Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib

Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib
65. Janji


Pagi itu istana kerajaan kucing tampak begitu sibuk karena mereka akan kedatangan tamu istimewa yang akan melakukan perundingan dengan istana mereka untuk menghindari perang yang sebentar lagi akan mencetus.


" Pastikan semua pasukan kita bersiap dan selalu siaga untuk menerima segala kemungkinan yang akan dilakukan oleh Raja Abiyaksa dan pasukan yang dia bawa. Jangan sampai kita lengah!" ucap jenderal.


Terlihat Jenderal istana kerajaan kucing sedang memberikan perintah kepada ratusan ribu prajurit yang sudah siap sedia untuk bertarung dan berperang melawan istana kerajaan ular hijau yang meminta pertemuan kepada mereka pagi ini.


" Paman jenderal. Apakah boleh kalau aku ikut dalam perundingan yang akan dilakukan oleh kalian?" tanya Deniz melihat semuanya begitu sibuk menyambut kedatangan Raja Abiyasa yang meminta berunding kepada pihak mereka.


Narendra yang mendengarkan permintaan istrinya auto melotot dan tidak suka.


" Urusan politik kerajaan bukanlah urusan wanita. Tolong sayang! Sebaiknya kau ikut saja dengan ibunda permaisuri untuk mengungsi ke pegunungan Pelangi mencari perlindungan di sana!" ucap Narendra meminta tolong kepada istrinya untuk meninggalkan istana kerajaan kucing dan bersiap untuk mencari perlindungan kepada Mahaguru dan murid-murid yang ada di sana.


Akan tetapi Dennis tetap bersikeras dia ingin membantu suaminya menyelesaikan perang itu tanpa harus mengorbankan banyak nyawa para prajurit yang tidak berdosa.


" Dengarkan aku sayang. Alam siluman bukanlah alam yang sederhana yang bisa kau prediksi. Makhluk-makhluknya pun tidak seperti manusia biasanya. Kau tidak bisa memprediksi perilaku mereka sayang! Aku benar-benar tidak akan pernah bisa membayangkan kalau terjadi apa-apa denganmu dan juga calon bayi kita!" ucap Narendra sambil tersenyum kepada Deniz.


Tetapi Deniz tetap bersi keras bahwa dia ingin menjadi bagian dari tim yang akan melakukan perundingan dengan kerajaan ular hijau yang akan segera datang ke istana mereka.


" Tolong Nare! Berilah aku kesempatan kali ini saja untuk menunjukkan bahwa aku peduli dengan istana ini. Bahwa aku peduli dengan prajurit dan juga warga yang kelak akan menjadi wargaku ketika aku telah mencari permaisuri di istana ini! Kecuali kalau kau tidak pernah menganggap kau sebagai Putri mahkota dari istana kerajaan kucing ini!" ucap Denis dengan mata berapi-api menatap Narendra yang tampak begitu frustasi membujuk istrinya yang sangat keras kepala.


Sewaktu Narendra pernah hidup di alam manusia. Narendra pernah melihat sebuah acara talk show yang mengatakan bahwa ketika seorang wanita sedang hamil maka hormonnya di tubuhnya tidak seimbang dan selalu menginginkan sesuatu hal-hal yang menentang adrenalinnya.


" Baiklah sayang. Tapi kau harus ingat kau tidak boleh jauh-jauh dariku. Kau harus selalu berdekatan denganku. Kau harus selalu menggenggam tanganku! Jangan pernah melepaskannya!" Deniz tampak memutar bola matanya malas mendengarkan semua keharusan yang dikatakan oleh Narendra.


" Percayalah padaku sayang. Aku adalah calon permaisuri di istana ini. Aku pasti tidak akan membahayakan diriku sendiri ataupun warga yang kelak akan berada di bawah kepemimpinanku! aku pasti akan melakukan yang terbaik untuk mencegah peperangan sehingga tidak perlu ada pertikaian dan juga pertumpahan darah di antara dua istana.


Narendra langsung memeluk istrinya. Dia benar-benar mengkhawatirkan keselamatan Deniz yang dia tahu kalau Deniz tidak pernah memiliki ilmu kanuragan apapun.


" Apakah kau begitu takut untuk kehilanganku sayang? percayalah aku akan baik-baik saja aku percaya dengan persahabatanku dengan Raja Abiyaksa selama kami berada di alam manusia!" ucap Deniz dengan penuh percaya diri. Akan tetapi pangeran Narendra langsung menggelengkan kepalanya.


