
" Kenapa? kalau kita tidak segera bergegas kita akan terlambat untuk salat subuh!" ucap Minsi sambil menatap Pangeran panji.
" Huuh, aku tahu!" setelah mengatakan itu Pangeran Pance langsung bangun dan mengangkat tubuh istrinya.
" Awas, aw. Kau?" Minsi sangat terkejut karena tiba-tiba saja tubuhnya seakan melayang karena telah digendong oleh Pangeran Panji.
Kemudian terdengar tawa bahagia mereka berdua di dalam kamar mandi.
" Dayang! Ayo kita kembali ke kamar kita. Sepertinya mereka sedang tidak bisa diganggu oleh kita!" ucap putri Hana yang tadinya ingin mengajak Minsi jalan-jalan.
Hati Putri Hana seakan terhiris penuh dengan kecemburuan. Saat tadi dia melihat dan mendengarkan tawa mereka berdua yang begitu bahagia. Apalagi saat melihat Pangeran Panji yang mengangkat tubuh polos Minsi ke kamar mandi. Hati Hana berdesir penuh iri dengki.
' Seharusnya aku yang mengalami semua itu bersama Pangeran Panji. Bodohnya aku! Karena aku tergoda dengan bujuk rayuan Pangeran monyet yang ternyata dia hanya memanfaatkanku dan menipuku! Selama ini aku ternyata dibutakan oleh cintaku pada Pangeran wangen, tapi ternyata aku salah mencintai laki-laki. Hiks hiks! sesakit ini ternyata melihat mantan tunanganku sekarang berbahagia dengan istrinya!' bathin Hana yang terlihat menangis sedih.
" Indahnya Cinta mereka! Suatu saat kalau aku punya suami. Aku ingin mencari suami seperti pangeran panji yang baik dan juga romantis!" ucap dayang yang tadi menyertai Putri Hana ketika hendak mengajak Minsi berjalan-jalan.
Pangeran Panji dan Minsi merasa kalau istana mereka aman Oleh karena itu mereka tidak pernah mengunci pintu-pintu di dalam istana mereka. Itulah yang membuat Hana dan dayangnya tadi bisa menerobos masuk begitu saja ke dalam istana mereka.
Apalagi prajurit penjaga mengetahui kalau Putri Hana bersahabat dengan pangeran Panji maupun Minsi.
Akan tetapi kelancangan Putri Hana masuk ke dalam istana Pangeran Panji malah telah membuahkan luka hati untuk dirinya sendiri. Karena harus melihat kebersamaan pangeran Panji dan Minsi yang sedang diliputi cinta.
" Putri! Kenapa Anda dari tadi melamun terus? Apakah ada masalah, putri?" tanya dayangnya yang merasa tidak tenang melihat putri yang selalu dilayaninya terlihat tidak bahagia.
" Tidak apa-apa. Kenapa memangnya?" tanya Hana berusaha mengulas senyum kepada dayang nya yang selama ini selalu menjadi teman setianya dan tidak pernah meninggalkannya dalam setiap kondisi dan apapun yang terjadi di dalam hidupnya.
Hana sengaja meminta untuk tinggal beberapa hari di kerajaan kucing. Karena dia ingin menghindari Pangeran Wangen yang selalu mencari masalah dengan kerajaannya.
Hana sangat tahu, kalau saat ini kerajaan monyet tidak akan mau untuk mencari masalah dengan kerajaan kucing. mengingat kedudukan dan status kerajaan sebagai besar dari kerajaan istana Pantai Selatan.
Segoblok apapun Pangeran monyet, ataupun seluruh abdi dalem kerajaan monyet serta raja dan ratu mereka. mereka tidak akan mungkin berani mati untuk mencari masalah dengan sang ratu penguasa Pantai Selatan.
Apalagi sekarang di istana kerajaan kucing terdapat Minsi yang berstatus sebagai cucu dari sang ratu.
" Dayang! Bagaimana kalau kita kembali ke kerajaan ular biru? Rasanya aku sudah merindukan ayah dan ibuku!" ucap Hana sambil menatap ke arah dayangnya.
" Tapi Putri. Kondisi di istana kerajaan kita saat ini benar-benar tidak aman untukmu. Saya juga khawatir kalau misalkan nanti perjalanan kita menuju istana kerajaan ular biru akan dihadang oleh pangeran wangen dan juga para prajuritnya!" ucap Dayang benar-benar merasa khawatir.
" Lalu bagaimana? Kalau aku berada di sini, maka hatiku akan semakin sakit melihat cinta kasih Pangeran Panji dan Minsi yang selalu menebarkan kemesraan di mana-mana aku akan mati kering berada di sini!" ucap Hana tanpa dia sadari.
Dayang merasa terkejut mendengarkan apa yang dikatakan oleh Putri Hana. "Apakah Tuan Putri masih mencintai Pangeran panji? Tapi saat ini status putri adalah istri dari Pangeran Wangen dan juga sudah mengandung anaknya!" ucap dayang benar-benar merasa prihatin dengan jalan hidup putri Hana.
Dayang pengasuh tampak begitu sedih dan juga merasa kasihan kepada putri Hana yang saat ini pasti sedang merasakan kesakitan luar biasa melihat kebahagiaan Pangeran panji dan istrinya.
