Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib

Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib
86. Apa lagi?


Dengan perasaan sedih dan gundah gulana. Narendra dan Pangeran Panji kemudian meninggalkan kediaman Kyai Rasyid tanpa membawa Deniz yang terlihat sekarang sedang meneteskan air matanya.


" Kenapa kamu menolak untuk ikut dengan suamimu? Padahal kami tidak melarang Kalau kau ingin ikut dengannya!" tanya Kyai Rasyid sambil menatap Deniz yang sekarang sedang menangis sendirian.


" Bukankah Kyai tahu sendiri kalau sampai aku kembali lagi ke alam siluman, pasti akan memberikan banyak kerepotan di sana. Aku tidak mau Kyai, kalau aku kelak akan menjadi beban untuk mereka di sana. Kalau sampai nanti Abiyaksa kembali menyerang kerajaan kucing. Pasti akan sangat repot dan akan banyak korban yang berjatuhan dari peperangan yang tidak seharusnya terjadi. Bukankah Kyai sudah tahu kalau sekarang Abiyaksa sudah mulai membangun kembali kerajaannya sendiri dengan sisa-sisa prajurit dan juga warga kerajaan ular hijau yang tidak puas dengan pernikahan Raja Abimana dan Putri Kameswari?" tanya Deniz sambil melirik sekilas kepada Kyai Rasyid yang tampak manggut-manggut.


" Deniz. Papa hanya berharap agar kau bisa hidup bahagia. Kalau semisal melepaskan Narendra dan Pangeran Panji adalah yang terbaik untukmu. Lakukanlah itu Nak dan mulailah kembali menjalani hidupmu sebagai manusia normal!" pinta Dedi kepada Deniz.


Akan tetapi Deniz langsung menggelengkan kepalanya dan menolak keinginan ayahnya.


" Tidak bisa Pah. Aku sudah menikah dengan Narendra. Dia seorang pangeran dari alam gaib dan selamanya aku hanya akan menikah dengan dia. Itu adalah perjanjian yang sudah diatur lebih dari lima betul tahun yang lalu!" ucap Deniz sambil tersenyum kepada kedua orang tuanya yang begitu frustasi memikirkan nasib masa depan putrinya.


" Kalau begitu bagaimana kalian akan menjalani hidup kalian? Kalau harus berpisah seperti ini? Papah dan Mamah juga tidak tega kalau harus melihat Panji yang hidup tanpa seorang ibu!" ucap Amber yang tampak sedih sekali karena harus melihat cucunya yang tadi terlihat begitu marah melihat Denis yang menolak untuk ikut dengan mereka kembali ke alam siluman.


" Sudahlah Papa dan Mama tidak usah memikirkan tentang aku lagi. Sekarang lebih baik kalian kembali saja dan tidak usah memikirkan tentang masalahku! Aku adalah seorang ibu bahkan Putraku sekarang sudah berusia 18 tahun. Walaupun terlihat sangat lucu tetapi itu adalah kenyataannya. Mungkin sebentar lagi aku juga akan menjadi seorang nenek!" ucap Deniz sambil terkikik merasa lucu dengan nasibnya sendiri.


" Yah begitulah. Ya sudah sayang. Kalau begitu kami berdua akan pulang. Karena besok Papa juga harus ada rapat penting di kantor dan tidak bisa ditinggalkan." ucap Dedi berpamitan kepada putrinya dan juga kepada keluarga Kyai Rasyid yang mengantarkan mereka sampai ke parkiran mobil.


" Kalian harus berhati-hati dan teruslah berdzikir kepada Allah. Bagaimanapun sekarang kalian menjadi besan dari kerajaan kucing. Pasti akan banyak makhluk-makhluk usil yang akan mengganggu kalian!" ucap Kyai Rasyid mengingatkan kepada Dedi dan Amber untuk selalu berhati-hati di dalam perjalanan mereka menuju kota Bandung.


" Iya Kyai, terima kasih. Kami berdua sangat bersyukur sekali karena Deniz merasa betah tinggal di kediaman Kyai. Dan saya berharap kesehatan Deniz akan tetap bertahan seperti sekarang dan tidak akan drop lagi." ucap Dedi ketika dia berpamitan kepada Kyai Rasyid dan juga Deniz.


