saya rasa Perdana Menteri sengaja menjebak Ayah Nyonya Venus karena menginginkan posisi Perdana Menteri." Ucap Letnan Dean membuka pembicaraan rahasia mereka.
"Aku rasa juga begitu. Rasanya sangat ganjil ketika Ayah mertuaku baru saja digulingkan dan tanpa menunggu lama sudah digantikan oleh pria licik itu."
"Jenderal ... mungkinkah dalang dibalik pembunuhan keluarga Nyonya Venus adalah Perdana Menteri?"
"Kemungkinan besar, seperti Perdana Menteri tahu Ayah mertuaku memiliki dokumen yang asli karena itulah dia menghabisi keluarga kecil itu." Jenderal Virendra memijat keningnya, pria itu tampak lelah.
Melihat hal itu Letnan Dean merasa tidak tega. Jenderal Virendra mengalami banyak masalah, sedari awal naik tahta hingga kini memiliki istri. Tidak ada waktu untuk Jenderal Virendra menikmati harinya, dia selalu disibukkan dengan berbagai hal.
"Istirahatlah, Jenderal. Biar saya yang bekerja, kami akan mengumpulkan semua bukti dan segera melaporkan pada Anda."
Jenderal Virendra menggeleng pelan, menolak untuk beristirahat. Bagaimana dia bisa istirahat dengan tenang jika kehidupan Venus saat ini sedang terancam.
"Letnan Dean, ada rencana yang sedang ku pikirkan. Kita tidak memiliki bukti jika Perdana Menteri adalah dalang dari pembunuhan itu. Mungkin kita bisa menggunakan kelemahan pria itu untuk mengumpulkan bukti yang akurat."
Letnan Dean tampak diam, berusaha mencerna maksud dari ucapan Jenderal Virendra. Tidak lama pria itu mengangguk dengan yakin, seolah setuju dengan rencana Jenderal Virendra yang bahkan belum pria itu ucapkan.
TBC
Ada bacaan seru dan menarik dari karya author Santi Suki
yuk, kepoin novelnya dan jangan lupa dukungannya 😊
Judul : KETIKA CINTA, BENCI & RINDU MENYATU