
Setelah tidak sadarkan diri hampir satu minggu lamanya akhirnya Deniz pun membuka matanya.
Akan tetapi ketika malam-malam Narendra masuk ke dalam mimpi Deniz, ternyata Deniz tidak mengingat tentang dia. Maupun tentang kehidupannya yang ada di alam siluman. Narendra merasa sedih karena ternyata Deniz tidak mengenali dirinya. Deniz melupakan semua kehidupannya selama berada di alam siluman.
Deniz terlihat biasa saja ketika Narendra datang ke pangkuannya sebagai kucing lucu dan menggemaskan.
" Kenapa kamu melupakan aku sayang?" Narendra sedih sekali melihat istrinya yang sejak siuman hanya tampak termenung.
Malam itu juga Narendra mendatangi Kyai Rasyid karena dia penasaran sekali ingin bertanya kepada Kyai tersebut. Tentang keadaan istrinya.
" Kyai kenapa istriku tidak mengingatku? Dia tidak mengenalku Kyai!" tanya Narendra dengan wajah sedihnya.
Terlihat Kyai Rasyid menatap Narendra yang begitu sedih.
" Tenanglah. Deniz sekarang dalam keadaan menyesuaikan kembali tubuhnya dengan alam manusia. Setelah lama hidup di alam siluman. Apalagi dia sampai hamil dan melahirkan anak setengah manusia dan setengah siluman. Jiwanya pasti terguncang saat ini. Sabarlah. Secara perlahan dan dispasi akan mengingat kembali tentangmu!" ucap Kyai Rasyid berusaha untuk menghibur Narendra yang terlihat begitu sedih wajahnya.
Dani ikut mendengarkan percakapan Narendra dan ayahnya.
Dani tidak mengerti setelah Deniz kembali ke alam manusia dalam bentuk tubuh yang begitu kurus kering, dia tidak merasakan getaran cinta seperti dahulu.
" Sabarlah Narendra. Aku yakin nanti Deniz pasti akan kembali ingat denganmu. Untuk sekarang, lebih baik kau berdoa untuk kesembuhan istrimu dulu!" ucap Dani berusaha menasehati temannya.
Semalaman itu Narendra tampak termenung di dekat tubuh Deniz yang masih termenung dan belum mengatakan apa-apa.
Hati Narendra terhiris melihat istrinya yang seperti linglung dan tidak mengingat dirinya sendiri.
" Katakan padaku sayang Apa yang harus kulakukan untuk membuatmu kembali mengingat semuanya?" tanya Narendra saat dia hadir di hadapan Deniz dalam bentuk manusia dan duduk di samping Deniz.
Akan tetapi Deniz tidak merespon apapun yang di katakan olehnya seakan tidak melihat Narendra di sampingnya.
" Cepatlah sembuh sayang. Karena aku benar-benar tidak mampu harus melihatmu seperti ini!" ucap Narendra berusaha untuk menyentuh tangan istrinya.
Akan tetapi Narendra tidak bisa menyentuh tangan Deniz. Narendra kaget setengah mati melihat kenyataan itu.
" Ya Allah, apa yang terjadi terhadap istriku?" tanya Narendra dengan berderai air mata.
Kesedihan benar-benar merasuk dalam hatinya saat ini.
Narendra benar-benar tidak sanggup kalau harus melihat istrinya menderita seperti itu.
" Aku harus segera kembali ke alam siluman dan bertanya kepada Mahaguru. Sebenarnya apa yang sedang terjadi!?" Narendra kemudian pergi menghilang dari hadapan Deniz mencari maha guru di alam siluman.
" Mahaguru apa yang terjadi dengan istriku? Kenapa dia tidak bisa mengingatku dan kenapa aku tidak bisa menyentuhnya lagi?" Narendra benar-benar frustasi dengan keadaan istrinya yang sangat mengkhawatirkan sekali.
" Tenanglah Pangeran. Saya pasti akan membantu untuk mencari penyebab dan pengobatannya!" ucap maha guru.
Setelah bertemu dengan mahaguru Narendra kemudian menemui ibu dan ayahnya untuk melihat keadaan putranya yang sekarang sudah bisa berjalan.
Narendra bahagia sekali melihat putranya begitu sehat walaupun tidak pernah mencicipi ASI ataupun susu dari ibu kandungnya.