Deniz sekarang memeluk kedua orang tuanya kemudian melepaskan mereka berdua untuk kembali ke Bandung.


Setelah selesai melakukan pertemuan dengan keluarga Deniz. Kyai Rasyid kemudian memanggil Deniz kembali ke ruang tamu.


" Duduklah di sini Deniz dan dengarkan apa yang akan saya katakan kepadamu." perintah Kyai Rasyid kepada Deniz yang tampak masih bingung apa yang akan dikatakan oleh Sang Kiai yang sudah banyak membantu dirinya.


" Jangan lupa kau harus selalu berdzikir dan juga bersholawat. Jangan biarkan hatimu kosong. Saya yakin kalau Abiyaksa tidak akan menyerah untuk bisa mengambilmu dari tempat ini untuk dijadikan sebagai istrinya. Untuk saat ini saya dan santri-santri pasti akan berusaha untuk melindungimu dari pengaruh seorang Abiyaksa yang sampai saat ini masih berjuang untuk membangun pasukan dan juga kerajaannya yang baru!" ucap Kyai Rasyid berpesan kepada Deniz sebelum Daniz kembali ke kamarnya.


Setelah Deniz kembali ke kamarnya tampak Kyai Rasyid, istrinya dan juga Dani sedang bercakap-cakap membicarakan tentang Deniz dan juga pangeran Narendra.


" Sungguh kasihan sekali Deniz dan juga anaknya. Karena tidak bisa berkumpul seperti satu keluarga. Padahal mereka pasti saling merindukan satu sama lain." ucap Kyai Rasyid merasa prihatin melihat hubungan Denis dan Narendra yang saat ini begitu jauh dari kata untuk bersama.


Ancaman Abiyaksa yang selalu mengatakan akan mengambil Deniz sebagai permaisuri kerajaanya. Apabila dia sudah memiliki kerajaan. Benar-benar telah mengganggu Deniz untuk kembali merajut rumah tangganya bersama dengan pangeran Narendra.


Bagaimanapun Deniz tidak mau kalau sampai mencelakai suaminya dan juga istana kerajaan kucing yang sudah melegenda ratusan tahun bahkan ribuan tahun.


Sementara itu Abiyaksa yang saat ini sedang sibuk membangun istananya bersama dengan para prajurit yang kabur dari kerajaan ular hijai. Karena merasa tidak puas dengan pernikahan Raja Abimana dan Putri Kameswari. Setelah Raja Abimana yang sukses memenangkan pertandingan bersama dengan Abiyaksa di final sehingga akhirnya Raja abimana memenangkan pertandingan dan berhak untuk menikah dengan Putri kameswari yang ternyata juga jatuh cinta kepada raja Mereka.


Pernikahan antara Raja Abimana dan Putri Kameswari terjadi begitu meriah dan mewah sekali. Dan disambut bahagia oleh warga masing-masing kerajaan. Walaupun tidak sedikit juga yang menentang pernikahan mereka berdua.


Banyak para punggawa kerajaan yang tidak suka dengan keputusan Raja Abimana yang akhirnya memboyong Putri kameswari untuk tinggal di istana kerajaan ular hijau.


" Kalau aku tidak membawa istriku kemari. Lalu di mana istriku akan tinggal huh? Tidak mungkin kan istriku akan tinggal bersama dengan orang tuanya? Padahal dia sudah menikah denganku!" ucap Raja Abimana ketika banyak para punggawa dan pejabat kerajaannya yang memprotes keputusan Raja Abimana untuk memboyong sang istri ke istana mereka.


" Setidaknya tempatkanlah Putri Kameswari di luar istana kita. Terserah Yang Mulia Paduka akan menempatkan Putri Kameswari di mana. Asal tidak di dalam istana kerajaan kira!" ucap Perdana Menteri sambil menatap rajanya yang mulai marah dengan perkataannya yang sangat lancang.


