
"Jenderal, ada hal yang ingin saya sampaikan." Ucap Letnan Dean yang baru saja tiba di ruang kerja Jenderal Virendra.
"Ada apa, Letnan?" tanya Jenderal Virendra tanpa mengalihkan perhatiannya dari setumpuk dokumen.
"Ternyata, orang-orang yang melakukan pertemuan rahasia itu bukanlah Putri Selena dan para pendukungnya."
"Apa maksudmu, Lentan?" Jenderal Virendra mengalihkan perhatiannya, menatap serius pada Letnan Dean.
"Saya baru memperoleh informasi, orang-orang yang mengadakan pertemuan rahasia itu adalah Nona Sella dan beberapa menteri yang memang berada di kubu sebelah."
Jenderal Virendra menghela napas, sungguh banyak sekali masalah yang akhir-akhir ini dia hadapi. Belum selesai masalah Venus, kini bertambah masalah baru lagi.
"Kita akan mengurus hal ini nanti. Aku ingin memberimu tugas lain." Ujar Jenderal Virendra yang kemudian menyerahkan sebuah dokumen pada Letnan Dean.
"Ada apa, Jenderal?" tanya Letnan Dean yang masih belum mengerti.
"Itu adalah dokumen rahasia yang ku temukan delapan tahun yang lalu. Baca dan pelajari dokumen itu. Aku merasa ada yang hilang dari dokumen itu dan sepertinya ada hal penting yang coba dirahasiakan."
"Jenderal, apakah ini menyangkut orang tua Nyonya Venus?" tanya Letnan Dean hati-hati.
"Ya, dia sudah mengingat semuanya. Aku rasa ini adalah waktu yang tepat untuk menyelidiki peristiwa yang sebenarnya."
Keduanya terdiam, mengingat kembali peristiwa yang terjadi 8 tahun yang lalu.
Saat itu Letnan Dean adalah prajurit biasa sekaligus sahabat baik Jenderal Virendra. Dialah yang membantu Jenderal Virendra menemui Venus hari itu, hari di mana dunia Venus berubah.
Setelah menemukan mayat orang tua Venus, mereka segera membawa pergi Venus yang saat itu tidak sadarkan diri. Kemudian mereka mengirim surat tanpa nama kepada Ayah Jenderal Virendra yang kemudian segera datang untuk menemui mayat orang tua Venus.
Venus yang begitu terkejut dan ketakutan hanya bisa berteriak memanggil Ayah dan Ibunya. Hal itulah yang membuat Jenderal Virendra memutuskan untuk membuat Venus melupakan semua peristiwa yang telah dilalui.
Lewat Bibi Martha, Jenderal Virendra memohon untuk merawat gadis itu. Menjaga Venus dengan sepenuh hati sampai tiba waktunya Jenderal Virendra menjadikan Venus miliknya.
*
*
Ya, Venus memutuskan untuk tidak mempercayai siapapun lagi selain Jenderal Virendra dan Bibi Martha.
"Venus ... ini Bibi, Nak." Suara yang sangat Venus kenali memanggil nama gadis itu dengan lembut.
Venus segera membuka pintu kamar dan mendapati wajah khawatir Bibi Martha. Venus tahu dia benar-benar membutuhkan pelukan hangat wanita paruh baya itu.
"Bibi," Venus memanggil lirih.
Bibi Martha masuk ke dalam kamar dan menutup pintu, kemudian segera memeluk Venus dengan erat. Bibi Martha sangat takut jika Venus harus melalui hari yang berat.
"Tidak apa, Nak. Ada Bibi dan Jenderal yang akan selalu ada di sampingmu." Bisikan itu membuat Venus menangis, suara tangisnya terdengar memilukan.
"Sakit, Bibi ... Venus merasa sakit. Kenapa mereka sangat kejam? Mereka membunuh kedua orang tua Venus dengan sangat kejam."
Bibi Martha tidak bersuara, wanita itu hanya mampu memberi pelukan menenangkan. Nasib Venus begitu malang.
Ditinggal saat usia 10 tahun dan harus melihat dengan mata kepalanya sendiri mayat kedua orang tuanya. Venus bahkan mengalami trauma yang membuat Jenderal Virendra memutuskan membuat kehidupan baru untuk Venus.
Jenderal Virendra bahkan menutup rapat identitas Venus. Membuat gadis itu seolah-olah hanyalah gadis biasa yang dirawat oleh Bibi Martha seperti anak sendiri.
"Venus harus membalas mereka Bibi. Venus harus membersihkan nama orang tua Venus dan membuat mereka membayar semua perbuatan keji mereka." Ucap Venus penuh tekad, mata gadis itu seolah memancarkan aura dendam yang begitu kental.
Kini Venus tahu mengapa Jenderal Virendra dan Bibi Martha mengajarkannya untuk menjadi gadis yang tangguh. Semua karena untuk membalas setiap perbuatan keji orang-orang jahat itu.
TBC
Ada rekomendasi novel keren lagi untuk kalian dari author Reni. T
yuk kepoin dan jangan lupa dukungannya 😊
Judul : BALAS DENDAM ISTRI YANG TERHINA