Pangeran Narendra kemudian mengajak Deniz untuk duduk di kursi yang sudah dipersiapkan oleh pihak kerajaannya untuk tempat tim yang akan menjadi juru bicara kerajaan kucing untuk berdiskusi dengan kerajaan ular hijau.


" Raja Abiyaksa bukanlah seseorang yang bisa diajak bersahabat olehmu. Percayalah padaku. Bahwa dia memiliki kepentingan untuk membuatmu terpesona kepadanya. Sehingga kau mau meninggalkan aku dan berlari ke arahnya!" ucap Narendra sambil membingkai wajah istrinya yang sejak kemarin sangat dia rindukan.


" Sudahlah Ayo kita menyambut kedatangan mereka di gerbang istana!" ucap Deniz tidak mau berdebat lagi dengan suaminya karena dia tahu bahwa suaminya saat ini sedang dilanda apa cemburu.


Deniz terus tersenyum merasa sangat bahagia ketika dia melihat suaminya yang begitu menggemaskan ketika dalam mode cemburu seperti itu.


Narendra terus menggenggam telapak tangan istrinya seakan tidak ingin melepaskan Deniz dari dalam hidupnya.


" Percayalah kalau aku sangat mencintaimu dan aku hanya akan hidup untukmu sampai maut yang akan memisahkan kita suatu saat nanti!" ucap Deniz penuh keyakinan.


Akan tetapi, tiba-tiba saja Deniz merasa sanfat sedih karena dia mengingat bahwa dirinya hanyalah seorang manusia biasa sementara Narendra adalah seorang Pangeran alam gaib yang berstatus sebagai putra mahkota dari kerajaan kucing yang sudah melegenda selama ribuan tahun lamanya di alam siluman.


" Ada apa Sayang kenapa kau bersedih?" tanya Narendra sambil mengerutkan keningnya. Ketika dia melihat perubahan raut wajah sang istri yang tiba-tiba menjadi sedih.


" Kau adalah seorang pangeran dari alam gaib umurmu bisa mencapai ratusan ribu tahun sementara aku hanyalah seorang manusia biasa umur tertentu yang mungkin bisa aku miliki hanyalah 70 sampai 80 tahun. Nare, apa yang akan kau lakukan nanti ketika aku meninggal dan meninggalkanmu di alam ini?" tanya Deniz dengan raut wajah kesedihan di wajahnya yang tiba-tiba saja sendu.


Narendra kemudian menatap wajah istrinya yang begitu sedih memikirkan masa depan mereka berdua.


" Sayang! Ketika nanti kau meninggalkan aku karena usiamu yang memang harus meninggalkan Dunia ini. Maka aku akan mengambil roh dan jiwamu dan aku akan menahan mereka untuk tetap berada di sisiku untuk selamanya! Aku akan merawat jenazahmu di ruangan bawah tanah yang pasti akan dijaga oleh pasukan kami dengan ketat agar jenazahmu selalu aman dan tidak akan pernah membusuk selamanya!" ucap Narendra membuat Deniz sangat terkejut.


Deniz tidak tahu akan ada hal seperti itu di dalam hidupnya suatu saat nanti.


" Nare! Aku tidak mau ada hal seperti itu dalam hidupku suatu saat nanti. Aku ingin ketika saat itu nanti tiba, secara alami aku meninggal dunia karena usia dan takdirku. Aku ingin kau melepaskan jiwa dan rohku untuk kembali ke haribaan rabbku dan jangan biarkan aku bergentayangan di dunia ini menjadi roh tersesat yang tidak akan pernah kembali ke akhirat! Aku mohon kau jangan pernah menahan jiwaku di alam ini!" ucap Deniz meminta janji kepada suaminya.


Narendra yang terkejut mendengarkan permintaan istrinya seketika dia langsung memeluk Deniz.


" Bagaimana aku bisa hidup tanpamu selama puluhan ribu tahun? Apakah kau benar-benar tega membiarkan aku hidup kesepian dan sendirian?" tanya Narendra dengan air muka yang tampak tidak bahagia.


Deniz kemudian menggenggam telapak tangan Narendra dan meletakkan di dadanya.


" Aku pasti akan kembali lagi untuk mencarimu dan aku akan selalu mendoakan kamu di alam sana! Aku pasti akan selalu mengharapkan kebahagiaanmu Nare! Percaya kepadaku! Cinta kita akan selalu bersatu di manapun kita berada!" ucap Deniz berusaha untuk menghibur suaminya yang sedang bersedih untuk sesuatu yang belum terjadi di antara mereka.