Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib

Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib
53. Amarah Mahaguru


Mendengar perkataan siluman ular hijau yang ternyata hanya tiruan dari Raja abiyaksa maha guru benar-benar sangat kesal dan sangat marah. pantas saja maha guru hanya membutuhkan waktu Sebentar untuk melawan Raja Abiyaksa palsu itu.


Padahal maha guru sangat tahu kalau Raja Abiyaksa adalah seorang raja yang sakti mandraguna bahkan Raja ular hijau yang sebelumnya saja mati di tangannya.


Maha guru benar-benar sangat geram dan dia tidak bisa memaafkan kecerobohannya karena telah mempercayai siluman ular hijau yang mempunyai hati culas dan juga licik.


" Cepat katakan padaku di mana Tuan Putri Denis atau aku akan membakar habis istana kerajaan ular hijau sampai tak tersisa!" ancam maha guru kepada siluman itu yang tampak tertawa terbahak-bahak.


" Silakan kau bakar saja kalau kau memang mempunyai kemampuan itu. Karena sekarang Raja Abiyaksa sudah memiliki sebuah perisai pelindung yang akan melindungi seluruh istana kerajaan kami dari ilmu sihir maupun ilmu hitam yang akan merugikan istana kerajaan kami! Hahaha!" ucap siluman itu benar-benar membuat maha guru sangat marah sehingga akhirnya langsung membunuh siluman itu.


Sementara itu Pangeran Narendra yang tampak masih terlihat lemah. Walaupun racunnya tadi sudah dihisap kembali oleh sang ular hijau. Tetapi dia tetap harus menjalani pengobatan sesuai dengan instruksi siluman tadi.


" Mahaguru! Cepatlah kau tolong istriku. Aku tidak mau kalau sampai terjadi apa-apa dengannya. Bagaimanapun aku mempunyai tanggung jawab kepada kedua orang tuanya untuk selalu melindungi Denis dari segala marabahaya!" ucap Narendra dengan suara yang terbata-bata karena menahan rasa sakit di tubuhnya yang sangat luar biasa.


Mahaguru kemudian merubah Narendra kembali menjadi seekor kucing agar dia mudah membawanya menuju kolam dingin yang berada di puncak gunung Pangrango.


" Tenanglah pangeran. Saya pasti akan mencari keberadaan Tuan Putri Deniz dan membawanya kembali padamu. Akan tetapi saat ini yang paling urgen adalah aku harus segera menyelamatkan nyawamu jangan sampai terjadi apa-apa denganmu!" ucap Mahaguru dengan suara yang sangat khawatir terhadap murid kesayangannya yang tampak begitu lemah dan kesakitan.


Maha guru sangat tahu bahwa racun ular hijau memang sangatlah berbahaya dalam hitungan jam saja, kalau tidak meminum penawarnya maka seluruh urat syarafnya akan lumpuh dan pada akhirnya akan segera membunuh korbannya dengan sangat mengenaskan.


" Mahaguru aku bisa mengobati diriku sendiri. tapi Maha guru harus segera mencari keberadaan istriku. Aku mohon maha guru! Aku tidak akan pernah memaafkan diriku sendiri kalau terjadi apa-apa dengan Deniz!" ucap Narendra dengan air mata yang mengalir di pipinya.


Narendra benar-benar sangat merasa bersalah karena telah teledor dalam menjaga sang istri yang saat ini sedang hamil 1 bulan.


Terakhir kali Narendra bertemu dengan Deniz adalah ketika Deniz meminta izin kepadanya untuk pergi ke air terjun karena dia ingin berenang di sana.


Akan tetapi karena waktu itu Narendra sedang menjalankan tugas dari ayahnya untuk menemui orang serakah akan harta dunia yang hendak melakukan perjanjian dengan kerajaan mereka. Sehingga dia tidak menemani Deniz untuk pergi ke sana.


" Ini semua adalah kesalahanku dan juga keteledoranku. Seharusnya aku tidak boleh mengizinkan istriku pergi sendiri tanpa pengawalan. Padahal jelas-jelas aku sangat mengetahui kalau saat ini Raja Abiyaksa, sedang mengincar istriku untuk menjadikannya sebagai permaisuri di kerajaannya." ucap Narendra dengan sangat sedih dan juga sangat kesakitan.


