MENJADI TAWANAN MAFIA

MENJADI TAWANAN MAFIA
MENGIKUTI PERMAINAN


Monica menggertak kan gigi nya. Kedua mata gadis itu nampak sendu. Ia merasakan kelelahan luar biasa.


Monica menjalani hari yang berat sejak hari masih gelap hingga sekarang menjelang sore hari.


Monica kembali menempati kamarnya di mansion Luigi. Gadis itu baru saja selesai membersihkan tubuhnya.


Beberapa saat yang lalu ia sempat mengintip di balik pintu, banyak sekali penjaga berdiri di depan pintu.


Monica menelisik wajah di depan cermin meja hias, tubuhnya terbalut wardrobe tebal berwarna putih bersih.


Sesaat Monica ingat kata-kata Luigi, memerintahkan Carlo menyiapkan dirinya malam ini.


"Apa yang dia rencanakan pada ku", ucap Monica terlihat lesu.


"Aku sudah tidak ada lagi kekuatan untuk melawan laki-laki itu. Yang aku lakukan hanya sia-sia saja, semua di kuasai Luigi Salvatore. Laki-laki itu sangat kejam dan seorang pembunuh. Bahkan ia menghabisi Gretta temanku satu-satunya di tempat ini".


"Huhhh...


Monica menghembuskan nafasnya dengan kasar. "Aku akan membalas kematian Gretta pada Luigi. Aku sangat membenci laki-laki itu! Ia manusia yang paling tidak layak berada di muka bumi!


"Tok..


"Tok..


Ketukan di pintu membuyarkan lamunan Monica namun ia tidak berniat menyahut atau membukakan pintu. Monica hanya memandang wajahnya yang terlihat pucat. Bahkan nampak jelas kantung matanya. Rambutnya pun masih basah kuyup.


Monica membersihkan badannya dari kotoran rawa-rawa.


"Ceklek!


Ketika ada yang membuka pintu pun Monica tidak berminat untuk melihatnya.


"Bawa semua kotak-kotak itu masuk!"


Monica tahu siapa pemilik suara ketus itu. Dana. Wanita itu begitu berkuasa di tempat ini dan suka memberi perintah pada semua orang.


Monic melihat dari cermin, Dana dan dua gadis muda berpakaian pelayan yang membawa beberapa kotak ke dalam kamarnya. Ada dua wanita lainnya lagi yang membawa tas makeup. Monica tidak berniat untuk bertanya atau sekedar ingin tahu apa yang mereka bawa. Gadis itu tetap di tempatnya.


"Aku tidak akan kemana-mana. Aku lelah", jawab Monica.


"Tuan tidak meminta persetujuan mu. Tapi kau harus mengikuti perintah nya kalau kau masih sayang nyawa mu!", tegas Dana dengan nada ketus.


"Kenapa kau memaksaku Dana! Aku tahu kau membenciku, jadi biarkan saja bos-mu marah pada ku. Bukankah kau senang jika aku pergi bahkan jika aku mati di tangan laki-laki itu?!", teriak Monica berapi-api sambil berdiri menghadap Dana.


"Atau aku akan mengikat tangan mu agar kau patuh!", sambung Dana menghujamkan tatapan tajam pada Monica yang sangat muak mengikuti permainan Luigi. Laki-laki itu dan anak buahnya setali tiga uang sama-sama kejam dan suka mengancam.


Monica berpikir sejenak. "Oke kalau itu mau mu".


"Rias wajah ku secantik mungkin!", ujar Monica pada make-up artist yang di bawa Dana.


Monica kembali duduk di depan meja hias.


"Jika kau bisa berkerja sama, semuanya akan baik-baik saja, dokter. Tidak ada yang akan kehilangan nyawa nya lagi!", ucap Dana berlalu.


Monica mendengar jelas kata-kata wanita paruh baya itu.


Dua jam Monica di rias. Riasan sesuai dengan keinginannya. Gadis itu tersenyum melihat dirinya sempurna di depan cermin.


Ia sendirian menelisik wajah dan tubuhnya yang sudah di balut gaun seksi, berwarna hijau terang. Gaun berbahan lembut itu sangat pas di tubuhnya Monica. Mengekspos bahu dan dada bagian atasnya yang berdiri menantang. Sementara tali-tali spaghetti melingkar di leher jenjangnya, terikat di belakang leher.


Monica sengaja menata rambutnya kesamping, agar menambah kesan seksi.


"Tok..


"Tok..


"Malam ini aku akan mengakhiri semuanya!"


...***...


To be continue


Bagi vote ya teman-teman 🙏💙