
Pangeran Andalas memulai pekerjaannya kembali di perusahaan milik sang ayah setelah dia lulus dengan kuliahnya. Dedi dan Amber sekarang sudah meninggal dan perusahaan itu sudah 100% diserahkan kepada Pangeran Narendra dan Deniz.
"Kamu! Kenapa kerjanya hanya bermain-main dengan para sekretaris?" tegur pangeran Narendra kepada Pangeran Andalas yang saat ini terlihat sedang bersama dengan Nova.
Nova sedikit cemberut melihat Pangeran Narendra yang terlihat membatasi gerak langkah Pangeran Andalas ketika bersama dengannya.
Pangeran Andalas ternyata memiliki sifat yang Playboy dan suka memberikan janji manis kepada para gadis yang mendekatinya.
"Papa, tidak usah terlalu dianggap serius. Aku kan cuma sedang main-main saja." Pangeran Narendra langsung mengeplak kepala Pangeran Andalas yang selalu saja membuat dia kesal dengan kelakuannya yang minus dan suka bermain-main dengan perasaan wanita.
Pangeran Andalas cemberut melihat kelakuan ayahnya yang terlalu keras terhadapnya. Deniz hanya tersenyum melihat kelakuan anak dan suaminya yang selalu saja ribut satu sama lain.
"Kalian setiap ketemu selalu saja seperti itu. Nova! Kembalilah ke tempat kerjamu! Ada hal penting yang harus kami bicarakan." Ucap Deniz bersikap tegas kepada Nova yang dia tahu tertarik terhadap Pangeran Andalas yang memang dasarnya playboy.
Pangeran Narendra memiliki niat untuk menjodohkan Pangeran Andalas dengan anak dari rekan bisnisnya yang menarik perhatiannya selama beberapa bulan terakhir.
Dia adalah seorang gadis muda yang sangat berbakat dan pintar. Lebih penting lagi, gadis itu berani untuk menantang Pangeran Andalas yang terkenal badung dan nakal.
Deniz dan Pangeran Narendra berpikir bahwa perempuan itu pasti bisa mengendalikan Pangeran Andalas yang sangat sulit untuk diatur.
"Ada apa sih Pah? Suka sekali mengganggu kesenanganku!" Pangeran Andalas menjatuhkan bobot tubuhnya di sofa yang ada di dalam ruangan ayahnya.
"Kamu itu ya, jadi anak selalu saja membuat orang tua merasa kebat kebit untuk mengawasimu." Deniz tidak sanggup lagi untuk menahan kemarahan di hatinya.
Bukannya merasa takut ataupun marah Pangeran Andalas malah langsung memeluk ibunya dengan erat dan mencium pipinya. Pangeran Narendra langsung menarik Deniz dari pelukan putranya dan memberikan tatapan horor kepada anaknya sendiri.
"Dasar pelit!" rutuk Pangeran Andalas yang merasa kesal dengan ayahnya yang selalu saja begitu bucin kepada ibunya.
Orang-orang yang mengenal mereka pasti merasa heran kenapa wajah Pangeran Andalas dan Pangeran Narendra terlihat seumuran. Pangeran Narendra seakan menolak tua dan terus muda dan semakin tampan saja.
Akan tetapi banyak wanita yang tidak berani untuk mendekatinya karena Narendra yang selalu memperlihatkan ketegasannya untuk menolak mereka dan membuktikan bahwa cintanya hanyalah untuk sang istri tercinta.
"Cari istri sendiri kalau kau ingin memeluk seorang wanita!" kesal rasanya Pangeran Andalas kalau sudah mendengar apa yang dikatakan oleh ayahnya itu. Dia juga terkadang ingin untuk memeluk ibunya yang sangat penuh kasih sayang.
Di kantor pun tidak ada yang berani memandang Deniz secara langsung. Karena sudah mendapatkan peringatan yang begitu tegas dari Pangeran Narendra. kalau ada klien yang macam-macam kepada Deniz pun Pangeran Narendra tidak pernah ketakutan ataupun gentar untuk memutuskan perjanjian kontrak di antara mereka.
"Bukankah Papa mengatakan. Aku hanya boleh menikah kalau sudah siap untuk menjadi raja di Istana Kerajaan kucing? Ketika aku sudah siap untuk menggantikan kakakku yang meminta pensiun untuk menjadi raja di sana. Aku saat ini hanya sedang bersenang-senang, sebelum nanti aku harus menikah dengan siluman di dunia alam gaib pilihan para tetua di sana." ucap Pangeran Andalas sambil menatap tajam kepada kedua orang tuanya.