" Kalau tuan putri ingin kembali ke kerajaan ular biru, maka kita harus meminta tolong kepada orang kepercayaan dari kerajaan kucing. Untuk mengantarkan kita kembali ke istana milik kita. Kalau tidak kita tidak akan aman sampai ke kerajaan kita!" ucap dayang istana kepada Hana.
Hana menatap dayangnya dengan sendu. Sungguh! Saat ini Hana merasa bingung dengan jalan hidup yang akan dia tempuh.
" Dayang kalau aku meninggalkan kerajaan kucing. Pasti akan sangat lama dan mungkin selamanya, aku tidak akan pernah bisa melihat Pangeran Panji lagi!" Hana menangis sesegukan dan sangat menghiris hati siapa pun yang mendengarnya, " Tetapi kalau aku tetap bertahan di sini pun, rasanya hatiku pun tidak mampu untuk melihat kebesaran cinta Pangeran Panji terhadap istri! Aku harus bagaimana dayang?" tanya Hana sambil memegang telapak tangan dayangnya.
Sementara itu Deniz yang saat ini berada di pintu kamar Putri Hana, dia bisa merasakan kekalutan perasaan putri Hana yang pasti saat ini sedang merasakan Dilema yang sangat berat untuk bisa melihat kebahagiaan mantan tunangannya bersama istrinya.
" Aku harus bagaimana? Apakah aku akan meminta kepada suamiku Untuk mengantarkan mereka ke kerajaan ular biru? rasanya Kasihan juga harus Melihat putri Hana setiap hari harus menderita hatinya melihat kebersamaan panji dan Minsi. Bagaimana pun dia pernah menjadi tunangan dari panji. Apalagi kehidupan pernikahan putri Hana yang tidak bahagia dengan pangeran Wangen. Pasti melihat kebahagiaan Panji dan Minsi, sukses membuat hati putri Hana menjadi hancur lebur!" monolog Deniz merasa benar-benar dilema dan tidak tahu harus melakukan apa saat ini.
Pangeran Narendra yang kebetulan lewat, dia terheran melihat istrinya yang terus saja bengong di taman istana.
" Sayang! Apa yang sedang kau pikirkan!"
Deniz melihat ke arah suaminya dan melambaikan tangannya untuk mendekat kepadanya.
" Sayang, ada apa? Tolong jangan menakutiku dengan ekspresi seperti itu!" ucap Pangeran Narendra sambil menggenggam telapak tangan istrinya.
" Aku baik-baik saja, sayang. Aku hanya sedang memikirkan tentang Putri Hana yang kemungkinan besar akan tinggal di sini sampai dia melahirkan." Dennis kemudian menaruh kepalanya di dalam pelukan Narendra dan menyampaikan semua yang saat ini dia rasakan.
Dengan begitu telaten Pangeran Narendra terus mendengarkan semua yang dikatakan oleh istrinya. Terlihat Pangeran Narendra mengerti dengan yang dirasakan oleh istrinya saat ini.
" Aku akan meminta kepada Mahaguru untuk mengantarkan Putri Hana ke istana kerajaan ular biru. Aku rasa tempatnya adalah di sana. Bagaimanapun sekarang Putri Hana sedang hamil kalau kerajaan monyet mengetahui Putri Hana berada di istana kita. Hal itu akan semakin meruncing dugaan mereka tentang hubungan Pangeran Panji dengan Putri Hana! Mereka akan tersinggung dan pasti akan memicu perang antar dua kerajaan! Aku tidak mau terjadi hal itu!" ucap Pangeran Narendra.
Pangeran Narendra kemudian mencium kening Deniz dengan lembut. Menyalurkan perasaan cintanya untuk sang istri tercinta.
" Tenanglah Sayang! Aku pasti akan segera membereskan semua masalah ini!" Pangeran Narendra kemudian memanggil Mahaguru untuk datang menemuinya.
Hanya dalam hitungan detik, Pangeran Narendra sudah bertemu dengan Mahaguru yang langsung memenuhi panggilannya.
" Ada apa Pangeran memanggilku?" tanya Mahaguru dengan sikap hormat.
Pangeran Narendra kemudian menceritakan segalanya kepada Mahaguru tentang keberadaan Putri Hana dan tentang segala kemungkinan yang akan terjadi apabila Putri Hana menetap di istana mereka lebih lama lagi. " Itu pasti akan menjadi sesuatu yang sangat berbahaya untuk istana kerajaan kita! Pangeran Narendra aku akan mengantarkan putri Hana ke istana kerajaannya." Pangeran Narendra merasa lega dengan kebersediaan Mahaguru untuk mau membantunya mengantarkan Putri Hana ke kerajaan ular biru yang telah menjadi sahabat kerajaan mereka.
Walaupun hubungan bilateral antara dua kerajaan gagal. Karena rencana pernikahan Pangeran Panji dan Putri Hana yang telah di rusak oleh Pangeran Wangen, akan tetapi raja dan ratu Dua kerajaan telah berjanji akan tetap menjaga hubungan baik kerajaan mereka. Dan berusaha untuk bersahabat dalam hal apapun tentang kebutuhan mendadak ataupun mendesak antara dua kerajaan.