" Kurang ajar! Bukankah itu artinya kau sudah menyuruhku untuk keluar dari istana ini?" tanya Raja abimanah sambil menatap tajam kepada perdana menterinya yang saat ini sedang gemetar ketakutan melihat emosi yang tergambar jelas di mata Raja Abimana.


" Maafkan hamba Paduka raja bukan maksud hamba berkata seperti itu hamba hanya ingin memberikan solusi agar pemerintahan yang mulia tidak ditentang oleh banyak Abid dalam kerajaan!" ucap Perdana mentri lagi.


Sejujurnya Perdana Menteri memang tidak menyukai kehadiran Putri Kameswari di istana kerajaan ular hijau.


Bagaimanapun Perdana Menteri belum bisa melupakan permusuhan kerajaan mereka yang telah berlangsung ratusan tahun. Bahkan Perdana Menteri masih mengingat putranya yang meninggal di medan perang ketika terjadi perang besar antara Kerajaan kucing dan kerajaan ular hijau puluhan tahun yang lalu.


" Yang mulia Raja! Hamba tidak memiliki tendensi buruk apapun tentang pernikahan yang mulia dengan tuan putri Kameswari!" sebelum Perdana Menteri melanjutkan perkataannya Raja bagaimana sudah bangkit duluan dari kursi kekuasaannya.


" Perdana Menteri. Anda hanya belum bisa menerima kematian putra anda ketika dulu melakukan perang besar dengan kerajaan kucing!" ucap raja di mana yang menatap tajam kepada perdana menteri yang langsung melotot kepadanya.


" Ya sudah Paduka Raja. Apapun yang akan anda Lakukan, lakukan saja. Hamba tidak akan ikut campur dan hamba tidak akan peduli dengan semuanya." setelah mengatakan itu Perdana Menteri kemudian meninggalkan Raja Abimana yang tampak melongok dan heran dengan tingkah perdana mentrinya yang menunjukkan gelagat aneh sejak pernikahannya dengan Putri Kameswari beberapa bulan yang lalu.


Sementara itu Putri Kameswari yang sudah berada di dalam kamar Raja Abimana dia tampak memperhatikan istana milik suaminya yang sangat indah sekali.


" Kau belum tidur sayang?" tanya Raja Abimana yang melihat istrinya masih duduk di depan jendela sambil menatap bintang-bintang yang begitu gemerlap.


Putri Kameswari langsung melirik ke arah Raja Abimana yang baru saja masuk ke dalam kamar mereka.


" Aku menunggumu sejak tadi. Bagaimana dengan rapat istana?? Apakah mereka keberatan Kalau aku tinggal di sini?" tanya Putri Kameswari benar-benar merasa khawatir dengan keadaan suaminya yang sepertinya tertekan.


" Tidak apa-apa sayang. Aku masih bisa mengendalikan mereka kok!" ucap Raja Abimana yang saat ini sedang merasa bahagia karena saat ini Putri Kameswari sedang mengandung anak pertama mereka.


" Istirahatlah bagaimanapun anak yang ada di dalam kandunganmu membutuhkan ibunya untuk tetap sehat dan kuat!" ucap Raja abimanah sambil mengelus perut istrinya yang terlihat sudah mulai membuncit.


Sungguh kebahagiaan yang sangat besar sekali. Karena cinta mereka bersambut dan bahkan sekarang mereka akan segera dikarunia anak.


" Ayo kita beristirahat bersama-sama dari tadi anakmu kelihatannya merindukanmu dia tidak tenang berada di dalam kandungan ibunya!" ucap Putri kameswari sambil mengelus perutnya dengan lembut.


" Nanti anak kita akan aku latih ilmu yang sangat hebat. Agar kelak dia bisa menjadi penerusku dan membanggakan kita berdua sebagai orang tuanya!" ucap Raja Abi mana yang tampak begitu bahagia memikirkan bahwa sebentar lagi dia akan menjadi seorang ayah yang akan dilahirkan oleh wanita yang selama ini selalu dia cintai dalam diam yang sangat lama.


Mereka berdua selama ini saling mencintai. Tetapi tidak ada yang berani untuk mengungkapkan cinta mereka. Mereka hanya saling menjaga perasaan satu sama lain dari siluman lain yang berusaha mendekati mereka berdua.