
5 tahun kemudian.
Varest sudah tumbuh besar menjadi anak yang cerdik dan lincah seperti kedua orang tuanya. Setiap hari bocah itu membuat keributan di Istana dengan tingkahnya yang menggemaskan. Rasa ingin tahu yang Varest membuatnya sering kali bertanya untuk menjawab setiap rasa penasarannya.
Seperti saat ini Varest tengah sibuk bertanya mengapa Bibi Martha tidak tinggal bersama mereka pada Venus. Varest memang sangat menyayangi Bibi Marta karena wanita tua itu begitu memanjakan Varest.
"Ibu bisikan minta Ayah bawa Nenek Martha tinggal di sini?" tanya Varest dengan tatapan polosnya.
Venus sungguh tidak sanggup melihat tatapan menggemaskan itu. Jenderal Virendra bilang tatapan itu sangat mirip dengan Venus jika ingin sesuatu.
"Sayang, peraturan Istana tidak mengizinkan hal itu. Nenek Martha memiliki tempat tinggal sendiri, Varest bisa menjenguk Nenek jika kangen." Jawab Venus mengeles dengan lembut kepala Varest, berusaha membuat sang anak mengerti.
Varest menunduk lesu, ini sudah kesekian kalinya dia meminta dan jawaban Venus tetap sama. Varest tidak memiliki keberanian untuk meminta langsung pada sang ayah.
"Ada apa dengan ekspresi sedihm itu?" tanya Jenderal Virendra yang baru saja tiba.
Venus menoleh dan tersenyum hangat, menyambut kedatangan Jenderal Virendra. Melihat sosok Jenderal Virendra yang berpakaian Militer masih saja membuat jantung Venus berdetak kencang. Setiap hati dia benar-benar seperti remaja yang baru jatuh cinta.
"Permintaan yang sama," jawab Venus lirih agar tidak didengar oleh Varest.
Jenderal Virendra tersenyum kecil mendekati sang putra yang masih cemberut. Wajah menggemaskan itu benar-benar seperti ibunya.
"Ingin tidur bersama Nenek Martha?" Tanya Jenderal Virendra yang kini mengambil posisi duduk di samping Varest.
Mata bocah itu tampak berbinar mendengar tawaran menggiurkan sang ayah. Bagaimanapun Jenderal Virendra sangat jarang memberikan tawaran menyenangkan seperti ini pada Varest. Jenderal Virendra lebih sering meminta Varest melakukan berbagai macam hal demi mencapai apa yang anak itu mau. Ya, seperti itulah didikan militer.
"Varest mau Ayah!" Jawab Varest dengan penuh semangat.
"Ayah akan minta pelayan membawa Nenek Martha ke sini. Untuk beberapa hari ini Nenek akan tinggal di sini dan setelahnya dia akan pulang kembali ke kediamannya."
Varest mengangguk mengerti ucapan Jenderal Virendra. Dia tidak akan meminta lebih karena apa yang Jenderal Virendra hari ini sudah lebih dari cukup. Didikan Venus yang satu ini benar-benar luar biasa.
Venus mendekat dan memeluk Jenderal Virendra dengan erat. Belakangan ini Venus sangat manja dan berpisah beberapa waktu dengan Jenderal Virendra sudah membuat wanita itu rindu.
"Aku merasa belakangan ini kau semakin manja. Ada apa, sayang?" tanya Jenderal Virendra lembut.
Venus tersipu malu, masih tidak biasa mendengar panggilan manis yang dilontarkan oleh Jenderal Virendra.
"Entahlah, Venus hanya ingin berdekatan dan memelukmu dengan erat seperti ini." Venus semakin mengeratkan pelukannya seolah mengatakan pelukan Jenderal Virendra begitu nyaman.
Dengan lembut Jenderal Virendra mengurai pelukannya, kemudian melakukan satu kecupan manis dibibir merah sang istri. Venus kembali tersipu malu, meski bertahun-tahun menikah tetap saja wanita itu malu.
*
*
Keesokan harinya Venus justru tidak bisa bangun dari tempat tidur. Wanita itu merasa pusing yang membuatnya tidak bisa bangun. Jenderal Virendra yang melihat hal itu tampak khawatir karena tidak biasanya Venus seperti ini.
"Aku akan memanggil dokter." Ucap Jenderal Virendra yang segera berlalu menelpon dokter Istana kepercayaannya.
Tidak membutuhkan waktu lama, Dokter Bram sudah tiba dan segera memeriksa keadaan Venus.
Rasanya Jenderal Virendra seperti melihat peristiwa yang sama. Venus sakit dan mengeluh pusing selama beberapa waktu. Ya saat itu Jenderal Virendra panik dan segera memanggil Dokter Bram.
Tiba-tiba Jenderal Virendra tersentak kaget. Rasa khawatir kembali menyerangnya karena mengingat satu hal. Peristiwa yang sama persis seperti 5 tahun yang lalu, semua terputar dalam pikiran Jenderal Virendra.
Benar, saat itu Dokter Bram meminta Jenderal Virendra membawa Venus menemui Dokter kandungan. Saat itu Venus dinyatakan hamil!
Apakah saat ini Venus kembali hamil?
TBC