Pangeran Narendra seperti merasakan kesedihan putranya yang tampal terbebani dengan tanggung jawabnya di masa depan. "Kalau kau tidak bersedia untuk menggantikan kakakmu, Papa bisa meminta kepada Pangeran panci untuk melanjutkan tugasnya sebagai raja Istana Kerajaan kucing di alam ghaib. Kami juga membutuhkanmu untuk menjadi penerus bagi keluarga kita dan mengurus perusahaan ini." Narendra memeluk Deniz dengan begitu posesif.
Pangeran Andalas langsung menggelengkan kepalanya dan tidak setuju dengan apa yang diinginkan oleh ayahnya.
"Kalian bukankah akan terus muda dan tidak akan pernah meninggalkan dunia manusia? Kalian aku rasa tidak akan membutuhkan kehadiranku disini. Biarkan adikku saja yang nanti akan bertugas untuk mengganti papa disini!" Narendra terlihat terkejut mendengar perkataan kotanya yang rupanya menyerah untuk menjadi pewaris dan menetap di alam manusia untuk selamanya.
Pangeran Narendra terlihat melirik ke arah Deniz. Pangeran Narendra hanya bisa menghela nafas mendengar perkataan putranya.
Sehingga mau tidak mau Mereka pun akhirnya menggagalkan niat untuk menjodohkan Pangeran Andalas dengan salah satu Putri rekan bisnisnya.
Pangeran Andalas tersenyum karena apa yang dia rencanakan ternyata berhasil. Dulu ketika dia belajar di alam gaib bersama Mahaguru. Dia pernah belajar tentang ilmu membaca pikiran seseorang yang berada di hadapannya. Selamat tinggal di alam manusia Pangeran Narendra sudah benar-benar menurunkan tingkat kewaspadaannya.
Pangeran Narendra benar-benar tidak menyangka kalau dia akan jatuh ke dalam trick putranya sendiri yang ternyata sangat pintar.
"Baiklah Pah, Mah. Aku akan kembali ke kantorku dulu. Banyak sekali pekerjaan yang harus aku lakukan di sana." Narendra dan Deniz hanya bisa menganggukan kepala dan mengizinkan putranya untuk meninggalkan kantornya.
Setelah Pangeran Andalas meninggalkan Mereka terlihat Denis yang mendekati suaminya. "Papa gimana sih? Katanya tadi mau berbicara tentang Perjodohan yang sudah kita bicarakan dengan keluarganya Anjeli. Kenapa tiba-tiba malah membicarakan hal yang lain?" tegur Deniz kepada Pangeran Narendra yang langsung menepuk jidatnya karena lupa akan hal itu.
Pangeran Narendra tidak sadar kalau dirinya telah jatuh ke dalam trick putranya sendiri. Akan tetapi dia pun tidak mungkin memanggil Pangeran Andalas kembali ke dalam ruangannya.
"Sudahlah sayang. Kita biarkan saja Pangeran Andalas menentukan masa depannya sendiri." akhirnya Pangeran Narendra memutuskan untuk menyerah mengatur putranya yang bengal dan terkenal nakal terhadap wanita yang kenal dirinya.
Pangeran Andalas memiliki ilmu untuk menaklukkan wanita yang dia inginkan. Sehingga dia tidak pernah kesulitan untuk menaklukkan wanita manapun yang dia inginkan. Pangeran Andalas benar-benar menikmati kehidupannya dialami manusia. Dia Setiap hari selalu menghabiskan hidupnya untuk bersenang-senang dengan para wanita cantik yang selalu mengantri untuk menjadi kekasihnya.
Pangeran Narendra dan Deniz benar-benar tidak bisa untuk menghalangi kebiasaan putranya. Apalagi Pangeran Andalas yang mempunyai 1000 cara untuk membuat kedua orang tuanya memaklumi apapun yang dia lakukan di alam manusia.
Pangeran Narendra dan Denis hanya berpesan agar putranya tidak merusak masa depan wanita lain yang jatuh cinta kepadanya. "Mama hanya takut kalau kamu suatu saat akan menerima karma. Karena perbuatanmu yang sekarang suka mempermainkan hati wanita." ucap Deniz sambil menggelengkan kepala di hadapan putranya yang hanya bisa meringis saja mendengar ucapan ibunya yang paling dia sayangi.