" Tenanglah Nak. Ayah pasti akan membawa ibumu segera kemari. Agar kau bisa bersama dengan ibumu!" ucap na Rendra sedih sekali melihat putranya yang sekarang hanya bermain dengan ibundanya dan juga ayahnya.
Putri Kameswari sekarang membantu Mahaguru untuk mengobati Raja Abimana di kolam dingin yang ada di puncak gunung Pangrango.
Narendra benar-benar tidak bisa untuk membantu lagi karena saat ini pikirannya sedang kacau balau memikirkan istrinya sendiri yang masih belum sadarkan diri dari linglungnya.
" Anakku apa yang harus Ayah lakukan untuk membuat ibumu sehat lagi?" tanya Narendra sangat sedih sekali harus melihat anaknya yang hidup tanpa kasih sayang ibunya.
Anaknya seakan mengerti tentang kesedihan ayahnya. Dia pun menghapus air mata Narendra kemudian memeluk sang ayah memberikan penghiburan terbaik untuk Narendra.
Narendra tidak datang lagi kalau manusia karena dia takut kehadirannya hanya akan memberi dampak negatif untuk Deniz.
Setiap hari Narendra hanya memperhatikan Deniz melalui kaca benggalang miliknya.
" Cepatlah sembuh sayang dan kita akan kembali bersama. Aku janji akan mencari cara untuk membuatmu kembali kepada kami!" Narendra mengelus wajah Deniz yang terlihat di dalam Kaca Benggala.
Di saat Narendra sedang merenungkan kehidupannya bersama dengan Deniz yang begitu berliku dan penuh dengan ujian.
Maha guru datang menemui muridnya yang sedang galau dan sedih karena istrinya yang saat ini sedang sakit.
" Narendra latihlah anakmu untuk menjadi seorang ksatria yang hebat dan digjaya. Kelak anakmu lah yang akan menyembuhkan ibunya. kekuatannya yang akan membuat Denis kembali ingat dengan semua kejadian yang ada di alam siluman!" ucap Mahaguru memberitahukan hasil meditasinya untuk bisa mengobati Deniz.
" Apakah itu benar Mahaguru?" Narendra bahagia sekali karena ternyata masih ada harapan untuk dirinya bisa diingat kembali oleh sang istri.
" Setelah Anakmu sudah bisa berjalan dan berbicara dengan lancar. Ajaklah anakmu ke pegunungan Pelangi. Aku sendiri yang akan melatih anakmu untuk menjadi seorang ksatria yang digjaya." ucap Mahaguru sambil menepuk bahu Narendra yang terlihat begitu loyo dan tidak bersemangat.
" Baiklah maha guru aku akan membawa Putraku ke tempatmu. untuk belajar ilmu kanuragan dan menjadikan dia sebagai seorang ksatria yang hebat. Pria yang kelak akan menolong ibunya untuk kembali sadar dan ingat dengan kisah kami di alam siluman." ucap Narendra sambil tersenyum kepada gurunya yang sangat menyayanginya.
Sejak Narendra bisa mengingat sesuatu gurunya adalah siluman yang selalu membantunya dalam setiap kesulitan yang dia temui.
Malam itu Narendra menemui putranya yang sedang tertidur bersama dengan Dayang pengasuhnya.
Pertumbuhannya benar-benar sangat cepat hanya dalam beberapa hari dia sudah mulai bisa berlari.
" Nak kau harus menolong ibumu. Belajarlah yang tekun dan rajin dan buatlah ibumu untuk kembali bersama dengan kita!" ucap Narendra sambil menitikan air matanya.
Tadi ketik Narendra melihat Deniz di dalam Kaca Benggala dia melihat Deniz yang sedang menangis histeris dan hendak bunuh diri karena dia merasa frustasi tidak bisa mengingat dirinya sendiri maupun orang-orang yang ada di sekitarnya.
Kyai Rasyid dan beberapa orang Kyai sudah berusaha untuk menolong Deniz tetapi masih belum ada titik terang untuk dapat menyembuhkannya.
" Hanya orang yang mengikatkan genta yang bisa melepaskan genta itu. Hanya Pangeran Narendra dan anaknya yang bisa membantu untuk menyembuhkan Deniz untuk kembali normal seperti dulu!" ucap Kyai Rashid kepada Dedi dan Amber.