Mahaguru yang tidak tega melihat muridnya sangat menderita. Dia hanya bisa menghibur Narendra dan menyalurkan ilmu tenaga dalamnya ke dalam tubuh Narendra agar kesakitan itu sedikit berkurang.


Narendra benar-benar sangat menyesali dirinya sendiri. Karena tidak pernah membekali istrinya dengan ilmu sihir maupun ilmu silat yang bisa melindungi Denizvdari kejahatan siapapun yang mempunyai niat jahat kepadanya.


Narendra hanya tidak menginginkan istrinya menjadi seorang wanita yang keras dan juga tega membunuh makhluk hidup yang lainnya. Dia hanya ingin Deniz tetap menjadi wanita lembut yang memiliki kasih sayang terhadap sesamanya.


Akan tetapi Narendra sekarang menyesali semua keputusannya. Seandainya saja Deniz memiliki kemampuan untuk membela diri pasti Raja Abiyaksa tidak akan semudah itu untuk menculik dirinya.


" Baiklah Maha guru aku akan mempercayai janjimu!" ucap Narendra yang kemudian diam.


Karena Narendra sangat faham kalau gurunya harus berkonsentrasi untuk membawa dirinya menuju puncak Gunung Pangrango dalam rangka menyembuhkan luka dalamnya yang sangat parah karena terkena racun ular hijau yang sangat mematikan.


" Ini adalah obat penawarnya. Pangeran harus rutin memakannya selama 1 bulan penuh. Kemudian Pangeran juga harus bermeditasi di kolam dengan ini selama 30 hari full tidak boleh kurang dari itu!" ucap Mahaguru.


Setelah menyampaikan semua yang harus dilakukan oleh pangeran Narendra dalam rangka mengobati penyakitnya gara-gara anak buah raja Abiyaksa yang sudah menggigit leher Narendra sewaktu dia berubah wujud menjadi Deniz untuk menjebak Pangeran Narendra. Mahaguru kemudian meninggalkan Narendra untuk segera menuju ke istana kerajaan ular hijau.


Narendra menatap kepergian Mahaguru dengan perasaan yang campur aduk.


" Aku harus segera bermeditasi agar racun yang ada di dalam tubuhku segera sirna sehingga aku bisa mencari keberadaan istriku dengan tanganku sendiri!" dengan tekad penuh Narendra pun kemudian mulai bermeditasi di dalam kolam dingin yang sangat menusuk tulang.


Bagaimanapun wujudnya aslinya sebagai seekor kucing sudah pasti ketakutan dengan air. Akan tetapi Narendra harus menahan semua itu. Karena dia memiliki tekad untuk mempunyai umur yang panjang sehingga dia bisa menyaksikan kelahiran anak pertamanya bersama dengan Deniz.


Sementara itu Mahaguru yang sekarang sedang mengamuk di kerajaan ular hijau, dia hingga saat ini dia masih belum juga bisa menemukan keberadaan Deniz.


Bisa dikatakan semua daerah Kerajaan ular hijau sudah dia obrak-abrik dan dia cari tetapi tidak menemukan jejak Deniz sama sekali.


" Aneh sekali sebenarnya di mana Tuan Putri Deniz? Kenapa dia tidak ada di manapun!!??" tanya maha guru yang benar-benar sangat frustasi sekali untuk bisa menemukan keberadaan Deniz saat ini.


Bahkan Raja Abiyaksa pun tidak ada di dalam istana kerajaan ular hijau. Berdasarkan info yang didapatkan dari anak buah yang telah ditangkap oleh Mahaguru bahwa Raja Abyaksa sekarang sudah meninggalkan istana kerajaan ular hijau.


Mahaguru benar-benar kehilangan jejak keberadaan Deniz dan juga Raja Abiyaksa seperti ada sebuah dinding tebal yang menghalangi pandangan matanya untuk bisa mendeteksi keberadaan Deniz maupun Raja Abiyaksa.